Perlengkapan Pesta untuk Kakak, Cerpen tentang Keluarga

Karya cerpen dari penulis terkenal mungkin masih belum begitu banyak yang mengangkat kisah tentang keluarga. Maka dari itu tak lupa situs ini juga akan memberikan beberapa koleksi untuk cerpen tentang keluarga bahagia seperti yang akan segera kita baca kali ini. 

Ilustrasi Pesta untuk Kakak


Seperti terlihat dari judul, cerpen terbaru ini mengisahkan sebuah kebahagiaan yang sedang dialami oleh sebuah keluarga karena salah satu anggota keluarga akan mengadakan pesta pernikahan. 

Pernikahan adalah hari yang indah dan sangat membahagiakan, bukan hanya untuk yang akan menikah tetapi untuk seluruh anggota keluarga yang ada. Selain kebahagiaan, dalam sebuah pernikahan ada hal lain yang juga cukup berkesan yaitu ketika melakukan persiapan pesta. 

Dengan begitu bagi rekan semua yang hobi membaca cerpen tidak perlu susah dan kesana-kemari mencari bacaan cerpen yang menarik. Disini, untuk yang mengangkat tema kehidupan keluarga ada beberapa yang sudah diterbitkan lebih dulu, ada cerita menyedihkan keluarga dan ada juga yang lain misalnya sebagai berikut!

1) Cerpen keluarga islami
2) Cerpen keluargaku
3) Contoh cerpen keluarga singkat
4) Cerpen masalah keluarga
5) Contoh cerita pendek tentang keluarga
6) Contoh cerita singkat tentang keluarga
7) Contoh cerita tentang keluargaku

Ya, cerpen yang satu ini berisi cerita singkat tentang keluarga yang sedang mempersiapkan sebuah pesta pernikahan. Dengan adanya cerpen ini diharapkan kumpulan cerpen terbaru yang sudah ada bisa semakin lengkap lagi. 

Perlengkapan Pesta untuk Kakak
Cerpen tentang keluarga

Banyak bukan, maka dari itu tidak rugi jika rekan semua sering berkunjung ke situs ini. Karena situs ini memang secara khusus akan terus memberikan karya-karya cerpen menarik setiap harinya. Sekarang mari kita baca cerpen terbaru kali ini dibawah ini.

Temaram langit sore seolah mulai melenakan aku, pelan pundak ini pun mulai terasa pegal setelah sehari penuh keluar rumah. Perkuliahan memang sedang libur setelah semester, dan pada liburan ini aku harus sibuk membantu kakak tercinta dalam menyiapkan acara pernikahan saudaraku tersebut.

Sedari pagi aku sudah sibuk, kesana kemari memastikan semua perlengkapan yang akan digunakan. Kakak bukan tidak mampu menyiapkannya sendiri, orang tuaku juga bukan tidak mau mengurus semua kebutuhan pernikahan anaknya. Tetapi ini sebuah permintaan yang harus aku wujudkan sebagai kado untuk saudara tuaku.

Ya, mungkin ada niat lain yang dimiliki kakak. Atau mungkin memang sudah sepatutnya ia mengandalkanku sebagai adik laki-laki satu-satunya. Kami dua bersaudara, kak Santi adalah anak pertama dan aku anak kedua. Orang tua ku sudah cukup tua sehingga sepertinya tidak akan ada lagi saudara kandung bagi kami.

Sebagai anak laki satu-satunya, meski anak kedua tetapi aku yang akan menggantikan ayah karena bagaimanapun kak Santi nantinya akan pergi ikut suaminya. Keluarga ini tentu akan menjadi tanggung jawabku apalagi ayah sudah mulai pensiun tahun ini.

Sangat melelahkan, tapi ini adalah sebuah pengalaman baru yang sangat berharga. Dengan bantuan dan arahan dari saudara lain, aku mengurus semua kebutuhan dan perlengkapan pesta untuk acara pernikahan kak Santi.

“Assalamualaikum…”
“Waalaikum salam… kamu sudah pulang Nak…?”
“Iya Yah, ini baru selesai…”
“Ya sudah, sana mandi dulu, habis itu kita makan, ibumu sudah menunggu dari tadi…”
“Iya Yah…”

“Raka…. Kamu baru pulang?”
“Iya kak… soalnya tadi orangnya sibuk jadi sedikit lama…”
“Terus, bagaimana, tapi mereka bisa menyiapkan pesanan kita bukan?”
“Santi…. Sudah bicaranya nanti dulu, kasihan adikmu, biar dia mandi dulu…?”
“Iya ya…. Ya sudah sana mandi dulu…”
“Iya kak, Yah, aku mandi dulu…”

Mulai dari menyiapkan catring, sewa gedung sampai pada pemilihan souvenir pernikahan semua aku yang mengerjakan. Tapi alhamdulillah, meski sedikit bingung tapi semua berjalan lancar. Hanya ada satu yang cukup memakan waktu dan cukup membuat aku panik yaitu masalah gedung untuk acara pernikahan.

Pasalnya, dari semua gedung yang ada ternyata sudah disewa semua. Mungkin salah kami juga tidak memesan jauh-jauh hari padahal bulan-bulan seperti ini memang banyak yang menikah. Awalnya kak Santi sempat panik dan aku pun sempat putus asa namun akhirnya ada juga solusinya. Atas arahan ayah, akhirnya masalah pun selesai.

“Nak, gimana kesimpulan gedung kemarin, sudah dapat belum?”
“Iya yah, ini yang bikin Raka pusing, untuk satu bulan ke depan semua penuh khususnya tanggal yang kita minta…”

“Jadi gimana Raka, masak kakak batal nikah!”
“Ya bukan begitu juga dong kak, Raka usahakan sampai sore ini, jika tidak dapat maka kita harus cari alternatif lain, bagaimana menurut ayah?”
“Ya kamu cari yang lain yang pasti ada…”

“Bukan begitu ya…. Kalau Raka terus mencari dan tidak ada hasil bisa-bisa acara kita berantakan dong Yah… Aku butuh alternatif solusi!”
“Ya sudah, begini saja, usul ayah, jika memang tidak ada gedung kenapa tidak kita adakan pestanya di sini saja, rumah kita cukup luas bukan?”

“Hem.. bagaimana menurut kakak?”
“Yang penting acaranya sukses….”
“Duh…duh…. Kakak ku sayang tak usah khawatir, ada Raka Kak, ada ayah juga… semua pasti beres. Maksudnya jika memang terpaksa kakak keberatan tidak kalau acara pernikahannya kita adakan di rumah saja?”
“Iya…. Iya…. Terserah ayah sama Raka, kakak tahu-nya beres…”
“Hem….. siapa yang mau nikah siapa yang sibuk he ehe e….”
“Eits…. Awas kamu ya….!”
“Ya sudah Yah, hari ini Raka pastikan satu rekomendasi dari teman Raka, jika tak pasti kita putuskan di rumah saja…”
“Ya sudah….”

Setelah hari yang cukup panjang akhirnya semua final, karena tidak ada gedung yang bisa disewa maka diputuskan untuk mengadakan pesta di rumah. Tinggal beberapa persiapan lain yaitu mengenai persiapan tempat.

Awalnya aku kira tidaklah se-rumit ini tetapi ternyata memang pusing mengurus acara pernikahan, apalagi jika berbicara mengenai berbagai perlengkapan pesta. Untungnya aku dapat satu rekomendasi dari teman yang menyewakan seluruh peralatan untuk pesta pernikahan.

Dari informasi teman itulah akhirnya semua beres, tarub sudah tersedia, alat-alat untuk perancisan atau pesta makan bagi tamu sudah tersedia, pelaminan untuk kedua mempelai pun sudah ada, semua dalam satu paket.

Untuk yang lain juga sama saja, tinggal pesan. Misalnya untuk dokumentasi pernikahan kita tinggal pesan saja, untuk konsumsi pernikahan pun demikian. 

Hiburan pun tinggal disesuaikan dengan yang diinginkan, kebetulan ayah tidak ingin membuat pesta dengan hiburan yang terlalu terlihat mewah jadi ya aku gunakan saja yang sudah biasa di kota kami.

Tak terasa, setelah semua persiapan yang dilakukan, acara pernikahan Kak Santi berjalan dengan lancar. Kebahagiaan mengisi seluruh hati keluarga besar kami. 

Tapi dalam hatiku ada setitik kesedihan karena mulai hari itu kak Santi akan menjadi milik orang lain. Kami tidak akan tinggal serumah, tidak akan ada lagi yang cerewet dan mengomel padaku, pasti akan sangat aku rindukan.

--- Tamat ---

Selain cerpen berjudul “Perlengkapan Pesta untuk Kakak” di atas masih banyak cerpen-cerpen menarik lainnya. Diantaranya anda bisa melihat beberapa cerpen kehidupan keluarga lainnya yang juga sudah disiapkan dibagian akhir tulisan ini. 

Itu saja, mudah-mudahan ada hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil dari karya di atas. Semoga, cerita pendek tersebut berkenan di hati rekan pembaca semua, salam.

Back To Top