Contoh Naskah Drama Teater, Kursi Bolong

Contoh Naskah Drama Teater, Kursi Bolong - Pernah membaca contoh naskah drama teater dari kami? Kami memilih cerita dengan judul "Kursi Bolong" ini karena kami ingin menampilkan sesuatu yang berbeda dari yang lain. 



Kami dalam teater ini mengambil tema recycle (cerita zaman dahulu/tradisional yang dibawakan dengan bahasa dan gaya di zaman sekarang). Teater yang berjudul “Kursi Bolong” ini diadaptasi dari cerita “Karang Bolong”. 

Cerita legenda tersebut bercerita tentang sebuah kerajaan yang mempunyai raja yang arif bijaksana serta anaknya yang sangat penurut terhadap kedua orang tuanya, sehingga dia mau melakukan apapun demi orangtuanya meski dia harus memilih keputusan yang tak sesuai dengan keinginannya.

Tokoh:
1. Sultan Kertas Buram
2. Permaisuri 
3. Adipati Broken
4. Sakelar & Sakelur
5. Tabib
6. Penasehat Kasultan
7. Suryawati
8. Suara gaib
9. Kuntilanak
10. Penjual Gorengan

Assalamualaikum !!!
Hay guys, ketemu lagi sama aku, Ganang Ardis E. iya (hahaha)….. tau enggak si kamu…kamu pada, hari ini aku senang banget , ya Allah senang BANGET pokoknya! Kenapa? karena aku hari ini punya persembahan istimewa. Apa coba? Yang pasti seni teater dari BASS’IS men…… perdana lagi.
Oke, langsung aja nonton ya…………

Kami persembahkan teater XII Mia 1 dengan judul “ KURSI BOLONG “ belum pernah dengarkan? Iya sama aku juga

BABAK 1


Beberapa abad yang lalu ( aduh berapa ya..) ada sebuah kerajaan yang bernama kasultanan kartasura, kerajaan tersebut dipimpin oleh seorang raja yang Arif Bijaksana,  beliau bernama sultan Kertas Buram. 

Ia mempunyai seorang permaisuri dan putra yang bernama Adipati Dolken. Suatu hari kasultanan sedang bersedih, karena permaisuri sedang sakit keras enggak sembuh-sembuh lagi,  kasihan amat ya….

Ini dia….

(di kamar permaisuri, permaisuri sekarat dan sedang diobati tabib, kemudian raja masuk bersama penasehat istana)

Sultan Kertas Buram : “ bagaimana tabib, apa ada perubahan pada permaisuri ku?”
Tabib : “ aduh tuanku saya rasa tidak ada, malah makin hari kesehatannya kian memburuk, tambah kurus kayak enggak terurus”
Sultan KB :” Oh benarkah tabib?”
Tabib: “ Wduh sultan liat aja sendiri!!”

Sultan KB :” Padahal kami telah memanggil tabib seluruh negeri, dari sabang sampai marauke, berobat kesana kesini, dari klinik permata, az-zahra, kartini, hingga araffah kami singgahi, namun keadaan belum juga membaik  tabib! Lalu apa yang harus aku lakukan ?”
( aduh pusing dah pala batman)

Penasehat istana: “ hamba sarankan agar tuanku mencari tempat yang sepi, untuk bersemedi, memohon petunjuk pada Sang Maha Agung.”
Sultan KB :” apa yang kau ucapkan itu benar penasehat”
Penasehat istana :” ya iya lah aku begitu”
Sultan KB :” baiklah, kalau begitu kapan kira-kira waktu yang tepat untuk pergi bersemedi penasehat? Pas hari ultah ku, anivveku, atau…”

Penasehat istana :” sebaiknya besok pagi sultan”
Sultan KB :” Oh begitu? Oke deh.”

TUTP TIRAI 1 ( TARI TRADISONAL)

BABAK 2

Keesokan harinya, Sultan Kertas Buram pergi kehutan untuk bersemedi. Gila berani banget ya, padahal banyak banget godaan-nya, tapi beliau tetap kuat men, hebat BANGET ya!...
(bersila diatas kursi, sedang bersemedi)

Sultan KB : * Banyak nyamuk di gigit*
“ Oh My God, banyak sekali nyamuk nya
( garuk-garuk, dan melanjutkan tapa)

*1 menit kemudian perut keroncongan*

“Gila….. laper banget aku men, belum makan nih.”
(ih…ih…ih…)
Kuntilanak : “ih…ih…ih….ih….ih……..ih…….ih….ih……”
Sultan kb : “ Astaghfirullah, suara apa itu.,.,., Baim takut mak…”
Kuntilanak : “ Bang godain eke bangg…, eke lagi jomblo bang..”

Sultan KB : * bangun dari bertapa* ” idih ogah amat, kamu siapa sih??”
Kuntilanak : “ ini adek bang, adek tila……. KUNTILANAK bang.”
Sultan KB: “ AHAHAHA… kagak percaya aku,, mana ada kuntilanak secantik elu.”
Kuntilanak : “ yakali takdir bang!!!1” ( pergi )

Suara gaib : “ Hey manusia yang beriman, yang enggak beriman enggak!!! Hentikan bertapa mu…. Ambilah sebuah benda yang ada di aku pantai selatan. Benda itu akan menyembuhkan permaisuri mu!”

Sultan kb : “ Oh benarkah itu??? Tapi kok jauh amat si mak??”
Suara gaib : “ Kamu menolak? Yah bodo amat!!1”
Sultan KB : “ Iya deh,, oke…oke…baiklah, untuk permaisuri apapun aku lakuin.”

TUTUP TIRAI 2 ( LAGU )

BABAK 3
Setelah mendengar suara gaib itu, Sultan Kertas Buram kembali ,takut kali yaa , eh tapi eenggak deng men, si sultan pulang itu karena ia mau cerita ke penasehat istana… oke ini dia….
Penasehat : “ apakah tuan sudah selesai bersemedi, sehingga tuan pulang ke istana?”

Sultan KB : ” Oh benar penasehat, aku sudah menyelesaikannya dan mendapat petunjuk. Tapi aku mengalami sebuah hal aneh penasehat “
Penasehat : “ hal apa itu ? curhat dong maaaaaaa….

*Bass’is.. : Iya dong. . . .

Sultan KB : “ jadi begini, aku mendengar suara gaib saat aku sedang bertapa..”
Penasehat : “ Haaa ?? Seriusin??? “
Sultan KB : “ iye’… Suara itu menyuruh ku menghentikan semediku dan pergi ke pantai selatan “
Penasehat : “ Lah ke Paris mau apa Sultan?“
Sultan KB : “ katanya disana ada sebuah benda, nah benda itulah yang dapat menyembuhkan permaisuri. “

Penasehat : “ hemmmmpppp… gitu,  tapi Sultan pantai selatan kan luas, tapi hamba yakin benda tersebut pasti benda ajaib, dan benda itu ada didalam aku karang. “
Sultan KB : “ Benarkah apa yang kau katakan itu penasehat? “
Penasehat : “ yupss itu benar sultan, hamba sangat yakin!! “
Sultan KB : “ baiklah kalau begitu aku akan menugaskan putraku untuk mencari dan mengambilnya “
Penasehat : “ oh, siapa putra anda? “

Sultan KB : “ Putraku bernama Adipati Broken “
Penasehat :” loh bukannya sibuk syuting?? “
Sultan KB :” oh tidak dia sedang libur tahun baru “
(memanggil Adipati)

Sultan KB : “ putraku …. Putraku, kesini ..”
(Adipati datang)
Adipati Broken :” iya ayah ada apa? Memanggil saya “
Sultan KB :” nah kesini, mendekatlah (*tang kitung kitang kitung anak lanang, lanang dewe ngesok gede dadi garong )

Adipati Broken :” aduh papa, jangan begitu ah, broken kan jadi malu”
Sultan KB :” putraku maukah kau pergi”
Adipati Broken :” tidak mau ayah (spontan)”
Sultan KB :” belum selesai pe’ak”

Adipati KB :” OH…… lanjutkan “
Sultan KB :” pergilah ke pantai selatan , disana terdapat aku karang yang di dalamnya terdapat sebuah benda ajaib”
Adipati Broken :” ayah, 2016 masih ada benda ajaib? Musrik kali… ke pantai selatan lagi angkot mahal yah… “

Sultan KB :” tapi benda itu dapat menyembuhkan ibumu nak.”
(marah dan mengomel)

Adipati Broken:” serius? Baiklah ayah, aku bersedia”
Sultan KB :” Bagus jika begitu , segera berangkatlah besok pagi pagi”
Adipati Broken :” baiklah ayah….!”

TUTUP TIRAI (lagu)

BABAK 4

Keesokan harinya, Adipati berangkat ke pantai selatan, tapi dia minta diantar sama 2 sahabatnya,yakni si sakelar dan sakelur, setelah tiba disana di langsung melakukan semedi men,

(di dalam perjalanan menuju aku )

Sakelur :” oh itu aku sudah nampak adipati “
Sakelar : “ tul…beul…betul…, akhirnya kita sudah sampai hore….hore….hore…. “
Adipti dan sakelur : “ hi apa si sakelar….”
Adipati broken : “ ya sudah ayo masuk”
( mereka masuk ke alam aku )

Adipati broken : “ aku akan melakukan tapa disini, dan kalian berjaga disana “
Sakelar dan sakelur : “ oke boss !!! “
Sakelar : “ kira-kira berapa lama adipati melakukan semedinya ya…”

Sakelur : “ sampai kiamat kali “
Sakelar “ aku jadi ingin cepat kiamat dah lu “
Sakelar : “ eh gila lu, aku bercanda pe`ak…”
Sakelar : “ benar juga enggak aa…”
            (ketawa hahahah)

(suara gemuruh………. suryawati datang )

Sakelar dan sakelur : “ wa…..Adipati bangun, ayo cepat bangun..”
Adipati broken : “ iya aku bangun  “
Sakelar : “ Adipati liat siapa itu yang datang “
Adipati Broken : “ aku tak tau sakelar, sepertinya dia yang menunggu tempat ini “
Sakelur : “ apakah dia hantu adipati “ ( penasaran )

Adipati : “ entahlah, aku tak tau .”
Sakelar : “ hantu cantik, mah aku mau “ ( lirih )
Suryawati : “ siapa kau, berani-beraninya kau masuk tempat ini?”

Adipati : “ perkenalkan, namaku Adipati Broken, aku dari kerajaan Kertasura, ayahku bernama Sultan Kertas Buram, lalu siapakah dirimu?”

Sakelar : “ Lur, mereka sedang berbincang serius, ayo kita pergi keluar. “
Sakelur : “ iya benar, siapa tau diluar aku ada yang dagang gorengan. “

( Sakelar dan Sakelur pergi )
Sakelar : “ mari ayo….”
(sakelar & sakelur pergi)

--- Bersambung ---

Back To Top