Kumpulan Cerpen Singkat Terbaik

Tambahan untuk cerpen singkat, hari ini saya akan mengajak anda untuk melihat berbagai koleksi cerita yang pendek, sederhana dan terbaik. Karya-karya ini dipilih dari segi isi cerita dan juga banyaknya kata yang ada didalamnya.


Pertama dipilih cerpen dengan cerita yang menarik, mengandung pesan moral dan pembelajaran serta mampu menjadi inspirasi dan motivasi bagi pembaca. Kedua, dipilihnya karya ini berdasarkan jumlah kata yang digunakan dalam satu judul. 

Dapat dipastikan bahwa kisah yang akan dibagikan adalah cerita yang paling pendek atau singkat dan paling menarik – khususnya menurut penulis – yang pernah dibagikan disini. Tentu saja tidak lupa disediakan cadangan andai kata nanti karya tersebut tidak sesuai dengan kriteria anda semua.

Jadi, dibagian akhir juga akan disiapkan beberapa cerita alternatif untuk melengkapi kisah yang dibagikan. Dengan adanya pembahasan ini maka diharapkan siapapun yang mencari cerita pendek khususnya yang singkat bisa mendapatkan cerpen yang diinginkan dengan lebih mudah dan lebih cepat.

Tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencari cerita pendek karena disini sudah disediakan semuanya. Yang menarik dari berbagai koleksi tersebut yang akan kita baca salah satunya adalah memiliki susunan yang unik.

Dalam arti, karya yang ada disini di dalamnya juga terdapat syair atau kata-kata yang seperti puisi. Sehingga alur atau jalan cerita dalam cerpen tersebut akan lebih menyentuh dan terasa lebih nyata. Bagaimana, menarik bukan? Maka dari itu mari kita baca saja langsung beberapa koleksi tersebut!

Pengais Sang Beras Nenek
Oleh Gunarto

Sakit rasanya hati ini melihat nenek tua ranta mengais beras untuk sesuap nasi. Ya mungkin itulah salah satu penggalan bait - bait cerita ku. Cerita yang pilu tanda seberkas nada perih dalam hati ketika melihatnya dan mendengar cerita itu. 

Hujan sedang datang saat nenek tua itu merintih mengais dan memilah beras yang baru saja turun dari truk. Begitu sakit hati ini melihatnya karena begitu memilukan hati bagaimana mungkin iya mengais sendiri dengan membawa sapu kecil.

Hujan memang tidak lagi bersahabat dengan nenek itu karena nenek merasa letih kala iya terkena tetesan demi tetesan air hujan tetapi iya tidak menghiraukan peringatan air itu. Saat itu aku duduk disebrang jalan nenek itu mengais beras. Begitu sedih ku rasa karena memang aku ingat begitu letih melihatnya.

Dengan hebatnya nenek itu berdiri disamping truk yang sedang berhenti dan kulihat para kuli sedang menjalankan tugasnya dengan semangat. Nenek itu duduk lalu berdiri disamping truk yang sebentar lagi para kuli itu selesai memindahkan beras - beras ke dalam toko.

Aku sendiri saat itu sedang akan pulang ke rumah sehabis pulang sekolah tapi karena melihat nenek itu aku mengurungkan niatku untuk segera pulang dan lebih memilih melihat nenek itu sampai selesai mengais-ngais beras yang tercecer.

Tidak tega rasanya hati ini saat aku melihat nenek renta tua yang demi makan harus mengais-ngais beras dan membawa sapu agar iya mudah mengaisnya. Saat itu aku teringat nasehat ayah ku saat ayah ku bilang “ kamu jangan pernah menyisakan makanan dipiring, tiap kamu makan harus dihabiskan karena orang tua itu susah mencari nafkah buat kalian “.

Teringat kata kata itu aku mulai tersadar, bagaimana susahnya orang tua mencari nafkah buat kita agar kita dapat makan dan kenyang. Saat melihat nenek itu aku ingin rasanya menangis betapa pedih hati melihatnya, seorang nenek tua mengais ngais beras untuk iya bawa pulang dan iya masak.

Aku sampai hari beranjak sore belum ingin pulang karena aku ingin terus memperhatikan nenek tua renta itu karena aku ingin belajar hidup dari nenek tua itu. Sempat terbersit dalam hatiku bagaimana seorang nenek tua bisa terlunta - lunta dijalanan mengais beras untuk hidup dan untuk perutnya. Begitu sakit ku melihatnya.

Sudah dua jam aku mengikuti nenek itu tetapi aku memperhatikanya dengan sembunyi -sembunyi. Karena aku ingin mengetahui dimana rumah nenek itu.

Sambil ku mengendap ngendap aku terus mengikutinya sampai iya di sebuah pasar kecil dekat toko - toko sembako. Saat itu hujan sudah reda dan nenek itu melanjutkan mengais beras yang ada di tanah basah dekat toko itu.

Toko pak Imam nama toko itu, ketika aku pura pura duduk didekat nenek itu. Aku bilang kepada pemilik toko itu supaya iya memberikan beras dua kg untuk nenek itu, biar nanti aku yang bayar.

Lalu pemilik toko itu memberikan beras kepada nenek itu dan dibelakang aku membayarnya. Nenek itu begitu senang karena telah diberikan beras, dan aku juga merasa senang karena secara tidak langsung aku memberikan beras itu.

Tak apa lah kata ku waktu itu, aku sudah banyak mengambil pelajaran dari nenek itu karena dari nenek itu aku bisa mengambil pelajaran betapa pedihnya orang miskin saat iya tidak memiliki beras untuk makan. Aku merasa bersyukur kepada Tuhan telah memberikan keluarga yang baik dan pengertian.

Oleh sebab itu kapada teman teman yang mempunyai masalah ekonomi janganlah berkecil hati karena kita seharusnya bersyukur karena masih bisa makan dengan kenyang tidak seperti nenek tua itu jika ingin makan harus mengais beras dulu dijalanan.

… Sekian …

Bimbang Memilih
Oleh Gunarto

Bingung harus bagaimana aku memilih, yang satu cantik dan yang satu sopan cantik lagi. Itulah perasaan ku saat ini, memiliki dua wanita tapi bingung bagaimana memilih karena keduanya sama sama cantik dan baik. 

Sebulan yang lalu tepatnya. Aku bertemu dengan seorang wanita gadis cantik. Tina nama gadis itu, dia adalah gadis cantik, baik polos dan berhijab. Aku mengenalnya saat aku pertama kali memasuki bangku kuliah pada semester pertama. 

Bahkan sebenarnya aku mengenalnya semenjak aku dan dia ikut tes penerimaan mahasiswa baru. Kita pertama kali melihatnya aku langsung terpesona, bagaimana tidak, sudah wajahnya cantik, sopan berhijab lagi. Saat itu aku sudah membayangkan bagaimana seandainya jika dia menjadi kekasihku.

Senyumnya begitu manis menyejukan jiwa, tidak ada laki laki yang bilang saat itu bahwa dia tidak cantik. Aku sendiri merasa dia adalah gadis yang sempurna. Sampai sekarang sifat dia tidak berubah, pendiam dan anggun. Lengkap lah pokoknya sifat dia.

Aku pun sebulan yang lalu mulai melakukan pendekatan kepadanya. Pura puralah aku meminta nomor teman ku kepadanya, dengan begitu aku secara tidak langsung juga bisa meminta nomornya.

Tidak lama setelah itu aku memiliki nomornya dan aku sering menghubungi dia. Dengan nada sedikit lembut agak jaim dan gengsi aku mulai mendekati dia dengan cara sms san. Senangnya hatiku itu, karena dapat berhubungan denganya walaupun dengan jarak jauh.

Sampai saat ini dia berada satu kelas dengan ku karena dia dulu saat tes penerimaan mahasiswa baru ikut tesnya juga bersama dengan ku. Dan kita diterima di fakultas dan jurusan yang sama. Bahkan kelasnya juga sama.

Senang rasanya bisa melihat wajahnya. Dia itu kalau diajak bicara langsung tidak mau karena sifatnya pemalu dan dia adalah orang yang suka serius kalau diajak bicara. Hubungan kami mulai erat saat aku iseng-iseng meminjamkan bukuku kepadanya. Ya saat itu aku bisa bicara dengannya secara langsung untuk pertama kali. Kejadian itu mebuat ku terdiam dalam hayal ku saat tidur… Bahkan aku sempat membacakan sepenggal puisi hayalan ku sendiri. Begini bunyinya:

Kadang rembulan selalu bersinar dengan sinarnya.
Kadang angin terdiam kala menghembuskan diwajahmu.
Oh begitu cantiknya wajahmu
Seperti rasa ini ingin memujamu.

Saat waktu selalu mempertemukan kita
Kusambut hangatnya keramahanmu
Menghantui setiap malam di tidurku
Senang walau gelisah.

Gelisah dalam langkah dan tidur
Selalu teringat senyum diwajahmu.
Melambai manis dalam hening
Menyejukan hari hari bersamamu.

Kutersadar dalam mimpiku yang indah
Menitik berat dalam dada dan cinta
Alangkah permai wajah mu
Seperti ingin selamanya memilikimu.

Hari hari terus berlalu dan kedekatan kami mulai menunjukan hasil yang menyenangkan. Aku sendiri belum membicarakan perasaan ku ke dia saat ini tapi aku tahu kalau dia juga memiliki perasaan yang sama dengan ku. 

Aku tahu seperti itu karena aku melihat respon dia yang baik kepada ku dan aku yakin dengannya bahwa dia juga ada rasa dengan ku. Sok kepedean ya itu memang bahasa yang mungkin melekat pada diriku saat ini, karena aku merasa tina sudah suka bahkan sayang kepadaku.

Bukan hal yang mustahil sebenarnya. Tapi itulah kenyataannya. Tapi itu perasaan ku ke dia aku tidak tahu perasaan yang sebenarnya dia kepadaku bagaimana. Tapi aku yakin dia juga seperti itu karena aku tahu dari respon dia.

Setiap malam aku membayangkan wajahnya, begitu cantik dan anggun amat mempesona. Hahaha mungkin itu bahasa ku yang kata orang lebay dan alay. Tapi tidak apa lah, yang penting kan hak hak ku sendiri mau berkata apa.

Aku belum merasa yakin dan puas sebenarnya dengan respon dia kepada ku karena memang aku tidak tahu pasti apa yanh sebenarnya ada dalam perasaanya. Hanyan akunya aja yang kepedean dengan perasaan ku sendiri.

Jujur sebenarnya saat ini aku mempunyai pacar tapi ya bagaimana orang namanya suka sama orang lain kan tidak bisa dilarang. Aku sendiri tidak tahu mengapa hal itu bisa terjadi, padahal aku sudah merasa yakin dengan pacarku yang sekarang. Tapi melihat wanita yang lebih sempurna dari pacarku yang sekarang aku merasa ingin memilikinya dan ingin selalu bersamanya bahkan melihat senyumnya.

Tidak boleh. Ya itu kadang kadang perasaan yang timbul dalam hatiku sendiri. Tidak boleh aku sudah memiliki pacar yang setia kepada ku tapi aku malah mau mengkhianatinya. Bagaimana aku bisa menghargai pacarku itu, padahal orang tua dari pacarku itu sudah merestui ku dengannya dan pacarku itu juga sangat sabar menghadapi ku.

Kadang kadang bingung aku memikirkanya mengapa bisa begitu padahal kan aku sudah memiliki yang pasti mengapa aku mengharapkan yang belum pasti. Tapi mungkin itulah sifat manusia melihat dan selalu melihat ke langit tidak melihat yang bawah dan bersyukur.

--- Sekian ---

Yang di atas hanya merupakan contoh untuk cerita pendek yang singkat yang ada di situs ini. Selain dua judul yang sudah kita baca tadi masih banyak sekali cerita-cerita lain yang tak kalah menarik dan menghibur. Sebagai pembuka silahkan baca terlebih dahulu dua judul di atas.

Untuk mencari cerpen singkat yang diinginkan anda bisa langsung mencari berdasarkan kategori cerita yang diinginkan. Atau, jika ingin mencari dengan tema atau judul khusus maka anda bisa mencarinya menggunakan kotak penelusuran situs. 

Kalau masalah tema kami rasa sudah cukup lengkap. Bahkan untuk karya dengan kriteria panjang atau pendek sudah banyak sekali, ada yang pendek sekali, sedang, atau bahkan yang cukup panjang sampai lima halaman sekaligus. 

Mudah-mudahan, dengan dibahas mengenai koleksi yang sudah ada tersebut anda semua yang sedang mencari cerpen bisa lebih mudah menemukan karya - karya yang diinginkan. Itu saja untuk hari ini, silahkan dilanjutkan ke beberapa judul cerpen berikutnya.

Back To Top