Dua Contoh Puisi Kemanusiaan Terbaru

Berikut akan diberikan langsung dua buah contoh puisi tentang kemanusiaan yang juga bisa masuk dalam kategori puisi kehidupan. Puisi ini dipilih dan dibagikan secara khusus untuk melengkapi berbagai isi puisi yang sudah dibagikan sebelumnya. Dengan adanya tambahan dua puisi tersebut mudah-mudahan koleksi puisi yang bisa dibaca semakin banyak dan lengkap.



Dua karya puisi terbaru ini tema-nya tidak jauh berbeda satu sama lain. Untuk karya pertama berisi tentang seseorang yang berada di dalam penjara, karena mungkin pernah melakukan kesalahan. Sedangkan yang kedua menceritakan kehidupan seorang mantan penghuni penjara yang bekerja sebagai petani.

Karya pertama berjudul "diam dijeruji" sedangkan karya kedua berjudul "petani mantan jeruji". Kedua karya ini cukup menarik dan cukup mudah juga untuk dimengerti karena menggunakan bahasa sehari-hari. Penasaran dengan puisi tersebut? Tenang, kita baca langsung satu persatu karya puisi tersebut di bawah ini.

Diam Dijeruji
Oleh Gunarto

Diam
Diam…. Hanya bisa diam di ruangan ini
Tak ada teman tempatku mengadu
Tak ada rasa gelisah perjuangan lagi dihati ini

Diam
Itulah aku saat ini.
Diam
Itulah jati diriku.

Ketika orang berjalan diatas bumi  dengan harapan
Aku.
Aku hanya bisa diam.

Diam.
Diam itu adalah penyesalanku
Diam itu adalah maknaku

Diam
Itulah aku                                   

Meski tergolong singkat, puisi tema kemanusiaan di atas terdiri dari 5 bait. Masing-masing bait memiliki jumlah larik yang berbeda-beda. Bait pertama dan kedua terdiri dari 4 larik, bait ketiga dan ke empat terdiri dari 3 larik dan bait terakhir hanya terdiri dari 2 larik. Bagus bukan susunan bait-bait tersebut? 

Ya, puisi yang mengisahkan seseorang yang sedang di penjaga tersebut memang cukup menarik. Belum lagi ada nasehat dan pelajaran yang coba ingin disampaikan oleh penulis dalam karya tersebut. 

Tugas kita sebagai pembaca untuk menangkap apa pesan yang ingin disampaikan tersebut. Tentu perlu kita baca dengan seksama dan kita cerna baik-baik untuk mendapatkan pesan yang ada. Sekarang mari kita lanjutkan saja dengan puisi kedua berikut.

Petani Mantan Jeruji
Oleh Gunarto

Dibawah sang surya mengurai mimpi dan ambisi
Bertajuk pohon dan bersandar sebuah kehidupan
Tercecer keringat bergerigi
Sunyi nan nyaman penuh ilusi

Melangkah bersama embun pagi
Tersenyum bersama ilusi ayam jantan
Datangnya tak seperti bidadari
Sakti tak terbagi

Bergemuruh berlari lari sang fajri
Dibawah pohon ambisi dan instropeksi diri
Cintanya perih,..perih
Bagai mimpi

Senyumnya anggun penuh kedurhakaan
Penghianat sejati lagi berbagi
Ya sengsara dibawah sang mentari pagi
Jauh sudah aku pergi
Untuk inspirasi

Kawanya pergi dikiranya sejati
Padahal tak tau diri
Dasar ilusi
Tak punya hati

Dalam segi susunan kalimat atau bait terlihat ada perbedaan antara kedua contoh puisi tentang kemanusiaan di atas. Untuk baitnya memang sama yaitu keduanya hanya terdiri dari 5 bait. Untuk jumlah larik dalam setiap bait ada perbedaan dimana pada puisi kedua di atas jumlah lariknya teratur disetiap baitnya yaitu masing-masing bait terdiri dari 4 larik.

Kalau untuk cerita yang dikisahkan tentu saja keduanya berbeda. Nah, lebih jauh kita dapat menggunakan dua contoh puisi tersebut sebagai bahan belajar dalam melakukan analisa puisi.

Misalnya kita dapat menganalisa unsur intrinsik atau ekstrinsik dari masing-masing puisi di atas. Dengan begitu kita dapat lebih jauh memberikan penilaian terhadap karya di atas. Ya sudah, sekarang silahkan dilanjutkan ke beberapa karya lainnya.

Tag : Kehidupan, Puisi
Back To Top