2 Contoh Puisi tema Religi Keagamaan

Contohcerita.com - Banyak menikmati puisi religi biasanya akan lebih mendekatkan kita kepada Tuhan. Maka dari itu, beberapa contoh puisi keagamaan ini sengaja disuguhkan untuk rekan pembaca dan pelanggan setia situs ini. Harapannya, selain menjadi bahan hiburan, makna dan pesan yang terkandung dalam puisi tersebut bisa menjadi inspirasi.


Karya puisi yang satu ini masuk dalam kategori yang singkat. Puisi tersebut hanya terdiri dari 4 bait yang masing-masing bait terdiri dari empat larik. Puisi ini ditulis oleh penulis puisi yang sudah biasa mengirimkan karyanya di situs ini yaitu Gunarto. 

Bahasa yang digunakan dalam karya ini cukup sederhana. Dari diksi yang digunakan tersebut memang sangat jelas terlihat bahwa penulis lebih mengutamakan kesederhanaan bahasa dalam merangkai makna yang ingin disampaikan.

Tidak begitu sulit untuk mengetahui makna puisi secara keseluruhan jika kita melihat pilihan kata yang digunakan. Tapi, sebelum lebih jauh membahas karya tersebut jangan lupa lihat juga beberapa karya terbaru yang sudah disiapkan di bawah ini.

1) Puisi islami terbaru paling menarik
Meski sederhana, puisi berjudul “Allah dan Salahku” tersebut tetap memiliki nilai estetis yang cukup mengagumkan. Nuansa keindahan bisa dirasakan dari irama yang tercipta dari susunan kata yang digunakan. Mau tahu bagaimana puisi tersebut, mari kita baca bersama-sama puisi singkat tersebut di bawah ini.

Allah dan Salah Ku
Puisi Oleh Gunarto

Ya allah
Seringku merintih dan berdoa kepadamu
Berharap rizki dan cintamu
Tetapi aku tak pernah sadar dosaku

Aku rindu akan nikmatmu
Nikmat yang selalu engkau beli tanpa henti.
Tapi ku tak pernah bersyukur
Aku hanya punya dosa.

Dosaku tak sebanding doaku
Tak sebanding dengan kemunafikan hatiku.
Aku hanya berdoa
Yang tak sempurna.

Sifatku selalu mengingkarimu.
Selalu angkuh dalam setiap hatiku.
Sekali lagi maafkan aku 
Ampuni aku.
Tag: Puisi 4 Bait, Puisi Tema Tuhan

Tersesat hati dan fikirnya
Oleh Gunarto

Dunia telah menjadi ego manusia
Wadah ekspresi tak terbatas moral.
Menembus setiap ruang yang ada
Tak terbatas jejak jejak tuhan.

Lapang dunia telah sempit pikir kita
Menjadi pertanda sukma kosong yang jauh.
Dijilatnya mentari tak panas rasa
Ego yang tak terbatas.

Keterbatasan bukan khayalan
Sinkronisasi hati dan pikir pudar bagai debu menjadi derita.
Kabur bagai kapas, namun rangka ada tetap bijaksana
Akankah engkau mengertinya, bantu Tuhan

Bahtera Tuhan lenyap bagai mimpi dan terbangun
Tak berbekas hanya ingatan.
Kapankah dunia mu akan tersadar
Waktu sudah saatnya datang.

Bagus dan tidaknya karya puisi tema religi di atas tentu saja kita serahkan kepada pembaca semua. Penulis hanya bisa menyampaikan ide – ide yang ada dalam pikiran dan tidak kuasa menjatuhkan penilaian subjektif terhadap karya yang dibuat.

Namun begitu mudah-mudahan karya tersebut berkenan bagi pembaca semua. Sekedar mengingatkan saja, jika ingin mencari puisi religi lainnya silahkan lihat beberapa karya yang sudah disiapkan dibagian bawah.

Ada beberapa pilihan yang secara khusus disertakan untuk melengkapi puisi di atas. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya atas kesediaannya meluangkan waktu membaca berbagai karya yang ada di sini. 

Tag : Puisi, Religi
Back To Top