Cerita Cerpen Kehidupan Nyata, Antri Beras Murah

Mungkin kisah cerpen tentang kehidupan nyata kali ini bisa mengiris hati dan perasaan pembaca. Kalau dilihat dari judulnya, “Antri Beras Murah” merupakan gambaran dari sebuah problematika hidup yang cukup rumit. Ada banyak hal berkaitan tali-menali dalam satu rantai yang kusut sehingga menghadirkan kesenjangan dan kesulitan.


Apakah karya tersebut merupakan cerminan atau mencerminkan kehidupan yang terjadi saat ini? Tentunya kita tidak berharap demikian namun jika memang ada hal seperti itu maka tentu bisa menjadi pelajaran dan renungan bagi pembaca semua. Hidup memang sulit tetapi apakah tidak ada cara untuk mengurangi beban dan kesulitan?

Cerpen kali ini diharapkan bisa memberikan pelajaran hidup bagi kita semua. Tentu selain sebagai bahan hiburan, karya cerita pendek ini mudah-mudahan bisa menyentuh hati yang paling dalam. Semoga juga bisa menjadi inspirasi untuk saling berbagi dengan orang lain yang membutuhkan.

Kami sendiri ketika membaca judul dari cerpen ini sudah tidak bisa menahan sesak didada. Apakah kisahnya juga se-tragis seperti yang digambarkan dalam judul? Kita simak saja bagaimana cerita selengkapnya di bawah ini. Sebuah cerita tentang kehidupan nyata yang diangkat menjadi karya imajinatif, semoga berkenan.

Antri Beras Murah
Cerpen tema Kehidupan Nyata

Sebut saja namanya ibu Indri, seorang ibu rumah tangga memiliki 3 orang anak. Dia hidup dengan ke-3 anaknya dan seorang suami yang selalu mendukungnya. Ibu Indri sedang galau karena memang dia mengeluhkan harga beras yang saat ini melonjak tinggi mencapai Rp 14.000-, Akibat melonjaknya harga beras tersebut membuat pengeluaran ibu Indri menjadi lebih besar.

Adapun beras murah yang ada di desa tersebut namun kualitas berasnya jelek. Banyak pasir dan kulit padi yang tercampur dengan beras tersebut. Sehingga ibu Indri dan masyarakat yang ada di desa tersebut lebih memilih beras yang bagus meski dengan harga mahal.

Pada suatu ketika ada bantuan dari pemerintah setempat berupa beras murah. Beras tersebut cukup murah dan kualitasnya pun bagus. Harga beras tersebut hanya berkisar Rp 8.000-, saja. Ibu Indripun tidak mau melewatkan kesempatan ini dan diapun langsung menuju lokasi penjualan tersebut.
Kebetulan banyak yang mengantri karena beras ini adalah beras unggulan dan dijual dengan harga murah, jadi wajar saja bila banyak yang mengantri. Masyarakat yang mengantri pun saling dorong-mendorong karena khawatir tidak kebagian.

Sementara ibu Indri yang dibelakang mulai menyusup masuk kebarisan depan. Al hasil ditegurlah ibu Indri oleh salah satu pengantri,’Bu nagtri dong”. Ibu Indri pun tidak mengindahkan teguran tersebut dia pun terus berusaha masuk kebarisan depan.

Salah satu pengantri,”Buk antri dong yang datang dari tadi aja antri”.
Ibu,” (Terdiam, dan terus berusaha masuk kebagian depan)”.

Ibu Indri dan salah satu pengantri tersebut pun saling berebut antrian dan saling dorong-dorongan. Tidak hanya ibu Indri dan lawan dorong-dorongannya, orang-orang yang ada disitupun banyak yang saling dorong. Al hasil karena suasana begitu kacau panitia pembagianpun menertibkannya.

Panitia,”Ibu-ibu harap tenang dan mohon antri, bila ibu-ibu sekalian tidak bisa tenang dan antri acara jual beli sembako ini saya hentikan”.

Mendapat ancaman dari panitia masyarakat yang mengantripun langsung patuh dengan apa yang disampaikan oleh panitia. Sementara itu ibu Indripun mengalah dan berbaris di barisan paling belakang, karena memang dia datang terakhir. Ibu Indri pun harap-harap cemas karena takut tidak kebagian beras tersebut 

Setelah mengantri selama 1 jam akhirnya ibu Indri mendapatkan bagiannya meskipun tidak banyak hanya ¼ kwintal, karena memang penjualan dibatasi agar kebagian semua. Ibu Indirpun sangat gembira karena mendapatkan beras murah tersebut, itu artinya pengeluaran ibu Indri lebih sedikit.

--- oOo ---

Masih mau membaca kish nyata lain yang diangkat dalam cerpen? Tenang, sudah disiapkan secara khusus bagi anda yang ingin mencari lagi kisah seperti ini. Dibawah sudah ada beberapa cerita yang menarik, singkat dan penuh makna, anda bisa memilihnya sendiri mana yang akan dibaca.

Kalau tidak ada yang bagus silahkan cari saja langsung kisah yang anda inginkan dengan menggunakan pencarian situs. Sudah tahukan cara mencarinya, tinggal di ketik saja judul cerpen yang diinginkan dibagian kotak penelusuran. Dengan begitu anda bisa mendapatkan koleksi cerita yang lebih banyak.

Ya sudah, sampai disini saja. Jangan lupa datang lagi besok untuk mendapatkan berbagai kisah menarik lainnya. Satu atau dua judul akan diusahakan selalu ada yang baru setiap hari. Catat alamat situsnya agar lebih mudah. Sudah ya, selamat menikmati kisah-kisah menarik yang anda pilih.

Anak Tetangga yang Cantik, Cerita Pendek dan Singkat

Contoh cerita pendek dan singkat yang berjudul “Anak Tetangga yangCantik” ini jelas merupakan karya yang mengambil tema cinta. Sekilas, dari judul cerpen singkat tersebut bisa ditebak bahwa kisah yang akan diangkat adalah kisah kekaguman seorang pemuda terhadap tetangganya sendiri yang begitu cantik.

cerita anak tetangga
Andai Saja Anak Tetangga Itu Bisa Menjadi Milikku Seutuhnya dan Selamanya, Kapan Ya?

Kisah seperti ini tentu saja bisa memiliki rangkaian kejadian yang beragam, bisa pada akhirnya jatuh cinta dan menjalin hubungan khusus, bisa jadi akhirnya patah hati dan memendam rasa cinta yang tak terungkap atau bisa saja timbul konflik yang rumit antara keduanya. Semua tergantung dari sudut pandang mana penulis melihat dan menceritakannya.

Karya-karya cerpen seperti ini biasanya memiliki nuansa ketegangan yang kental. Kisah asmara yang disajikan biasanya penuh kejutan, kebahagiaan atau mungkin kesedihan yang mendalam. Sangat sulit untuk menebak dengan benar isi keseluruhan ceritanya jika hanya melihat pada judul cerpen tersebut saja.

Terlepas dari hal itu di sini kita bukan untuk bermain tebak-tebakan atas cerita yang ada. Disini kita akan menikmati sebuah karya sederhana untuk sarana hiburan di kala senggang. Maka dari itu tidak perlu pusing menerka apa yang ada tetapi lebih baik langsung membaca karya tersebut. Bagaimana, ingin tahu kisah selengkapnya, simak berikut.

Cerpen Pendek dan Singkat

Sebut saja namaku Angga, aku tinggal di perumahan yang terletak di Jakarta. Belum lama ini ada  tetengga baru yang menepati rumah sebelahku. Sebelumnya rumah ini sudah dikosongkan selama hampir 1 tahu. Menurut informasi tetangga baruku itu berasal dari Bogor, dan pindah di Jakarta karena dekat dengan tempat kerjanya.

Satu yang membuat aku semangat akan kedatangan tetangga baru adalah anak gadisnya yang cantik jelita. Aku belum sempat berkenalan karena aku hanya melihat selintas ketika dia baru saja sampai. Wajah dari gadis tersebut membuatku klepek-klepek, aku tidak bisa berkata-kata ketika melihatnya.

Di hari libur akhir pekan, pagi hari aku maraton pagi keliling komplek, sementara itu aku melihat lagi gadis tersebut. Aku pun mendatanginya, untuk sekedar berkenalan.

Aku pun berkata,”Hay, orang baru ya..?”.
Gadis tersebut,”Iya ni hehe”.
Aku,”Namanya siapa..?”.
Gadis,”Namaku Citra, kamu siapa?”.

”Aku Angga, tetangga sebelah”, jawabku singkat
”Oh mas tetangga sebelah ya, iya ini mas saya tetangga baru, baru 2 hari disini”, ucap gadis itu sambil tersenyum kecil.
”Jangan panggil mas dong, panggil aja Angga”, lanjutku

Gadis,”Oh iya masss, eh sori Angga maksudnya”.
Aku,”Sekolahnya kelas berapa sekarang?”.
Gadis,”Kelas 3 SMA, la mas sendiri, eh masudnya Angga. Angga sendiri kelas berapa?”.
Aku,”Aku kelas 3 juga”.

Aku dan Citra pun mengobrol hingga siang, karena sangking asyiknya aku pun gagal marathon dan justru asyik ngobrol dengan Citra yang sedang menyiram bunga. 

Aku pun pulang karena hari sudah cukup siang. Sesampainya aku di rumah aku selalu terbayang wajah Citra yang begitu elok. Mengobrol dengannya membuatku terlena dan hingga aku melupakan waktu yang telah berjalan.

Aku cukup bahagia berkenalan dengan Citra, namun ada yang kusesalkan, aku lupa untuk meminta nomor ponselnya. Andai saja aku sadar bahwa nomor ponsel itu penting, sudah pasti sekarang lagi smsan sama Citra.

Keesokan harinya pada pagi hari aku melihat Citra lagi sedang menyiram bunga. Aku pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. aku pun segera memakai sepatu dan seolah hendak marathon. Aku pun menghampirinya.

Aku,”Hay Citra”.
Citra,”Hay juga”.
Aku,”Lagi nyiram ya..?”.
Citra,”Iya, kamu lagi marathon..?”.

Aku,”Iya ini hangatin badan hehe, aku minta nomor hp kamu dong”.
Citra,”O iya entar aku catetin dikertas. Ini nomornya”.
Aku,”Makasih ya Citra, aku marathon pagi dulu ya”.
Citra,”Iya sama-sama”.

Aku pun begitu bahagia karena aku sudah mendapatkan nomor ponsel Citra. Sejak saat itu aku dan Citra selalu mengobrol lewat telepon dan sms. 

Kami semakin dekat dan dekat, dari kedekatan tersebut aku bisa menilai pribadi Citra dengan baik. Aku menilai Citra selain gadis yang cantik dia juga gadis yang baik. Hal tersebut jujur membuatku semakin mengaguminya.

--- oOo ---

Dengan tambahan satu cerpen lagi maka kumpulan cerita pendek singkat yang sudah ada di situs ini tentu akan lebih lengkap lagi. Dengan begitu rekan pembaca akan lebih mudah mencari cerita-cerita yang ingin dibaca. Mudah-mudahan saja tambahan karya sederhana kali ini bisa berkenan di hati rekan semua pengunjung setia situs ini.

Bagi yang memiliki kisah menarik seperti ini bisa mengirimkan ke situs ini agar rekan lain bisa ikut membaca kisahnya. Itu saja, jangan pernah bosan membaca dan belajar dari berbagai pengalaman dan kejadian yang ada baik fiksi maupun non fiksi. Ingat, ada hikmah disetiap kejadian, ada pelajaran disetiap kejadian.
Back To Top