Contoh Cerpen Terpendek, Besarnya Kekuatan Cinta

Hari ini aku ingin sedikit berbagi mengenai contoh cerpen terpendek yang berjudul "Besarnya Kekuatan Cinta". Cerita dalam cerpen ini sungguh bagus, sederhana namun penuh makna dan nasehat yang berharga. Begitu agung dan besar kekuatan kasih sayang dalam diri seseorang benar-benar dapat membuat manusia bahagia, dan itu ditunjukkan oleh kedua tokoh dalam cerita tersebut. Bagi saya pribadi, kita yang ada di bawah ini begitu romantis, lebih romantis dari makan malam yang ditemani lampu lilin dan lagu romantis.

Dalam hati, saya sendiri selalu bertanya, apakah kekuatan itu memang masih ada dalam kehidupan manusia sekarang ini? Tentu saja masih banyak, namun sering kali besarnya cinta yang ada dalam dada harus hilang dan terlupakan seketika saat kita berurusan dengan perut. Seperti kata para pujangga, tak ada sesuatu yang abadi kecuali perubahan, maka perubahan perasaan cinta yang semakin besar adalah kebahagiaan yang didambakan semua orang.

Dalam cerita cerpen terpendek ini kita akan mendapatkan suguhan karya pribadi yang ditulis dengan bahasa yang sangat sederhana. Bahasa yang dipilih secara jujur dan tidak berusaha menggelapkan penilaian pembaca. Namun begitu, secara keseluruhan tautan demi tautan kalimat menyatu merangkai keindahan yang mengagumkan, jika di lihat dari sudut pandang saya sebagai penulis tentunya. Agar anda bisa memiliki penilaian terhadap karya tersebut silahkan baca langsung kisah selengkapnya di bawah ini!

Besarnya Kekuatan Cinta
Oleh Irmajajil

Sebagian masih meragukan seberapa besar kekuatan sebuah cinta sejati, itu bukan karena cinta sejati tak sekuat yang banyak dibicarakan tetapi karena mereka yang meragukan belum menemukan cinta sejati yang sebenarnya.

Memang, dalam kehidupan nyata jarang di dengar adanya kisah cinta yang bisa menjadi inspirasi tapi bukan berarti tidak ada cinta seperti itu. Buktinya, Paijo dan Siti Nurbaya yang hanya mengandalkan kekuatan cinta bisa mendapatkan kehidupan bahagia yang diidamkan banyak orang.

“Kamu bilang cinta padaku, kamu tahu apa artinya cinta”
“Cinta adalah memberi tanpa mengharapkan balasan….”
“Kita lihat sejauh mana kekuatan cinta dalam hati mu itu…”

Tidak mudah menaklukkan hati Siti Nurbaya, buktinya Paijo harus menghabiskan waktu yang tidak sebentar, ia menghabiskan waktu 3 tahun untuk menunjukkan keseriusan dan kekuatan apa yang dinamakan cinta yang ia yakini. 

Itulah uniknya, meski sebenarnya Siti Nurbaya juga merasakan getaran yang sama dan tidak tega memperlakukan Paijo dengan cara seperti itu namun naluri yang ada di hatinya tak dapat di tolak. Beruntung apa yang Paijo rasakan benar-benar terwujud menjadi bentuk tindakan dan tingkah lagu yang bukan hanya menguntungkan namun menenangkan, mendamaikan dan membahagiakan.

“Setelah sekian lama, kini aku benar sudah bisa melihat cinta yang kau katakan ada pada hatimu”
“Maksudmu, apa engkau mau menjadi bagian dari kehidupanku?”

“Ya, sudah tentu….aku tidak mau kehilangan seseorang yang memiliki pemahaman akan cinta yang sesungguhnya…”

“Ya, benar, tapi tidak semudah itu, aku yang memiliki kekuatan cinta seperti ini tidak akan rela bersanding dengan orang yang sama sekali tidak mengenal apa arti cinta sesungguhnya…”

“Ya, waktumu sudah cukup, sekarang waktunya engkau melihat apa yang aku miliki…”

Tidak seperti remaja sekarang yang terlalu banyak menggunakan kata-kata romantis dan manis, Paijo dan Siti Nurbaya justru menggunakan bahasa yang begitu dalam dalam berkomunikasi. Setelah melihat begitu besarnya perasaan yang Paijo miliki Siti Nurbaya pun tak mau ketinggalan, ia pun menunjukkan keagungan cinta yang ada dalam hatinya. 



Waktu berjalan begitu cepat, mengagumkan, cinta yang ada dalam diri kedua anak manusia itu benar-benar menjaga mereka dari perbuatan zina sekecil apapun itu. Perasaan cinta tumbuh liar di hati mereka tapi tak pernah membuat mereka keluar tatanan. Sampai pada saat mereka benar-benar di jodoh, pada waktu yang tak di duga, tibalah saat pertunangan itu.

“Aku datang ke sini untuk membuktikan segala yang pernah terlihat diantara kita….”
“Aku siap menerima semua kekurangan dan keburukanmu…”

Tiga hari kemudian mereka melakukan akad nikah, sakral, hening namun sangat bermakna. Sebuah ikrar cinta yang jauh dari kemegahan namun sarat akan makna terpendam. Janji suci telah terucap, tak ada lagi penghalang diantara mereka. Kini mereka menjadi sepasang manusia yang sangat bahagia, dengan keagungan saling memberi kebahagiaan tanpa pernah mengharap balasan.

--- Tamat ---

Tag : Cerpen, Cinta
Back To Top