Contoh Puisi Ibu Terbaru 5 Bait Singkat

Contoh puisi ibu terbaru 5 Bait akan melengkapi koleksi yang sudah ada di sini. Puisi singkat tersebut akan menjadikan pelajaran berharga bagi pembaca semua tentang kebesaran, pengorbanan, cinta, kasih dan doa yang selalu ibu berikan kepada anak-anaknya.


Kebesaran jiwa seorang ibu dan segala yang beliau berikan kepada anaknya memang sudah seharusnya menjadi hal yang harus diingat. Kami tidak tahu apa yang akan anda dapatkan dengan membaca karya puisi terbaru berikut.

Entah nantinya karya ini hanya menjadi hiburan saja, menjadi bahan pembelajaran, renungan atau bahkan sebagai pengingat akan jasa-jasa dan pengorbanan seorang ibu. Yang pasti, penghargaan terbesar akan selalu kita berikan kepada ibu, seseorang yang memberikan seluruh hidupnya hanya untuk anak-anaknya tercinta.

Sebelum membaca karya singkat puisi 5 bait berikut kami akan mengingatkan bahwa anda bisa mendapatkan banyak puisi lain dengan tema seperti ini. Ada yang bertema pengorbanan, perjuangan, maaf untuk ibu, penyesalan, dan berbagai tema tentang ibu lainnya. Beberapa yang juga sudah bisa anda baca misalnya sebagai berikut!

1) Puisi ibu dan ayah
2) Puisi ibu tercinta
3) Puisi ibu guru
4) Puisi ayah
5) Puisi ibu kartini
6) Kumpulan puisi ibu kartini

Seiring berjalannya waktu, berbagai tema yang belum ada dalam situs ini juga akan terus dilengkapi. Setiap hari diusahakan akan ada karya baru yang dibagikan, jadi lebih baik sering berkunjung ke situs ini agar tidak ketinggalan puisi berikutnya. Ya sudah, sekarang kita baca lebih dulu puisi berjudul "maaf untuk ibu" di bawah ini.

Maaf untuk ibu
Puisi Oleh Gunarto

Hidup tak seperti engkau bayangkan
Hidup ini kejam
Engkau mencari secercah anakmu
Engkau jauh langkah tak pasti

Ibu
Menyesal menyusahkan
Setiap hari bergelut dengan nada keji
Tapi engkau tetap sabar

Ibu
Maukah engkau mengampuni ku
Mengampuni semua salah ku
Memberi warna kemenangan setiap hari

Ibu
Doakan aku
Doakan aku untuk hidupku
Untuk perjuangan ku

Ibu
Maafkan aku
Tag: Puisi 5 Bait, Ibu

Sedikit tentang puisi di atas, bait pertama puisi ibu tersebut menggambarkan keadaan yang ternyata ibu hadapi. Tak semuanya mulus, dalam bait tersebut bahkan seorang ibu kerap kali menghadapi kehidupan yang kejam dan keras hanya untuk menghidupi anak-anaknya.

Jelas sekali penyair mengungkapkan hal tersebut dalam larik pertama yaitu "hidup tak seperti engkau bayangkan". Bait berikutnya dari puisi di atas menggambarkan rasa duka dan penyesalan mendalam yang dimiliki "aku", terlihat dalam syair "menyesal menyusahkanmu".

Bukan hanya menyusahkan, dari penggalan bait berikutnya "setiap hari bergelut dengan nada keji" juga jelas tergambar bahwa seorang anak (aku) seringkali bertutur kata yang kurang berkenan kepada sang ibu. 

Karena apa yang ia rasakan tersebut, pada bait-bait berikutnya tergambar jelas rasa penyesalan dan permohonan maaf, "maukah engkau mengampuni ku", menunjukkan bahwa tokoh "aku" dalam puisi tersebut benar-benar merasa bersalah.

Itulah sedikit yang bisa kami katakan sebagai pembaca berkaitan dengan contoh puisi ibu singkat yang terdiri dari 5 Bait tersebut. Tentu sebagai pembaca anda bisa saja memiliki penilaian dan tanggapan tersendiri setelah membaca puisi di atas. 

Tag : Ibu, Keluarga, Puisi
Back To Top