Kejadian 2 Orang Pengendara Motor Terseret Banjir di Jakarta Utara

Untuk warga Jakarta mungkin untuk saat ini ada baiknya perlu berhati-hati karena musim penghujan telah datang dan seperti yang kita ketahui bersama bahwa Jakarta sendiri adalah langganan yang sangat setia terhadap bencana banjir. 


Sehingga sebagian warga Jakarta khususnya warga Jakarta yang telah tinggal lama di Jakarta tentu tidak merasa panik lagi dan tidak merasa kaget lagi karena sebelumnya sudah pernah mengalami.

Tetapi kewaspadaan itu tetap diperlukan untuk menghindarkan dari bahaya dan dampak- dampak banjir yang bisa merugikan. Sehingga dengan kewaspadaan ini juga kerugian bisa diperas karena adanya kesadaran diri para masyarakat untuk selalu waspada menyambut banjir musiman.

Menurut berita yang diambil dari situs Viva.co.id, ada 2 orang pengendara yang terseret oleh derasnya aliran banjir di Jakarta Utara tepatnya di perbatasan Kota kepala gading, pada selasa (21/2/17), dan sampai sekarang pun 2 orang pengendara itu belum ditemukan. Menurut Humas Polres Jakarta Utara, mungkin pengendara tersebut memaksakan diri melawan derasnya genangan banjir dan hingga akhirnya terseret dan hanyut di bawa banjir.

Kehati-hatian sangatlah dibutuhkan terutama ketika kita sedang menghadapi banjir seperti ini. Kehati-hatian di jalan, kehati-hatian di rumah, dan berhati-hati di tempat-tempat lain dimanapun kita berada. Kapan datang waktu banjir dan saat itulah kehati-hatian harus kita tanamkan dalam bentuk tindakan.

Janganlah mau mengambil resiko hingga mengabaikan keselamatan sendiri karena yang rugi adalah diri kita sendiri bukan orang lain. Keselamatan diri sendiri adalah yang paling penting dari pada ingin terlihat hebat karena bisa menaklukkan medan yang mengerikan dan berbahaya.

Untuk itu demi keselamatan kita bersama khususnya orang-orang di daerah yang rawan banjir dan sekarang sedang terkena banjir, ada baiknya tingkatkan kewaspadaan kita dan selalu utamakan keselamatan dalam semua bentuk tindakan dan kegiatan kita, agar nyawa kita tidak hilang dengan sia-sia karena bencana banjir.

Dengan mengutamakan keselamatan di mana pun kita berada pastilah nyawa kita akan aman dari bencana, dan yang terpenting adalah semua itu juga harus didasari dengan doa. 

Karena kematian sendiri adalah takdir dari tuhan, tuhan bisa mengambil dengan mudah nyawa kita dan bisa membiarkan nyawa kita tetap menempel kepada kita, dengan mudah.  (Arif Purwanto)

Sumber: Viva.co.id

Masa Aksi 212 Tetap Semangat Meski Hujan

Ketika kita melihat di sebagian besar wilayah Jabotabek yang menjadi lesu karena hujan yang mengakibatkan lumpuhnya aktivitas masyarakat. Contoh di stasiun, dan beberapa tempat yang menyediakan jasa transportasi umum yang hingga akhirnya lumpuh karena akibat hujan yang mengguyur wilayah Jabotabek tersebut.


Sehingga karena aktivitas transportasi umum ini lumpuh terjadi penumpukan orang di tempat-tempat stasiun Transjakarta dan tempat penyedia sarana transportasi umum yang lainnya. Sehingga bukan hanya aktivitas transportasi saja yang lumpuh, pekerjaan para masyarakat yang ada di jabotabek juga ikut lumpuh.

Memang hujan tidak bisa bisa dianggap remeh karena memang di sebagian titik atau wilayah hujan tersebut mengakibatkan banjir yang hingga akhirnya membuat aktivitas kota dan wilayah menjadi benar-benar lumpuh karena banjir yang disebabkan oleh hujan ini.

Tetapi di sisi lain ada masa yang tetap bersemangat untuk menuntut hak-hak mereka walaupun di tengah hujan yang cukup deras. Mereka adalah para masa aksi 212 yang beraksi pada mulai jam 06:00, mereka tetap bersemangat melakukan aksi masa dan sang orator tetap melakukan orasinya dengan penuh semangat.

Menurut sumber Rebuplika.co.id hari ini para masa aksi menggelar aksinya di depan gedung DPR/MPRI, di jalan Gatot Subroto. Sehingga polisi melakukan rekayasa lalu lintas dengan cara menutup jalan Gatot Subroto, dan mengalihkannya ke jalan Asia-Afrika, agar aksi bisa berjalan dengan lancar.

Perjuangan para umat islam ini memang tidak kenal lelah dan tidak kenal cuaca untuk menuntut apa yang menjadi tuntutan mereka. Dan ini tentu bagian dari usaha para peserta masa aksi agar pemerintah bisa mengabulkan dan mendengarkan aspirasi para masa aksi yang sekarang sedang menggelar aksi masa.

Umat Islam diperbolehkan untuk berdemo tetapi tetap perhatikan rambu-rambu aturan yang sudah ada sehingga bisa menjadi aksi yang benar-benar damai. Berdemo menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak semua masyarakat Indonesia yang sejatinya ada karena kebutuhan masyarakat itu sendiri.

Tetapi kita juga harus ingat bahwa jangan sampai hak menyampaikan pendapat di muka umum ini disalah gunakan untuk hal-hal yang mengacu kepada kepentingan politik belaka yang justru akan membawa perpecahan diantara kita. 

Tetap utamakan ketertiban dalam berdemo, serta berdemo dengan niat yang tulus dan suci bukan karena niat yang lain yang menguntungkan sebagian pihak saja. (Arif Purwanto)

Sumber: Rebuplika

Terjadi Musibah Kebakaran di Mabes TNI - AU Cilangkap

Musibah tidak ada satu orang pun yang bisa mengetahui kapan dan di mana, serta kepada siapa musibah itu akan berlabuh. Mungkin bisa manusia memiliki kemampuan untuk mengetahui kapan, dimana, dan kepada siapa musibah itu akan berlabuh. 


Tentunya tidak ada kerugian yang disebabkan akibat musibah, karena manusia sudah bersiap jauh hari dan jauh waktu sebelum musibah itu datang.

Tetapi manusia adalah mahluk yang lemah dan diciptakan dengan segala kelebihan dan juga memiliki kekurangan yang tidak mempunyai kemampuan untuk mengetahui kapan, di mana, kepada siapa, musibah itu akan berlabuh dan juga akan mengakibatkan korban jiwa dan kerugian yang lain.

Termasuk musibah yang terjadi di markas besar TNI angkatan udara di Cilangkap, Jakarta Timur pagi ini. Menurut sumber yaitu situs Suara.com, saat  para petuhas pemadam kebakaran belum berhasil menjinakan api, dan masih terus berupaya memadamkan api sehingga mencegah kerugian yang lebih besar lagi.

Menurut sumber juga kronologis dari kebakaran tersebut belum diketahui, apakah dari konsleting listrik, atau dari kemungkinan-kemungkinan yang lain. Yang pasti kebakaran ini tentu telah mengejutkan orang yang ada di sekitar mabes TNI angkatan udara tersebut, karena kebakaran yang cukup besar.

Ketidaktahuan manusia tentang kapan, di mana, dan kepada siapa musibah itu akan berlabuh inilah yang hingga akhirnya menimbulkan kejadian yang menggegerkan banyak orang. 

Tetapi meski manusia tidak mempunyai kewenangan untuk mengetahui kapan, di mana, kepada siapa bencana itu akan berlabuh, setidaknya manusia bisa mengantisipasi hal-hal yang bisa menimbulkan musibah kebakaran.

Untuk bisa mengantisipasi kebakaran yaitu dengan ketelitian mengecek semua material yang mungkin mudah terbakar, atau material yang bisa menimbulkan kebakaran. Pastikan material-material itu semua dipisahkan dari api, dan ada baiknya juga diberi peringatan agar ruangan tersebut bebas rokok atau pun larangan menyalakan api.

Selain itu segala material-material pastikan dalam pengawasan kita sehingga apabila akan terjadi kebakaran kita dapat mencegahnya. Terlebih material-material berupa mesin-mesin tertentu haruslah dimatikan apabila tidak dipergunakan, tujuannya adalah demi keselamatan dan terhindar dari kebakaran. (Arif Purwanto)

Sumber: Suara.com

Bencana Banjir Juga Berdampak pada Layanan Kereta

Selain terkadang berdampak buruk bagi keselamatan, serta timbulnya banyak penyakit-penyakit yang bisa menyerang manusia, ketika banjir masyarakat pun lebih dirugikan akibat kurang memuaskannya pelayanan transportasi umum yang sejatinya menolong para masyarakat.


Karena bagaimana tidak bila banjir menggenangi titik-titik vital tentulah mau tidak mau transportasi umum memilih untuk mengurangi pelayanan secara maksimal dari pada mempertahankan pelayanan secara maksimal tetapi berujung kepada kemungkinan-kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk itu apabila para masyarakat Jabotabek yang hendak menggunakan transportasi umum berupa kereta tetapi tidak mendapatkan pelayanan yang baik dari pihak perusahaan penyedia transportasi umum, itu tentu bukan kesengajaan dari pihak perusahaan yang menyediakan transportasi umum, melainkan faktor alam yang tidak bisa untuk di negosiasi.

Inilah yang setidaknya yang terjadi di Jabotabek, yang mana hujan telah mengakibatkan sulitnya sinyal, sehingga berdampak kepada pelayanan yang kurang memuaskan kepada para pengguna transportasi umum. 

Menurut sumber suara.com, PT. KAI commuter, telah memberitahukan bahwa ada beberapa titik yang terkena genangan air yang akhirnya berdampak kepada persinyalan, dan ada juga titik yang hingga akhirnya tidak bisa dilintasi oleh kereta api. Diantara titik tersebut adalah Kampung Bandan, Jakarta Kota, Tebet, dan Kalideres - Rawa Buaya.

Trouble seperti ini tentulah menghambat segala aktivitas kita, karena kita sendiri sangat membutuhkan transportasi umum untuk bisa mengantar dan jemput kita terlebih untuk orang-orang yang tidak memiliki kendaraan pribadi, tentunya kendaraan umum ini menjadi kendaraan satu-satunya untuk menunjang segala aktivitas pekerjaan.

Masalah banjir memang masalah yang belum terpecahkan di tanah Jabotabek, sehingga setiap tahunnya Jabotabek menjadi wilayah yang menjadi langganan banjir. Banjir tentu sangat merugikan karena bisa menghambat aktivitas ekonomi, pemerintah, dan aktivitas-aktivitas yang lainnya.

Mungkin pemerintah perlu bekerja lebih keras lagi dan berfikir lebih tajam lagi untuk mengatasi masalah banjir yang sangat merugikan ini. Karena bila dibiarkan begitu saja maka banjir tentunya akan membawa jenis kerugian yang lebih besar lagi dan lebih dahsyat lagi dari pada sebelumnya.

Kita doakan saja semoga para pemerintah kita bisa menemukan solusi yang efektif untuk menaggulangi maslaah banjir ini, sehingganya masalah banjir ini tidak menjadi masalah yang terus berkepanjangan yang pada akhirnya maslaah banjir ini akan membawa kerugian bagi banyak pihak. (Arif Purwanto)

Sumber: Suara.com

Sukabumi Tanam Ribuan Pohon di Lahan Terbuka

Pohon sejatinya sangat penting bagi keseimbangan alam yang akan membawa kehidupan yang tenteram bagi masyarakat. Karena dengan pohon ini pula resiko tanah longsor, banjir, dan masalah-masalah alam yang lain bisa teratasi dengan melestarikan pohon-pohon dan menjaga kehijauan pohon-pohon kita.


Namun kepedulian terhadap pohon akhir-akhir ini telah hilang melihat banyaknya orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang secara sembunyi-sembunyi menebang pohon dengan tidak bertanggung jawab dan tanpa memikirkan dampak dari penebangan pohon secara berlebihan.

Sehingga tanah yang kurang lahan hijau tersebut menjadi mudah longsor dan mudah banjir, selain itu minimnya pasokan oksigen yang sejatinya zat yang sangat penting bagi kehidupan semua mahluk yang ada di dunia ini. 

Bila sudah terjadi banjir, longsor, dan masalah alam yang lainnya siapa yang mau dipersalahkan. Menurut sumber Rebuplika.co.id, Sukabumi menggelar menanam ribuan pohon di atas tanah yang lapang. 

Sebanyak 6.000 pohon ditanam oleh para santri dan pelajar dan juga dari para swasta yang peduli terhadap lingkungan yang juga turut menyumbang pohon. Acara penanaman pohon ini sendiri diberi tema "Green Pesantren".

Karena acara penanamannya sendiri banyak melibatkan para santri dan pelajar. Acara penanaman ribuan pohon ini sendiri berada di desa Pasir datar, kecamatan Kadudampit, kabupaten Sukabumi. Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari wakil DPRD Sukabumi Yusuf Maulana.

Menghijaukan bumi dengan melibatkan para pelajar memang mempunyai dampak yang besar bagi pertumbuhan alam di masa depan. 

Dengan mendidik anak untuk cinta kepada alam sejak dini, itu artinya anak akan bisa tumbuh menjadi orang yang peduli dengan lingkungan, sehingga usaha untuk menghijaukan bumi akan terus berkelanjutan.

Karena anak yang didik sejak sedari kecil untuk peduli dengan lingkungan akan tumbuh menjadi orang yang penuh rasa kepedulian terhadap alam. 

Dan ada baiknya usaha penanaman pohon harus sering dilakukan dengan lebih banyak lagi mengajak anak-anak, agar kita memiliki generasi penerus untuk melestarikan alam kita.Sehingga alam kita yang indah ini bisa tetap dinikmati oleh anak dan cucuk kita kelak. (Arif Purwanto)

Sumber: Rebuplika.co.id

Ada Mall yang Jual Suami, Pria di Lantai Terakhir Sangat Mengagumkan Tapi…

Ide bisnis atau usaha bisa apa saja bahkan untuk hal-hal yang tidak diperkirakan sekalipun. Tapi, kisah yang akan anda baca ini bukanlah kisah nyata yang sebenarnya melainkan hanya cerita lucu untuk hiburan. Tapi anda tidak akan menyesal membaca apa yang ada didalamnya, benar kok.


Ya bisa dibayangkan, sebuah mall besar menjual jasa untuk para wanita lajang. Mall tersebut menjual calon suami, artinya disana disediakan berbagai tipe pria yang siap menjadi suami anda yang berbelanja di sana. Menarik bukan, lalu kira-kira pria – pria seperti apa yang ada di sana?

Sebut saja mall yang dimaksud bernama Mall Misua. Mall ini adalah mall khusus yang menjual calon suami untuk para wanita lajang yang datang. Ada enam lantai di mall tersebut. Masing-masing lantai sudah terdapat pria dengan tipe tertentu yang pasti akan membuat para wanita klepek-klepek.

Di pintu depan mall terdapat peringatan bagi pengunjung. “Anda hanya diizinkan datang ke mall ini SEKALI! Ada enam lantai disana, kualitas masing-masing pria di setiap lantai akan semakin sempurna sampai lantai akhir”, demikian peringatan tersebut ditulis cukup mencolok.

Selain itu, ada juga peringatan yang berbunyi, “anda bisa memilih pria manapun dari lantai manapun, atau anda bisa memilih untuk menuju lantai berikutnya. Tapi anda tidak bisa turun lagi ke lantai sebelumnya kecuali keluar dari mall ini”.

Di bawah, seorang wanita muda sudah sangat antusias ingin masuk dan mencari jodoh di mall tersebut. Ia pun langsung masuk ke “Mall Misua” tersebut untuk mendapatkan pria yang diidamkan.

Tak lama, ia masuk ke lantai pertama. Di lantai teresebut ada tulisan yang berbunyi, “Lantai 1 – pria dilantai ini memiliki pekerjaan. Kemudian, di lantai dua, ada tulisan, “Lantai 2 – pria yang ada di lantai ini punya kerjaan dan sayang dengan anak-anak.”

Wanita tersebut pun menuju ke lantai berikutnya. Di lantai tiga ada bacaan, “Lantai 3 – Pria di sini punya perkerjaan bagus, sayang dengan anak dan sangat tampan.”

“Wow…!”, pikirnya, tapi ia tetap lanjut ke lantai 4. Di lantai berikutnya ia membaca “Lantai 4 – para pria disini punya kerjaan bagus, sayang anak, sangat tampan sekali dan suka membantu pekerjaan rumah tangga”

“Ya Tuhan, benar-benar pria idaman…!” gumamnya setengah berteriak. Meski begitu, tetap saja kakinya melangkah ke lantai 5 dimana ia mendapatkan tulisan, “Lantai 5 – para pria disini punya kerjaan bagus, sayang anak, sangat tampan sekali, suka membantu pekerjaan rumah dan sangat romantis”

Kali ini ia tak bisa berkata apa-apa lagi. Baginya pria di lantai itu memang benar-benar sempurna dan sangat cocok dijadikan seorang suami.

Mendapatkan sesuatu yang hampir sempurna. Wanita muda itu masih melangkahkan kakinya ke lantai berikutnya, lantai terakhir.

Di lantai 6, ia mendapatkan tulisan di pintu masuk yang sedikit berbeda. Tulisan tersebut yaitu: Lantai 6 – anda adalah pengunjung ke 9.546.341.346 di lantai ini. Tidak ada pria di lantai ini. Lantai ini ada hanya untuk membuktikan bahwa mustahil menyenangkan seorang wanita. Terima kasih telah berbelanja di Mall Misua.

Kisah Seru Kakek Nenek Saling Sindir Karena Emosi dan Marah

Kakek, nenek, sudah tua tak usah aneh-aneh deh. Tapi mereka berdua ini tidak aneh-aneh dan tidak neko-neko. Kisah yang mereka berdua alami berikut ini adalah sebuah contoh kejadian kecil, sederhana dan lucu yang kerap terjadi dalam sebuah rumah tangga.


Lucu aja, sudah tua tapi masih suka marah-marahan. Tapi kan kakek dan nenek juga manusia yang tak luput dari amarah, iya kan? Kalau marah kecil-kecilan tidak apa juga kok, asal segera diselesaikan. Jangan sampai yang kecil menjadi besar.

Ceritanya ya, kakek Partono dan nenek Partini entah awalnya apa, saling bersitegang. Kalau tidak salah sih, mereka marahan karena Nek Partini ingin berkunjung ke rumah cucunya tetapi kakek malah santai-santai saja dan seolah tidak peduli.

Suatu pagi, nenek Partini pun berkemas sendiri dan sudah berada di dalam mobil hendak berangkat ke desa menemui cucunya.

“Loh, nenek ini mau kemana pagi-pagi sudah didalam mobil gitu?”
“Kakek ini, nenek mau jenguk cucu! Kan sudah dari kemarin bilang tapi kakek diam saja!”
“Lah, nenek ini, perasaan baru minggu kemarin ke sana…!”
“Memang kenapa kek, tidak boleh? Ya sudah nenek berangkat sendiri saja!”
“Uh, ngeyel, ya udah sini kakek anter…!”

Mereka pun akhirnya naik mobil dan menuju ke desa. Sepanjang perjalanan, kakek Partono masih kesal dengan nenek Partini. Di perjalanan, mereka pun saling diam dan tidak tegur sapa.

Hampir satu jam mereka berkendara, akhirnya mereka mulai memasuki kawasan pedesaan tempat anaknya tinggal. Sejurus kemudian, mereka melintasi areal padang rumput. Tampak terlihat banyak hewan disana, ada sapi, kerbau, kambing dan bahkan babi.

Sambil melirik ke hewan-hewan tersebut, kakek Partono tiba-tiba berkata, “tuh saudara-saudaramu…!”, ucapnya dengan sinir. “Iya, saudara tiri…!”, ucap nenek Partini tidak mau kalah.

Singkat cerita, mereka pun sampai di rumah anaknya. Di sana mereka disambut dengan senang, cucu – cucu mereka pun sangat bahagia kakek dan neneknya datang. 

Suami Istri Ini Sedang Marahan, yang Mereka Alami akan Bikin Anda Ngakak, Ini Kisahnya

Yang namanya kehidupan keluarga memang kadang mengalami masalah yang besar dan kecil. Cerita atau kisah berikut ini akan memberikan sebuah pelajaran berharga bagi para keluarga, seorang istri dan suami yang sepatutnya memang saling berbagi, memaafkan dan saling menghargai.


Kisah cerita lucu berikut ini akan memberikan gambaran bagaimana kejadian-kejadian yang bisa terjadi dalam kehidupan keluarga antara suami istri. Ceritanya, suami istri tersebut sedang marahan, saling emosi satu sama lain.

Selanjutnya karena sedang marah dan jengkel maka masing-masing dari mereka pun menerapkan terapi diam, tak saling tegur sapa sampai beberapa hari. Dalam hal ini tentu saja mereka sepakat dengan niat meredakan emosi yang ada.

Alih-alih mendapatkan penenangan dan emosi yang reda, sang suami justru mendapatkan sesuatu yang mengejutkan pada kejadian itu.

Karena sedang marahan, Partono dan Partini saling bisu satu sama lain. Hari pertama terapi diam yang mereka lakukan berjalan. Tiba-tiba si Partono ingat bahwa esok hari ia harus bangun pagi untuk kegiatan bisnis.

Ia harus bangun jam 5 pagi agar tidak ketinggalan pesawat. Tidak ingin kalah dari istrinya, ia pun segera mengambil selembar kertas dan menulis pesan untuk sang istri, “bangunkan aku jam 5 pagi”.

Partono meletakkan tulisan itu ditempat yang pasti istrinya akan membacanya. Esok paginya, Partono bangun dan mendapati waktu sudah menunjukkan pukul 09 pagi. Ia jelas sudah ketinggalan pesawat dan tidak dapat mengerjakan urusan bisnisnya.

Penasaran, ia pun akan segera pergi mencari tahu kenapa sang istri tidak membangunkannya. Saat akan mencari istrinya, ia tak sengaja menemukan selembar kertas di sisi tempat tidurnya. Dalam kertas tersebut tertulis, “Sudah Jam 5 Pagi, Bangun.”

Jelas sekali, dalam kisah di atas sang istri begitu cerdik dan konsisten dengan apa yang sedang dialaminya dengan sang suami. Dalam hal itu, sang istri masih melakukan kewajibannya yaitu membangunkan suaminya.

Namun demikian, karena mereka sedang “puasa berbicara”, dan sepertinya ia juga tidak mau kalah dari sang suami, maka ia membangunkan suaminya dengan menuliskan pesan di selembar kertas.

Bodoh memang, mana mungkin seseorang yang sedang tidur bisa bangun dengan selembar kertas yang bertuliskan seperti itu. Tapi jelas sekali bahwa itu juga salah sang suami. Karena suami tersebut tidak mau berbicara dengan istrinya maka istrinya pun demikian.

Karena suami hanya mengandalkan secarik kertas untuk berkomunikasi dengan istrinya maka sang istripun demikian. Lalu sebenarnya siapa yang benar? Tidak ada yang benar, yang benar adalah mereka segera mengakhiri terapi diam atau puasa berbicara yang mereka lakukan, benar tidak?

Meski Perih, Aku Sukses Melewati Jalan Kerikil Berbatu Runcing

Meski Perih, Aku Sukses Melewati Jalan Kerikil Berbatu Runcing (cerita motivasi kesuksesan) - Langit gelap gulita menyambut pagiku dengan sejuta bulir hujan. Tidak ada banyak senyuman yang kutemukan pagi ini. hanya untaian wajah murung dan lesu yang senantiasa melekat pada wajah-wajah mereka.


Mereka merasa seperti terkekang, terkurung dalam kandang besi yang tak pernah mereka buat. Tampak merdeka tapi sebenarnya tidak. Kelihatan bebas tapi sebenarnya tidak. Mereka terlihat begitu lelah dengan segala penindasan yang di lakukan oleh orang-orang beruang dan penguasa. Saat melihat mereka, aku seperti melihat diriku sendiri. Ya, diriku sendiri..

Aku sama sekali tidak merasakan kebebasan di sini. Aku merasa seperti di jajah di negara yang sudah merdeka. Aku ingin bebas, lepas dari segala penjajahan kapitalis. Lalu pergi keluar menuju dunia ku sendiri. Melangkah dengan kakiku sendiri lalu bisa hidup bebas dalam dunia yang selama ini aku dambakan.

“Kamu serius mau resign?” tanya Pak Waluyo-atasanku di kantor.
“Iya pak. Saya pengene resign. Saya pengen buka usaha sendiri.”

“Usaha sendiri? Mau buka usaha apa kamu?”

“Consultan IT. Developer buat website dan aplikasi android juga ios” Jawabku mantap. Tapi pak  Waluyo tampak tidak senang. Ia seperti takut kehilangan salah satu budaknya yang hebat.
“Yasudah. Ambil pesangon kamu sama sekertaris saya. Besok kamu udah ngga perlu lagi kerja di sini.”

“Saya mau berhenti sekarang pak. Bukan besok.” Ia kembali terdiam. Wajahnya memerah. Tampak jelas emosi yang menyala-nyala dari dalam bola matanya.

“Ya sudah. Ambil pesangon kamu sama sekertaris saya sekarang. Terus kamu bisa pulang.”

“Terimakasih pak.” Aku pun segera berlalu meninggalkan ruangannya. 

Aku langsung pergi menuju rumahku. Pulang tanpa mengambil uang pesangon yang di berikan oleh pak Waluyo.

Bukannya tidak membutuhkannya, hanya saja aku akan tambah di persulit saat mengambill uang itu. Jadi aku tak punya banyak pilihan. Yang bisa ku pilih saat ini hanya langsung pulang dan segera mengerjakan ratusan proyekku yang tertunda.

Sesampainya di rumah, aku segera membuka PC ku. Mengecek email dan melihat adakah balasan dari perusahaan-perusahaan yang aku sudah ku beri tawaranku. Dan sayangnya, hari ini hanya dua email masuk. Yang pertama dari temanku yang gila, dan yang kedua email tidak penting dari orang yang tidak penting juga. Lemas.

Akhirnya aku memutuskan untuk segera membuka program yang sedang ku kerjakan. Program yang telah di tolak dan di hina oleh ratusan perusahaan. Ini bukan program biasa. Ini program komputer yang luar biasa.

Sama sekali tak banyak orang yang bisa membuatnya di dunia ini. Mungkin perbandingannya adalah satu juta banding sepuluh. Dan aku adalah salah satu dari mereka. Orang-orang hebat yang bisa berbicara dengan komputer.

Mengerti bahasanya dan siap memberikan perintah pada mereka. Tapi sayang, tidak banyak orang yang mau peduli padaku. Atau bisa dibilang aku harus bekerja lebih keras agar orang-orang mau peduli padaku.

***

Sudah satu bulan berlalu sejak aku mengundurkan diri dari kantorku. Dan masih belum ada juga satu pun investor yang mau menanamkan modalnya padaku. Aku sudah menyulap gudang di depan rumah ku sebagai kantor guna meningkatkan formalitas dan kualitas jasaku.

Aku juga sudah melakukan berbagai macam promosi agar programku ini bisa diterima dan di minati oleh banyak orang. Tapi hasilnya masih sama. Tidak ada yang berminat, apa lagi menerima programku ini.

Aku seperti sudah berada di titik jenuhku. Uang tabungan yang sudah ku kumpulkan dari pekerjaan ku sebelumnya sudah semakin sedikit. Aku tidak tau lagi apa yang harus aku lakukan lagi sekarang.

***

Enam bulan sudah berlalu sejak aku resign. Aku sudah memperbanyak pembuatan programku. Menawarkannya pada orang-orang dan juga perusahaan-perusahaan. Tapi, tak satu pun dari mereka mau menerima apa lagi membeli programku ini.

Aku merasa begitu lelah dan kacau. Dunia ku sendiri seperti tidak memberikan jaminan padaku. Tak ada oksigen yang kutemukan dalam dunia ku sendiri. Dan bodohnya, aku memaksa diriku untuk hidup di dunia yang tanpa oksigen ini.

Sepertinya aku akan menyerah sekarang. Sebelum semuanya bertambah menjadi lebih sulit. Sebaiknya sekarang aku membereskan segala sesuatunya. Menyiapkan berkas lamaran baru dan besok siap melamar pekerjaan lagi seperti seorang fresh-graduate.

***

Semuanya sudah ku siapkan. Besok aku sudah bisa mencari pekerjaan  baru. Aku sudah lelah dengan segala kekacauan yang aku rasakan dalam duniaku sendiri. Entah apa yang salah sampai-sampai ak harus mengalami kekacauan semacam ini.

Malam ini, aku kembali mengecek emailku. Berharap ada balasan email  masuk di sana. Dan saat aku melihatnya, semuanya masih sama. Tidak ada email baru masuk. Ah, tubuhku terasa lemas.
Ku arahkan kursorku kebawah. Mencari email-email lama berisi kenanganku dengan pacarku.

Dan saat aku menscroolnya kebawah. Ada satu email belum terbaca yang dianggap sebagai spam. Aku mengklik email itu dan membukanya.

Aku terkejut, bahagia sekaligus gembira. Programku diterima. Ada yang tertarik dengan programku. Dia bahkan tidak hanya mau menerima programku. Tapi juga siap menjadi investornya.

Tidak tanggung-tanggung. Dia sudah menyiapkan ratusan juta untuk programku ini. Ya, semangatku kembali terbakar. Emosiku meluap-luap.

Ide yang menghentak-hentak di dalam otak kini telah lega karena sebentar lagi akan siap di keluarkan. Aku telah menemukan oksigen baru dalam dunia ku sendiri. Dan mulai hari ini, aku akan hidup di dunia ku sendiri dengan segala kenikmatan.

---oOo---

Kisah Petualangan Sabtu Minggu Tak Terlupakan

Kisah Petualangan Sabtu Minggu Tak Terlupakan - Hari ini adalah hari sabtu. Hari dimana aku bisa pulang sekolah lebih awal dari biasanya. Dan hari ini, aku memiliki agenda yang sangat menyenangkan. Agenda yang tidak boleh diganggu gugat dan diganti oleh agenda lainnya. Agenda yang bagiku sangat sakral. Dan sampai kapanpun tak akan pernah ku lupakan.


Saat aku sudah pulang sekolah dan sudah mengganti pakaianku, aku duduk di sebuah gardu dekat rumahku. Bersama dengan kedua temanku-Aldi dan Nando- aku menunggu beberapa teman lainnya, yang juga akan ikut berpetualang di hari ini.

Setelah cukup lama menunggu, akhirnya sosok yang di nanti-nanti pun menunjukan wujudnya. Roni dan Deni. Kami berlima adalah sahabat yang sangat suka berpetualang. Meski saat ini hanya di sekitar kali dan tempat-tempat lainnya, tapi kami yakin. Suatu saat nanti kami pasti bisa berkeliling dunia.

Setelah semuanya berkumpul, kami pun segera berangkat. Dengan berbekal beberapa joran pancing lengkap beserta pakannya, kami berangkat menuju kali. Yah, hanya tempat ini yang menurut kami ada banyak ikannya. Dan hanya di tempat ini kami bisa mendapatkan ikan-ikan yang besar.

Saat sudah sampai di kali, kami pun segera membagi jarak. Agar hasil pancingan kami bisa maksimal hari ini. Dengan penuh penghayatan, aku menancapkan seekor cacing tanah pada kailku.

Ya, cacing tanah. Berbeda dengan para pemancing di tv, kami hanya menggunakan cacing tanah. Karena memang ikan yang ada di kali ini sangat suka cacing tanah. Selain itu ikan-ikan di kali ini juga tidak terlalu besar.

Tapi, kami sangat bersyukur masih memiliki kali di desa kami. Dan lebih nikmatnya lagi, kali di desa kami ini masih sangat asri dan terbebas dari berbagai macam polusi.

Baru beberapa menit kami memancing, tiba-tiba Roni berteriak kegirangan. Dia berhasil mendapatkan ikan botok. Dan ukurannya pun termasuk besar bagi kami. Selang beberapa detik, tinggal Deni yang berteriak kencang. Dia berhasil mendapatkan ikan lele.

Kami semua ikut bergembira. Ikan lele termasuk salah satu jenis ikan yang jarang kami dapatkan di kali. Tapi sekarang, Deni berhasil mendapatkannya. Ini luar biasa.

Selang beberapa detik setelah Deni berhasil mendapat ikan lele, kini giliran joranku yang melengkung. Aku merasakan ada tarikan ikan yang besar dari dalam air. Ini mirip seperti adegan memancing yang sering aku lihat di tv. Teman-temanku berteriak menyemangatiku.

Membagikan tenaganya agar aku bisa mengalahkan ikan ini. Setelah beberap menit akhirnya aku berhasil menganggakt ikan ini. ternyata aku mendapatkan ikan gabus… yang belum tumbuh dewasa.

Terasa beratnya karena ada beberapa sampah yang ikut terangkat bersama anakan ikan gabus ini. melihat hal ini, kami pun akhirnya tertawa bersama-sama.

Setelah merasa cukup puas memancing ikan di kali, akhirnya kami berlanjut ke agenda berikutnya. Yaitu memancing belut. Memancing belut merupakan salah satu hobiku. Dan diantara kami semua, aku lah yang paling jago dalam memancing belut.

Entah kenapa aku merasa punya insting yang hebat untuk menemukan lubang belut. Jika di  kali aku hanya bisa mendapatkan ikan gabus yang belum dewasa, maka di sawah aku bisa mendapatkan belut yang sudah lanjut usia.

Benar saja, baru beberapa menit kami menelusuri sawah dan mencari belut, kini aku sudah mendapatkan satu ekor belut. Ukurannya memang tidak terlalu besar, tapi kurasa cukup  untuk satu porsi makanan yang sering dijual di restoran.

Setelah mendapatkan satu ekor belut, aku kembali melakukan penelusuran. Penelusuran mencari lubang-lubang belut yang menjanjikan. Baru beberapa langkah aku berjalan, aku sudah berhasil menemukan satu buah lubang belut.

Kumasukan kailku kedalamnya, ku keluarkan suara “ckkckck” dari mulutku, supaya si belut mau memakan umpanku. Baru beberapa detik aku memasukan kailku kedalam lubang belut, tiba-tiba aku mendengar teriakan keras dari Deni.

Ternyata dia berhasil mendapatkan belut juga. Sialan, teriakannya telah menghancurkan konsentrasiku. Tapi, dengan penuh keseriusan, akhirnya aku bisa mendapatkan belut yang ku inginkan.

Kami semua bersorak gembira. Hasil buruan kami hari ini sangatlah banyak. Jika di total semuanya ada sepuluh ekor ikan dan juga dua belas ekor belut. Ini menyenangkan.

Setelah menyelesaikan agenda memancing dan mencari belut, kini kami butuh air. Air yang segar untuk membersihkan badan kami yang penuh dengan lumpur. Dan tempat terbaik untuk bisa mendapatkan air yang segar adalah kali.

Setlah kami menyimpan ikan dan belut hasil buruan kami hari ini, kami segera melepas baju. Berancang-ancang dari jauh dan dalam sekejap kami telah masuk ke dalam kali. Rasanya begitu segar. Air di kali ini memang sangat menyengangkan.

Saat kami sedang mandi, tiba-tiba Deni keluar dari air. Dia naik ke sebuah pohon yang dahannya tepat berada di atas kali. Hanya dengan satu kali hentakan, dia pun berhasil membuat kami bertepuk tangan dan terkagum-kagum.

Dia melakukan loncat indah yang begitu menakjubkan. Tidak semua orang bisa melakukan ini. Dari atas dahan pohon yang tinggi, dia meloncat dan membalikan tubuhnya. Dan sesaat sebelum tubuhnya menyentuh air dia seperti berjalan di udara. Menurutku itu sangat keren. Jika bicara soal atraksi di atas kali seperti ini memang Deni lah jagonya.

Setelah puas mandi di kali, kini akhirnya kami tiba di agenda yang terakhir, yakni acara bakar-bakar hasil buruan. Ini adalah saat-saat yang paling kami suka dan yang paling kami tunggu.

Dengan badan yang masih basah dan terasa dingin, kami mengumpulkan beberapa ranting dan kemudian membuat api. Tidak terlalu sulit membuat api disini, karena kami juga bisa dengan mudah menemukan ranting-ranting kering.

Setelah membuat api, kami segera membakar belut dan ikan-ikan itu. kami menambah sedikit kecap dan juga daun kemangi.

Dengan tambahan itu, rasa dan aroma ikan dan juga belut kami terasa semakin nikmat. Hm…. Ini adalah salah satu petualangan terindah dalam hidupku, dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah melupakannya.

---oOo---
Back To Top