Cerpen Bimbang Galau dalam Memilih

Diantara dua pilihan, bimbang dan galau dalam memilih sudah menjadi sesuatu yang sering kita alami. Untuk masalah sederhana yang kecil sampai pada masalah besar yang komplek, memilih antara dua hal penting memang sangat dilematik.

Begitulah gambaran cerita dalam cerpen terbaru kali ini. Cerpen ini mengisahkan pergulatan pikiran sang tokoh ketika pada satu titik harus memilih antara bekerja atau belajar. Cerita dalam cerpen kehidupan berikut ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua yang sedang mengalami masalah yang sama.

Dari alur yang disampaikan kita dapat meneladani yang baik dan mengambil contoh yang bermanfaat. Cerpen ini bisa dikatakan sarat akan pesan moral. Agar tidak terjebak dalam dua pilihan dan bisa menentukan mana yang harus didahulukan memang harus benar-benar jeli. Dari pada berlama-lama mari kita baca saja cerita cerpen tersebut!

Bimbang Galau dalam Memilih
Oleh Gunarto

Aku bingung dengan diri ku sendiri harus bagaimana. Antara memilih bekerja mandiri atau organisasi. Itulah salah satu petikan cerita ku kali ini. Cerita ini aku lalui saat aku duduk di bangku kuliah tahun pertama saat aku merasa bimbang dengan keputusan ku harus bagaimana aku mendahulukan pekerjaan ku atau organisasi ku.

Saat ini aku mempunyai pekerjaan dalam bidang agrobisnis pertanian, pekerjaan yang aku tekuni selama ini. Aku memang dari dulu suka yang namanya bertani. Karena bagi ku bertani itu memberikan ku pengetahuan yang lebih dari sekedar hanya teori dan praktek.

Bertani adalah cita cita ku kalau mungkin pada akhirnya jurusan yang aku ambil tidak sesuai dengan pekerjaan yang aku jalani selama ini. Tapi aku percaya bahwa apa pun latar belakang ilmu kita pasti suatu saat sangat berguna dalam kehidupan kita.

Dalam organisasi pun aku sangat aktif hingga aku kadang lupa waktu dan sempat tidak dapat membagi waktu antara sekolah, organisasi dan bekerja. Tapi aku selalu menyempatkan merencanakan kegiatan ku dengan matang baik dalam sekolah, organisasi, dan bekerja. Karena bagi ku semua itu penting untuk kelangsungan pembelajaran ku dan pengalaman ku ke depannya.

Aku merasa jika salah satu di tinggalkan maka akan terjadi ketimpangan dalam mencari pengalaman yang akan berguna dalam tindakan kita selanjutnya. Aku merasa ketiga hal tersebut sangat berguna karena untuk pengembangan diri.

Organisasi menurutku merupakan wadah berekspresi dalam menentukan arah pikir dan mengarahkan orang perorangan dan berguna sangat baik untuk pembelajaran hidup kita. Karena tanpa organisasi seseorang tidak dapat berekspresi dalam menentukan arah kebijakan pikirannya dan menuangkannya dalam ide ide yang akan membawa pada kemajuan kelompok dalam hal ini organisasi.

Tapi di sisi lain bekerja itu juga merupakan hal yang sangat penting karena bagi ku tanpa bekerja aku tidak akan mampu membiayai kehidupan ku dalam organisasi dan bersekolah. Aku sendiri sedikit bimbang. apa yang harus aku lakukan antara fokus bekerja dan sekolah atau fokus sekolah dan organisasi.

Jika aku fokus pada bekerja dan sekolah maka aku tidak memiliki pengalaman dalam organisasi yang berguna jika suatu saat aku menjadi pemimpin maka aku akan dapat mengarahkan orang lain. Tetapi jika aku hanya fokus sekolah dan organisasi maka aku akan tidak memiliki biaya untuk kelangsungan pembiayaan sekolah dan organisasi ku.

Bimbang dan galau aku menentukan itu semua. Sedangkan posisi ku saat ini aku baru duduk di tahun pertama sekolah ku. Ya mungkin karena aku belum yakin dan mantap saja dengan keputusan ku sendiri tapi aku yakin dengan hati ku.

Akhirnya aku memutuskan saat itu dan saat ini untuk aku lebih berkonsentrasi pada sekolah dan organisasi ku. Aku sudah merasa yakin dengan keputusan itu karena aku memang lebih mantap dengan hanya belajar dan organisasi saja. Aku berfikir biaya biarlah orang tua yang mencarikan aku lebih baik fokus pada sekolah dan organisasi ku saja. 

Mungkin itu adalah keputusan yang sulit bagi ku. Karena aku meninggalkan pekerjaan ku sebagai usahawan mandiri dan lebih memantapkan hati ke sekolah dan organisasi saja. Karena bekerja juga bisa aku lakukan setelah aku lulus. Agar lebih fokus.

Akhirnya keputusan ku pun sudah bulat. Dan aku bercerita kepada ayah dan ibu ku bahwa aku akan konsentrasi pada sekolah dan organisasi ku. Aku meminta izin kepada mereka untuk mengizinkan dan membantu biaya selama 4 tahun ke depan karena aku akan fokus pada sekolah dan organisasi ku. Dari sanalah aku akhirnya bergelut dengan keputusan ku itu.

…… Sekian ……

Singkat saja, semoga kisah dalam Cerpen Bimbang Galau dalam Memilih tersebut bisa menjadi hikmah sekaligus hiburan bagi kita semua. Silahkan lanjutkan ke beberapa kisah lain yang tak kalah menarik dibagian akhir. Jangan lupa bagikan juga cerita pengalaman ini ke rekan lain di media sosial seperti facebook dan twitter. Itu saja, semoga bermanfaat!

Back To Top