Contoh Naskah Drama Persahabatan, Menjadi Satu Dalam Detik Segmen 1

Contoh naskah drama teater yang satu ini merupakan naskah drama persahabatan. Drama yang berjudul "Menjadi Satu Dalam Detik" ini mengisahkan kisah remaja anak sekolah atau pelajar yang membina persahabatan dengan erat. Akan dikisahkan bagaimana kehidupan persahabatan tersebut dalam sudut pandang yang berbeda. Ceritanya begitu menarik dan cocok untuk dijadikan hiburan.


Contoh drama tentang persahabatan ini akan dibagi kedalam enam segmen. Ke enam segmen tersebut akan dimuat terpisah karena jika dijadikan satu sampai selesai akan sangat panjang. Jadi yang membutuhkan contoh naskah drama ini bisa melanjutkan ceritanya dari segmen 1 awal sampai pada segmen 6 tamat. Bagaimanakah kisah dalam drama tersebut, mari kita simak selengkapnya di bawah ini.

Pagi hari itu seorang siswi menjaili petugas kebersihan yang sedang mengepel kelas. Kejadian itu berlalu saat siswa-siswi berdatangan dan tidak lama kemudian guru memasuki kelas dan mengajar seperti biasa. Bel istirahat berbunyi beberapa siswa-siswi pergi ke kantin, akan tetapi didepan kelas ada kejadian yang tak diduga yang menimbulkan perasaan cinta diantara mereka.

Di kantin ada masalah dalam penyajian makanan yang dipesan siswa-siswi, mereka semua mengeluh. Tidak lama dari kemudia datanglah seorang penjual kue yang ternyata bapak dari salah satu siswi, akan tetapi siswi tersebut tidak mengakuinya sebagai bapaknya. Siswi tersebut dinasehati oleh teman-temanya.

Setelah bel masuk kelas berbunyi siswa-siswi bergegas memasuki kelas kecuali dua orang siswa yang menuju ruang perpustakaan. Kedua anak ini asyik membicarakan sesuatu. Setelah dari ruang perpustakaan kedua siswa ini bergegas ke kelas untuk menemui seseorang. Dan akhirnya semua bersatu. Musuh menjadi teman, pacar menjadi teman, dan teman akan selamanya menjadi teman.Dalam detik, kita dapat menyatukan dan mempererat tali pertemanan.

(sekmen pertama)

Lampu kelas baru saja dinyalakan oleh mang Sarjono, Mang Sarjono bersiul sambil membersihkan lantai kelas. Tanpa mang Sarjono sadari, terdengar suara jejak kaki yang berniat mendekatinya..(Ost. Warkop DKI : pink Tiger)

Sri : “DORRRR!!!” (cemberut)
Membuat kaget mang Sarjono, tapi karena mang Sarjono menundukkan untuk mengambil sesuatu, kejutan itu gagal.

Mang Sarjono: (kebingungan) “lah ada apa neng?”
Sri : “ah amang maah..” (duduk di bangku nya)
Mang Sarjono: (tertawa) “niat jail sih..” (masih tertawa)
Mang Sarjono: “jangan melamun terus neng..” (pergi keluar kelas)

Nanung dan Rubai datang. Satu persatu murid memasuki kelas. Suara mulai berkompetisi dengan bahasannya masing-masing. Kompetisi itu berakhir tanpa mufakat ketika Bu TIA guru SOSIOLOGI mereka datang. Senyap.

(Ost. bel sekolah)

Bu Tia : “pagi murid-murid”
Murid : “pagi bu..”
Bu Tia : “ayo siapkan!”

Murid : (hening)
Bu Tia : Susaleh mana?”
Murid : “tidur bu”
Bu Tia : “loh pagi-pagi sudah tidur lagi? Bangunkan cepat!”

Murid : “bangun..bangun.. bangun! Bangun lah bangun. Bangun lah bangun. Bangun lah bangun bangun..
Susaleh : (mengusap mata) “sikap beri salam! Selamat pagi ibu!”

Murid : “selamat pagi ibu!
Susaleh : “semua siap, berdo’a mulai! ... Selesai!”

Bu Tia : “kenapa kamu? Pagi-pagi sudah tidur susaleh?”
Susaleh : “begadang sambil main game bu”

Bu Tia : “jangan diulangi Susaleh, nanti mata mu cepat rusak tau! Ya sudah sekarang masukan buku kalian murid-murid! Ibu mau melihat hasil belajar kalian semalam”
Murid : (kaget) “tumben ya iya tumben si ibu”

Bu Tia : “tentang perubahan sosial ya! Oke, pertanyaan pertama. Berikan contoh fenomena perubahan sosial proses? dan jelaskan!”

Murid : (bingung) “apa ya? Iya apa ya? Kamu tau enggak? Enggak. Kamu sih? Enggak.”
Sri : “saya tau bu!”
Bu Tia : “iya Sri, apa?”

Sri : “Contohnya dibidang pendidikan bu, yaitu kurikulum. Nah pemerintah menerapkan kurikulum 2013 padahal sebelumnya pemerintah menggunakan KTSP 2006. Kurikulum 2013 penyempurna dari kurikulum sebelumnya”.

(Ost. ringtone kentut)

Bu tia : “bagus Sri. Aduh ibu mau ke toilet dulu ya..” (keluar dari kelas)
Murid : “iya enggak papa bu silahkan”

Destra : “duh sok asik!”
Fadia : “enggak papa! Suka-suka orang dong!”
Destra : “emang gua ngomong ke lo! Jangan kurang ajar ya!”

Fadia : “ke Sri kan! Jangan kurang ajar? Emang elo siapa!”
Bu Tia masuk..

Bu Tia : “hai jangan berisik! Baru ditinggal sebentar juga”
Murid : (hening, berbisik) “satu.. dua..”

(Ost. ringtone kentut)

Bu Tia : “duh ibu ke toilet lagi ya sebentar. kalau bel, kalian istirahat aja”
Murid : (menahan tawa) “iya buu..” (tertawa)

Bell : “TEEETTT.... TEEET...”

Satu persatu murid keluar, tersisa Nanung, Rubai, Sri dan Fadia dalam kelas..

Fadia : “kalo kamu punya mimpi, berusaha dong..jangan ngeluh terus.. jangan Cuma berandai-andai aja.. dan harus tetep semangat!
Sri : “mm, iya fad. Jajan yuk?”
Fadia : “ayo!”

Bersambung

Back To Top