Cerpen Horor, Macet Tanpa Sebab

Hobi membaca cerpen tidak boleh melewatkan cerpen horor tentunya. Karena cerpen dengan tema seram dan menakutkan bisa memberikan sensasi tersendiri ketika kita baca, benar tidak? Maka dari itu saya tidak mau ketinggalan untuk membagikan cerpen dengan tema tersebut.

Kali ini cerpennya juga singkat dan bahasanya sederhana. Judulnya seperti di atas yaitu “macet tanpa sebab”. Apa yang macet atau mogok, bagaimana kejadian sebenarnya?

Bukan mobil, bukan motor bukan pula kendaraan lain yang macet atau mogok melainkan sebuah gerobak dorong milik pedagang keliling. Dalam cerpen terbaru tersebut diceritakan ada seorang pedagang yang seperti biasa menjual barang dagangannya dengan sebuah gerobak dorong. 

Pedagang tersebut adalah pedagang perkakas dapur tradisional yang menjual dagangannya keliling ke berbagai tempat. Penasaran bukan bagaimana kejadian atau cerita selengkapnya? Tenang, sebelum membaca cerpen tersebut kita lihat sebentar beberapa karya cerpen lain di bawah ini.

1) Cerpen misteri
2) Cerpen horor anak
3) Cerpen romantis
4) Cerpen cinta
5) Cerpen persahabatan
6) Cerpen sedih
7) Cerpen horor lucu
8) Cerpen horor nyata

Ceritanya, saat berdagang pedagang tersebut mengalami keanehan yang tidak seperti biasanya. Tidak ada angin tidak ada hujan, tidak ada kerusakan yang terjadi pada gerobak tersebut namun gerobak tersebut macet dan tidak bisa didorong.

Menyeramkan, mengerikan jika terjadi demikian apalagi jika ada sesuatu yang ternyata terlibat dalam kejadian tersebut. Penasaran, mari kita baca langsung cerpen horor tersebut di bawah ini.

Gerobak Macet
Cerpen Horor oleh Gunarto

Gerobak yang tak bisa ku tarik karena ada mahluk halus yang menahan gerobak kami sehingga tidak dapat berjalan. Mungkin itu sepenggal ceritaku saat aku berjualan perlengkapan dapur seperti alat untuk membersihkan nasi dan lain lain.

Cerita ini aku lalui saat aku berdagang alat alat perlengkapan dapur menggunakan gerobak kecil ku yang aku tarik setiap hari antar desa. Suatu hari di sela aku berdagang di desa sebelah tidak jauh dari desa ku aku mencoba peruntungan menjajakan dagangan ku kepada calon calon pembeli. 

Karena di des aku sendiri tidak memungkinkan lagi untuk berjualan atau berdagang alat alat dapur atau alat alat perlengkapan rumah tangga karena pada dasarnya desa ku adalah pembuat dan penghasil alat alat rumah tangga tersebut, sehingga tidak memungkinkan lagi untuk berjualan di desa ku sendiri.

Berangkatlah aku pagi itu keliling berdagang alat alat rumah tangga di desa sebelah. Hatiku sangat senang karena pada hari yang lalu aku dapat menjual barang barangku dan laku banyak sehingga aku merasa bangga dengan apa yang telah aku capai karena barang barangku mampu terjual banyak.

Terima kasih tuhan dalam hatiku bersyukur kala itu karena aku dapat rezeki yang cukup hari itu untuk membiayai sekolah adiku dan menyisikanya untuk tabunganku.

Aku berangkat dengan sebuah harapan yang sama semoga daganganku dapat terjual banyak dan aku mendapatkan rezeki yang cukup pula untuk aku tabung dan aku sisikan untuk kebutuhan ku sehari hari. Langkah demi langkah ku tari gerobak ku dan aku bangga dengan pekerjaanku ini karena aku dapat membantu ekonomi keluargaku dan aku sangat bersyukur dengan pencapaian hidupku pada hari ini.

Langkah demi langkah terus aku lewati. Ribuan meter jalan telah aku lewati tapi tampaknya hari ini penjual sangat sepi dan aku merasa sudah terlalu jauh melangkah hingga aku lupa kalau aku belum sarapan tadi pagi.

Berhentilah aku di suatu persimpangan jalan da nada sepetak kebun milik petani. Aku berhenti sejenak dan berteduh di bawah pohon yang rindang untuk aku makan pagi atau sarapan sambil menunggu tanagaku pulih karena aku telah berjalan jauh.

Begitu nikmatnya makanan yang di olah oleh ibuku. Menurutku pada saat itu makanan yang paling enak adalah makanan yang di buat oleh ibuku sendiri dan aku merasa kenyang dari makanan yang di buat oleh ibuku.

Setelah beberapa saat aku memakan dan minum akhirnya aku rasa aku mulai segar kembali dan aku memutuskan untuk berjalan dan meneruskan perjalanan menyusuri jalan jalan desa untuk berdagang dan berjualan alat alat perlengkapan rumah tangga.

Beberapa saat aku berjalan sampai pada sore itu ternyata jam telah menunjukan pukul 18.00 tetapi aku belum sampai di rumahku sendiri.

Aku merasa sudah lelah dan aku memutuskan untuk pulang. Aku melewati kebun kebun yang sunyi pada malam itu karena hari mulai larut malam. Ada rasa takut sebenarnya dalam hatiku melewati kebun kosong sendirian. Tidak ku sangka ternyata roda gerobak ku terhenti mendadak dan aku tidak tahu mengapa hal itu terjadi.

Ku tarik tarik gerobaku sampai lelah, akhirnya ku putuskan untuk meninggalkan gerobaku di kebun itu dan beranjak pulang.

Sesampainya di rumah aku bicara kepada ibu bahwa gerobakku tidak bisa berjalan tanpa sebab dan ibu mengatakan bahwa itu karena gangguan mahluk halus. Dari sini aku merasa bahwa memang aku lagi di ganggu mahluk halus.

--- Tamat ---

Eits, jangan beranjak dulu, selain Cerpen Horor, Macet Tanpa Sebab tersebut masih ada beberapa cerpen lain yang juga tak kalah seram dengan cerpen di atas. Yang punya nyali bisa membacanya sesuai judul yang diinginkan. Beberapa judul cerpen dengan tema ini sudah disiapkan dibagian akhir tulisan ini. Tinggal dipilih dan dibaca saja. Mudah-mudahan beberapa tambahan koleksi cerpen kali ini bisa berkenan bagi pembaca semua.

Tag : Cerpen, Horor
Back To Top