Contoh Cerpen tentang Kuliah Singkat

Butuh contoh cerpen tentang kuliah, di sini ada. Kehidupan mahasiswa juga merupakan objek yang cukup menarik untuk diceritakan dalam sebuah cerpen singkat. Maka dari itu kali ini kami mencoba membawakan sebuah cerpen terbaru yang sederhana tentang anak-anak kuliah.

Ilustrasi Kuliah

Cerita yang ada didalamnya lebih menggambarkan mengenai kegiatan mahasiswa dan bukan fokus pada konflik yang di-dramatisasi. Jadi akan ada lebih banyak kalimat-kalimat deskriptif yang kita dapatkan dalam cerpen tersebut. 

Singkat dan pendek, hanya terdiri kurang lebih 400 kata, cerpen kuliahan berikut sangat cocok kita jadikan hiburan di kala senggang. Kita tidak akan bosan membaca kisah yang ada karena tidak terlalu panjang.

Apalagi ceritanya ada yang lucu, menarik, dan juga mengesankan. Ada canda tawa, ada serius dan ada saat-saat yang mendebarkan, bagaimana sebenarnya kisah tersebut?

Cerpen tentang kuliah berikut ini menceritakan sekelompok mahasiswa yang mempunyai kebiasaan nongkrong – duduk santai – ketika selesai jam perkuliahan. Di tengah kebiasaan yang mereka miliki tersebut ternyata di dalam hati salah satu mahasiswa sebenarnya ada rasa enggan atau malas melakukan kegiatan tersebut.

Mungkin karena merasa kurang bermanfaat, mungkin karena ada kesibukan lain atau mungkin karena alasan lain. Dari pada penasaran lebih baik kita baca saja langsung cerpen tersebut.

Ngongkrong, Enggak Ada Kerjaan
Cerita Oleh Gunarto

Pulang kuliah bukanya langsung pulang justru mengajak main dan nongkrong. Sebal dan kesal rasanya hati ku waktu itu. Sebenarnya aku tidak mau tapi karena menghargai teman ya akhirnya kuturuti saja kemauannya. Ya begitulah awal cerita ku waktu itu.

Malam mulai berlalu saat kami menyelesaikan mata kuliah kami yang terakhir yaitu hukum administrasi Negara. Ya memang begitulah keadaannya, kami adalah mahasiswa jurusan hukum.

Kata orang jurusan ini adalah jurusan angker karena tidak semua orang mau ditempatkan pada jurusan ini. Saat itu kami telah usai belajar di kelas. Jam 8 malam kami keluar kelas, dengan keadaan muka lusuh dengan pakaian kumal karena kami kuliah dari pagi.

Keluarlah kami dengan 3 teman kami dari kelas itu. Saat kami menuju parkiran tiba tiba teriaklah teman kami namanya agung.

Agung: “Woi jangan pada pulang dulu, nongkrong dulu lah masa mahasiswa hukum jam segini mau pulang dan molor, nongkrong dulu lah.

Aku: “Ah kamu Gung, kerjaannya mengajak orang nongkrong terus, tidak punya pekerjaan kamu ya. Kalau tidak punya aku kasih mau tidak kamu Gung…..hahahaha

Agung: “Idih ogah amat siapa kamu ngasih-ngasih kerja.
Aku: “La kamunya si ngajak orang nongkrong terus, sudah tahu kami capek.”

Agung: “Sudah pokoknya kita nongkrong dulu jangan pulang dulu, awas kalau pulang, aku begal kamu di jalan. (tertawa dengan bercanda)

Aku: “Ya sudah mau nongkrong di mana kita.”
Agung: “Biasa.”
Aku: “Ya di mana.

Agung: “Ya biasanya di mana, ya tempat kita nongkrong lah.
Aku : “Oke dah

Tanpa berlama-lama kami lantas menghidupkan motor kami masing-masing dan menuju tempat kami biasa nongkrong. Beskem kalau bahasa kami menyebutnya. Ya tempat itu memang asik buat kami kumpul kumpul selepas kami pulang kuliah, sambil melepas lelah kami duduk sambil main gitar, merokok dan minum kopi.

Damai pokoknya kalau kami ingat semua itu. Tapi ya itulah sedikit kebiasaan buruk kami sebagai mahasiswa, tapi ya bagaimana lagi itulah salah satu hal yang biasa kami lakukan untuk melepas penat, seharian kuliah.

Tidak beberapa berselang kami bercanda dan menikmati segelas kopi tiba tiba mati lampu. Begitu kesalnya kami pada saat itu karena lagi asik asiknya kami bercanda sambil bermain gitar malahan mati lampu.

Galaulah kami semua, sudah gelap tidak ada lampu lagi. Tapi ya akhirnya kami teruskan saja bercanda kami sampai pada akhirnya hari mulai larut malam. Aku ingat besok kami harus presentasi makalah hukum perdata, tanpa ku berfikir panjang aku langsung bilang, “ bubar bubar dah malam.” Pulang saja.

Karena kami semua sebenarnya sudah mulai mengantuk kami akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah masing masing.

……. Sekian ……..

Kalau dilihat dari pikiran, seorang mahasiswa memang sedang berada pada masa transisi dimana mereka mulai menyadari dan mengetahui mengenai hal – hal produktif, baik, serta bermanfaat.

Namun begitu kehidupan dan jiwa remaja masih tidak bisa sepenuhnya lepas sehingga masih ada rasa ingin bermain sesuka hati dan melakukan banyak hal sesuai keinginan.

Tentu saja ada hikmah dan pelajaran yang bisa kita petik dari kisah di atas. Ya, semua itu tergantung dari sudut pandang kita masing-masing dalam menilai dan memberi makna cerpen tentang kuliah tersebut.

Yang pasti mudah-mudahan ada nilai positif dari apa yang kita baca. Ya sudah, kita tinggalkan saja cerpen tersebut. Sekarang kita lanjut ke beberapa cerpen terbaru lain yang sudah disiapkan dibagian bawah.

Back To Top