Cerpen Singkat Lentera Hati

Cerpen Singkat Lentera Hati - Apa yang harus kita lakukan jika hubungan yang kita bina sudah tidak memberikan kebahagiaan kepada kita? Putus, berakhir, berpisah, itulah hal yang bisa kita lakukan khususnya apabila hubungan kita belum diikat oleh sucinya pernikahan. 


Kalau masih cinta-cintaan semua itu sah terjadi. Inilah yang akan kita nikmati dalam cerpen singkat terbaru kali ini. Cerita pendek ini mengisahkan perjalanan seseorang yang akhirnya harus menyerah dalam cinta.

Dalam kisahnya, orang tersebut mengalami banyak halangan, cobaan dan juga rintangan dalam menjalankan hubungan kasihnya. 

Dengan sangat berat akhirnya dia harus memutuskan untuk beranjak - pergi meninggalkan seseorang yang sudah lama menjadi pasangannya. 

Apa sebenarnya yang terjadi padanya? Penasaran bukan, dari pada hanya penasaran lebih baik kita baca langsung Cerpen Singkat berjudul Lentera Hati tersebut.

Lentera Hati
Cerita oleh Irma

Seorang kekasih, semestinya, menjadi orang yang akan memberikan kebahagiaan dalam sebuah hubungan yang dijalani. Kekasih adalah sumber keteduhan, sumber inspirasi dan sumber kekuatan.

Bukan menjadi sumber kegelisahan dan duka lara atau bahkan patah hati. Kekasih adalah orang yang mestinya mengisi, memenuhi hari-hari kita dengan keindahan.

Tapi tidak dengan kekasih dalam hubungan cinta yang semu ini. Rana dan Rani, sepasang kekasih yang sama sekali tak saling mengisi. 

Sepasang kekasih yang sama sekali tak saling memberikan kebahagiaan. Bahkan kenyamanan dalam pelukan pun tak mampu mereka berikan pada pasangan masing-masing. 

Rana dan Rani adalah gambaran percintaan semua yang tak menyatu. Layaknya mutiara dan batu kali, mereka tak mampu bersatu meski dalam satu kuali.

Rana, seorang pria gagah yang cukup bertanggung jawab tidak mampu memberikan kepada Rani, seorang gadis pintar yang sangat manja itu. 

Keindahan Rani yang sebenarnya dikagumi semua orang tak mampu membuat Rana mengangkat parang membunyikan genderang perang. Problematika kehidupan yang mereka jalani bersama tak mampu membuat hati mereka berjalan berdampingan.

Titik keretakan yang menghanguskan cinta mereka adalah sikap Rani yang selalu ingin menjadi seorang ratu. Meski sebenarnya Rana telah menjadikannya ratu namun Rani ingin menjadi ratu dari segala ratu. 

Sampai-sampai ia tak sadar telah memperlakukan Rana sebagai budak, padahal seharusnya Rana adalah rajanya. Bagaimana mungkin ada seorang ratu yang memerintah jika rajanya saja masih ada?

Rana benar merasakan kegelisahan yang mendalam. Dalam dekapan seorang kekasih ia masih terus saja melanglang buana mencari keberadaan kedamaian untuk hatinya yang sedikit gersang. Sungguh, suatu ironi.
Kemana ku harus pergi
Mencari sebuah lentera hati
Yang menemani jiwaku menemani hatiku
Ku sungguh-sungguh tak menentu
Kemana ku harus cari
Kesucian bagai seperti duri
Kau anggap aku bersalah kebencian melanda
Ku tak tahu harus bagaimana
"Kau anggap apa sebenarnya aku ini, aku adalah pacarmu, kekasihmu Rani!", teriak Rana suatu kali dalam pertengkaran yang hebat. Memang, Rani seperti tak pernah memberikan kesucian dalam hal cinta. 

Seperti tak ada rasa tulus yang terbangun dalam mahligai asmara itu. Rani bagaikan api yang menjadikan Rana sebagai bahan bakarnya.

Jika ada kesalahan Rani selalu memaki, jika ada ketidaksesuaian maka Rani selalu saja mencela dan menyalahkan. 

Tak jelas, kapan semua itu dimulai, sejak pertama kali mereka jadian sebenarnya tidak ada perselisihan atau pertengkaran seperti itu.

Air beriak tanda tak dalam, cinta yang selalu saja terucap dari mulut manis seorang wanita tak mampu Rani buktikan. 

Ia hanya memanfaatkan kebaikan dan ketulusan rasa. Rana semakin jauh tenggelam tanpa peralatan menyelam. Seperti di kedalaman ribuan meter di bawah laut, hati Rana begitu sesak.

Hati bicara semakin terjebak
Dalam prasangka yang takkan pernah terungkap
Mulut bicara semakin bersalah
Tak tahu harus bagaimana
Lupakan saja kisah cinta yang terindah
Lupakan saja rasa yang selalu terjaga
Lupakan saja resah rinduku menyatu
Lupakan saja Ku kan pergi darimu
Lirik by: ST12

Semua kisah itu mengalir begitu saja, muaranya adalah perpisahan, akhir hubungan yang mengenaskan. Kehidupan menjadi hambar seperti saat pertama mereka bertemu. Masih ada rasa cinta, namun ego tak pernah mampu mereka hilangkan.

oOo

Berakhir tragis dan mengenaskan, meski tak begitu jelas apa sebenarnya yang terjadi pada Rana dan Rani namun cerpen cinta lentera hati di atas tetap bisa menjadi tambahan hiburan dan bahan bacaan bagi kita semua.

Back To Top