Puisi Cinta Terbaru, Harapan Usang

Kembali saya akan menghadirkan sebuah puisi cinta terbaru dengan judul "harapan mu usang". Puisi tersebut adalah salah satu karya penulis kita yang cukup rajin menuangkan ide-ide imajinatif yang indah yaitu Gunarto.


Berbeda dengan beberapa puisi sebelumnya yang sudah dibagikan, kali ini yang akan kita nikmati adalah sebuah puisi dengan tema yang cukup menarik yaitu cinta. Kita tahu bukan bahwa cinta adalah sebuah tema yang sangat universal dan dapat diterima oleh semua kalangan.

Maka wajar sekali jika penulis kita juga banyak mencurahkan perhatian dan pikiran-nya untuk melahirkan karya-karya unik yang dapat menghibur kita semua. Tema puisi cinta kali ini lebih menggambarkan suasana yang sedih, seperti apa sebenarnya?

Puisi karya Gunarto ini menggambarkan pergulatan batin dan perasaan yang terjadi tokoh "aku". Pergulatan batin dan perasaan tersebut karena ia telah ditinggal oleh sang kekasih.

Dapat dikatakan tokoh "aku" dalam puisi tersebut sedang merana, masih mengingat bayang dan kenangan kekasih yang telah pergi meninggalkannya. Penasaran bagaimana jalan cerita dalam puisi tersebut, mari kita baca bersama-sama puisi-nya di bawah ini!

Harapanmu usang
Oleh Gunarto

Sepi terkadang mengiris hati
Senja itu, kau meneteskan air mata ku.
Meneteskan serpihan serpihan cintaku
Tega ku rasa hatimu.

Meninggalkan sukma yang lara karnamu
Meniupkan kesaktian dan kesakitan yang abadi.
Entahlah aku tak mengerti jalan mu
Kita berbeda tanpa sepi

Bayangmu kadang datang dengan seribu kenangan
Membawa nostalgia harapan cinta.
Telah berlalu masa itu
Hanya fatamorgana.

Saat sepi tanpa mu hadir kembali
Bersemayam mega mendung di sore itu
Harapan baru tanpa mimpi
Yang tak kan pernah ada hanya dusta.

Tag: Puisi 4 Bait, Puisi Tema Cinta

Sekedar untuk tambahan, kalau-kalau ada yang ingin menganalisis puisi ini maka saya akan sedikit jabarkan bagaimana penilaian saya sebagai pembaca terhadap puisi tersebut. Dari apa yang saya tangkap sebagai pembaca, puisi ini memang secara tegas membahas mengenai cinta. Puisi ini menggambarkan keadaan seseorang yang telah ditinggal kekasihnya.

Digambarkan dalam puisi tersebut bahwa seseorang yang ditinggalkan cinta atau kekasih benar-benar mengalami kesedihan yang luar biasa. "Senja itu, kau meneteskan air mata ku", penggalan tersebut jelas mengatakan kepada kita bahwa hubungan cinta kasih antara dua orang akan mengakibatkan luka yang begitu dalam jika salah satu dari mereka pergi.

Besarnya penderitaan juga terlihat jelas dari penggalan bait berikut "Meniupkan kesaktian dan kesakitan yang abadi". Begitu menyedihkan, bahkan ketika saya membaca karya di atas, saya pun sampai terbawa dan seolah benar-benar ikut merasakan apa yang tokoh "aku" rasakan.

Secara keseluruhan, dapat saya tangkap sebuah pesan yang ingin disampaikan yaitu hendaknya ketika kita mengalami kesedihan karena cinta kita jangan sampai putus asa dan menyerah. Masih akan ada harapan baru yang tumbuh karena setiap mendung yang melintas pasti kelak akan berlalu, begitu juga dengan penderitaan dan kesedihan.

Nah, itulah sedikit apa yang saya tangkap dari karya puisi cinta terbaru di atas. Itu tadi hanya pendapat dan analisa saya saja sebagai penikmat yang awam terhadap puisi. Mudah-mudahan sedikit dari saya bisa menjadi tambahan informasi dan renungan bagi pembaca secara umum. Jangan lupa, setelah menyelesaikan karya di atas silahkan baca juga beberapa karya lain dibagian bawah tulisan ini. Itu saja, sampai bertemu pada puisi selanjutnya.

Tag : Analisis, Cinta, Puisi
Back To Top