Contoh Cerita Cerpen Kehidupan, Merpati Jalanan

Contoh Cerpen Kehidupan kali ini berjudul "Merpati Jalanan". Cerita dalam cerpen ini menggambarkan pahit manis sebuah perjuangan seorang gadis untuk memperbaiki hidupnya yang dapat dikatakan kurang beruntung.


Hampir sama dengan kisah pada cerpen sebelumnya, cerpen ini juga memberikan motivasi dan inspirasi kepada pembaca untuk tetap dan terus semangat dan berjuang serta tidak pernah menyerah meski keadaan sangat sulit.

Dara, tokoh utama dalam cerpen ini, digambarkan sebagai seorang gadis yang penuh kerja keras, pantang menyerah dan selalu berpikir positif. Ia sama sekali tidak menjadikan kesulitan yang ia hadapi sebagai alasan untuk menyerah pada takdir. Ia benar-benar menjalani kehidupan dengan pandangan yang lurus penuh percaya diri.

Sebagai seorang gadis yang memiliki kehidupan yang cukup keras, Dara juga digambarkan sebagai gadis yang memiliki prinsip yang baik. Meski keadaan dan kehidupannya sulit namun dengan penuh percaya diri ia tetap berada di jalan yang benar.

Sangat sulit bagi seorang gadis muda untuk bisa tetap di jalur yang benar ketika kehidupan seolah menghukumnya dengan kesulitan. Lebih baik kita baca langsung contoh cerita cerpen kehidupan tersebut di bawah ini.

Merpati Jalanan
Oleh Irma

Dara adalah sosok yang sangat bersemangat, ia tak pernah lelah untuk menjalani hidupnya yang sebatang kara. Tanpa orang tua, tanpa keluarga, yang ia miliki hanyalah ranting-ranting pohon yang bergerak bebas di tiup angin. Hidupnya mengembara, berpindah dari pekerjaan satu ke pekerjaan lain.

Selama hampir lebih dari tiga tahun terakhir ini perjalanan hidupnya tak semulus yang dulu pernah ia lalui.
“Mbak Dara sekarang kerja apa…?”

“Lagi kosong bu, kemarin abis di pecat gara-gara gak mau di ajak bobo ama bos…”
“Weeh…. Kenapa gak mau, bisa cepet kaya loh…”

“Saya tidak ingin kaya bu, saya ingin bahagia….”

Begitulah, Dara adalah seorang merpati jalanan yang sangat tangguh. Di tengah impitan ekonomi dan kesulitan hidup ia tak pernah sekalipun menjual keyakinan, apalagi menjual diri. Jika mau seperti wanita lain sebenarnya dia punya banyak tawaran, mulai dari bekerja di salon plus, kerja pijat paruh waktu sampai dijadikan bini muda.

Semua itu tak pernah menggoyahkan prinsip hidupnya, padahal bisa dikatakan kalau ia adalah seorang wanita yang cukup cantik; badan ideal tinggi, langsing, kulit bersih dan memiliki senyum yang sangat manis.

“Apa ibu ada pekerjaan….?”
“Kalau aku si gak ada mbak… tapi kalau mau, aku ada teman yang sedang membutuhkan tenaga…”

“Kerja apaan bu…?”
“Sebagai penjual getuk – makanan tradisional gitu…”

“Halal itu bu, bolehlah….”
“Ya, besok aku bilang ke temanku kalau mbah mau… tapi gajinya kecil loh”

“Asal cukup buat makan bu….”

Ini adalah titik terendah dalam hidupnya dimana kemarin, beberapa bulan yang lalu ia masih bisa mencukupi banyak hal tapi karena tertipu bisnis sewa kamera maka ia langsung bangkrut. Kekejaman hidup ternyata tidak membuat ciut nyalinya.

Ia masih bertekad untuk melanjutkan perjuangannya, dan dari sebagian besar usaha yang pernah dicobanya ia tinggal ingin mencoba satu pekerjaan lagi yaitu menjadi motivator terkenal.

"Banyak hal yang aku alami dan aku ingin orang lain bisa ikut mengambil pelajaran dari kisah hidupku, mudah-mudahan aku bisa menjadi motivator terkenal."

Secara perlahan ia mulai merintis semuanya dari nol. Sedikit demi sedikit Dara menabung lagi untuk mendirikan sebuah usaha baru. Kali ini dia ingin mencoba bisnis di bidang makanan. “Mungkin bisa”, ucapnya dalam hati.

“Bu, saya sudah lama bekerja di tempat ibu, boleh saya belajar membuat getuk….”
“Ah kamu ini, baru juga tiga bulan sudah mau menyaingi aku…”

“Bukan begitu bu, saya ingin belajar tekniknya saja supaya bisa menerapkannya di bidang lain… misalnya saja kenapa paduan bahan dan bumbunya begitu pas, bagaimana aturan dalam takaran bahan atau bumbu sebuah produk makanan…”

“Ow…. Ya intinya kalau makanan mah dari hati neng, semua tergantung orangnya…”

Pelan tapi pasti Dara banyak menimba ilmu mengenai makanan dan seiring berjalannya waktu ia sudah pulih dan sudah memiliki tabungan yang cukup untuk membuka usaha sendiri.

“Bu… aku ingin membuka usaha sendiri, usaha nasi goreng, bagaimana pendapat ibu…”
“Waduh, gak baik tu neng….”

“Loh, kenapa bu….?”
“Ya kalau kamu buka usaha sendiri terus siapa yang bantuin ibu jualan…?”

“Ah ibu…. Aku tidak akan berhenti membantu ibu tapi aku mohon pengertiannya kalau sedikit telat-telat kerjanya… nanti kalau usaha ku sudah jalan selain jualan seperti biasa aku akan bantu jual dagangan ibu ini di lapak milikku… jadi kan bisa tambah omzet bu….”

“Oh…ya bagus kalau gitu, ibu dukung…. Kalau memang kamu serius nanti ibu bantuin juga sebagai imbalannya…”

“Wah terima kasih banyak nih bu atas dukungannya….”

Begitulah, kehidupan Dara tidak pernah sedikitpun kehilangan cahaya. Jatuh, bangun, jatuh lagi, bangun lagi, ia benar-benar tidak pernah lelah menjalani titah dari yang maha pencipta. 

--- Tamat ---

Tag : Cerpen, Kehidupan
Back To Top