Cerpen Penyesalan, Setelah Kau Tiada

Sebuah Cerpen Penyesalan, Setelah Kau Tiada akan menjadi bahan hiburan yang menyedihkan. Jelas saja, sebuah kepedihan dan kehampaan harus dirasakan oleh sang pecinta yang tak pernah sadar akan apa yang dimiliki. 



Menyadari betapa penting arti seorang kekasih tak akan berguna saat ia telah pergi. Meski dapat menjadi hiburan yang bagus namun kisah dalam cerita pendek berjudul "Setelah Kau Tiada" tersebut semoga saja tak akan pernah terjadi dalam hidup kita.

Menyesal tiada guna, penyesalan sama dengan membubuhkan garam pada luka. Sebelum anda mengalaminya, berupaya lah agar semua itu tak terjadi.

 Cerpen singkat ini menggambarkan penderitaan seseorang yang begitu dalam setelah kekasih hatinya pergi. Rasa sesal datang manakala ia menyadari betapa besarnya cinta yang telah diberikan kekasihnya.

Kalau anda sering berkunjung ke website cerpen singkat ini maka anda dipastikan akan selalu mendapatkan banyak bacaan khususnya untuk cerita-cerita yang singkat, padat dan jelas dari berbagai tema kehidupan. 

Ada tema tragis, mengerikan, mengharukan dan banyak lagi tema cerita menarik lainnya. Alamat situsnya sudah jelas, bisa dicatat yaitu contohcerita.com. Bagi yang sudah tidak sabar ingin membaca cerpen edisi hari ini silahkan langsung di bagian bawah.

Setelah Kau Tiada...
Oleh Irma

Andai ku tahu cintamu takkan bertahan selama itu, mungkin aku satu-satu nya orang yang akan terus membuat dirimu bahagia hingga tak perlu ku rasakan penyesalan yang begitu menyesakkan hati. 

Kini yang tersisa hanyalah ratapan, tangisan pilu dari hatiku yang masih merindukan dirimu. Dirimu yang kini t'lah pergi, meninggalkan luka yang begitu dalam. Tak mampu rasanya aku menahan kehampaan.

Begitu banyak, hal yang dengan tulus engkau berikan, tak sempat ku mengerti akan apa arti dari semua pengorbanan itu. Jujur, aku juga heran kenapa aku tak tahu, kau tunjukkan arah saat ku tersesat. 

Engkau selalu menjadi benteng dari semua ketidaktahuanku, tak pernah sekalipun aku hilang arah. Engkau duduk disamping begitu lama, dengan setia ikut menyusuri jalan-jalan setapak yang terjal.

Kasih, dulu selalu saja, kau beri cahaya saat ku sendiri dalam gelap. Saat tak ada bintang dan bulan kau membakar dirimu, menyinari bak lilin yang setia. 

Aku benar-benar tak menyangka semua itu terjadi begitu cepat, tak mungkin ada lagi rindu yang bisa tersemat.

Beberapa hal memang benar-benar membutakanku dari segala kecintaan yang engkau rasakan. Aku bahkan tak mengenal engkau yang setia memberi cinta. 

Aku bahkan tak mampu menahan detik atau menit yang tak kuasa engkau tinggalkan. Semua kau berikan untukku, setia mendampingi selalu namun waktu tak pernah rela menunggu.

"Hingga akhirnya kau pun pergi"

Dimulai saat jatuh cinta mungkin aku telah mengabaikan mu, sesal, yang bisa aku dekap erat hanya sesal. Siapa yang salah? 

Kenapa aku tak pernah sedikitpun menanyakan perasaanmu, kekuatanmu. Harusnya ku tanyakan "seberapa lama engkau bisa bertahan?".
Terlambat ku sadari kau teramat berarti
Terlambat tuk kembali dan tuk menanti
Kesempatan kedua yang tak mungkin pernah ada
Baru-baru ku teringat kau hembuskan angin
Saat ku bernafas siramkan air saat aku dalam kekeringan
Namun tak pernah aku hiraukan semuanya
Hingga kini pun tiada
Masih adakah kesempatan yang sama, mungkinkah waktu akan mempertemukan kita berdua, setelah perpisahan ini? Andai saja, bisa ku putar waktu, tak kan kubiarkan hatimu membeku, tak kan ku izinkan cintamu mencair. 

Harusnya aku ada, harusnya aku setia dan harusnya aku satu yang menjaga dan menyuburkan rasa hatimu.

"Biarkan ku hidup dalam penyesalan ini, sampai nanti kau kembali"

Akan terus ku dekap sepi, akan terus ku peluk perih. Sesal ini kan jadi abadi di hati, biar, biarkan saja semua ini terjadi. Biarkan aku ratapi kesedihan ini, hingga penyesalan mengristal di hati.

oOo

Mungkin saja, ada hikmah yang bisa kita ambil dari perjalanan cerita dalam cerpen penyesalan berjudul "Setelah Kau Tiada" tersebut. Jangan sampai ikutan menyesal seperti dalam cerpen di atas ya.

Anda kita masih memiliki kesempatan, andai masih ada waktu, jangan biarkan penyesalan itu merenggut sebagian hidupmu. 

Back To Top