Puisi 4 Bait Judul Rindu di Desa dan Analisis

Ya, selain untuk menambah berbagai koleksi puisi 4 bait terbaru yang sudah ada di situs ini, puisi berjudul "rindu di desa" ini diharapkan bisa menjadi salah satu pelipur dan pelepas rasa kangen kita terhadap suasana sejuk pedesaan.

Puisi 4 Bait Judul Rindu di Desa
Foto: Ilustrasi
Puisi ini memang menggambarkan sebuah kerinduan yang besar terhadap suasana dan keindahan desa, dan juga terdapat perbandingan pandangan yang coba diungkapkan penulis. Ada sebuah perbandingan rasa yang digambarkan dalam puisi berikut yaitu perbandingan antara keadaan di desa dan juga di kota.

Penulis seolah ingin mengatakan dengan jelas bahwa desa adalah tempat yang layak untuk dirindukan jika dibanding dengan kota yang penuh keramaian dan gedung-gedung. Lalu bagaimana dengan unsur kebahasaan dalam puisi tersebut?

Jika ditinjau dari bahasa, dapat kita lihat bahwa puisi 4 bait tersebut menggunakan pilihan kata yang sangat umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dari awal sampai akhir tidak banyak kata-kata yang asing dan kurang dimengerti.

Tapi masalah bahasa ini tentu saja akan tergantung juga pada siapa yang menikmati karya tersebut. Dari pada penasaran bagaimana karya puisi ini lebih baik kita baca langsung di bawah ini.

Rindu di Desa
Oleh Gunarto

Hamparan gunung menjulang tinggi
Menyanggah langit nan tinggi
Gulungan ombak berkejar janji
Bertanda kebesarannya

Padi pun mulai menguning
Bertanda harapan telah datang
Daur nyiur melambai tangkai
Bertanda kedatangannya

Nuansa nuansa permai waktu di desa
Bagai terbelenggu dalam dekapan sang kota
Indahnya keramahan iya
Terpaksa ada demi harapan ada

Rindu yang disana tak seperti disini
Menggebu bagai terhempas rasa
Menyaksikan gambar gambar keramaian kota
Tak seperti yang di kira
Tag: Puisi 4 Bait, Puisi Kehidupan

Sebenarnya, di awal saya ingin membagikan karya puisi tentang keindahan desa ini sekaligus dengan beberapa analisis. Namun karena keterbatasan waktu dan sumber daya maka sementara ini hanya puisi-nya saja yang bisa saya berikan. Namun begitu saja akan sedikit memberikan penilaian mengenai bagaimana isi dari puisi terbaru tersebut,

Dari sisi tema, puisi ini berisikan tentang kehidupan atau lebih tepatnya mengenai sebuah tempat atau lokasi. Jika dilihat secara keseluruhan, dalam puisi ini kita bisa melihat perbandingan antara keadaan di kota dan di desa.

Di desa digambarkan sebagai suatu tempat yang menyenangkan dan sangat berbeda dengan kota yang ternyata tidak begitu nyaman. Untuk keadaan desa yang menyenangkan sehingga membuat orang rindu dapat dilihat dari beberapa penggal bait berikut contohnya "Nuansa nuansa permai waktu di desa", "Indahnya keramahan iya".

Sebagai pembanding bahwa keadaan di desa lebih indah kita dapat melihat penggalan kalimat berikut "Menyaksikan gambar gambar keramaian kota", "Tak seperti yang di kira" dan larik berikut "Rindu yang disana tak seperti disini".

Jadi dapat kita lihat bahwa tokoh utama dalam puisi tersebut cenderung kecewa dengan keadaan kota yang tak sesuai harapan. Karena itulah ia lebih rindu untuk pergi ke desa dari pada tinggal di kota yang ramai.

Itulah sedikit yang bisa saya katakan untuk puisi 4 bait tersebut. Itu mungkin bisa memberikan sedikit gambaran isi puisi tersebut jika kita memang ingin melakukan analisis terhadap puisi di atas. Mudah-mudahan meski hanya sepenggal komentar dan pendapat, apa yang saya sampaikan kali ini berkenan di hati pembaca semua. Itu saja, silahkan dilanjutkan ke beberapa judul lain dibagian bawah!

Back To Top