Naskah Drama 9 Orang, Belah Ketupat

Berikut adalah contoh untuk naskah drama 9 orang yang berjudul "Belah Ketupat". Belah ketupat - berandal sekolah kembali bertobat - adalah sebuah naskah drama 9 orang singkat yang mengisahkan tentang persahabatan remaja dan juga pelajar. 



Seperti pada judul, naskah drama 9 orang pemain tersebut tentu berlatar belakang kehidupan siswa di sekolah. Teks drama singkat ini tentu saja bagus untuk kita jadikan contohcerita.com dan referensi berbagai naskah drama yang kita butuhkan. Tapi sebelum itu, silahkan lihat juga beberapa naskah lain di bawah ini!

Meski dikatakan sebagai naskah drama singkat namun drama yang dimainkan oleh sembilan orang pemain ini tentu jika dilihat dari teks terlihat panjang. Meski begitu jika dilihat dari bagian peran dari masing-masing pemain maka naskah ini masih cukup singkat untuk kita pelajari. 

Kalau tidak, naskah ini juga bisa dijadikan contoh bagi anda yang ingin membuat teks yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Semoga teks drama 9 orang berjudul belah ketupat ini bisa menjadi bahan belajar bagi kita semua. Dari pada lama-lama sekarang mari kita lihat langsung naskah tersebut selengkapnya di bawah ini.

Drama 9 Orang, Belah Ketupat
(Berandal Sekolah Kembali Bertaubat)

Para Pemain Belah Ketupat
Pita (sombong)
Aisyah (lemah lembut)
Ibu syarofil "syarofah yang suka ngufil" (centil)
Ibu bela (penyabar)
Sri (polos)
Kelat "Tokek Latah" (preman latah)
Jenita (sombong)
Bela "Berandal Lola" (preman)
Maemunah (cerewet)

Suatu pagi dua permen eh, preman sekolah sudah muncul di depan pintu kelas XI Alpa 3. Mereka adalah Kelat dan Bela. Hampir semua guru dan siswa takut pada kedua berandal itu. Karena, mereka sering sekali membuat onar di sekolah, terutama meminta uang pada siswa-siswi kaya.

Setiap siswa yang ke kelas mesti dan wajib bayar upeti pada Bela dan Kelat. Jika mereka tidak menuruti kemauan GENG BELAH , yaitu panggilan keren geng mereka, maka se-gelinding bom atom akan melayang ke pipi mereka.

(adegan)...

Kelat :”bro.. pagi-pagi begini kita sudah dapat lumayan ini. padahal kita belum dapat upeti dari si kaya itu, geng SANDAL JEPIT lho bro…”.

Bela :”(tepuk pundak kelat)”.
Kelat :”(eh bencong elo bencong elo ) aduh cyin…”.
Bela :”eh kumat kamu ini latah melulu.”
Kelat :”sorry bro, kalau masalah ini sudah bawaan orok kali hehhe..”
Bela : “eh by the way on the way busway, tadi elo bilang sandal jepit? Oh my god mana bisa SANDAL JEPIT elo minta bro? (berfikir keras).”

Kelat : “aduh cyin…bodoh enggak luntur-lunturya? Maksud gua tadi geng sandal jepit..yang anaknya orang kaya itu loh.”
Bela : “eh bro..kan mereka tajir? kenapa enggak kita minta uang saja ?”
Kelat : “(diam dan kesal).” (ekspresi marah)

Lalu dari kejauhan datanglah 2 orang anak pejabat tinggi sedang berjalan menuju kelas. Mereka adalah Jenita dan Pita. Mereka adalah salah satu sasaran empuk GENG BELAH setiap harinya.

Bela : “widdih cewe tajir mau lewat ya?”
Jenita : “ya iya dongse..gua itu orang tajir nomor dua di smansasere yang kekayaan nya enggak bakalan habis sampai tujuh keturunan.”
Kelat : “katanya lo tajir..sopasti lo banyak duit dong? Mana setoran lo buat gua?.”
Pita :” eh enak aja! Gua sebagai teman dari jenita yang tajirnya enggak ketulungan yang cantiknya sebelas dua belas sama Christina teri, yang bohainya kayak Julia teres .. enggak rela! Alias o to the gah bagi duit ke orang low to the gank, gem to the mbel,model kalian itu.”

Bela : “oh iya lat,kan kita anak sekolah? Kok malak segala? Kan itu enggak baik lat?”
Kelat : “heh bela! Lo itu bagaimana sih? Kita kan geng belah..yang artinya BERANDAL SEKOLAH masa kita mau berlaku kayak ustadz memet? Kagak mungkin banget..”

Bel masuk sekolahpun berbunyi semua murid memasuki kelas XI Alpa 3. Tetapi tidak untuk GENG BELAH. Setelah aksi tersebut berlangsung, GENK BELAH pun tidak masuk kelas,mereka malah bolos sekolah bahasa gaulnya “bosek”. Mereka pergi ke base camp kegemaran mereka yaitu warung belakang sekolah menggunakan uang hasil jarahan tadi untuk membeli cemilan kesukaan mereka yaitu es krim pete dan getuk dari buah sukun buatan ibu Sikun.

Bu Syarofil: “selamat pagi anak-anak..”
Murid : “pagi juga ibu upil..”
Bu Syarofil: “hei! Nama saya Bu Syarofil bukan UPIL !”
Murid : “ahiihihhihi … maksud nya itu bu..”
Bu Syarofil: “siapa yang tidak hadir hari ini?”

Mae : “biasa lah bu…pasti genk abal-abal yang sok kece itu,si Bela sama si Kelat..mereka itu selalu bolos sekolah bu.”
Bu Syarofil: “ya ampun.. green tea swir, hello swir, jengkol, pete, jolang-jaling swir…”
Aisyah :” ma’af bu Upil, eh! Bu Syarofil…mungkin mereka sedang ada urusan,jadi tidak bias berangkat sekolah.”
Bu Syarofil: “oh ya sudah…mari kita lanjutkan materi kita.”

Saat jam pulang sekolah Bela dan Kelat pun belum juga pulang, mereka masih betah nongkrong di base camp mereka dan menikmati hasil jarahan mereka di hari ini. Setelah mereka puas menikmati cemilan kesukaan mereka pun pulang ke rumah masing –masing dengan keadaan sempoyongan seperti habis menenggak minuman terlarang. Hahahaha… tapi bedanya ini es krim alami.

Bela tidak langsung pulang, dia justru bermain dan ikut dangdutan di kampung sebelah. Setelah larut malam Bela baru pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, ia langsung masuk ke kamar ibunya dan menyulap kamar ibunya bak kapal titanic. Eeh, kapal pecah maksudnya. Dan dia pun menemukan cin to the cin di laci kamar ibunya.

Bela : “bu dimana kau menyimpan uang? Berikan semua padaku..”
Ibu :” untuk apa nak? Ibu sudah tak punya uang… semuanya sudah terkuras habis untuk biaya pengobatan ibu,dan untuk biaya sekolah mu..”
Bela : “aku enggak mau tau ! semua itu enggak penting buat aku!! Aku hanya butuh uang untuk bersenang –senang dengan temanku.”
Ibu : “nak…saat ini, kita harus hidup hemat.. ayahmu sekarang sudah tiada, sedangkan kita tak punya apa-apa.”

Bela: “aku enggak perduli! Intinya aku cuma butuh uang! (sambil mengacak-acak isi laci kamar ibunya).
Haaaaa… ini apa bu! Dasar wanita tukang bohong ! ini ada cincin emas, tapi kau bilang tak punya apa-apa…”
Ibu : “nak… jangan, itu peninggalan terakhir dari ayahmu nak.”

Bela tak mempedulikan seruan ibunya. Dia langsung keluar dari kamar sang ibu dan membanting pintu kamar, padahal ibunya sedang terkapar sakit. Ia malah menjual cincin tersebut ke Toko Emas. Lalu menelpon kelat.

(adegan menelpon)

Bela : lat, ke tempat biasa yuk.. gua lagi banyak duit nih.
Kelat : benar? Tapi lo yang terakhir yaa.. eeh bel, tapi masa iya kita cuma berdua, enggak asik banget kan? Bagaimana kalau kita mengajak GENK SENDAL JEPIT?
Bela : oke lat,, see you at Pita’s home..
Kelat : see you.

Sesampainya dirumah Pita GENK BELAH langsung berteriak memanggil pita dari halaman rumah pita. 

Bela : woy!! Pita !! keluar woy! (sambil menggedor pintu rumah pita)
Pita :woy! Siapa sih! Gua kan lagi pedycure, menycure, berendam di air mancur,
Bela :pita!! Jangan banyak omong lo deh, cepet keluar !

Karena tidak sabar Bela dan Kelat langsung menyeret Pita tanpa pikir panjang. Kebetulan di rumah Pita ada Jenita. Lalu berdua di seret langsung menuju tempat nongkong. Keesokan hari di sekolah tepatnya di kelas XI Alpa 3.

Aisyah : “teman-teman katanya hari ini ada murid baru loh..”
Mae :” what?? Oh my god, oh my no, oh my wow! Semoga cowok ya.. biar bisa langsung aku jadikan pacar..hahha.”

Aisyah : “astaghfirullah Mae, menyebut Mae.. itu tidak boleh.. kita ini masih jadi pelajar dan sebagai umat islam harus sesuai dengan apa yang di ajarkan agama.”
Mae :”oh ya syah, maaf mulut saya suka kepedesan, eh........... keceplosan maksudnya.”
Jenita :”heh mae! Enggak usah sok kecakepan deh!! Muka 11 12 sama omesh aja bangga....”
Pita :”ya ampun girls,, cantik juga gua.... pasti siswa baru itu lebih tertarik sama gua. Muka gua kan 11 12 sama annisa cebirrel....”
Bela :”cherrybelle kelllezzz! Pinky swear, kity swear, banana cherry strowberry swear..”
Jenita :”tumben langsung connect! Biasanya sampai nunggu lebaran monyet juga enggak nyambung-nyambung.”
Aisyah :”ya sudahlah.... kita tunggu aja.”

Bel berbunyi.............
Pak tokek :”selamat pagi anak-anak...”
Murid :”malam pak!!!”
Pak tokek :”dasar kalian ini, koplak semua! pagi dibilang malam.”
Aisyah :”maaf pak...teman-teman cuma bercanda aja.”
Pak tokek :”sudah sudah! bapak mau memperkenalkan murid baru pindahan dari SMA N 1 SUBARAYA.”
Pita :”SURABAYA kelezzz pak.......”
Murid :”hu....”
Pak tokek :”sudah sudah.itu maksud saya anak- anak. Masuk nak (menghadap ke pintu)”
Sri :’hallo teman teman assalamualaikumm...”

(Suasana kelas menjadi hening.)

Jenita :”heh akamso’! elo bicara apa barusan, ass apa kayak gua pernah dengar?”
Aisyah :”assalamualaikum jenita.”
Pak tokek :”ayo kemari perkenalkan diri mu nak.”
Sri :”nama saya Fransriska Cantika Dewi Saraswati Indah sekali menari – nari di bumi pertiwi, kalian semua bisa memanggil saya SRI.”
Murid :”hahaha katro’ bingitz!!”

Mae :”i to the you banget sih...... katanya murid barunya cowok,ko ini malah cewek aneh yang asalnya dari planet pluto yang wujudnya kayak buto ijo dan tampilannya mirip akamso’...”
Sri :”Ha ha, keren ya teman-teman ku.ada pertanyaan lagi tidak?”
Jenita :”kamu orang kaya ke berapa di SUBARAYA????? Eeh SURABAYA maksud gua..”
Sri :”orang tua ku enggak kaya.mereka Cuma punya bisnis kecil-kecilan contohnya punya perusahaan basreng dari daging toke’,rumah makan yang menu utamanya daging kadal+sambel pete, dan punya cafe yang minumannya teh cere’+pelayannya yang pende’-pende’”

Murid :”(melongo) i to the yuhhhhhhh.........................”
Pak tokek :”cukup anak-anak.sri silahkan duduk dibelakang.”

Akhirnya jam pulang sekolah tiba,tidak seperti biasanya, Bella pulang lebih awal dan mengabaikan ajakan si kelat untuk nongkrong di basecamp. (setibanya di rumah),bela jadi bingung karena banyak orang di rumahnya.

Bela :”ada apaan seh bu’ kok pada ramai-ramai begini ?”
Ibu 1 :”sabar ya nak.....”
Bela :”sabar apa sih jangan bikin orang ingin tahu saja dehhhh...”
Ibu 1 dan 2 :”ibumu..................men mennnnnn....”
Bela :”ibu dapet apa??? kupon hadiah, emas, rumah, jalan-jalan ke luar negeri, apa dapet apa bu?”
Ibu 2 :”astagfirullah nak... bukan itu, tapi meninggal dunia...”

Bela :”enggak mungkin,jangan bercanda ah......., enggak lucu tau!!!!!!!! (lari sambil menangis)”
Bela :”(memeluk ibunya dan meminta maaf di depan jasad ibunya) ibu................jangan pergi ....... kalau ibu pergi aku sama siapa.....”

Sejak saat itu Bella berubah "to to the tall". Ia tak pernah lagi berbuat onar di sekolah.ia jadi anak yang sangat pendiam dan berubah jadi rajin belajar.seluruh teman-temannya begitu kaget.tak terkecuali kelat.

Bela :”(baca buku)”
Kelat :”bro,,,,kenapa se elo jadi kayak begini, jadi enggak asik!!”
Bela :”lat, gua dah sadar semenjak ibu gua meninggal. gua merasa hidup gua penuh dengan kesendirian, gua ingin punya banyak teman enggak cuma berteman sama elu. gua sadar selama ini banyak melakukan dosa. dan gara-gara gua ibu gua menderita dan meninggal.”

Tapi ternyata banyak dari teman-teman bela yang memanfaatkan perubahan sikapnya untuk membalas dendam,terutama geng sendal jepit.

Pita :”cuihhhhhh........,preman sekolah ternyata bisa tobat juga ya........... apalagi preman model kaya elu!”
Kelat :”apaan elu bentak-bentak sohib gua. Emang salah kalau kita berdua tobat??”

Jenita : “paling-paling juga besok sudah jadi preman lagi yang paling ganas membahana badai halilintar menggelegar menggetarkan dunia akhirat..!! tapi yakin gua enggak akan takut lagi ama lu berdua.”

Pita : “shit! Elo berdua mau berubah? Jangan bermimpi DONG. Gua enggak akan percaya selamanya sama elo.”

Di tengah perdebatan itu datanglah sesosok bidadari yang masuk kedalam panci, yang enggak sengaja kecuci dan terbakar diatas api.

Aisyah :” kalian ini bagaimana si, mereka berubah malah diperlakukan seperti ini, seharusnya kita bersyukur mereka mau berubah.”
Jenita :” (mendorong pundak aisyah) eehh elo... jadi cewek enggak usah munafik deh. Elo juga punya dendam kan sama mereka berdua. Munafik lo!”
Bela : “sudahlah Syah, enggak usah membela gua. Gua pantas diperlakukan seperti ini, gua emang salah dan gua ingin minta maaf sama mereka, tapi terserah mereka mau maafkan atau enggak.”

Jenita : “maafkan lo?? Jangan ngarep! Secuil maaf pun enggak akan gua kasih buat elo!”
Pita :”benar tuh, gua juga enggak akan maafkan elo! Dosa elo tuh dah kayak gunung kelud yang meletus karena kebelet kentut akibat dosa elo yang bertumpuk-tumpuk.”

Suatu ketika, Bela dan Kelat bertekat menjadi siswa terbaik di kabupaten... dan ketika genk sendal jepit tau, mereka tertawa terbahak-bahak.

Pita : “hahahaha.... lo berdua jadi siswa terbaik di kabupaten???????? I to the yuuuh.. enggak mung to the kin..”
Jenita : “gua anak paling pintar di sekolahan aja, enggak pernah mimpi kayak lo berdua. Karena itu enggak mungkin.”
Pita : “ditambah lagi gua yang belajar tiap hari dan les di beberapa LBB aja enggak yakin bisa masuk 5 besar se-kabupaten.”
Jenita : “kita kan anak pejabat paling kaya dan paling berpengaruh di Asia Pasifik sebelah laut Jawa itu aja enggak yakin jadi yang terbaik. Eeh, tapi emang kita yang terbaik. Ya enggak girls??”
Pita : “so pasti dong..”
Kelat : “kita itu emang orang miskin tapi kesempatan bisa datang ke siapa pun. Kita kan sama-sama makan nasi.”

Jenita :” oke.. Kita lihat aja nanti. Siapa yang menang? Elo atau gua!”
Bela : “oke kita liat aja nanti.”

Setelah mati-matian Bela dan Kelat mencari uang untuk membeli buku. Akhirnya kesampaian juga mereka belajar dengan tekun setiap hari dan pada akhirnya mereka menjadi siswa terbaaik se-kabupaten. Sedangkan Jenita dan Pita tidak lulus UN lantaran terlalu sibuk dengan make-upnya

Aisyah :”selamat ya Bel, selamat juga ya Kel, kalian telah terpilih jadi siswa terbaik kabupaten.”
Bela :”iya sama-sama ya Syah..”
Kelat : “iya syah. Kalau misalnya kita enggak punya teman kaya lo, mungkin kita enggak bisa kayak sekarang ini.”
Sri : “oh iya, selamat ya buat kalian berdua. BTW tau enggak? Di sekolah kita ada kabar duka.”
Kelat : “apa-an?? Ada yang meninggal???”

Sri : “bukan.. maksudnya genk sendal jepit enggak lulus.”
Bela :” syukurin!!!.. biar mereka tau rasa.”
Kelat : “Enggak boleh begitu juga Bel, mereka kan juga kawan kita.”
Aisyah : “Iya Bel benar tuh kata Kelat.”

Mereka pun menghampiri SENDAL JEPIT di kelas yang sedang berduka cita. Tiba-tiba perasaan benci Bela berubah menjadi simpati kepada mereka.

Bela :”Lat kasihan juga ya mereka, gua nyesel Lat.”
Kelat :”Iya Bel gua juga kasihan sama mereka.”
Pita : “untuk apa elo orang datang kesini! kalian senang kan! bahagia kan! puas kan! liat kita berdua enggak lulus dari sekolah ini.”
Kelat :” kita enggak punya maksud kayak begitu Jen. Kita mau menghibur kalian. Kita minta maaf kalau kita salah, kita selalu memaksa kalian buat mencontoh perbuatan buruk kita.”

Jenita :”kita sudah maafkan kalian kok, dari awal kita juga salah, selalu menunjukan kesombongan di depan kalian. itu mungkin balasan dari Tuhan. Ternyata semua manusia itu sama derajat nya di mata Tuhan.”
Bela :”iya Jen. Berarti sekarang “WE ARE FRIENDS FOREVER”.

Akhirnya mereka semua saling meminta maaf, dan tidak lagi bermusuhan. Semua manusia di mata Tuhan sama, jadi kita sebagai makhluk-Nya tidak boleh membeda-bedakan satu sama lain. Kita juga tidak boleh membantah kepada orang tua dan harus menghargainya. Serta seburuk-buruknya manusia pasti bisa menjadi lebih baik lagi dan berhak atas kesempatan kedua.

----SELESAI---

Seandainya naskah ini tidak sesuai dengan apa yang sedang kita cari maka kita dapat melihat beberapa naskah lain. Selain naskah drama 9 pemain di atas tentu masih ada banyak teks naskah lain yang bisa kita gunakan untuk belajar. Jangan lupa untuk mencatat alamat situs ini untuk mendapatkan berbagai contoh teks lain yang sering di butuhkan.

Back To Top