Drama 9 Orang Pemain, Kenakalan Remaja

Sebenarnya sudah ada drama 9 orang pemain yang kita berikan namun kita tambah lagi dengan satu judul baru yaitu tentang "kenakalan remaja". Seperti pada judul pembahasan ini, naskah drama yang akan kita berikan ini adalah sebuah naskah drama singkat yang membahas mengenai kehidupan remaja khususnya kehidupan remaja di sekolah.

drama 9 orang pemain kenakalan remaja

Mau tahu bagaimana kisah dalam drama yang akan kita baca di bawah ini? Jangan beranjak dulu karena ceri. Kebetulan sekali memang contoh naskah drama ini memang berkenaan dengan cerita anak sekolah. Jadi ya naskah ini bisa dijadikan contoh untuk bahan belajar drama atau teater atau kelas pementasan di sekolah. Tapi sebelum itu, baca juga naskah berikut!

1) Naskah drama sangkuriang
2) Drama asal usul sungai
3) Drama tentang pengalaman menarik
4) Naskah drama anak petani
5) Drama tentang malas belajar

Ceritanya sendiri tidak begitu rumit namun bagus dan menarik untuk remaja dan pelajar. Karena di dalamnya banyak pesan moral yang bisa direnungkan. Nasehat dari cerita drama ini juga bisa diteladani.

Kenakalan Remaja
Oleh Mandes

Tokoh
1. Arul
2. Dian
3. Wulan
4. Samuel
5. Aleksa
6. Paijo
7. Santy
8. Wuri
9. Albert

Inti cerita
Pertarungan dan persaingan antar dua geng anak sekolah

Pesan moral
Janganlah bersaing dengan tidak sehat, bersaing lah secara sportif

Di sebuah pinggiran kota besar, berdirilah sebuah sekolah menengah yang cukup megah dan terkenal. Sekolah tersebut adalah sekolah swasta bertaraf internasional yang sangat mengedepankan mutu belajar. Dari luar suasana sekolah terlihat begitu tertib dan teratur namun tidak begitu dengan suasana di dalam.

Ternyata, di lingkungan siswa ada dua geng siswa yang sering membuat gaduh di sekolah. Geng pertama adalah geng venuse yang dimotori oleh empat orang siswa jago pelajaran yang bernama Arul, Dian, Wulan, dan Paijo. Geng saingannya adalah geng skabas yang merupakan penguasa lomba yaitu Aleksa, Santy, Wuri, Albert, Samuel.

Pada awal tahun ajaran baru kedua geng bersaing untuk mendapatkan anggota baru sebanyak-banyaknya dengan melakukan berbagai macam cara. Suatu hari…

Arul: Hai kawan, bagaimana nih acara kita untuk merekrut anak-anak, jangan sampai kalah dengan Skabas dong…

Dian: Tenang, aku sudah siapkan strategi khusus kok…. 
Wulan: Strategi apa nih, jitu tidak?
Paijo: Iya…. Jangan sampai gagal nih, jangan kalah start, aku gak mau geng kita kalah dari Skabas!

Sedang asyik mereka membahas masalah anggota baru, tiba-tiba datang Aleksa dari geng Skabas.

Aleksa: Hayooo….. kalian pasti sedang menyusun strategi kotor untuk mendapatkan anggota baru…. Tidak usah repot – repot, pasti tidak akan ada yang mau bergabung dengan kalian!

Arul: Hei… diam saja kau Aleksa, tidak usah banyak omong, nanti buktikan sendiri saja!
Dian: Iya nih anak, sok menguasai keadaan benar! 
Eleksa: Ya kita buktikan saja nanti….! Lihat ya….!

Aleksa pun berlalu begitu saja langsung menuju ke kelas. Di kelas sudah menanti anggota geng Skabas lain.

Aleksa: Hei, kita jangan sampai kalah dengan geng Venuse, mereka sudah menyusun strategi untuk mencari anggota baru…

Santy: Tenang, kita sudah se-langkah lebih maju, aku sudah mendapatkan lima orang sukarelawan dari kelas junior untuk mencari anggota baru…. 
Wuri: Iya, santai saja Aleksa….

Albert: Benar tuh….
Aleksa: Bagaimana mereka, potensinya berapa persen….

Samuel: Tenang Aleksa, mereka jago kok, satu orang kita ambil dari ekskul basket, satu orang kita ambil dari paskibra, osis dan kegiatan keagamaan. Pokoknya misi dijamin lancar…

Saat mereka sedang asyik ngobrol tiba-tiba anggota Venuse masuk ke kelas. Namun belum sempat mereka beradu argumen seperti biasanya bel masuk sekolah telah berbunyi tanda awal pelajaran di mulai.

Awal tahu pelajaran baru sudah berjalan seminggu, masing-masing anggota geng Skabas dan Venuse semakin gencar mempengaruhi junior untuk bergabung ke geng mereka hingga akhirnya terjadilah hal yang cukup menggemparkan…

Aleksa: Bagaimana perkembangan….
Santy: Semakin bagus, sudah lebih dari 60 persen…
Wuri: Bagus, kita lanjut, kalau bisa jangan sisakan untuk mereka
Aleksa: Benar sekali, biar mereka tahu rasa
Albert & Samuel: Setuju…
Arul: Hei kalian…. Apa maksud kalian….!

Aleksa: Ada apa kamu Rul, tiba-tiba mencak-mencak seperti orang tak berpendidikan saja…!
Arul: Jangan sok enggak tahu kalian, kalian kan yang memaksa anak-anak untuk keluar dari geng kami… ngaku saja!
Dian: Benar tuh, kalian tidak sportif sama sekali… main paksa junior!
Albert: Hei, kalian jangan asal bicara ya, apa buktinya…
Paijo: Ahhhh… sudahlah, kalian memang kampungan…!
Wuri & Santy: Sudahlah biarkan saja mereka….

Akhirnya, terjadi saling adu mulut dan berdebat yang membuat semua murid berkumpul mengelilingi kedua geng tersebut. Karena pengaruh geng itu sangat besar akhirnya seluruh siswa pun terbagi menjadi dua kubu dan siap saling serang….

Sontak gerombolan murid tersebut langsung mendapatkan perhatian guru. Kepala satpam dan bahkan kepala sekolah langsung ke lapangan menegur kedua geng tersebut. Mendapati para guru yang muncul anak-anak lain langsung berhamburan menghindar dan tinggal pentolan geng saja yang masih bertahan.

Kejadian itu menjadi sorotan namun saat itu mereka tidak mendapatkan sangsi, mereka hanya mendapatkan teguran ringan saja dari pihak sekolah. Setelah itu keadaan sekolah pun kembali berjalan normal.

Beberapa hari setelah kejadian itu sekolah kembali seperti biasa namun dalam hati anggota geng tersebut masih ada rasa yang mengganjal dan penasaran sehingga akhirnya timbullah perkelahian antar ketua geng. Suatu hari, setelah pulang sekolah…

Paijo: Hei kawan, lihat tuh para pecundang mau lewat…..
Arul, Dian dan  Wulan: Hu…. Pecun……. Pecun….
Aleksa: Tak usah cari gara-gara kalian, kalau berani sini kita duel aja…

Santy: Iya sini….. dasar kampungan
Dian: Woi…. Dasar tuan putri dari kerajaan sampah….
Santy: Ember loe ya…..
Dian: Baskom loe ya…..!

Tawuran antar dua kelompok geng anak sekolah pun tak terhindarkan. Dengan anarkis mereka saling serang satu sama lain. Padahal diantara mereka banyak yang cewek tapi justru merekalah yang paling terlihat beringas….

Arul: hajaarr….
Aleksa: Awas kalian….hua….
Wuri: Adoooh…. Sial loe ya….

Kali ini merka bisa puas berkelahi karena tidak ada yang berani melerai perkelahian antar dua kelompok geng tersebut. Akhirnya semua benjol dan perkelahian pun berhenti dengan sendirinya. Keesokan harinya dengan sebagian wajah yang bengkak mereka berangkat sekolah seperti biasa.

Arul: Dongkol benar gue sama mereka, coba aja kalian tidak mundur…
Dian: Mereka juga kuat brai, gua aja sampai benjol gini..
Wulan: Bener, bibir gua agak jontor nih….
Paijo: Ah…sudah diam kalian, kalian tidak ingat tadi kepala sekolah bilang apa, kita mau ada turnamen basket nasional.

Dian: Ya, kita siapkan tim sebagai bukti buat mereka!
Arul: Benar, tapi siapa saja yang jago!
Wulan: Aku yang atur….
Paijo: Bagus, kita siapkan sekarang dan kita buktikan bahwa kita yang terhebat…

Di sisi lain, anggota geng Skabas juga tidak mau kalah.

Aleksa: Pasti dia orang sudah duluan menyiapkan strategi…
Santy: Strategi apa???
Wuri: Turnamen basket!!
Albert: Ah, kalau itu serahkan ke aku saja biar aku siapkan tim terhebat!

Samuel: Benar Albert, kali ini pastikan mereka tahu siapa kita!
Santy: Jangan kalah seperti kermarin…. Buat malu saja!
Albert: Kali ini aku jamin….

Sampai di hari penentuan kedua geng bertemu. Melalui anggota tim-nya, mereka bersaing untuk menjadi wakil sekolah dalam ajang turnamen basket yang akan diadakan.

Arul, Dian, Wulan, Paijo: Venuse…….!!! Venuse…….!!! Venuse…….!!! Venuse…….!!! 
Aleksa, Santy, Wuri, Albert, Samuel: Skabas……!!!! Skabas……!!!! Skabas……!!!! Skabas……!!!!

Diakhir pertandingan akhirnya tim dari geng Skabas yang memenangkan pertandingan dan berhak untuk mewakili sekolah di kejuaraan basket tersebut.

Arul: Dasar kalian tak mutu!!
Dian: Iya…. Kalian ini bagaimana, memalukan….!
Wulan & Paijo: Pulang aja yuk…..
Aleksa, Santy, Wuri, Albert, & Samuel: Huuuu………!!!

Persaingan antar geng Venuse dan Skabas belum berhenti sampai disitu. Bahkan kondisi perselisihan kedua geng tersebut semakin memanas dan terlihat pada persaingan antar pentolan geng tersebut.

Aleksa: Hei ….Geng Venuse, sudahlah kalian mengaku kalah saja, kalian tidak ada peran di sekolah ini, kalian jadi beban saja!
Albert: Benar!
Wuri: Akan lebih baik jika kalian minta maaf dan mengakui Skabas yang lebih unggul… benar tidak kawan…?
Santy: Harusnya sih gitu, kalau mereka masih punya malu….

Arul: Jaga ucapan kalian….
Aleksa: Apa, kalian tidak terima!!!
Dian: Mau kalian apa!!! Mau duel, gue ladenin!

Wulan & Paijo: Iya…..
Paijo: Berani gak, ciut nyali loe….!
Albert: Gak usah nunggu lama, istirahat pertama kita tunggu di belakang sekolah!!!

Aleksa, Santy, Wuri, Albert, dan Samuel langsung pergi meninggalkan mereka. Di dalam kelas suasana begitu hening tak seperti biasa. Kedua geng lebih banyak diam, mungkin kesabaran mereka sudah memuncak dan tak terbendung lagi. sampai ketika istirahat pertama tiba…

Aleksa, Santy, Wuri, Albert, & Samuel: Cabut……
Wuri: Lewat depan aja….
Albert: Kelamaan…. Lompat pagar aja….!!!

Di luar rupanya Geng Venuse sudah menunggu….

Arul: Woi…. Banci loe nih…!
Santy: Bacot looo…..!!!
Dian, Wulan, Paijo: Ah……ihhlh…

Perkenalian antara mereka tak terhindar lagi. Perkelahian kecil, ala dua pentolan geng yang bersaing. Keramaian pun langsung terdengar ke dalam sekolah. Ada murid yang melihat dan keributan pun berakhir di meja kepala sekolah! Singkat cerita, akhirnya mereka dipaksa berdamai oleh kepala sekolah, mereka menerima…

Santy: Ya sudahlah….
Wuri: Gak ada pilihan lain…..

Albert: Benar… tak apa, kita coba saja, siapa tahu kita bisa menjadi sesuatu
Arul: Sudah, kalian tak usah bikin gaduh lagi…. sebenarnya ini salah kalian kan…

Dian: Iya… Kalian yang bikin heboh..
Wulan & Paijo: Sudah…sudah!! Kalian mau dikeluarkan dari sekolah!
Aleksa, Santy: Iya… kalian mau!!!

Wuri: Kalau dikeluarkan dari sekolah gak kan ada sama sekali Venuse atau Skabas…
Wulan: Benar juga sih….
Arul, Dian, Wulan, Paijo: Jadi….

Santy: Kita bikin geng baru aja…. satu sekolah kita semua….
Albert: Aturannya gimana….
Paijo: Yang tidak berprestasi kita tentang dan kita hukum….!

Aleksa, Santy, Wuri, Albert & Samuel: Stuju……..
Arul, Dian, Wulan & Paijo: Stuju……….

Bersaing sehat dalam prestasi, akhirnya itulah yang terjadi pada kedua geng tersebut. Karena tidak mendapatkan restu dengan kejadian memalukan tersebut maka akhirnya tawaran dari kepala sekolah mereka harus bersatu atau mereka dikeluarkan dari sekolah.

Dasarnya mereka anak-anak pintar, mereka memilih pilihan yang bijak. Mereka akhirnya mengarahkan persaingan ke hal yang lebih positif, bersaing untuk prestasi.

---Tamat---

Back To Top