Menjadi Satu Dalam Detik Segmen 6 Tamat

Akhirnya kita sampai di penghujung naskah drama terbaru yang berjudul "satu dalam detik" ini. Beberapa pertemuan terakhir kita telah membaca babak demi babak dari naskah tersebut.

Naskah yang berisi tema remaja sekolah ini memang memiliki cerita menarik, lucu dan cukup menghibur.


Selain itu, adanya naskah drama atau naskah teater ini juga selain dijadikan hiburan bisa dijadikan bahan belajar.

Kita bisa belajar membuat naskah sendiri dengan memperhatikan naskah ini sebagai contoh. Bahkan bisa juga kita melakukan analisa atau analisis agar kita lebih paham mengenai seluk beluk drama pementasan.

Setelah naskah drama berjudul "satu dalam detik" ini selesai maka kita akan lanjutkan memperbanyak referensi kita dengan membaca lagi beberapa karya lain yang tak kalah seru dan tak kalah dari yang ini.

Akan ada banyak koleksi, diantaranya ada naskah untuk 3 orang, ada untuk 4 pemain, 5 orang pemain dan banyak lagi lainnya bahkan sampai yang para pemainnya banyak sekalipun juga ada.

(sekmen ke 6). 
Keesokan harinya suasana kelas tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Akan tetapi suasana menjadi berubah setelah seorang siswa mengakui kejujurannya.

( Di kelas )

Destra : (menepuk bahu Fadia) “Fad, Sri” Sri dan Fadia : (berbalik badan) “ya?”

Sri dan Fadia : “kita berteman saja ya”

Destra : “Fad, terimakasih ya sudah mengerti perasaan aku”

Fadia : “loh ko kesitu situ? Ooh rupanya kamu suka sama Sri.. ciyee. Jujur aja kali, kita kan teman. Ya kan?” (tersenyum)

Destra : “teman? Hmm..iya” (tersenyum)

Sri : “Des, kita itu semuanya teman. Kamu boleh berteman sama siapa aja kok. Enggak ada hukum yang melarang, ya kan?”

Destra : “iya. Terimakasih ya semua. Sekarang aku sadar” (tersenyum)

Semua murid telah duduk di bangku masing-masing. Tiba-tiba, datang bu Tia..

Bu Tia : “ibu Cuma mau kasih tau, kalau besok ibu gak masuk soalnya ibu ada kepentingan. Jadi besok kalian libur.

Murid : ya jelas libur lah bu, kan besok hari minggu ?
Bu Tia : (tertawa) 

Murid : “Horeee!!”

Semuanya telah menjadi satu dalam detik. Musuh menjadi teman, pacar menjadi teman, dan teman akan selamanya menjadi teman. Dalam detik, kita dapat menyatukan dan mempererat tali pertemanan.

Kita semua teman, teman sekelas, teman sepermainan, maupun teman se-Dunia.Salam pertemanan dari kita semua dan untuk kita semua.

TAMAT

Back To Top