Kumpulan Contoh Puisi tentang Politik dan Analisis

Politik juga tak luput dari perhatian penulis makanya ada puisi tentang politik yang akan kita berikan. Khusus untuk kali ini akan diberikan beberapa judul puisi sekaligus agar lebih mudah memilih mana yang sesuai keinginan. Setidaknya akan ada tiga puisi sekaligus yang dapat kita baca langsung di pembahasan kita ini. Seperti apakah karya-karya terbaru tersebut?


Politik sebagai objek tema sebuah puisi bisa mengangkat berbagai sisi mulai dari kritik, sindiran, ungkapan kekecewaan dan lain sebagainya. Tentu saja masalah yang diangkat dalam sebuah karya sastra akan sangat tergantung kepada penulis atau penyair nya.

Bahkan tak jarang karya-karya yang dibuat juga berisikan harapan dan doa akan keadaan yang sedang terjadi. Sebelum lebih jauh kita bahas puisi tersebut lebih baik kita lihat juga beberapa tema puisi bidang politik lainnya sebagai berikut!

1) Puisi kritik politik
2) Puisi tentang politik korupsi
3) Macam macam puisi politik
4) Puisi tentang politik dan ekonomi
5) Puisi pendek tentang politik
6) Puisi tentang politik karya taufik ismail
7) Puisi tentang korupsi

Ada berbagai macam segi yang memang bisa dibahas seperti dapat kita lihat pada beberapa contoh di atas. Karena memang tidak ada yang bisa membatasi imajinasi dan pikiran dari seorang penulis. Lalu bagaimana dengan karya-karya yang akan kita baca? Tidak perlu panjang lebar lagi mari kita baca langsung satu persatu berbagai karya tersebut.

Pemimpin Abal Abal
Oleh Gunarto

Engkau telah mempunyai seribu desa
Penuh harap dan kebijaksanaanmu
Engkau punya dua ratus juta rakyatmu
Yang penuh harap dan kebijaksanaanmu

Tapi engkau tak sadar siapa engkau
Engkau tak punya rasa ,hanya asa palsu egomu
Terkadang aku ingin membunuhmu
Tapi ku sadar aku menzolimimu

Engkau tak pernah sadar apa kewajibanmu
Sandang, pangan dan papan itulah keharusanmu
Tapi engkau tak pernah sadar
Seperti itulah dirimu

Hanya bergelora saat engkau butuh
Lupa akan kebijaksanaanmu
Engkau menyapa saat asa dan harapanmu mulai menyapa
Tapi engkau lupa kewajibanmu.

Harapan tinggallah harapan.
Mimpi tinggallah mimpi.
Asa hanya asa
Keinginanku tak sesuai pemberianmu
Sekali lagi engkau lupa kewajibanmu.

Ilusi Merdeka
Oleh Gunarto

Merdeka
Dulu adalah semboyan kita
Kata simbol perjuangan bangsa
Tapi hanyut dalam nestapa

Berantas korupsi
Semboyan kita saat ini.
Tetapi terkadang kita lupa
Siapa kita

Laksana melanglang buana
Bersuara teduh tak bermakna
Cinta akan kemerdekaan telah runtuh 
Hanya tinggal sampah kemana.

Kita memang telah merdeka 
Tapi pikiran tak kan merdeka
Karena kita adalah serigala
Yang haus akan rakyat kita sendiri.

Merdeka bukan pilihan
Merdeka hanya semboyan
Merdeka hanya buaian
Karena kita tak kan merdeka.
Kapitalis adalah raga dan pikiranmu

Bisa kita lihat, dua puisi di atas memang merupakan puisi 5 bait yang isinya secara khusus mengambil tema tentang politik. Selain dua karya di atas masih ada satu karya lagi yang bisa kita nikmati.

Sama dengan dua yang di atas, puisi terakhir ini juga terdiri dari hanya lima bait. Puisi berikut berjudul “dimana aturan” sedangkan untuk materi atau tema nya juga sama. Seperti apakah puisi terakhir tersebut? Mari kita baca langsung di bawah ini.

Dimana Aturan
Oleh Gunarto

Hukum itu keparat
Menyeret orang orang tak bermartabat
Katanya keadilan 
Mana, keadilan

Tak kan ku biarkan langit runtuh
Ketika hukum belum ku tegakan
Tak ku biarkan rakyat ku sengsara
Ketika hukum penjamin mereka.

Selama langit masih tujuh 
Dan tak kan runtuh
Selama itu aku tak kan menyerah 
Menyeret para penguasa tak bermartabat.

Memang tak mudah
Memang indah
Keadilan diperjual belikan.
Keadilan hanya tontonan.

Sengsara harapannya
Biadap lakunya
Tega hatinya 
Dan amarah idiologinya.
Begitu indah

Ya masih ada banyak lagi puisi-puisi lainnya namun untuk kali ini puisi tentang politik yang dibagikan hanya tiga saja. Tiga saja sudah cukup untuk langkah awal menikmati dan mempelajari puisi dengan tema berbeda. Lain waktu tentu saja masih akan diberikan lagi berbagai karya lain.

Sang Pengkhianat
Oleh Gunarto

Dengan ketenangan hati kami berkorban
Demi negeri ini kami mengabdi
Demi Negara ini kami torehkan prestasi untukmu
Dan demi rakyat kami, kami berjuang

Engkau hanya bisa melihat dan mendengar
Engkau pengkhianat tak bermartabat
Tak ada sesuap angan kosong
Yang tak kami dapatkan darimu

Bangkitlah para pengkhianat
Ragamu milik kami.
Kepalamu adalah jalan penerang hidup kami
Bangkitlah para pengkhianat

Haruskah asa ku rampas darimu untuk hidup ku.
Haruskah otot kami mengadu.
Tak pantas rasanya untuk ku
Kami berdarah untukmu.
Tema : politik

Jika masih ingin mencari puisi seperti ini silahkan lihat dibagian kategori puisi. Atau bisa juga langsung mencari di pencarian situs dibagian kanan atas.

Dengan menggunakan kotak pencarian situs maka kita bisa mencari berbagai karya puisi sesuai keinginan baik itu tentang dunia politik atau tema-tema lain. Saya rasa kita akhiri dulu sampai disini. Semoga bermanfaat dan sampai bertemu di puisi selanjutnya.

Back To Top