Contoh Puisi Galau - Gelisah Mendustai Hati

Contoh Puisi Galau, Gelisah Mendustai Hati - Karya berikut merupakan puisi galau yang menggambarkan kegelisahan hati seseorang. Puisi ini menggambarkan sebuah perasaan yang serba tak jelas antara mencintai dan tidak mencintai, antara sayang dan benci, antara harapan dan kekecewaan. 

Contoh Puisi Galau

Secara keseluruhan, tema yang diangkat dalam karya puisi ini adalah tema sedih, pasti tak percaya kalau belum membacanya sendiri, benar tidak? Puisi berjudul “gelisah mendustai hati” ini adalah puisi pendek yang termasuk dalam kategori puisi 4 bait tentang cinta. 

Puisi ini pada masing-masing baitnya terdiri dari empat larik yang singkat. Masing-masing larik serta baitnya merupakan satu kesatuan yang menggambarkan makna tak terpisahkan. Cerita yang diusung dalam karya ini cukup menarik dan sering sekali dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. 

Kalau bahasa anak muda zaman sekarang puisi ini merupakan puisi galau. Dari segi bahasa, karya ini menggunakan bahasa sehari-hari yang sederhana namun penuh makna. Pilihan katanya pun terlihat tidak begitu rumit namun tersusun dengan indah untuk mengungkapkan sebuah kisah yang memilukan.

Keadaan seperti yang digambarkan dalam puisi ini memang sangat sering ditemui. Tentu sering kita menjumpai keadaan yang semacam ini, serba tak jelas karena keraguan akan apa yang kadang diharapkan. 

Sebagai contoh, ketika kita mencintai seseorang namun orang tersebut terlihat tidak memiliki perasaan yang sama namun sesekali tampak jelas seolah ia menginginkan kita. Serba salah, akhirnya hanya gelisah yang menemani hati. Kita baca saja dulu yuk puisi tersebut.

Gelisah Mendustai Hati
Oleh Gunarto

Aku tak selamanya ada untukmu
Rapuh dan selalu menyakitimu
Jernih suasana  hati silau menantimu
Cantik

Bayangmu seperti mega siang hari
Menyejukan walau panas terik mentari
Sejuk menanti dalam dekap
Tak seindah dulu

Merah merona mega jiwa
Seperti sejuknya pak tua pintar
Sakitnya rasa yang tak menyapa meski jarak
Kian ada

Sapaan hati kadang ada kadang hilang
Bayangnya dusta tak berapi
Entahlah apa bentuk hatiku
Tak jelas tentangmu
Tema: Cinta


Bait pertama dalam puisi di atas menggambarkan kesadaran bahwa kita tidak sempurna. Tidak bisa selalu ada, lemah dan bahkan selalu menyakiti seperti yang tergambar pada larik “rapuh dan selalu menyakitimu”. 

Jelas, pada larik berikutnya ada sebuah pengharapan akan kenyataan tersebut, meski tak sempurna namun sang “aku” dalam puisi di atas selalu menanti dengan hati yang tulus. Meski dinanti dengan hati yang sejuk namun ternyata si “cantik” dalam puisi di atas juga tak sempurna. 

"Menyejukkan walau panas teri mentari" menggambarkan bahwa ada penghalang yang menghalangi perasaan mereka. Dalam penggalan bait selanjutnya kita dapat melihat bahwa perasaan antara mereka terhadang oleh jarak seperti jelas terlihat pada larik "sakitnya rasa yang tak menyapa meski jarak", "kian ada". 

Pada bait ini terlihat jelas apa yang menyebabkan sang tokoh dalam karya di atas galau. Karena kenyataan yang tidak mendukung dan ada penghalang diantara rasa di dalam dada maka timbul ketidakpastian. 

Seolah ada rasa ragu yang mengakibatkan sebuah perasaan cinta terkikis hingga akhirnya tak jelas. “Entahlah apa bentuk hatiku”, menggambarkan sebuah keraguan yang begitu besar akan perasaan yang ada dalam hati. Hal itu jelas didukung pada larik berikutnya yang berbunyi “tak jelas tentangmu”.

Itulah tadi sedikit pendapat mengenai gambaran ini dari contoh puisi galau di atas. Anda tentu memiliki pandangan sendiri mengenai puisi yang berjudul “gelisah mendustai hati” di atas bukan? Ya, semua berhak memberikan penilaian sebagai pembaca. 

Makanya silahkan dibaca dengan seksama karya di atas. Anda bisa menggunakannya untuk sekedar hiburan atau untuk bahan belajar analisis puisi. Apapun itu mudah-mudahan puisi tersebut bermanfaat!

Tag : Cinta, Puisi
Back To Top