Kamar Tidur Tua, Cerpen tentang Hantu

Sesekali tidak apalah membaca cerpen dengan tema seputar hal yang menakutkan? Ya, cerpen singkat tentang hantu yang akan kita baca kali ini adalah sebuah koleksi terbaru yang ditulis khusus bagi yang suka dengan tema ini.  Harapannya, mudah-mudahan karya ini bisa melengkapi koleksi yang sudah ada.

Karya cerpen berjudul "kamar tidur tua" ini jelas sekali intinya menceritakan tentang sebuah kamar tidur. Kamar yang bagaimana, jelas yaitu kamar yang sudah lama tidak digunakan dan juga tidak begitu dirawat. Kira-kira cerita dari cerpen hantu ini seperti apa ya?

Apakah di dalam cerpen ini ada penampakan-penampakan yang seram? Tidak harus seperti itu juga, hal yang menakutkan bisa saja terjadi meski kita tidak melihat wujud atau bentuk yang tidak lazim. Bisa juga karena ada kejadian-kejadian yang tidak bisa diterima dengan akal.

Dalam cerpen ini dikisahkan ada satu keluarga yang pindah rumah karena sang ayah harus pindah tugas. Tentu saja mereka membeli rumah baru untuk ditempati. Di situ akhirnya timbul masalah. Ternyata, di rumah baru tersebut, meski baru satu hari, sudah ada kejadian yang aneh.

Bukan hanya aneh tetapi menakutkan, bagaimana tidak, kedua anak mereka yang tidur di kamar tidur masing-masing pagi harinya terbangun dan sudah berada di kamar tua tersebut, menyeramkan bukan? Akan lebih menyeramkan lagi jika kita lihat detail kejadian tersebut. Kita baca langsung cerpen misteri tersebut di bawah ini.


Kamar Tidur Tua
Cerpen oleh Irma

Sudah satu bulan sejak ayah mengatakan bahwa kami harus pindah rumah karena ayah ditugaskan di daerah lain. Namun kami belum juga pindah karena ayah belum mendapatkan rumah baru yang dijual. Hingga akhirnya tepat di awal bulan puasa ayah mendapatkan rumah yang dibeli dari kenalannya.

Karena ayah sudah harus dinas di kota itu maka keesokan harinya kami pun pindah. Sesampainya di rumah baru tersebut aku merasa senang karena suasana rumah itu asri dan nyaman.

Sepanjang jalan menuju rumah masih terdapat banyak pepohonan, lingkungan rumah baru kami pun demikian, sangat asri. Di sisi kanan banyak pohon buah yang cukup rindang, di sebelah kiri terdapat taman bunga yang cukup cantik.

Rumput-rumput yang tertata rapi menutupi bagian halaman, lengkap dengan batu-batuan yang membentuk jalan setapak. Secara keseluruhan rumah baru itu membuatku jatuh cinta.

Aku, ayah dan ibu serta adikku segera masuk ke dalam rumah. ketika menginjakkan kaki di depan pintu utama tiba-tiba perasaanku tidak enak, seperti ada yang mengawasi. Aku langsung melanjutkan langkah, kudapati suasana di dalam rumah tersebut begitu dingin. Kulihat ke dinding, “tidak ada AC yang hidup tapi kenapa ruangan dingin sekali”, pikirku.

Setelah membereskan barang-barang kami aku pun tak sabar ingin mengetahui seluruh bagian rumah. Ku periksa satu per satu ruangan yang ada, dan sampailah aku pada satu kamar tidur dilantai bawah bagian belakang. “Ini kamar siapa, kok sepertinya istimewa benar”, ucapku heran.

Ku buka pintu kamar tersebut dan masuk, tiba-tiba aku merinding, seperti ada orang yang meniup tengkuk. Aku pun langsung keluar. “Itu tadi kamar tidur mewah tepi kenapa suasananya aneh seperti itu ya”, pikirku.

Sementara kedua orang tuaku mempersiapkan kamar tidur utama dan kamar tidur anak untuk adikku aku menyalakan televisi. Ketika aku menonton TV itulah tiba-tiba perasaan-perasaan aneh muncul, “seperti ada yang ganjil”, pikirku.
“Yah, ayah tolong kemari sebentar”, aku memanggil ayah
“Ada apa nak”, jawab ayah
“Rumah ini asri tapi kok suasana di dalam terasa aneh ya, benar tidak ya?” ucapku
“Iya Yah, aku juga merasa begitu”, adikku menimpali
“Itu hanya perasaan kalian saja, kalian lelah mungkin, sudah sana istirahat, kamar kalian sudah siap”, lanjut ayah.

Hari menjelang sore, tapi karena lelah aku dan adikku pun masuk kamar dan beristirahat. Di dalam kamar tiba-tiba aku teringat kamar tidur minimalis ukuran 3x4 yang aku lihat tadi. Kembali aku merinding mengingatnya. Tiba-tiba seperti ada suara berbisik kepadaku dan entah mengapa aku pun seketika itu berdiri dan menuju kamar tersebut.

Aku masih sadar namun tak dapat mengendalikan langkah, sampai di kamar itu aku mendapati adikku sudah berdiri tepat di depan kamar tidur kecil tersebut. Pintu kamar tiba-tiba terbuka, kaki kami melangkah seperti ada yang menuntun, kami berhenti tepat di depan sebuah lukisan besar yang hampir menutupi salah satu sisi dinding kamar.

Saat itulah ku lihat darah mengalir keluar dari belakang lukisan tersebut. Tiba-tiba aku sadar dan langsung berteriak, adikku pun melakukan hal yang sama. Tiba-tiba aku terjatuh dari tempat tidur, ternyata aku hanya mimpi.

Sore menjelang aku dan keluargaku pun bersantai bersama di depan TV. Aku kembali mengingatkan ayah dan ibu tentang perasaan aneh itu, terutama dengan kamar tidur tua dibagian belakang. Adikku pun mengatakan hal yang sama.

Lagi-lagi orang tuaku tidak percaya, “sudah kalian tidak perlu berpikir macam-macam, besok ibu akan menata interior kamar tidur tersebut agar tidak membuat kalian takut”, ucap ibu. Tak terasa malam sudah larut, aku dan adikku pun menuju ke kamar kami.

Sesampainya di kamar entah mengapa aku merasa begitu nyaman dan aku pun tertidur pulas, tapi sebelum tertidur aku seperti melihat ada orang tua yang masuk ke kamarku tapi aku sudah tidak bisa mengingat apa – apa lagi.

Ke esokan harinya aku terbangun mendengar suara gaduh, “Adan….. Nia…… dimana kalian nak!”, teriak ayah dan ibu memanggilku. Tentu saja aku terkejut, aku terbangun dan mendapati tertidur di depan lukisan di kamar tua tersebut. Disampingku tergeletak adikku yang tertidur pulas.

Dengan perasaan tidak menentu aku membangunkan adikku. Ketika ia terbangun dan menyadari bahwa dia tidak berada dikamarnya ia langsung memandang ku dengan penuh tanda tanya. Ketika kami mendengar ayah dan ibu memanggil akhirnya kami pun spontan berteriak.

Kajadian pagi itu memukul hati kami semua terutama ayah dan ibu. Setelah berdiskusi akhirnya ayah memutuskan untuk mencari tahu ada apa dengan kamar tersebut. “Pasti ada yang tidak beres, kalian disini saja ayah pergi sebentar”, ucap ayah seraya pergi meninggalkan rumah.

Sepuluh menit kemudian ayah pulang dengan beberapa orang. Ternyata ayah meminta bantuan orang sekitar untuk mengecek ada apa di ruangan itu, ada sesepuh dan ada juga ulama. Satu jam, mereka tidak mendapati apapun, namun mereka juga merasakan ada sesuatu yang aneh di kamar tersebut.

Aku pun teringat pada lukisan itu, “Yah, coba periksa lukisan itu”, pintaku kepada ayah. Akhirnya beberapa orang memeriksa lukisan itu, lukisan itu diturunkan dan salah satu dari mereka mencoba mengetuk-ngetuk dinding. “Pak, sepertinya dinding ini aneh”, ucapnya.

Setelah dirasa yakin, akhirnya diputuskan untuk mencoba memecah dinding tersebut. Sungguh diluar dugaan kami semua, ketika dinding dibongkar terlihat ada ruang kosong selebar kurang lebih setengah meter dan betapa terkejutnya semua orang ketika mendapati dibagian lantai berserakan tengkorak.

Akhirnya, beberapa orang melebarkan dinding dan mengurus kerangka dan tengkorak yang ada didalam. Ayah kemudian melaporkan temuan itu ke pihak terkait. Setelah diselidiki dengan seksama disimpulkan bahwa ada korban kejahatan dibalik tembok tersebut. 

Setelah kejadian itu, aku, adik dan ibuku meminta ayah untuk mencari rumah baru. Kami pun dengan sangat terpaksa pindah lagi dan rumah itu dikosongkan.


--- Tamat ---

Tag : Cerpen
Back To Top