Contoh Analisis Puisi Menggunakan Respon Pembaca

Kali ini contoh analisis puisi yang akan kita berikan sedikit berbeda dari biasanya. Kalau biasanya kita mengangkat sebuah puisi dengan analisis unsur intrinsik dan ekstrinsik maka kali ini analisis akan menggunakan respon pembaca. Respon pembaca akan digunakan sebagai media untuk lebih jauh mengetahui apa yang ada dalam sebuah karya puisi.


Analisa ini juga akan disertai dengan sebuah karya terbaru yang ditulis bukan dari pengarang terkenal melainkan karya yang cukup sederhana. Karya tersebut berjudul “introspeksi diri” dan merupakan puisi singkat yang hanya terdiri dari 4 bait. Sebelum lebih jauh membahas mengenai hal ini mari kita bahas sedikit mengenai respon pembaca dalam sebuah karya puisi.

Dalam sebuah analisis puisi, respon pembaca dapat digunakan untuk melihat lebih jauh mengenai sebuah karya. Respon tersebut dapat diarahkan untuk mengetahui berbagai unsur yang ada dalam karya puisi baik itu tema, pesan atau nasehat maupun pilihan kata yang digunakan.

Respon tersebut dapat dibandingkan antara satu pembaca dengan pembaca yang lain untuk mengetahui secara garis besar mengenai unsur yang ada. Agar sebuah respon dapat terarah maka analisis menggunakan metode ini dapat menggunakan bantuan berupa daftar pertanyaan yang akan diajukan kepada pembaca.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut nantinya akan menjadi batasan bagi pembaca dalam melakukan kritik atau menyampaikan pandangannya terhadap puisi yang telah dibaca. Kami tidak akan lebih jauh membahas mengenai hal ini maka sekarang mari kita baca langsung karya berjudul “introspeksi diri” di bawah ini.

Introspeksi Diri
Oleh Gunarto

Gelap matamu wahai setiap insan
Tersandung kerikil kerikil kehidupan
Apa engkau tak mengerti dunia luas
Ada hanya untukmu

Terkecoh seluruh laut haparannya
Menyandingkan harapan bisu tapi sakit
Bergelora katanya kebenaran
Tapi yang ada malah celaka

Sadarlah wahai insan untuk apa kita ada
Majulah wahai hati, engkau ada untuk mengerti
Jangan diam, engkau tertipu
Jalanlah jalan

Engkau takut sendiri menghampiri hamparannya
Untuk apa otakmu ada
Berfikirlah wahai fikiran ku
Engkau diciptakan bukan untuk diam

Puisi 4 bait tema kehidupan tersebut dapat diberikan kepada beberapa responden agar dibaca dan kemudian diulas berdasarkan beberapa kriteria. Dalam hal ini, untuk melakukan analisis puisi menggunakan respon pembaca maka kita dapat memberikan beberapa pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan kepada responden contohnya sebagai berikut!
  1. Bagaimana pendapat anda tentang puisi tersebut? jelaskan!
  2. Adakah hal menarik yang anda kutip dari puisi tersebut? Jika ada jelaskan alasannya?
  3. Bagaimana perasaan anda ketika membaca puisi tersebut? Apakah sedih, bahagia, terharu, terpukau, atau biasa saja. Jelaskan alasan anda?
  4. Apakah anda mengalami pengalaman yang sama, ataukah anda memperoleh pengalaman yang baru ketika membaca puisi tersebut?
  5. Kemukakan pendapat anda tentang puisi tersebut dari segi tema, irama, nada, dan suasana puisi?
  6. Nilai positif apakah yang anda dapatkan setelah membaca puisi tersebut?
  7. Setelah anda membaca puisi tersebut, kepada siapa anda menyarankan atau merekomendasikan puisi ini untuk dibaca? Kemukakan alasannya?
Dengan memberikan puisi di atas kepada responden dan meminta mereka memberikan penilaian berdasarkan pertanyaan tersebut maka kita bisa mendapatkan gambaran lebih jauh mengenai karya tersebut.

Selanjutnya, setelah responden memberikan tanggapan maka tugas kita adalah mengkaji lebih dalam mengenai jawaban atau respon yang diberikan oleh masing-masing pembaca. 

Dalam apresiasi karya sastra tentu saja seorang pembaca berhak memberikan tanggapan apapun yang sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dalam memahami puisi yang dibaca. Maka sudah pasti jawaban atau respon mereka akan berbeda satu dengan lainnya.

Nah, sebagai contoh saya akan memberikan tanggapan atau respon terhadap karya puisi tersebut berdasarkan beberapa pertanyaan yang sudah diajukan.

Menurut saya, puisi di atas merupakan salah satu puisi sederhana yang cukup menarik dan indah. Puisi tersebut tersusun dengan bait-bait yang mudah dipahami dan memiliki isi yang cukup baik untuk direnungkan. 

Ada satu hal yang cukup menarik dan mengandung makna yang cukup dalam yaitu seperti pada larik “apa engkau tak mengerti dunia luas”. Penggalan bait tersebut jelas memberikan sebuah peringatan atau pemberitahuan bahwa dunia ini luas. Makna yang dalam dapat dilihat dari kaitan larik tersebut dengan lainnya. 

Ada perasaan haru yang saya rasakan ketika membaca puisi tersebut. Hal itu karena karya ini diawali dengan sebuah keadaan yang tidak menyenangkan seperti terlihat pada penggalan bait “tersandung kerikil-kerikil kehidupan”.

Namun begitu pada larik dan bait selanjutnya terdapat pesan dan nasehat yang dapat membuka mata hati kita. Ajakan dan nasehat yang diberikan membuat hati tersentuh.

Ketika membaca karya di atas, saya seolah-olah sedang berhadapan dengan seorang guru yang sangat bijak, seolah berhadapan dengan orang tua yang begitu menyayangi. Ada pengalaman berbeda yang terasa ketika larik demi larik terbaca, pengalaman duduk tertunduk ditemani seseorang yang sedang mengajarkan bagaimana sebuah kehidupan. 

Karya berjudul “introspeksi diri” tersebut mengandung tema tentang perjalanan hidup manusia yang memiliki dua sisi kepedihan dan kebahagiaan. Karya tersebut tersusun dengan nada yang sedikit tegang, hening namun serius dan dapat membuat pembaca terlarut di dalamnya.

Setelah membaca karya tersebut saya mendapatkan pelajaran berharga bahwa hidup memang kadang sedih kadang bahagia tetapi perlu di ingat bahwa dunia tidak sesempit yang kita bayangkan. Saat kita terjebak dalam kesusahan, ingatlah bahwa dunia begitu luas.

Saat kita berada dalam kesedihan ingatlah bahwa manusia ada untuk berjuang, untuk hidup dan bukan hanya untuk diam. Setelah membaca puisi tersebut saya sadar betapa berharganya hidup.

Isu utama atau isi utama dari karya tersebut adalah nasehat khususnya untuk orang yang sedang terpuruk. Jika anda sedang merasa patah semangat, menyerah atau kehilangan gairah hidup atau merasa kecil hati maka puisi di atas cocok untuk anda. Anda akan mendapatkan inspirasi dan nasehat yang sangat berharga untuk direnungkan. 

Di atas adalah contoh pendapat yang bisa disampaikan seorang pembaca terhadap puisi terbaru di atas. Perlu di ingat lagi bahwa respon pembaca dalam menilai atau mengapresiasi sebuah puisi tentu akan berbeda satu sama lain.

Seperti mungkin anda juga memiliki pandangan berbeda tentang karya tersebut. Setidaknya yang ada di atas dapat digunakan sebagai contoh untuk analisis puisi menggunakan respon pembaca. 

Analisis tersebut – yang kami sampaikan – tentu saja masih jauh dari sempurna karena itu hanyalah sebatas apa yang dapat kami tangkap dari karya tersebut. Maka dari itu, anda yang akan menjadi pembaca selanjutnya dapat menyempurnakan apa yang kurang dari yang sudah ada di atas.

Atau anda bisa malakukan analisa sendiri dan ikut mengapresiasi karya di atas. Apapun itu, harapannya karya tersebut dapat menjadi hiburan dan bahan belajar bagi kita semua. Itu saja, salam hangat dari kami!

Back To Top