2 Contoh Puisi tentang Cinta Tanah Air

Contohcerita.com - Pilihan puisi cinta tanah air berikut bisa menjadi alternatif bagi anda yang sedang mencari karya-karya puisi tentang ibu pertiwi. Puisi-puisi ini secara khusus mengangkat Indonesia sebagai objek utama yang ada dalam karya puisi tersebut. 

2 Contoh Puisi tentang Cinta Tanah Air

Karya yang akan kita baca tersebut ada yang menggambarkan rasa cinta yang mendalam, ada yang menggambarkan keprihatinan dan ada juga yang menggambarkan kekaguman terhadap bangsa Indonesia. Ada aneka sudut pandang berbeda yang bisa anda rasakan dalam beberapa syair berikut.
Karya pertama berjudul “diatas awan semeru”. Karya tersebut di tulis oleh penulis yang sepertinya ingin menggambarkan kekaguman terhadap Semeru. Mungkin, untuk mengetahui lebih jelas mengenai apa yang ingin disampaikan penulis dalam karya puisi 4 bait tersebut anda tentu harus membacanya terlebih dahulu.

Dengan membaca puisi tentang tanah air tersebut maka anda bisa lebih mudah menemukan arti, makna dan pesan yang ingin disampaikan penulis atau penyair.  Berbeda dengan karya pertama, karya kedua “tangisan ibu pertiwi” menggambarkan sisi lain dari ibu pertiwi.

Sekilas kalau dilihat dari judulnya, penulis atau penyair sepertinya akan mengungkapkan rasa iba dan keprihatinan terhadap keadaan yang sedang terjadi pada ibu pertiwi. Bahkan bisa ditangkap dari judul bahwa seolah penyair ingin membuka mata kita terhadap keadaan yang sedang terjadi. Seolah ingin mencoba membangun sebuah kesadaran akan hal buruk yang menimpa Indonesia.

Itu tadi hanya sepenggal pendapat yang tentu saja belum bisa dipastikan kebenarannya sebelum anda membaca langsung karya puisi tentang Indonesia tersebut. Nah, dari pada hanya mengetahui sekilas saja lebih baik kita nikmati langsung dua karya pilihan tersebut di bawah ini.

Diatas Awan Semeru
Oleh Gunarto

Menyejukan jiwa dalam sesat aku melangkah
Terdengar sayup suara dari gundukan rimba
Cahaya terang mulai mendekap dalam gerak malam
Melihat fajar ku telah bersandar dilangit

Alunan rintihan tangis hutan pagi
Bersahut burung burung mulai menyapa
Sejuk nan permai angin berhembus
Ku pejamkan mata

Sayup rasa yang ada tersipu 
Melelehkan setiap insan berfikir
Oh indah hamparan hijau ku
Pagi jangan berlalu

Mulai ku berdiri, katakan kawan
Jangan diam terpaku
Menjeritlah kawan
Ini negeriku, Indonesia

Sedikit tentang cerita yang digambarkan dalam puisi di atas, penyair secara jelas mengungkapkan kekagumannya terhadap alam Indonesia. Hal itu jelas dilihat dari penggalan syair “sejuk nan permai angin berhembus” dan larik berikutnya “ku pejamkan mata” yang mempertegas bahwa tokoh “aku” dalam syair tersebut benar-benar menikmati suasana alam yang ada. 

Suasana yang digambarkan dalam puisi cinta kepada tanah air tersebut begitu cerita dan bahagia. “Menjeritlah kawan”, menggambarkan luapan kegembiraan dan emosi yang dirasakan oleh sang tokoh.

Keadaan yang digambarkan dalam syair tersebut akan memaksa mata kita terbuka dan hati kita sadar akan kekayaan dan keindahan alam yang ada di tanah air tercinta. Demikianlah sedikit mengenai puisi di atas. 

Tangisan Ibu Pertiwi
Oleh Gunarto

Terdiam aku melihat puing kejayaan raja
Nestapa, derita, negeri kita
Tak seindah yang makmur damai
Menenangkan hati orang melihat

Tak seperti orang dulu lagi
Hanya derita dan sengsara kini
Menyakitkan tanpa makan 
Dan kelaparan

Miskin adalah jaminan
Sengsara adalah hibah
Karena kini ayam mulai resah
Melihat ibu pertiwi menangis

Begitu sedu tapi tertawa 
Tengok ke belakang mati dan tergesa 
Tak seorang pun mau menjemput
Tak seperti generasi dulu lagi

Untuk puisi 4 bait yang kedua ini saya tidak akan berkata banyak karena suasana puisi ini sedih. Yang sedih-sedih silahkan anda nilai dan renungkan sendiri bagaimana pesan yang ada dalam puisi tersebut.

Yang jelas puisi tanah air yang satu ini benar-benar menggambarkan kesedihan. Pasalnya puisi ini mengisahkan keadaan alam ibu pertiwi atau tanah air yang sudah jauh dari kemakmuran yang dulu dimiliki.

Sungguh rasa prihatin yang begitu kuat terasa dalam setiap larik puisi tersebut. Mulai dari penggalan larik “terdiam aku melihat puing kejayaan raja” di awal puisi, sudah jelas bahwa penyair merasa begitu prihatin dan sedih.

Terlepas dari semua itu anda bisa mendalami makna dan pesan yang ingin disampaikan penyair dengan melakukan analisis puisi. Dengan begitu akan tampak lebih jelas berbagai aspek puisi tersebut. 

Sampai disini saja saya menghantarkan dua contoh puisi singkat di atas. Semoga bisa menjadi hiburan sekaligus bahan belajar bagi anda semua yang membutuhkan. Sekedar mengingatkan, dibagian akhir pembahasan ini telah disiapkan juga beberapa karya pilihan lainnya untuk anda baca. 

Silahkan lihat dan pilih mana yang menurut anda cocok untuk dibaca. Kalau tidak menemukan yang dicari silahkan cari karya sastra yang diinginkan dengan menggunakan kotak penelusuran situs. Itu saja, salam hangat dari kami!

Back To Top