Contoh Cerita Cerpen tentang Hari Valentine Days

Berikut adalah contoh cerita cerpen tentang Hari Valentine Days. Satu lagi, karya sederhana yang akan kita baca. Kali ini berhubungan dengan yang biasa disebut "hari kasih sayang", menurut kebanyakan orang.

Cerita Cerpen tentang Hari Valentine Days
Contoh Cerpen tentang Hari Valentine
Cerpen valentine ini dipersembahkan untuk anda semua yang setia dengan contohcerita.com Selain untuk bahan hiburan di kala senggang, kami berharap cerita ini bisa memberikan nilai positif bagi pembaca semua.

Bisa jadi motivasi, bisa jadi inspirasi kita bersama. Tentu kita harapkan ada hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil. Seperti apa kisah selengkapnya, mari kita nikmati bersama cerpen kasih sayang berikut ini.


Valentine Days
Cerpen Hari Valentine

Namaku adalah Bimbim, orang yang sejak dalam kandungan sudah beragama Islam. Dan tumbuh dewasa dengan diiringi pelajaran-pelajaran Islam yang selalu orang tuaku ajarkan kepadaku.

Aku makan menggunakan pelajaran Islam. Aku minum menggunakan pelajaran Islam. Tidur menggunakan ajaran Islam. Bahkan ketika hendak masuk kamar mandi berak, menggunakan pelajaran Islam. Semuanya serba Islam pokoknya.

Itulah mengapa banyak orang yang menilaiku sangat kaku, sok alim. Dan tidak terkadang mudah mengkafirkan. 

Yah aku terima saja ucapan dari orang-orang tetapi kemudian aku keluarkan lagi melalui kuping kanan setelah sebelumnya masuk melalui kuping kiri. Bagiku mereka tidak tahu apa-apa tentang Islam, karena mereka tidak dididik Islam sejak kecil.

Pernah pada suatu ketika aku berjalan hendak menuju masjid. Di perempatan dekat dengan tukang bakso ada 4 orang laki-laki yang sedang tertawa lepas sambil menghisap rokok yang penuh dengan asap yang merusak udara. 

Dengan sopan aku dekati keempat pemuda tersebut. Salah satu pemuda bertato rambutnya panjang dan badannya besar melihatku dengan tatapan liar.

Aku menunduk dan terus berjalan mendekati segerombolan orang tersebut. Maaf mas ini sudah adzan, mari kita ke masjid. 

Tuturku dengan sangat sopan, dan kemudian semua pemuda melihatku. Hahaha, emang elu siapa, ngajakin kite ke masjid, lue malaikat..?, ustad..?, malaikat aja mau gua lawan kalo nyuruh gua solat hahah. 

Jawab salah satu pemuda dengan sombong. Eh pak ustad udah kalo mau ke masjid, ya ke masjid aja kita nitip dah hahah. Ungkap salah satu dari pemuda dengan tertawa.

Braggk. Amarahku memuncak, kaki secara tidak sadar menendang meja yang ada di hadapan si preman. Mas ini tidak tahu sudah ada adzan ya, kalau sudah ada adzan ya ke masjid. 

Bicaraku sangat lantang seperti kerasukan jin singa yang sedang sangat marah. Sang preman tidak gentar mereka menegapkan badannya dan mendekatiku secara bersamaan. 

Terus kalo gue tidak mau ke masjid situ mau apa – sambil mendorong-dorong tubuhku ke belakang – lue berani sama kite, kite yang punya kawasan sini, lue anak kemarin sore aja belagu.

Salah satu preman memegang kerah lenganku dan mempelintirnya hingga kerahku berubah menjadi lusuk. Sementara itu amarahku semakin memuncak. Kakiku secara reflek menendang kemaluan preman yang memelintir kerah bajuku. 

Nampak di sana sang preman tergeletak lemas karena nyilu pada bagian kemaluan. Kurang ajar lue ye.

Sang preman lainnya melemparkan pukulannya melalui tangannya yang besar, dan Brakk mengenai samping bawah mataku hingga nampak ada kunang-kunang yang berterbangan.

Seketika aku langsung terjatuh ketika menerima pukulan dari sang preman.

Ketiga preman yang tidak terima karena temannya ku tendang langsung menginjak-injak tubuhku yang tergelatak di tanah.

Layaknya dendam yang membara membakar hati hingga sang preman tidak punya belas kasihan menedang semua bagian tubuhku hingga keluar darah dari mulutku.

Woy..! hentikan woy..! Teriak warga yang melihat aku tergeletak dan menerima injakan dari kaki besar sang preman. 

Awas lue ye, urusan kita belum kelar – mengacungkan jarinya kepadaku yang sudah tidak berdaya. Ayo lari – Ungkap sang preman kepada teman-temannya – Sang preman lari, sementara para warga menolongku. Di bawalah tubuh yang tidak berdaya ini yang penuh memar ke rumah pak ustad. 

Tubuhku yang tidak bisa digerakan secara leluasa diangkat oleh enam warga, ada yang memagang kakiku, tubuhku dan kepalaku. 

Wah kok bisa si Irwan lue dikroyok sama preman. Ungkap salah satu warga yang mengankat kakiku. Iya ini ada-ada aja Irwan.

Ungkap warga yang mengangkat tubuhku. Sementara itu aku terdiam dan hanya menatap sipit dengan lebam di bawah pinggir mata.

Tubuhku di baringkan di kursi empuk yang mempunyai panjang kira-kira tiga meter. Sementara anak pak ustad berjalan datang membawakan lap dan air hangat untuk mengkomres luka lebamku.

Hati begitu bahagia karena sepertinya anak pak ustad yang cantik itu yang akan mengusap luka lebamku.

Sini Siti biar ayah yang mengusap dan mengkompres si Irwan. Ungkap pak Ustad mengambil air hangat yang berada di baskom kecil dan juga lap kering. Hatiku kecewa dan bibirku menjadi manyun.

Lue kok bisa seperti ini si Irwan. Ungkap pak ustad sambil mengelap luka lebamku dengan sedikit menekan. 

Adduh..! – Berontak kesakitan – Pelan-pelan pak ustad. Dan mulaiku ceritakan kejadian awal sampai akhir hingga aku bisa dihajar oleh preman.

Ibadah itu personal Irwan. Ungkap pak ustad sambil terus mengoleskan lapnya di wajahku dengan menekan. 

Jadi bila si preman tidak mau diajak ke masjid ya sudah, intinya kita sudah ngajak. Biarkan Allah yang menghukum, kita sebagai manusia tidak berhak menghukum orang-orang yang enggan sholat.

Apa si pak ustad sama aja, malah nyalahin saya lagi. Ungkap hatiku tanpa terdengar oleh pak ustad. Ini ni kalo ilmu agamanya kurang kuat, lihat orang jihat dan hendak menegakan agama Allah malah diomelin.

Masih ngoceh, di dalam hati tanpa pak ustad mendengarkan. Udah lah..! menepis tangan pak ustad karena telinga sudah sangat lelah mendengarkan ocehan dari pak ustad.

Aku sudah sembuh. Beranjak pergi meninggalkan rumah pak ustad tanpa mengucapkan terimakasih. Astahfirullah.

Ucap pak ustad melihat anak yang tidak tahu diri pergi tanpa menucapkan salam dan terimakasih. Pak ustad tidak berkata apa-apa lagi ketika melihatku pergi.

Pagi yang cerah sementara aku membuka facebook, di sana nampak para muda-mudi memasang setatus mengucapkan,"Selamat Hari Valentine". 

Ini tidak bisa dibiarkan, sebagai muslim sejati aku harus memerangi para muda-mudi yang beragama Islam yang merayakan Valentine, karena hal itu hanya merusak agama Islam saja.

Ku mulai tekan tombol komentar dari setatus pemuda yang berisi tentang Valentine. Valentine itu adalah kebudayaan barat, jadi sebagai umat Islam janganlah merayakan hari Valentine.

Karena orang yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kepada kaum itu sendiri. Bertaubatlah..! tulisku di kolom komentar.

Apa si lue gak penting, gak usah urusin hidup gua, mau ngerayain valentine mau enggak bukan urusan lue. Jawab pemuda menanggapi tulisanku lima menit kemudian dari tulisanku terpublikasi.

Mas..!, mas itu bego mas, jangan mau dibohongi sama orang barat mas suruh ngerayain Valentine, karena hari Valentine timbul dari sejarah pastur Valen yang berzinah dengan seorang perempuan, sejak itulah dinamai valentine.

Tulisku di kolom komentar dengan hati yang penuh amarah.

Wah lue udah kelewatan lue, udah kita ketemuan aja kita tanding otot, bila lue menang dari gua berantem, gua mau dengerin lue, tapi kalo lue kalah lue jadi anak buah gue seumur hidup lue. Jawab komentarku 10 menit kemudian.

Siapa takut mas, saya tunggu di taman sekarang. Tulisku di kolom komentar yang juga sudah termakan emosi.

Sejam kemudian aku bertemu dengan seorang pemuda yang ku temui di facebook sedang memasang setatus tentang valentine. 

Inilah kesempatanku untuk menghancurkan orang-orang yang sudah diracuni fikiran barat. Oceh hati bertatap muka dengan pemuda yang ku temui di facebook.

Udah gak usah banyak bosa-basi, ayo langsung saja serang gua. Sambil meregangkan otot tangannya yang cukup besar. Ayo maju. Dia menantangku menyuruhku untuk menyerang dengan segenap kekuatanku.

Oke. Mengayunkan tendangan ke arah perut sang pemuda. Tetapi upps, tendanganku tertangkap oleh tangan dengan otot besarnya. 

Di tariklah kakiku ke samping tubuhnya dan kemudian kakinya menendang kakiku yang masih menempel di tanah. 

Terjatuhlah aku dengan sangat kuat mendaratlah punggungku dengan sangat kasar hingga membuat ngap nafasku. Setelah jatuh nampak pemuda menginjak bagian perutku tanpa ampun. 

Sampai mulutku keluar darahpun dia belum memberikan ampun. Tidak ada perlawanan yang berarti yang bisa ku lakukan, karena kedua tanganku dipegang erat oleh satu tangan kanannya yang besar.

Sedangkan kedua kakiku dipegang satu tangan kirinya yang juga besar. Sementara itu kakinya yang juga besar terus menginjak-injak perutku hingga mulutku mengeluarkan darah.

Nasib baik ada orang yang juga menolongku, pria betubuh besar dan kekar itu lari. Aku pun kembali berlabuh di rumah pak ustad.

Peristiwa itu menyita perhatian pak ustad. Aku pun tak lepas dari wejangan yang menghujam. "Nak, hal baik yang dilakukan dengan cara yang tak baik juga tidak akan menghasilkan kebaikan," ucap pak ustad.

"Kebenaran harus dilakukan dengan cara yang benar agar nilai kebenaran itu tidak ternodai oleh cara yang salah", aku hanya tertegun diam. "Mungkin aku masih harus banyak belajar lagi," gumamku dalam hati. (Apw)

---oOo---

Mengharukan juga ya kisah yang diangkat dalam karya di atas? Ya, paling tidak kita bisa mendapatkan bahan tambahan untuk belajar menulis atau mengarang.

Siapa tahu dengan adanya cerpen hari valentine di atas kita bisa lebih bersemangat belajar menulis. Siapa tahu ada yang memiliki bakat terpendam yang tidak diketahui.

Ya sudah, semoga berkenan untuk anda semua. Silahkan lanjutkan untuk melihat beberapa karya lain yang sudah disiapkan dibagian akhir pembahasan ini. Pilih saja yang disukai ya, silahkan!

Cerpen tentang Hadiah Valentine dari Pacar

Ini adalah cerpen tentang hadiah Valentine dari Pacar. Hari Valentine (hari kasih sayang), yang remaja pasti mengenal sekali sebutan valentine day ini ya. Kebanyakan mungkin juga merayakan hari tersebut. Kisah kali ini berkaitan dengan hal tersebut. Mau tahu!

Cerpen tentang Hadiah Valentine dari Pacar
Contoh Cerpen tentang Valentine
Ada yang pernah mendapatkan kado atau hadiah spesial pada saat perayaan valentine? Banyak mungkin. Atau mungkin ada yang memiliki kenangan tertentu? Kenangan yang tak terlupakan?

Mengingat hal yang telah berlalu, bisa manis bisa pahit. Tapi menghadapi hari yang akan menjelang tentu penuh harap dan doa. Seperti juga berharap akan perhatian pasangan.

Cerita pada cerpen kali ini mungkin bisa sedikit mengobati luka dan galau, bagi yang sedang mengalami. Yang sedang penuh bunga cinta tentu diharapkan bisa menjadi semangat. Yuk kita ikuti langsung!

Hadiah Valentine
Cerpen oleh Contohcerita.com

Ramainya kota sedikit membuat kupingku berdengung kencang, sementara udara kotor berhamburan kemana-mana merasuk ke paru-paruku. Nampak sesak laju nafasku, seperti tidak ada pelumas di dalam rongga tenggorokannku.

Sayang, panas ya..? – Tanyaku melihat kekasihku bercucuran keringat – Dengan lembut aku mengelap keringat yang berada di wajahnya.

Hmm – Tersenyum sangat sedikit seolah begitu pelit terhadap senyum. Tetapi setidaknya dia mau tersenyum kepadaku ketika aku meletakan perhatian dalam padanya. Aku mau kasih hadiah untukmu. 

Sambil meletakan tangan di belakang badan seperti ada yang di sembunyikan. Ini adalah hadiah sepesial valentine untukmu, tapi kau harus pejamkan mata. Terpanah sambil berkaca dalam bola mataku.

Tanpa banyak komentar aku memejamkan mata. Kau mau memberiku apa..? – memejam sambil membuka telapak tangan ke atas. Kau diamlah dulu nanti juga tahu – ungkapnya menambah penasaran hatiku.

Di letakanlah sebuah benda berbentuk kubus di telapak tanganku, tidak terlalu besar hanya berukuran satu jengkal anak remaja. Sekarang kau boleh membuka matamu – tersenyum dengan begitu tampannya. 

Aku membuka mataku dan aku tidak sanggup berkata-kata. Apa ini..? – tanyaku begitu terkejut dia seromantis ini. 

Aku mulai membukannya. Wah, kau membelikanku sebuah boneka beruang yang sangat cantik – merangkulnya dan melemparkan ciuman di pipinya – Terimakasih sayang aku begitu senang.

Usai diberi hadiah berupa kado, yang menurutku tempatnya kurang bagus untuk momen ini. Tetapi meski tempatnya kurang mendukung, perhatian dan kadonya sangat cukup membuatku bahagia.

Selanjutnya kami berjalan pulang ke rumahku, menggunakan mobil kekasihku.

Hari ini aku begitu bahagia kau mau meluangkan waktumu untukku untuk sekedar menikmati pemandangan kota yang penuh debu dan panas ini.

Tuturnya dengan begitu pelan penuh kasih sayang, sambil memutar-mutar setir hendak berbalik arah untuk menyeberang jalan.

Ya aku juga mengucapkan terimakasih kepadamu, karena kau juga telah memberikan hadiah kepadaku, dan bersikap sangat romantis padaku. 

Begitu terharu dengan sikap romantis yang dimilikinya. Kau tahu bukan, bahwa wanita memang sangat senang dimengerti diberi momen-momen romantis. Tuturku sambil sedikit bencanda.

Aku tahu itu, tetapi aku romantis bukan karena kau wanita. Lalu..? untuk apa kau melakukan ini. Sahutku. 

Aku melakukan semua ini karena memang aku mencintaimu. Lagi-lagi dia melelehkan hatiku, dan wajahku merah tidak sanggup berkata apa-apa.

Jantungku memompa lebih cepat dari sebelumnya, kata-katanya sungguh membuatku tidak berdaya. Tetapi aku berusaha meenangkan diriku sendiri, sebisa mungkin untuk bisa tenang seperti tidak ada apa-apa. 

Tetapi semakin aku mencoba dan berusaha untuk tenang perasaan gugup malam menjadi-jadi. Rasa gugupmu memang telah menguasai seluruh kendali dalam tubuhku.

Sebenarnnya nanti malam aku ingin mengajakmu menonton sebuah derama komedi di bioskop, filmnya seru lo, My Stupied Bos.

Oh iya – Melihatnya dan tidak menyangka ternyata kejutan dan momen romantis yang dia berikan kepadaku belum habis –.

Iya – kembali berbicara sambil menyetir – kira-kira kau ada waktu tidak nanti malam..?

Emmmm – pura-pura mikir padahal ini adalah momen yang ditunggu-tunggu. Ayolah sayang. Cetusnya memintaku menemaninya menonton film. 

Aku masih menahan aktingku untuk membuatnya semakin gelisah menunggu jawabanku. Maaf sayang. Maaf apa..? kamu gak ada waktu ya – ungkapnya dengan wajah penuh kekecewaan – bukan itu, maaf aku gak bisa nolak jalanin keromantisan lagi denganmu hehe.

Hahh – tertawa girang tidak memperdulikan keselamatan – eh sayang hati-hati dong entar nabrak gimana. Ingatkannya dengan wajah yang sangat cemas.

Iya maaf sayang kan lagi bahagia. Jawabnya sambil terus menyetir tanpa mengurangi kecepatan. Ya sudah nanti malam aku jemput pukul 19:00 ya.

Hmm – sambil mengangguk tersenyum dan tidak berkata-kata lagi. 

Hingga tak lama kemudian aku smapai di pengkolan dekat rumahku. Mobil kami langsung meluncur dan melewatinya hingga akhirnya aku dan kekasihku benar-benar sampai di rumahku. 

Aku mulai membuka pintu mobilnya dan kekasihku juga membuka pintunya sendiri. Kau mau mampir dulu..?. menawarkannya.

Aku langsung saja pulang nanti malam aku ke sini. Ungkapnya masih dengan sedikit senyumnya. Ya sudah aku tunggu nanti malam. Tersenyum memandang bola matanya yang bulat.

Iya – masih dengan sedikit senyum – berjalan masuk ke mobil dan menghidupnkannya. Mulailah tangannya melanbai dan mobilnya melaju keluar dari halaman rumahku.

Dari mana kamu Viona. Suara tanya dengan nada datar ibuku. Hmm – memperlihatkan senyuamn lucu untuk mencairkan suasana – habis keluar jalan-jalan ma.

Itu tadi siapa, pacarmu..? tanya mamaku tanpa sedikitpun tersenyum. Aku hanya diam tersenyum dan tersipu. Mengapa kau tidak suruh mampir itu pacarmu, aku ingin mengobrol. Ungkap ibuku.

Ah mama ini iya lain kali suruh mampir. Masuk ke dalam rumah tanpa tertarik lagi dengan jawaban yang akan dilontarkan oleh mamaku.

Aku masuk ke kamar dan memandangi boneka beruang putih dengan pita cantik di kelapanya. Boneka ini akan mengabadikan momen indah kenangan keromantisan kekasihku kepadaku.

Tubuh ini begitu lelah, sementara hari masih panjang, karena ini baru jam dua siang. Mulailah ku rebahan, sejenak merajut mimpi indah yang belum tahu bagaimana mimpi itu berjalan dan bagaimana ceritannya. Yang pasti mimpiku akan seindah hariku saat ini. 

Hemm aku masih sanggup merasa tetapi aku tidak sanggup melihat, semuanya gelap. Tetapi kulitku dan otaku masih bisa meraskaan keadaan di sekitar. Juga masih bisa merasakan hembusan nafasku.

Hey Viona bangun nak, ini sudah sore waktunya kau mandi. Panggil ibuku dua jam kemudian terhitung sejak aku berbaring. Iya ma – menjawab dengan terpejam.

Mulai pelan-pelan aku membuka mataku dan ku lihati jendela di sana ada matahari yang sudah hampir pulang. Tinggal sedikit sinar yang terlihat oleh mataku.

Ketika matahari hendak pulang tiba-tiba bayang Herkules kekasihku muncul dalam benak. Tubuh yang tadinya lemas karena kurang cairan karena kehilangan banyak cairan ketika tidur seketika menjadi bugar.

Aku langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi cantik dan mempersiapkan semuanya untuk nanti malam.

Malam datang sementara itu aku sudah sangat siap pergi menonton malam ini dengan kekasihku. Ting tung... ting tung – suara bel rumah – wah sepertinya Herkules tu. Aku langsung bergegas keluar. 

Eh bibi biar saya aja yang buka pintu. Mencegah pembantuku membukakan pintu. Eh si enon, iya non, bahagia banged si kayaknya siapa si non. Tutur katanya meledek.

Ah bibi mau tau aja udah ke belakang. Iya non dan berjalan ke belakang. Baru kemudian aku membukakan pintu dan ternyata memang benar dia Herkules. 

Halo sayang, langsung saja yuk udah malem. Ungkapku ajak kekasihku pergi tanpa menawarinya duduk di rumahku. Ayo – ungkapnya dan kemudian kami berjalan menuju mobilnya bersama.

Sepanjang jalan, langit malam seolah terikat tidak ada daya untuk bisa berbuat apa-apa. Jangankan mengeluarkan sinar memberikan pendapat tentang kemesraan kami saja tidak bisa. 

Bagai seorang pembicara yang sudah kehilangan gagasan di dalam otaknya karena sudah mati gaya. Sehingga jangankan untuk bisa memberikan wawasan kepada pendengar tersenyum saja tidak berani.

Pendapat langit bagiku tidak penting yang terpenting malam ini aku akan menikmati malam panjang dengannya sesuka hatiku dan sesuka hantinya.

Tak peduli langit dan bumi membisu melihat kemesraan kami, yang terpenting bagi kami adalah kebahagiaan kami sendiri. (Apw)

---oOo---

Tidak terasa, satu kisah cinta sudah habis tamat. Membaca cerita atau kisah seperti ini memang seru dan tidak akan terasa. Apalagi cerpen valentine yang memang sudah lama dicari dan ditunggu.

Ditambah lagi ceritanya baru, bagus juga. Jadi ingin membaca lagi ya. Tenang saja, masih ada banyak kok. Bukan hanya satu judul di atas. Bagi yang ingin lanjut silahkan pilih dibagian bawah ya!

Cerpen Cinta, Jangan Paksa Ah

Siapa bilang cinta tak bisa dipaksakan? Ya, memang benar begitu, cinta memang tak bisa dipaksa. Tema ini yang akan anda dapat dari cerpen cinta terbaru berjudul "Jangan Paksa Ah!!". Cerita ini berisi perjuangan yang seseorang lakukan untuk mendapatkan cinta yang diidamkan sekaligus menggambarkan bahwa seseorang tak mungkin bisa sandiwara mengatakan cinta jika tidak cinta.

Image: amnashark.blogspot.com

Satu karya ini diharapkan bisa menambah bahan hiburan sekaligus bahan belajar bagi anda semua. Tentunya untuk belajar cerita ini bisa dikaji dari banyak sisi baik itu pesan moral maupun berbagai unsur cerita yang ada di dalamnya. 

Untuk gambaran saja, cerita kali ini ditulis dengan bahasa yang sederhana, dengan alur yang tidak begitu rumit hanya seperti penceritaan biasa.

Jangan Paksa Ah!! adalah sebuah curahan dari hati seseorang yang merasa terganggu dengan adanya pendekatan (PDKT) yang dilakukan kepada dirinya. Bahkan ada pernyataan yang jelas untuk penolakan atas cinta yang di ajukan kepada dirinya. Lebih jelas mengenai kisah tersebut bisa anda baca sendiri di bawah ini.

Jangan Paksa Ah!!
Oleh Contohcerita.com


Cinta memang hak dan milik semua orang, begitu juga dengan mu. Memang tidak salah jika engkau menyukai dan mencintai seseorang yang tidak memiliki perasaan yang sama namun mungkin anda perlu tahu bagaimana perasaan orang lain jika anda berusaha mengejar cinta anda dengan terlalu bernafsu.


Arum adalah sosok wanita sederhana yang selalu menghormati perbedaan, menyayangi sesama dan selalu menjunjung tinggi rasa persahabatan. 

Tidak pernah membedakan siapapun, dari kalangan apapun. Untuk semua hal yang pernah dia alami, bahkan yang terburuk sekalipun ia tak pernah membenci seseorang. Tapi tampaknya itu berbeda dengan apa yang dia rasakan dengan Gunawan.

Lain dari yang lain, Gunawan menjadi satu-satunya orang yang benar-benar tidak ingin dia temui - bahkan sepertinya dia sangat membenci lelaki tersebut. 

Semua berawal dari pandangan pertama yang mengakibatkan pria ini jatuh hati terhadap kecantikan Arum. Memang, meski terlihat sederhana, namun Arum adalah sosok wanita idaman bagi banyak pria. Wajar saja Gunawan pun jatuh hati padanya.

"Hi, aku Gunawan, maaf telah mengganggu..." Sapa Gunawan kala itu di siang terik kala pulang sekolah.
"Hi juga..." Jawab Arum datar karena merasa belum mengenal lelaki yang sedang menyapanya tersebut.
"Siapa namamu, kamu dari kelas apa?"
"Em.. aku Arum, aku kelas MIA", jawabnya datar.. "Maaf aku harus pulang sekang"...

Tanpa tersenyum tanpa memandang ke arah Gunawan, Arum pun bergegas meninggalkan lelaki yang menyapanya tadi. "Dimana-mana lelaki memang sama saja, tak bisa melihat cewek cantik", gumam Arum seraya tersenyum sendiri.

Saat itu Arum tak sadar bahwa sebenarnya dia telah menumbuhkan benih cinta pada seseorang. Ia benar-benar tak menyadari sampai suatu pagi dia mendapati kiriman mawar di depan pintu rumahnya.

"Ai....bunga siapa ini, pagi-pagi gini kok ada bunga disini", ucapnya dengan kaget.

Karena tak begitu menyukai bunga Arum langsung membuang bunga tersebut di kotak sampah. Baru beberapa meter dia mengayuh sepedanya tiba-tiba dia dihadang oleh seorang lelaki yang juga mengendarai sepeda seperti dirinya.

"Hai, baru mau berangkat, bareng ya...", ucap Gunawan.
"Ha... kamu ini siapa, kok tau-tau disini, anak baru ya?" jawabnya ketus.
"Aku sudah lama tinggal di daerah ini, cuma baru tahu aja kalau kita satu komplek" jawabnya.
"Penting gitu"... jawab Arum sambil berlalu.

Semakin di tolak, semakin penasaran, begitulah sepertinya yang sedang terjadi pada Gunawan. Buktinya saja, hari ini dia telah menemui Arum lebih dari lima kali dimulai dari pagi, istirahat sekolah, bahkan saat jam sekolah berjalan serta sehabis pulang sekolah. 

Arum bahkan mulai merasa terganggu karena hal itu, meski begitu ia sadar bahwa ia tak bisa sepenuhnya menyalahkan Gunawan karena dia tahu bahwa Gunawan menaruh rasa padanya. Hanya sesekali dia berdendang, menyanyikan sepenggal syair yang ditujukan untuk lelaki yang sedang mengejar cintanya tersebut.
ahh ahh ahh ahh ahh ahaa ahh ahh ahh ahh ahh ahaa
Sudah sering ku katakan
Aku gak naksir kamu
Sudah sering ku patahkan
Kata cinta darimu
Bunga bunga lagi kau kirim padaku
Puisi cinta lagi kau tulis untukku
Hanya tuk buktikan cintamu...
Begitulah, sedikit demi sedikit sang gadis yang penuh toleransi itu mulai jengah, lelah dengan semua rayuan, pujian dan segala usaha yang dilakukan Gunawan. Bahkan suatu hari pernah, dia seolah sengaja mengatakan dengan jelas kepada Gunawan bahwa dia tidak menaruh hati padanya.

"Semakin kamu mengejar aku, semakin ku menjauhi mu. Biarkan aku dengan diriku tolong jangan kau paksa aku. Jika akhirnya ku cinta kamu pastikan aku, mengejar kamu" jawab Arum ketika suatu malam Gunawan kembali mengatakan "cinta" padanya.
Sudah sering ku katakan
Aku gak naksir kamu
Bunga bunga lagi kau kirim padaku
Puisi cinta lagi kau tulis untukku
Hanya tuk buktikan cintamu...
Hanya tuk buktikan haa...
Cinta, Jangan Paksa Ah!!

Arum pun dapat sedikit lega, pasalnya Gunawan yang tadinya menggebu-gebu mengejar cinta kini mulai bisa menahan diri. Dia tak lagi begitu sering mengirim bunga, dia tak begitu sering lagi mengucapkan kata cinta. Tapi aneh, seketika itu Arum merasakan sesuatu yang berbeda, seperti ada yang hilang.

"Kenapa, ah....kenapa terkadang aku mencuri pandang pada matanya?", gumamnya suatu malam.
Biarlah, biarkan semua mengalir apa adanya. Jika akhirnya ini memang terjadi maka aku ikhlas, aku rela meski aku sudah pernah di buat jijik atas laku-nya. 

Saat Arum sudah mulai lupa akan sosok Gunawan yang pernah mengganggunya setiap hari tiba-tiba ada sesuatu yang menyentuh hatinya. 

Kala itu, kebetulan musim ujian sekolah telah usai dan acara perpisahan sekolah pun digelar. Tak menyadari dan tak pernah sedikitpun terbayang dalam benak Arum, Gunawan melakukan hal yang begitu menyentuh hati.

Pada acara perpisahan itu, Gunawan naik panggung, seperti yang biasa dilakukan oleh anak band yang lain. Hal yang sangat mengejutkan bagi Arum pun terjadi.

"Lagu ini aku persembahkan untuk seseorang yang selama ini mengganggu tidur ku, lagu ini kubuat khusus untuk mengenang perpisahan antara kami, yang mungkin saja akan segera terjadi setelah pesta ini selesai.Untukmu, Arum, ku persembahkan hatiku seutuhnya."

Arum terperangah, mulutnya setengah terbuka ketika dia sadar namanya di sebut oleh lelaki yang sedang berada di atas panggung itu. Ada rasa malu, tapi seperti ada perasaan bahagia yang siap meledak kan hatinya. 

Sang gadis belia tersebut tertegun, menikmati setiap lirik yang terucap, matanya berkaca-kaca namun ia tak sanggup mengatakan apapun ketika semua mata tertuju padanya. Bahagia bercampur malu, pipinya seketika memerah, namun akhirnya dia tersenyum.

oOo

Apa yang terjadi pada Gunawan dan Arum tak dijelaskan lebih lanjut oleh penulis. Sepertinya melalui cerpen cinta tak bisa dipaksa tersebut penulis sengaja menggantungkan akhir ceritanya. 

Sedikit menyesal si, namun hal inilah yang membuat cerita berjudul "jangan paksa aku" tersebut menarik. Bagaimana akhirnya jika kisah tersebut dilanjutkan? 

Semua tergantung pada anda, silahkan imajinasikan saja akhir kisah mereka berdua tersebut. Yang masih ada waktu bisa melihat beberapa kisah lain di bagian akhir tulisan ini. Tidak usah beranjak, di situs contohcerita.com ini anda bisa mendapatkan banyak cerpen menarik singkat untuk hiburan.

Cerpen Horor, Menari Bersama Bintang

Contoh cerpen horor berjudul "Menari Bersama Bintang". Cerita pendek yang satu ini merupakan cerpen horor yang masuk dalam kategori cerpen singkat. Ceritanya mengisahkan pengalaman seseorang dalam melihat penampakan mengerikan.

Cerpen Horor, Menari Bersama Bintang

Cerita tersebut bagus dan menghibur dan tentunya menegangkan sekali. Bagi yang hobi dengan cerita horor bisa membaca cerpen berjudul "Menari Bersama Bintang" tersebut di website ini. Mau?

Kisah dalam cerpen singkat terbaru ini bercerita tentang pengalaman pahit seseorang gadis remaja yang melihat hantu - penampakan kepala yang beberapa kali muncul mengganggu dirinya.

Pertama kali muncul penampakan itu tidak begitu menakutkan bahkan sedikit unik karena terdengar juga suara nyanyian dari penampakan tersebut.

Namun selanjutnya..... Pokoknya mengerikan, agar tahu bagaimana kisah selengkapnya dari cerpen horor tersebut mari kita baca langsung ceritanya di bawah ini.

Menari Bersama Bintang
Oleh: Contohcerita.com

Malam sepi, sendiri paling enak duduk di balkon atas rumah, menikmati pemandangan langit yang bertabur kerlip. Itu adalah kebiasaan sejak kecil yang selalu saja membuat aku terkena marah ayah. Wajar memang, aku adalah seorang gadis - meski sedikit tomboi.

Malam itu aku juga berniat mengasingkan diri dari segala alat elektronik, macam televisi dan sebagainya.

Aku lantas naik ke balkon dengan membawa semua peralatan tempur, di tempat yang tidak terlalu luas itu aku selalu bisa merasa tenang dan damai apalagi di temani dengan berbagai cerpen kesukaan.

Biasanya aku senang menghabiskan waktu dengan membaca novel atau cerpen, sesekali aku juga bernyanyi di iringi suara gitar yang aku petik sendiri. Berada di ketinggian dan memandang lepas ke depan benar-benar menghibur.

Dari atas sini kita bisa melihat banyak hal khususnya yang ada di seberang jalan depan rumah. Pernah suatu kali aku tertegun sampai hampir jatuh ketika menyaksikan drama romantis yang sangat mendebarkan.

Saat itu waktu masih sore, aku baru beberapa menit berada di sana. Tiba-tiba aku melihat dua orang keluar dari taksi - satu pria satu wanita. Bukan penampilan mereka yang menyita perhatian namun teriakan salah satu dari mereka.

"Cukup....cukup sampai disini saja hubungan kita, aku sudah muak denganmu...!"
"Kamu tidak bisa seenak hati seperti itu!! Aku memang mencintaimu tapi aku tidak mau diperlakukan seperti budak, apalagi sapi perah!!!"

Suara pertengkaran mereka samar-samar terdengar di telingaku, memang, meski sedikit jauh aku bisa menangkap apa yang mereka ributkan. Mereka adalah sepasang kekasih yang sedang bertengkar entah karena apa, aku juga kurang tahu.

Mataku dan telingaku masih saja tertuju pada mereka berdua yang belum beranjak tepat di mana mereka baru turun dari taksi yang mereka tumpangi tadi. Kendaraan sudah mulai sepi, aku mulai lebih jelas mendengar berbagai kalimat-kalimat yang keluar dari mulut mereka.

"Mereka seperti anjing dan kucing", gumamku dalam hati. Tak berapa lama dari itu akhirnya mereka pun berlalu, satu pergi ke arah kanan dan satunya ke arah berlawanan.

Aku tertawa sendiri jika ingat kejadian tersebut, ada rasa kasihan tapi ada rasa geli yang sangat. Kejadian itu adalah salah satu kejadian yang lumayan melekat di pikiran ku.

Setelah kejadian itu, saat baru sampai di balkon rumah pandanganku selalu menyapu halaman depan rumah bahkan sampai ke ujung jalan, berharap ada lagi satu kejadian yang bisa menemani ku malam itu.

Selain menantikan berbagai adegan di depan jalan aku juga sangat menikmati gemerlap langit yang penuh bintang.

Bahkan terkadang aku membayangkan betapa senangnya jika aku bisa menyaksikan pemandangan seperti ini di seluruh hidupku. Bintang yang berkedip bisa memberikan harapan, ketenangan dan rasa puas diri, itu yang aku rasakan, tidak di besar-besarkan.

Saat kamu merasa sendirian
Lihat ke atas penuh bintang bertaburan
Saat kamu merasa kesepian
Raihlah satu bintang kau akan bahagia...

Menarilah menari bersama bintang
Di angkasa diantara ribuan
Gemerlap cahaya akan kau temukan
Salah satu bintang yang paling terang

Hari itu aku sedang tidak enak hati, ada sedikit peristiwa yang membuatku murung dan bersedih. Aku pun lantas langsung menuju singgasana ku tersebut. Saat itu aku tidak membawa apa-apa selain rasa kecewa dan galau yang membuncah.

Pulang sekolah tadi aku melihat Dandi, teman dekatku berboncengan mesra dengan Lita, itu yang membuat hatiku tiba-tiba gusar, ingin marah dan gundah. Mungkin aku cemburu atau apalah...yang jelas aku benar-benar sedang tidak enak hati sekarang ini.

Hatiku benar-benar gelisah sehingga tak ku sadari ada teriakan-teriakan kecil dari seberang jalan. Rupanya, di seberang jalan sedang ada beberapa anak perempuan yang bermain di pinggir jalan.

Sepertinya mereka baru dari berbelanja, masing-masing tangan mereka membawa bungkusan plastik besar berlogo swalayan terkenal.

"Aku iri dengan mereka yang bisa keluar rumah sesuka hati, andai saja..." gumamku dalam hati. Lihatlah betapa bahagianya mereka, bercanda tawa dengan teman-temannya... Tak terasa air mataku meleleh....

"Braaak......." tiba-tiba terdengar suara mobil berdecit yang diikuti suara teriakan.
"Alamaak......" aku pun sangat terkejut, sepontan tanganku pun menutup mulutku yang langsung menganga.

Naas, salah satu anak yang bermain di tepi jalan tadi tertabrak mobil, tak lama suasana pun gaduh. Aku tak mampu berbuat apa-apa selain mengunci mulutku rapat-rapat, kakiku gemetar, "aku menjadi saksi atas kejadian tragis itu"

Keesokan harinya terdengar kabar bahwa anak tersebut telah meninggal dengan keadaan yang cukup mengenaskan. Lehernya patah, kakinya dan tangannya terpisah. Karena peristiwa itu hampir satu minggu aku tidak duduk di atas balkon lagi. Bukan karena takut namun karena sedikit ngeri jika harus menyaksikan kejadian serupa lagi.

Tapi kejadian itu tak mampu lama berbekas di pikiranku, aku pun kembali naik ke atas balkon kesayanganku tersebut.

Entah, kali ini aku tidak merasa tenang, baru kali ini aku tidak merasa nyaman dan senang berada di balkon. Aku hanya tertunduk dan memegangi dagu meski saat itu bintang sedang sangat gemintang. Tak terasa pikiranku pun melayang jauh, terbang entah kemana...

Menarilah menari bersama bintang
Di angkasa diantara ribuan
Gemerlap cahaya akan kau temukan
Salah satu bintang yang paling terang
Lirik by: Anisa Rahma

Tiba-tiba aku terperanjat, aku seperti mendengar suara nyanyian dari kejauhan. Ku cari sumber suara itu, tak ada. "Semua penjuru telah ku lihat tapi dari mana asal suara nyanyian itu?"

Satu-satunya arah yang belum ku lihat adalah langit yang biru, aku langsung menengadahkan muka ku dan langsung duduk tersimpuh. Betapa tidak, aku melihat kepala-kepala remaja yang melayang-layang di angkasa.

Mataku terpejam, aku tak mampu bersuara sama sekali karena sayup masih terdengar nyanyian itu. "Ah, aku pasti salah lihat", langsung ku buka mataku...

"Setan.....!" Bayangan kepala itu adalah milik gadis-gadis yang waktu itu temannya kecelakaan. Aku masih ingat salah satu wajahnya, ya wajah gadis yang tertabrak kemarin, ia tersenyum padaku.

Tak kuasa menahan rasa takut aku pun langsung berlari turun, meski penampakan wajah tersebut tidak menakutkan namun peristiwa seperti itu jelas tidak normal. Pasti ada yang salah, entah penglihatanku atau imajinasiku.

Keesokan harinya aku tidak berani beranjak ke balkon, dengan terpaksa aku melihat tv di ruang tengah.

"Tumben nonton tv..." sapa ayahku yang baru pulang kerja.
"Iya yah, lagi males, eh yah, memang di dunia ini benar ada hantu ya?" tanyaku pada ayah

"Kalau setan ada, tapi hantu tidak ada..." jawab ayah sambil berlalu
"Apa maksudnya", pikirku dalam hati.

Aku kembali teringat pada kejadian di balkon tersebut, entah mengapa timbul rasa penasaran dan ingin tahu apakah bayangan-bayangan kepala tanpa badan tersebut masih ada ada. Aku nekat naik ke balkon meski sedikit ragu.

Ku lihat sekeliling, sepi, maklum ini baru habis magrib, aku langsung duduk diperaduanku sambil membuka buku kesayanganku.

"Ternyata tidak ada lagi", gumamku sambil mencari-cari batas buku yang ku baca.
"Hi....kamu mencariku ya?, ayo sini, kita menari bersama bintang...."

Kaget, aku langsung berdiri karena mendengar ada suara gadis yang menyapaku. Tak ada siapapun.
"Aku disini, ditempat kemarin..." suara itu datang lagi.
Aku langsung melihat ke langit dan ternyata........

Penampakan kepala itu berdarah-darah.... seperti kepala yang pecah dan darahnya mengucur...
Aku langsung berteriak,....lari ke dalam....

Sontak seisi rumah pun berlarian menghampiriku dan menanyakan apa yang terjadi.
"Ada hantu"... jawabku singkat dan langsung lari menuju kamar bunda. Tak ada yang menyusul, hanya bunda yang kemudian menghampiriku dan tidur memelukku dengan mesra.

Itu adalah pengalaman mengerikan dalam hidupku, setelah saat itu, balkon menjadi tempat yang paling menakutkan bagiku. Aku meminta orang tuaku membongkar balkon tersebut agar aku tak lagi ingin ke sana.

Setelah balkon di bongkar, aku tak pernah lagi melihat indahnya bintang. Sejak saat itu tak ada lagi yang mengajakku menari bersama bintang. Aku bersyukur, waktu itu aku tidak menuruti ajakan itu, kalau tidak aku pasti sudah mati terjatuh dari balkon.

---Tamat---

Itulah satu kisah yang akan menghibur kita hari ini. Jangan lupa, baca juga beberapa cerita pendek berikutnya yang sudah disiapkan. Masih ada beberapa judul lagi selain cerpen horor di atas yang layak untuk kita nikmati. Kalau masih kurang bisa juga mencari tema-tema cerpen lain di bagian halaman depan.

Cerpen 5 Orang Singkat, Hukum Karma

Cerpen 5 Orang berjudul "Hukum Karma." Memang, ada saja tema cerpen terbaru yang banyak di cari, salah satunya yang yang akan kita baca kali ini. Sebuah cerita pendek singkat yang akan mengetengahkan masalah remaja dengan keangkuhan dan kesombongan. 

Cerpen 5 Orang Singkat

Cerpen singkat terbaru kali ini berjudul "karma", sebuah cerita yang mengisahkan balasan untuk orang yang telah melakukan keburukan. Apakah tema cerita seperti ini cuku menarik?

Tentu saja, sesuatu yang belum pernah di baca sebelumnya akan menarik, apalagi kisahnya merupakan kisah seputar remaja yang selalu di penuhi haru biru persahabatan. 

Ada kecemburuan, ada iri ada dengki, ada cinta yang membahana, itulah seputar kehidupan remaja yang penuh warna. Ada pengkhianatan, ada kesombongan, keangkuhan dan menganggap dirinya paling wah. 

Apakah Cerpen 5 Orang Singkat berjudul Hukum Karma tersebut benar-benar menggambarkan kisah tersebut? Kalau kita lihat dari judulnya, tentu saja ada lima orang tokoh yang dikisahkan dalam cerita ini. 

Jika dilihat dari tema, sangat mungkin kisahnya seputar sahabat, mungkin saja satu sahabat menganggap rendah sahabat yang lain, berperilaku buruk sehingga terjadilah yang sering di sebut hukum karma. 

Untuk tahu yang sebenarnya tidak ada jalan lain selain membaca cerpen ini langsung, mari kita baca bersama.

Hukum Karma
Cerpen oleh Irma

Aguste dan Renatei merupakan sahabat baik. Mereka telah bersahabat sejak kecil, tapi suatu hari ketika keluarga Renatei jatuh miskin, Aguste pun tak ingin lagi bersahabat dengan Renatei. 

Suatu siang ketika Renatei, Aguste, Inoel, Yuni dan Hadisan sedang berada di kelas untuk bersih-bersih sebelum pulang sekolah, Renatei dengan berat hati mengatakan kepada Aguste untuk membantunya. 

Karena menurutnya Aguste lah yang bisa menolongnya dan Aguste merupakan sahabatnya, malah yang terjadi adalah Aguste balik menghina Renatei.

“Aguste, bisakah kau menolong ku sedikit saja?”, ucap Renatei
“Apa? Menolongmu? Kau pikir kau itu siapa yang harus aku tolong?” jawab Aguste dengan nada yang sedikit ketus.

“Kenapa dengan mu Aguste? Bukankah kita sahabat? Masa kau sudah lupa dengan itu?”, Renatei kembali mencoba membujuk sahabatnya tersebut. Namun sepertinya sang sahabat benar-benar telah berubah. Ia bahkan dengan terang-terangan mengatakan sesuatu yang sangat melukai. 

“Sahabat? Maaf ya aku tidak punya sahabat seperti mu yang miskin. Aku hanya mau bersahabat dengan orang yang kaya.”, ucap Aguste dengan kasar

Pada saat yang genting tersebut teman lain mencoba melerai sebuah pertengkaran yang mungkin saja akan terjadi di antara mereka. “Kenapa dengan kalian berdua? Sepertinya sedang bermasalah gitu??” ucap Inoel. 

Renatei mencoba menengkan suasana dengan mengatakan bahwa mereka baik-baik saja dan tidak ada masalah apapun yang perlu di ributkan. “Tidak ada apa-apa kok. Kita berdua baik-baik saja. Ya kan Aguste?”, lanjut Renatei.

“Baik-baik saja? Gini ya Noel, tadi si miskin ini meminta bantuan ke aku. Tapi sayangnya aku tak ingin membantu orang seperti dia. Mana dia ngaku-ngaku sahabat aku lagi? Ogah deh.” Ucap Aguste dengan lebih tak sopan. 

Mendengar apa yang telah di katakan olah sahabatnya tersebut, tak pelak dan tak perlu waktu yang lama, Renatei pun pergi karena mendengar perkataan Aguste seperti itu.

“Jangan begitu Aguste. Bukannya kau dan Renatei memang bersahabat dari kecil? Masa karna sekarang Renatei dan keluarganya jatuh miskin, kau tidak mau lagi bersahabat dengannya. Bukannya saat-saat seperti ini kau bisa tunjukan ke dia, kalau kau memang sahabatnya. Bukan malah meninggalkannya.”, Inoel mencoba memberikan nasehat kepada temannya itu. 

Ia tidak ingin sama sekali persahabatan mereka semua hancur gara-gara ulah yang tidak benar tersebut. Bukan hanya Inoel yang menasehati Aguste, Hadisan juga membenarkan apa yang telah dikatakan oleh Inoel. “Betul itu kata Noel. Seharusnya kau sekarang menyuport dia, bukan menghina dia seperti itu. Kasian kan dia.” Lanjut Hadisan.

Seperti tidak ada reaksi apapu, Aguste masih tetap diam mendapati nasehat dari kedua rekannya tadi. Ini jelas sekali membuat Yuni lebih geram dari Biasanya. Ia yang biasanya pendiam pun ikut berbicara di tengah kejadian tersebut. “Betul itu. Sahabat seperti apa kau ini?”, bentak Yuni.

Bukannya sadar, Aguste malah melakukan hal yang sama terhadap mereka. Entah apa sebenarnya yang sedang ada dalam pikirannya saat itu. Dengan begitu kasarnya ia membantah semua nasehat yang secara tulus telah diberikan. 

Malang, Aguste seperti sedang di kuasai roh jahat. “Kalian pikir siapa kalian yang berani-berani menasehatiku? Sok baik! Terserah aku dong mau berbuat apa. Urus saja diri kalian masing-masing.” 

Hadisan mencoba mengingatkan apa yang sebenarnya mereka katakan. “Kita bukannya bermaksud menasehati kamu atau sok baik. Tapi kita tidak mau persahabatan kita dan Renatei berakhir seperti ini.” Ucapnya dengan nada sedikit lembut. Bukannya mereda, Aguste tetap berkelakuan bak sedang di rasuki setan. Aguste pun langsung pulang meninggalkan mereka semua. 

“Setan apa yang merasuki anak itu? Bisa-bisanya dia berbuat begitu kepada Renatei. Bukankah selama ini dia yang selalu saja membela-bela Renatei ketika ada masalah?” ucap Yuni ketika sahabatnya tersebut telah menjauh pergi. 

“Ya itu hanya dia yang tahu. Tapi satu hal yang akhirnya kita tahu, Aguste hanya mau berteman dengan orang yang Kaya.” Inoel pun ikut menimpali perkataan temannya tadi. Ya, bukan hanya merka yang heran, Hadisan pun merasakan hal yang aneh dengan tingkah dan kelakuan temannya tersebut. Yuni, Hadisan dan Inoel akhirnya beranjak. 

Keesokan harinya Mereka kembali masuk kesekolah seperti biasa, tetapi tidak dengan Renatei. Hal ini pun terjadi selama 2 minggu berturut-turut. Pada akhirnya ketika mereka berempat sedang dalam perjalanan kesekolah, dengan tidak sengaja mereka bertemu dengan Renatei di pinggir jalan yang sedang mencari barang bekas.

“Hey bukannya itu Renatei?” ucap Inoel kepada rekannya. 
“Ia benar itu Renatei. Sedang ngapain dia? Bukannya masuk sekolah malah keliuran seperti itu.” Jawab Hadisan singkat. Percakapan mereka pun berlanjut, bagaimana tidak, ini adalah sesuatu yang sangat menarik perhatian mereka.

“Ia benar. (Inoel pun langsung menarik Aguste yang jalan di belakangnya dan sedang asyik dengan Iphone-nya) Liat itu? Apa yang sahabatmu lakukan?” ucap Inoel.

Aguste menjawab dengan nada yang sangat menyakitkan, menyindir, mengolok seperti tak pernah mengenalnya sebelumnya. “Haha… Pasti sedang mengais-ngais sampah. Namanya juga orang miskin” ucapnya keras.

Yuni : Apaan sih. Ayo kita samperin saja dia.
Inoel : Renatei, apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kau tidak masuk 2 minggu ini?
Renatei : (dengan Kaget) aku? Ya seperti yang kalian liat.
Aguste : aku bilang juga apa. Pasti dia sedang mengais-ngais sampah. Seperti tidak tahu saja kalian pekerjaan orang miskin.

Hadisan : sudahlah Aguste, begitu-begitu Renatei itu sahabatmu.
Inoel : Apa-apaan sih. Kenapa kau tidak masuk sekolah lagi Renatei?

Renatei : Begini, orang tua ku tidak punya uang untuk membiayai aku dan adikku untuk sekolah. Sedangkan adikku masih mau sekolah, jadi aku mengalah saja untuk adikku. Biar adikku yang sekolah dan aku membantu orang tua ku untuk menyambung hidup.
Yuni : Mulia betul hati mu sobat.

Aguste : haha. Mulia apanya? Dia cuma mau cari muka tahu? kalian ini gampang sekali dibodohi sama dia.

Renatei : Tega sekali kau berkata begitu pada ku. Aku memang sekarang sudah miskin, tapi aku masih punya perasaan. Kalau kamu tidak mau bersahabat lagi dengan ku ya sudah itu tidak jadi masalah buat ku, tapi jangan kau hina aku dengan kata-katamu itu. Satu lagi, aku tidak pernah menyesal pernah berkenalan dengan mu. Tapi itu merupakan pembelajaran bagi ku. Terima kasih 

Aguste. (Renatei pun lari secepat mungkin meninggalkan mereka berempat dengan perasaan yang bercampur aduk)

Inoel : sudah puas kau menyakiti dia? ingat Aguste, suatu hari nanti kau juga akan merasa apa yang Renatei rasakan sekarang.

Yuni dan Hadisan : Betul itu.
Aguste : haha. Itu tidak mungkin. Keluarga ku tidak mungkin jatuh miskin seperti dia. Toh keluargaku memiliki banyak usaha yang menghasilkan banyak uang. Dan tidak akan habis untuk 5 generasi. Haha...sambil tertawa Aguste pun jalan meninggalkan mereka bertiga

Yuni : Sombong sekali itu anak. Semoga hidupnya baik-baik saja.
Inoel : ya semoga saja. Memang terkadang kita harus menyadari bahwa ada orang tertentu yang bisa tinggal dihati kita, namun tidak dalam kehidupan kita 

"Ya betul itu. Dan semoga suatu hari nanti kita bisa bertemu lagi dengan Renatei." jawab Hadisan. Mereka bertiga akhirnya melanjutkan perjalanan ke sekolah.

Hari itu merupakan hari terakhir mereka bertemu Renatei. Dan ketika semuanya telah terjadi, Aguste pun merasakan apa yang dulu Renatei rasakan. Keluarganya bangkrut karena ditipu oleh orang lain. Tapi sayangnya Aguste tidak terima dengan hidupnya yang miskin, dan ia beranggapan bahwa semua ini salah Renatei.

---Sekian---

Setelah contoh cerpen 5 orang pemain tentang hukum karma ini mungkin akan ada beberapa cerita pendek seperti ini lagi. Mungkin pada beberapa hari atau minggu ke depan akan ada cerpen 4 orang, cerpen 6 orang dan beberapa cerpen berdasarkan jumlah tokohnya. 

Bagaimana, menarik bukan kisah dalam cerpen di atas? Jangan sampai lupa membaca yang lainnya di bagian bawah! Khusus untuk rekan semua sudah disiapkan banyak karya asliyang bisa dijadikan bahan referensi belajar tambahan. 
Back To Top