Puisi Religi 3 Bait, Malam Bersandar

Sepertinya masih sedikit puisi religi 3 bait yang ada di situs ini, karena itulah kali ini kita tambah juga puisi tema agama dengan satu judul lagi. Kali ini puisinya berjudul “malam bersandar”, puisinya bagus dan menarik, sederhana dan mudah dimengerti. Apakah anda mau membaca karya puisi tersebut?

Mudah-mudahan tidak kecewa, puisi ini diharapkan bisa menjadi tambahan referensi bagi rekan pembaca semua yang sedang mencari puisi dengan tema-tema keagamaan seperti ini. Puisi seperti ini biasanya bisa dijadikan inspirasi, motivasi dan bahan renungan untuk mendapatkan makna hidup yang lebih baik.

Hal menarik yang ada dalam karya ini salah satunya dari susunan puisinya. Puisi ini terdiri dari tiga biat. Uniknya, bait pertama dan kedua sama-sama terdiri dari 4 larik sedangkan bait ketiga terdiri dari delapan larik.

Dari jumlah lariknya, pada bait ketiga jumlah lariknya merupakan kelipatan dari larik sebelumnya. Seolah bait ketiga ini adalah inti dan keseluruhan isi dari puisi tersebut. Keunikan selanjutnya terlihat dari judul puisinya sendiri. “Malam bersandar”, dari judul tersebut jelas ada penekanan, bagaimana mungkin malam dapat bersandar?

Nah, judul ini jelas mengharuskan kita untuk melihat secara lebih dalam mengenai makna yang ada. Judul adalah gambaran dari puisi tersebut secara keseluruhan, lalu apakah judul tersebut benar menggambarkan isi puisi, kita baca saja langsung puisinya.

Malam Bersandar
Oleh Gunarto

Bercanda bukanlah khayalku
Kadang meneteskan air mata yang dalam
Selalu harap hanya sepi
Gundah bagai mimpi

Matanya memerah bagai mega
Dan bersandar bagai permai yang bisa dalam gelap
Awalnya hanya gembira
Akhirnya selalu ada

Terasing bagai mimpi yang indah
Melambaikan halusinasi imajiku
Berharap mata menengadah dan pergi
Dan berharap
Tuhan aku datang padamu
Restui aku dalam tidurku
Aku bosan dengan pikirku
Ampuni aku
Tema : Religi

Jadi, bagaimana pendapat anda mengenai puisi 3 bait tentang religi di atas, apakah cukup bagus? Kalau bagus tidaknya menurut kami tentu bagus dan menarik ya, masalahnya apakah kita bisa benar-benar menangkap apa yang ingin disampaikan penulis melalui karya di atas?

Untuk mengetahui pesan atau nasehat yang disampaikan penulis tentu saja pembaca harus mengetahui bagaimana isi dari karya puisi. Pertama, pembaca harus mengetahui makna per makna dari setiap kata yang digunakan.

Kemudian berbagai makna kata akan terhubung dengan kata lain dalam setiap larik untuk membentuk arti yang lebih luas.  Arti dari masing-masing larik akan berkaitan dengan larik lain dalam satu bait. Satu bait tersebut kemudian akan membentuk arti yang lebih luas lagi.

Baru setelah itu masing-masing bait akan membentuk satu kesatuan utuh untuk menggambarkan pesan yang ingin disampaikan penulis melalui puisi yang dibuat. Karena itu, memaknai atau mengartikan sebuah puisi tidak dapat dilakukan sebagian-sebagian namun harus dalam satu kesatuan utuh. 

Itu saja, mudah-mudahan karya puisi 3 bait di atas bisa menjadi tambahan inspirasi bagi kita semua. Jangan lupa baca juga beberapa puisi religi lainnya dibagian bawah. Terima kasih telah berkenan membaca karya di atas, salam hangat dari kami semua.

Tag : Puisi
Back To Top