Contoh Cerpen Kewirausahaan, Antara Pendidikan dan Usaha

Cerita berikut merupakan contoh cerpen tentang kewirausahaan yang berjudul "Antara Pendidikan dan Usaha". Kalau kita lihat dari judul tersebut tentu bisa kita tebak isi ceritanya yaitu mengenai pergulatan batin dan pikiran tokoh cerita dalam memilih antara pendidikan atau usaha.


Sepertinya ada kebimbangan yang dirasakan ketika harus memilih mana yang harus lebih dahulu antara kedua hal tersebut. Padahal kedua hal tersebut yaitu pekerjaan dan ilmu adalah dua hal yang sangat penting.

Dari sisi bahasa, cerpen tentang usaha berikut ini merupakan karya cerita pendek yang cukup sederhana. Bahasa yang digunakan adalah bahasa umum sehari-hari yang mudah dicerna. Cerpen tersebut juga merupakan cerpen yang singkat yang kurang lebih hanya terdiri dari satu atau dua lembar kertas folio jika disalin, jadi tidak akan membosankan jika kita membacanya di rumah.

Sebuah cerita yang sangat berharga dan bisa dijadikan motivasi bagi kita semua. Kita bisa belajar banyak dari kisah yang diceritakan dalam cerpen singkat tersebut. Kita bisa belajar bagaimana seharusnya kita tidak boleh patah semangat dan menyerah.

Dan kita juga harus ingat bahwa dengan ketekunan, kerja keras dan semangat bahkan kita bisa menjalani dua hal yang cukup sulit sekaligus yaitu belajar dan bekerja. Ingin tahu bagaimana seru-nya cerpen bertemakan tersebut, mari kita baca bersama-sama.

Cerpen Oleh Gunarto

Masa muda adalah masa dimana orang mengalami gejolak dalam pemikiran dan batin-nya. Begitu juga dengan ku, aku adalah orang yang juga mempunyai masalah dalam menentukan arah dan tujuan atau fokus masa depanku.

Hari ini aku ingin bercerita tentang kebimbangan ku memilih pendidikan yang di dahulukan atau lebih memilih bekerja untuk masa depan ekonomi ku sendiri dan keluargaku.

Aku saat ini baru saja lulus SMA hari yang sangat membahagiakan dalam hidupku. Begitu bangganya aku akan pencapaian hidupku karena aku mendapat juara umum ujian nasional yang di adakan sebulan yang lalu.

Tapi masalahnya aku bimbang dan bimbang mau apa setelah ini.dari orang tuaku sendiri, orang tua menginginkan aku untuk melanjutkan kuliah di jawa, tetapi dari pikiran ku aku ingin wirausaha, sesampainya nanti aku sukses baru aku melanjutkan kuliah ku.

Tapi apa daya orang tua ku tetap menginginkan aku agar melanjutkan kuliah ku di jawa karena mereka menganggap di jawa itu pendidikannya berkualitas..

Tapi sudahlah aku sebenarnya tidak ingin berdebat dengan kedua orang tuaku karena aku juga sebenarnya ingin membahagiakan kedua orang tuaku.

Akhirnya aku putuskan berbicara baik - baik dengan orang tua. Aku bilang pada bapak dan ibu jika mereka aku mau melanjutkan sekolahku di jawa ada satu syarat yang harus orang tuaku turuti.

Karena aku menganggap jika aku harus menuruti orangtua ku aku juga harus mewujudkan cita cita dan keinginanku yaitu aku ingin wirausaha agar aku mempunyai pengetahuan dimasa depan dan mempunyai kemampuan yang mumpuni dalam berusaha.

Akhirnya aku mengajukan kepada kedua orang tuaku agar jika aku ingin sekolah di jawa aku juga ingin dibiayai dan di sokong modalnya karena aku ingin kuliah sambil membuka usaha.

Akhirnya kedua orang tuaku sanggup dan aku di izinkan untuk kuliah sambil membuka usaha sampingan agar aku memiliki kemampuan dalam usaha.

Tak lama aku berdebat dengan kedua orang tua ku, aku sebenarnya juga masih bingung dimana aku harus melanjutkan kuliah ku, antara jogja dan malang.

Itu hal yang sulit lagi bagiku karena aku di lain sisi ingin juga sambil belajar bahasa jawa, tetapi aku juga ingin belajar usaha seperti kakak sepupu ku dia kuliah sambil usaha sampingan dan aku lihat sekarang dia sukses.

Setelah aku pikir, sekian lama akhirnya menetapkan malang sebagai tempatku berpijak dan aku melihat malang mempunyai prospek usaha yang cukup menjanjikan di bidang usaha industri pertanian dan pariwisata.

Setelah menentukan tempat dimana aku kuliah aku lantas berbicara pada ibu dan bapak ku aku ingin melanjutkan kuliah di malang karena aku menganggap malang mempunyai prospek yang menjanjikan.

Setelah aku berbicara dengan ibu dan bapak kami lantas menghitung semua jumlah biaya kuliah selama setahun kedepan dan di tambah biaya permodalan aku buka usaha. Sekian lama kami menghitung hitung akhirnya sampailah pada jumlah akhir yaitu 50 juta rupiah untuk tahun pertama aku masuk kuliah dan sekaligus modal ku usaha.

Alhamdulillah tetapi akhirnya orang tuaku menyetujuinya dan aku akhirnya melanjutkan kuliah ku dan belajar wirausaha di malang.

Berangkatlah aku bersama orangtua ku ke malang tepatnya setahun yang lalu dan hingga saat ini aku masih kuliah di semester 3 dan aku telah mempunyai usaha sendiri dan aku bisa membiayai kuliah ku sendiri dengan uang hasil ku bekerja dan wirausaha.

Begitu bangganya aku sampai sampai aku mengajak temanku yang lain untuk tidak hanya mengejar nilai di bangku kuliah tetapi juga belajar wirausaha karena dengan wirausaha kita dapat mewujudkan apa yang kita inginkan dan cita citakan.

Hari demi hari ku lalui dengan aku kuliah sambil wirausaha mandiri.
Sampailah aku pada tahun kedua karena saat ini aku baru semester 3 di salah satu universitas negeri di malang.
Temanku pernah mengejek ku bagaimana mungkin aku dapat mengembangkan usaha ku tetapi aku tidak gampang menyerah, aku pernah gagal di tahun pertama tetapi aku sama sekali tidak menyerah hingga akhirnya aku sukses di tahun kedua.

“Wah… bangganya dalam hatiku aku kuliah dengan biaya sendiri dan dapat mengembangkan minat dan bakat ku di bidang wirausaha.

Sampai saat ini aku mempunyai dua bidang usaha yaitu dibidang agro industri dan usaha retail atau perdagangan.

Cita-cita ku selanjutnya aku ingin mendirikan sebuah pabrik dan mendirikan sebuah perseroan terbatas, tapi itu butuh modal besar. Fokus ku saat ini adalah mengembangkan kedua sub bidang usaha ku. Sampai disini dulu ya kawan kawan cerita ku.

--- Sekian ---

Begitulah, hikmah dan pelajaran yang sangat berharga bisa kita petik dari cerita di atas. Sebagai generasi muda kita memang sebaiknya tidak boleh mudah putus asa. Kita harus bisa menatap masa depan dengan penuh semangat dan keyakinan. Apapun bisa kita raih asal kita tidak menyerah.

Mudah-mudahan apa yang disampaikan dalam cerita pendek di atas bisa bermanfaat bagi kita semua. Setelah selesai dengan contoh cerpen kewirausahaan di atas silahkan baca juga beberapa cerita lain di bagian bawah.

Tag : Cerpen, Kehidupan
Back To Top