Contoh Cerpen tentang Pelajar, Guru Cantik

Ada yang mau membaca cerpen tentang pelajar tidak? Ada lagi nih, sebuah cerpen singkat dengan judul “pengalaman ke rumah guru cantik”. Jangan berburuk sangka, yang namanya juga pelajar ya kadang ada salah dan nakal.

Cerpen ini tentang pengalaman yang dialami oleh pelajar yang memiliki guru yang cantik. Ceritanya cukup bagus dan sederhana, selain itu cerpen ini juga tidak terlalu panjang sehingga tidak membosankan.

Cerpen-cerpen pengalaman seperti ini memang memiliki nuansa yang berbeda karena isinya menceritakan sebuah kisah perjalanan atau hal yang dialami oleh sang tokoh.

Tergantung bagaimana gaya penulis, kadang kisahnya bisa dibumbui dengan hal-hal yang dramatis tapi kadang juga banyak nuansa humor-nya. Semakin penasaran kalau diceritakan seperti itu, benar tidak?

Dari pada hanya melihat judulnya saja lebih baik kita baca saja kisah selengkapnya! Jangan lupa siapkan cemilan agar lebih bisa menikmati cerita menarik tersebut.

Pengalaman Kerumah Guru Cantik
Cerpen tentang Pelajar Oleh Gunarto

Guru yang begitu cantik. Ya mungkin itu adalah salah satu cerita ku kali ini, cerita saat aku duduk di bangku SMA. Aku mempunyai guru yang bernama ibu Lis Setiawati. Beliau adalah guru yang rajin dan bijaksana, tentunya juga adalah guru yang sangat cantik. Saat itu umurnya baru 20 tahun saat ia mengajar di sekolah kami.

Suatu hari bu Lis, mengajak kami untuk ke rumahnya. Ya hari itu adalah hari yang cukup menggembirakan buat anak anak di kelas kami, karena hari itu adalah hari dimana kami akan musyawarah masalah ujian dan kelanjutan ujian kami.

Kebetulan bu Lis adalah wali kelas kami, dan kami merasa senang karena diajak dan jadi tau rumah kediaman bu Lis.

Hari itu aku masih ingat kami semua ke rumah bu Lis saat pulang sekolah. Kami lantas bergegas kerumah bu Lis untuk bermusyawarah. Bukan bu Lis namanya jika dia tidak ramah.

“ayo semua nanti jangan lupa ya kalian pulang sekolah ke rumah ibu.
“iya bu, sahut kami semua.

Bell sekolah pun berbunyi dan kami pun mengikuti bu Lis untuk pulang dan ke rumahnya. Kebetulan juga di rumahnya bu Lis ada banyak pohon manga dan kebetulan juga saat itu sedang musim manga.

Kami pun lantas bergegas ke rumahnya, dan benar kami mendapati rumah bu Lis banyak sekali mangga nya. Aku sendiri heran mengapa mangga itu banyak sekali dan utuh, seperti tidak ada yang memetik nya. Dan kebetulan memang rumah bu Lis situ rumahnya di pagar keliling jadi tidak banyak tetangganya yang meminta buah mangga nya.

Kami merasa beruntung boleh memetik manga itu sepuas nya bahkan ada salah satu teman kami yang nekat meminta untuk dibawa pulang ke rumahnya. Karena enak sekali katanya manga bu Lis situ.

Aku sendiri hanya memetik beberapa buah saja karena aku takut asam lambung ku kambuh jadi aku tidak mau untuk makan terlalu banyak. Bagaimana, penasaran dengan lanjutan cerita cerpen pelajar ini? Mari kita lanjutkan langsung di bawah ini.

Aku dan teman teman ku punya inisiatif untuk membuat rujak manga, kami pun meminta izin kepada bu Lis, apakah boleh kami membuat rujak atau asinan manga di tempatnya. Tapi bu Lis akhirnya mengizinkan membuat rujak itu dan kami sangat senang karena kami dapat belajar sambil makan rujak bikinan kami sendiri.

Setelah kami membuat rujak itu kami lantas mengikuti bu Lis ke ruang rapat. Kebetulan rumah bu Lis itu sangat besar jadi sampai ada ruang rapatnya. Bahkan terkadang para dewan guru banyak jika mereka bermusyawarah banyak yang kerumah bu Lis ini.

Aku heran dengan rumah bu Lis, rumah sebesar itu hanya dihuni oleh 4 anggota keluarganya. Sungguh tidak menyangka dalam hatiku, sudah cantik, baik, kaya lagi. Sempurna hidup orang yang mendapatkan bu Lis ini. Aku terkadang terbayang andai aku sudah sarjana, mungkin aku berani menjadi pacarnya ibu guru ku yang cantik itu. 

Kami lantas menempati ruang rapat rumah bu Lis itu. Ku lihat rumahnya sangat bersih dan asri tidak seperti rumah ku yang berantakan sekali.

Tidak lama setelah kami duduk dan bermusyawarah bu Lis mengatakan bahwa sekolah kita akan mengadakan ujian nasional berbasis komputer, kebetulan saat itu aku kelas 3 SMA.

Aku tidak menyangka sekolah ku akan mengadakan ujian berbasis komputer, karena menurut ku sekolah kami belum cukup mampu untuk melaksanakan ujian berbasis komputer itu.tapi sudahlah tidak apa-apa pikir ku.

Setelah kami selesai rapat kami lantas melanjutkan memetik mangga lagi, dan kulihat masih banyak mangga di halaman rumah bu Lis jadi aku memintanya lagi. Dasar kamu tidak tau malu “ kata teman ku berbisik”. Biarin kataku. Sesudah itu kami bergegas pulang. 

….. Sekian …….

Pokoknya jangan bosan membaca berbagai kisah yang ada di sini. Karena selain cerpen tentang pelajar di sekolah berjudul Guru Cantik di atas masih banyak kisah-kisah lain yang tak kalah menarik. Setiap

hari minimal satu cerpen baru yang akan diterbitkan. Maka dari itu jangan sampai ketinggalan ya, pastikan untuk sering-sering berkunjung ke situs ini. Itu saja, selamat membaca!

Back To Top