Contoh Cerita untuk Storytelling Bahasa Inggris dan Artinya, Priceless

Masih bingung mencari bahan storytelling bahasa Inggris, mau cari kisah yang menarik? Tenang, kisah atau contoh cerita untuk storytelling bahasa Inggris dan artinya berikut ini cukup memenuhi syarat untuk diceritakan kembali. Alasannya, pertama cerita ini cukup pendek atau singkat. 



Kedua, kisah ini memiliki nilai moral yang bagus untuk direnungkan. Yang akan kita baca ini adalah sebuah kisah tentang tingginya kedudukan uang bagi kehidupan manusia. 

Bahkan tidak sedikit manusia yang melupakan Tuhan karena uang, karena terlalu asyik mengejar uang. Karena bagi mereka uanglah yang dapat menolong manusia dari segala masalah. 

Itu salah satu isinya, tapi intinya bukan itu, lebih dalam lagi. Cerita ini berjudul ”You Are Priceless To Those Who Love You”. 

Bila diartikan dalam bahasa Indonesia judul tersebut artinya”Anda tak ternilai harganya bagi mereka yang mengasihi Anda”. Dari judul tersebut sudah nampak terlihat tentang isi yang ada di cerita ini.

Isi dari cerita ini sekilas memang menggambarkan kesemena-menaan orang yang memiliki uang terhadap orang tidak memiliki uang. 

Tetapi jika mau direnungkan dengan baik maka bisa diketahui bahwa uang dalam cerita ini hanyalah perumpamaan, sebagai substitusi atau pengganti manusia.

Yang jelas, dengan cerita ini, anda akan mendapatkan bahan tambahan untuk story telling dan juga bisa mendapat kosa kata baru dalam bahasa Inggris. 

Karena di bawah ini saya akan memberikan daftar kosa kata dari ceritanya yang bisa anda pelajari. Berikut daftar kosa kata yang ada pada cerita ini.

Well-known = terkenal
Speaker = pembicara
Started off = memulai
Seminar = seminar
Holding = memegang
Bill = uang kertas
Room = ruang
Asked = bertanya
Like = mau, suka
Going up = ke atas
Proceeded = meneruskan
Crumple = membuat kusut
Still wants = masih ingin
Dropped = menjatuhkan
Grind = menggilas, melindas
Shoe = sepatu
Picked = mengambil
Crumpled and dirty = kusut dan kotor
No matter = tidak peduli
Decrease = mengurangi
Value = nilai

Untuk dapat menceritakan kisah ini dengan baik maka anda harus benar-benar memahami bagaimana ceritanya. 

Dengan bantuan daftar kata bahasa Inggris dan artinya di atas maka hal itu akan menjadi lebih mudah. Sebagai bukti, mari kita baca dulu kisah selengkapnya di bawah ini.

Storytelling Inggris dan Arti
Storytelling dan artinya 

Isi dari cerita ini adalah cerita yang menceritakan tentang pembicara yang terkenal. Suatu ketika, pembiacara tersebut akan memulai seminar. Ia membuka seminar dengan memberikan tawaran uang sebesar $20.

Dengan lantangnya pembicara tersebut berkata kepada para audiens dan menawarinya siapa yang mau uang $20. Hingga para audiens merespon dengan begitu cepat dengan mengangkat tangannya ke udara.

Selanjutnya pembicara terkenal tersebut menggulung atau meremas-remas uang tersebut di tangannya hingga membuat uang $20 lusuh, kusut

Dia lantas bertanya lagi kepada para audiens siapa yang mau uang $20. Sama dengan yang pertama, para audien pun dengan cepat mengangkat tangan mereka ke atas.

Hingga pembicara terkenal selanjutnya menjatuhkan uang dilantai dan kemudian digiling atau diinjak-nya uang tersebut dengan sepatu. 

Dengan begitu cukup kuat pembicara terus menginjak-injak uang hingga lusuk dan kemudian mengambilnya kembali.

Kini dia menawarkan uang $20 kepada pemirsa kembali, dan respon yang baik masih terlihat dari para audiens. 

Sama dengan saat awal uang tersebut ditawarkan, ketika sudah sangat lusuh pun uang tersebut masih sama nilainya.

Artinya, meski sudah diremas-remas bahkan diinjak dengan sepatu sekalipun nilai uang tersebut sama sekali tidak berkurang, itulah sebabnya orang tetap menginginkannya.

Kini terlihat jelas kedudukan uang jauh lebih bernilai, meski uang tersebut sudah diinjak hingga lusuk nilainya tetap dan tidak berkurang.

***

Namun hanya sebuah nasehat untuk para pembaca agar memanfaatkan dan mencari uang dengan cara bijak dan tetap menanamkan sebuah pondasi dalam diri. Karena meski kedudukan uang bernilai tetapi uang bukanlah segalanya.

Di sisi lain, dalam hidup kita, sering sekali kita mengalami hal-hal yang sama dengan yang dialami oleh uang tersebut. 

Kita jatuh, kita merangkak bahkan kita juga masuk dalam kubangan lumpur penuh dosa dari tindakan yang kita lakukan.

Bahkan kita sering merasa bahwa kita sama sekali tidak berarti. Padahal, tidak perduli dengan apapun yang terjadi pada diri kita, kita tetap saja berharga dan tidak akan kehilangan nilai yaitu khsususnya untuk orang-orang yang mengasihi dan menyayangi kita.

Seorang anak tidak akan kehilangan nilainya dimata seorang ibu, meski ia berkali-kali jatuh dalam kubangan sekalipun. Begitulah, ingatlah, kita sangat berharga bagi orang-orang yang menyayangi kita. (Arif PW)

Contoh Cerita dalam Bahasa Inggris Singkat tentang Rumah Beserta Pesan Moralnya

Lanjut lagi, kali ini masih dengan cerita dalam bahasa Inggris. Kisah berikut merupakan satu cerita yang mengambil tema pekerjaan atau tentang pekerjaan atau pun rumah. Alur contoh cerita bahasa Inggris singkat tentang rumah beserta pesan moralnya ini cukup sederhana namun menarik. 



Bahasa yang digunakan juga cukup mudah untuk dimengerti. Teks cerpen ini cocok untuk sarana belajar adik-adik sekolah, mau tahu seperti apa?

Ini adalah sebuah cerita dalam bhs Inggris yang akan mengajarkan kepada kita tentang kebijaksanaan dengan orang lain. 

Sering kita melakukan pekerjaan atas keinginan orang lain tanpa didasari sebuah perasaan rasa tulus yang begitu dalam. 

Padahal kita sendiri bisa melakukan sebuah pekerjaan yang sangat bagus untuk diri kita sendiri. Memang itulah hambatan terbesar yang ada di diri manusia

Manusia memang memiliki hawa nafsu dan akal pikiran yang kadang tak terkendali. Karena itulah manusia seringkali memikirkan hal terbaik untuk dirinya sendiri dan lupa memikirkan hal terbaik untuk orang lain. 

Padahal melakukan kebaikan untuk diri kita sendiri dan orang lain adalah sama pentingnya. Dengan adanya cerita ini mudah-mudahan bisa menjadi sebuah pembelajaran untuk kita semua 

tentang sebuah kebijaksanaan yang harus ditanamkan dalam diri kita. Hal tersebut dilakukan karena dengan sebuah kebijaksanaan tersebutlah kita menjadi manusia yang mempunyai sebuah derajat mulia.

Cerita ini sendiri adalah sebuah cerita yang berjudul,”Building Your House”, yang artinya,” Membangun rumah Anda”. 

Adalah sebuah cerita yang akan memberikan sebuah pembelajaran yang berharga untuk kita semua. Dengan sebuah cerita ini memungkinkan anda untuk belajar banyak kosa kata dari cerita ini. 

Karena saya sendiri akan memberikan sebuah daftar kosa kata sekaligus sebuah terjemah ke dalam bahasa Indonesia, sehingga memudahkan anda dalam sebuah proses dalam bahasa Inggris yang baik dan benar. Berikut kosa kata bahasa Inggris yang bisa anda pelajari.

Daftar Kata Sulit
Elderly = tua
Carpenter – tukang kayu
Retire = pensiun
Employer-contractor = atasan pemborong
Plans = rencana
Leisurely = tidak tergesa-gesa
Extended = memperluas, diperluas
Paycheck = gaji, upah
Personal favor = bantuan pribadi, bermurah hati
Resorted = terpaksa
Shoddy = buruk, jelek
Workmanship = kecakapan kerja, pembuatan
Inferior materials = bahan bangunan kualitas rendah
Unfortunate = sayangnya, sialnya, sial
Gift = hadiah
Shocked = terkejut
A shame = malu, memalukan
Built =  membangun
Hammer a nail = memakukan paku, menancapkan paku
Erect = mendirikan, memasang
A do-it-yourself project = proyek yang dikerjakan sendiri
Attitude = sikap, tingkah laku
Choices = pilihan
Therefore = oleh karena itu
Wisely = dengan bijak   

Di atas adalah sebuah daftar tentang kosa kata yang cukup sulit, mungkin bisa menjadi sebuah pembelajaran yang baik untuk kita semua. Selanjutnya saya akan menceritakan sebuah isi yang ada pada cerita ini. 

Cerpen bahasa Inggris tentang rumah dan terjemahan
Cerpen bahasa Inggris dan terjemahan

Cerita ini sendiri adalah sebuah cerita yang menceritakan tentang seorang yang profesinya sebagai seorang arsitek kayu, atau bisa juga dikatakan tukang kayu. 

Yang pada suatu ketika dia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai tukang kayu. Hal tersebut dia sampaikan kepada kontraktor yang menggunakan jasanya tersebut.

Tukang kayu ingin berhenti karena memang dia ingin menghabiskan hidupnya untuk bersantai bersama dengan anak dan istrinya. 

Hal tersebutlah yang sudah lama sekali tidak dia rasakan semenjak dia menjalani profesinya sebagai seorang tukang kayu.

Namun nampaknya sang kontraktor sangat menyayangkan bila memang sang tukang kayu tersebut benar-benar berhenti, karena menurutnya dia adalah tukang kayu yang mampu membuat sebuah rumah yang begitu bagus. 

Kepiawaiannya dalam membuat rumah tidak bisa diragukan lagi. Hingga saat itu pula sang kontraktor menginginkan tukang kayu tersebut untuk membuat rumah yang terakhir kalinya. 

Meski berat tukang kayu tersebut akhirnya tetap mengabulkan permintaan dari pada kontraktor tersebut untuk membuat rumah sebelum hingga akhirnya tukang kayu benar-benar pensiun.

Tidak bisa dipungkiri memang membangun rumah tanpa didasari dengan sebuah rasa yang semangat tinggi cukup sulit. 

Itulah yang dialami oleh tukang kayu tersebut, namun dia tetap konsisten untuk bisa terus mengerjakan pembangunan rumah tersebut hingga akhirnya rumah tersebut benar-benar selesai.

Hingga akhirnya pembangunan rumah yang dikerjakan oleh tukang kayu selesai. Sang pemilik rumah kemudian mendatangi tukang kayu, dan kemudian memberikan kunci rumah tersebut. 

Sang pemilik rumah sendiri berkata,”Ini rumah anda, hadiah dari saya”. Tukang kayu tidak menyangka bahwa rumah yang dibangunnya diberikan kepadanya.

Pesan moral apa yang bisa ditangkap dari cerita pendek (cerpen) bahasa Inggris tersebut? Ada sebuah pesan moral yang terkandung dalam cerita ini

Pesan tersebut menggambarkan kepada kita bahwa terkadang sifat kebijaksanaan kepada orang lain begitu sulit untuk dilakukan.

Untuk itulah mari lakukan kebijaksanaan dengan orang lain. Tentu saja kita akan mendapatkan sebuah timbal balik dari kebijaksanaan yang telah kita lakukan. Kebaikan akan selalu berbuah manis, bahkan meski tak kita sadari.

Seperti pada contoh cerita di atas, tukang kayu melakukan sebuah kebijaksanaan dan hingga akhirnya tukang kayu mendapatkan sebuah timbal balik apa yang telah dia lakukan. 

Dia mendapatkan rumah yang dibangunnya sendiri yang berasal dari hadiah pemilik rumah atau atasan tempat ia bekerja. (Arif PW)

Cerita Cerpen tentang Wirausahawan Muda Sukses Kesepian Tanpa Cinta

Penasaran nih, cerita cerpen tentang wirausahawan muda sukses kesepian tanpa cinta isinya apa ya? Kalau dibaca sekilas sih cukup membuat penasaran. Apalagi dikaitkan dengan masalah romantika kehidupan asmara. Ada yang mau ikutan menikmatinya?


Hampa sekali hatiku semuanya sudah ku miliki tetapi kekasih saja aku tidak punya, aku belum pernah merasakan kebahagiaan yang anak se-usiaku rasakan, pergi di malam minggu bergandengan dengan kekasihnya, mendapatkan pujian kasih sayang, ucapan sayang dari kekasih.

Nampaknya isolasi ini telah membuatku merasa bagai orang yang hidup di tengah hutan. Tidak ada satupun orang yang bisa aku ajak bersenang-senang menikmati kekayaan yang ku miliki.

Orang tuaku memang sudah meninggal sejak aku masih kecil, karena itulah aku tumbuh menjadi anak yang sangat mandiri. 

Aku bekerja siang dan malam untuk membuat hidupku menjadi lebih bahagia. Tetapi setelah ku mendapatkan semua harta yang melimpah ini aku baru sadar bahwa uang saja tidak cukup untuk membuat hidupku bahagia. Aku membutuhkan keluarga, dan kekasih.

Semenjak SMP aku sudah membuka sebuah warung yang menjual makanan, kini aku sudah mempunyai 17 cabang warung makan yang tersebar di provinsi di Indonesia. 

Aku bangga di usiaku yang baru menginjak 20 tahun ini aku sudah mempunyai kekayaan yang melimpah ini yang ku dapat dari hasil kerja kerasku.

Tetapi hati tetap saja kurang bahagia karena terdapat sisi kehampaan yang sulit memang diungkapkan dengan kata-kata.

Ya cinta kasihku hanya ditunjukan untuk pekerjaan hingga aku lupa menyisakan cinta kasihku untuk prempuan. 

Aku terlalu berani hidup dengan mengisolasi diri tanpa mengenal seorang gadis yang sejatinya lebih sangat perlu dibandingkan dengan semua harta yang sudah aku dapat ini.

Karena hanya wanita kehampaan dalam hatiku yang sudah tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata bisa terobati.

Tetapi meski demikian aku tidak pernah kehilangan teman, mereka para karyawanku lah yang selalu menghiburku hingga aku lupa betapa sakitnya dan tersiksanya hidup tanpa cinta seorang kekasih. 

Meski terkadang karena sering mengobrol dengan karyawanku yang rata-rata sudah menikah membuatku bertambah merasa tersiksa. Tetapi ya sudahlah hanya mereka saat ini yang bisa mengusir kesepianku.

Pak stok bahan sudah hampir habis pak. Ungkap Sartini seorang salah karyawanku yang merupakan ibu beranak satu. 

Meski sudah mempunyai anak dia tetap cantik, andai dia tidak bersuami tentu aku dengannya. Orangnya cantik, rajin dalam bekerja, dan begitu ramah denganku.

Oh iya Sarti, sekarang kamu dan mang Sukir telvon supliernya ya suruh mereka kirim bahan makanan.

Iya pak – menunduk pergi dari hadapaku – sementara aku masih sibuk melihat-lihat ruangan warung makanku. Aku mencari-cari sesuatu yang kurang dalam tempat makanku, biar tidak menjadi masalah besar untuk kenyamanan pelangganku. 

Tetapi semakin ku memandang memang belum ada probotan yang minta di ganti, karena prabotan yang terpasang di warung makanku masih cukup baik dan nyaman untuk dilihat.

Aku berjalan menuju ke belakang, di sana nampak para karyawanku begitu sibuk menyiapkan makanan untuk para pelangganku yang datang pagi ini. 

Ya mereka begitu giat, dengan terampil dan penuh ketekunan mereka bekerja. Itulah mengapa aku tidak pehitungan dan berfikir panjang bila harus menaikan gaji mereka. 

Karena seorang karyawan yang bekerja dengan hati, dengan sungguh-sungguh bagi saya wajib diberi gaji lebih, karena mereka juga aku bisa kaya dan karena mereka pula aku bisa menikmati semua ini.

Semangat mas Parno – ungkapku kepada juru masak andalan di warung makanku. Iya pak – si bapak ngagetin aja – ungkapnya sambil terus membolak-balik masakan dengan sebuah sendok panjang. 

Aku tersenyum dan lalu pergi menyecek yang lain, di sana juga ada ibu Mira yang merupakan salah satu juru masak andalan di sini selain dari pada mas Parno.

Ada enam juru masak di sini, hanya saja dua diantaranya masih belajar karena dan belum seberapa berpengalaman.

Teringat ketika dahulu belum ada mereka semua, aku harus memasak sendiri, menyajikan makanan untuk para pelanggan sendiri, dan juga mencuci piring dan gelas sendiri. 

Itulah perjuanganku dahulu sebelum aku bisa benar-benar menikmati hasilnya sekarang. Aku sangat memahami pekerjaan-pekerjaan yang sedang karyawanku lakukan, maka dari itu aku sebijak mungkin ketika menjadi pimpinan di sini.

Tetapi setelah ku mulai usahaku dengan gigih, kini aku benar-benar bisa merasakan nikmatnya berjuang dari bawah.

Itulah yang selalu aku motivasikan kepada para karyawan-karyawanku bahwa berjuang memanglah harus dari bawah, dengan demikian hasil perjuangan tersebut akan terasa lebih sangat indah. 

Sebuah hasil tidak akan menghianati sebuah proses, bila proses dilewati dengan baik maka hasilnya juga akan baik.

Kehampaanku datang ketika warung makanku sudah tutup pada pukul 9 malam, di sana mulailah sepi tidak ada teman untuk menghibur hati. 

Begitu juga ketika aku pulang ke rumah tidak ada yang menyambutku dan membukakanku pintu. Ini malam yang sangat jahat bagiku, tetapi aku punya solusi, dan ini solusi terbaik untuk melawan malam yang jahat ini.

Solusinya adalah dengan tertidur, semakin cepat aku tertidur maka tentulah aku akan terhindar dari gangguan menyebalkan dari malam yang jahat. 

Ya ini hanya alternatif bukan solusi, aku juga tidak tahu sampai kapan aku harus melakukan cara bodoh ini, di sisi lain aku juga tahu sebuah solusi tetapi aku bingung cara mendapatkan solusi tersebut.

Solusinya adalah mencari seorang gadis dan kemudian aku pinang, hanya saja sampai sekarang aku juga bingung karena jodoh belum juga aku dipertemukan. 

Memang hanya tuhan yang tahu, tetapi sampai kapan aku terus merasa gelisah seperti ini merindukan seorang kekasih hati yang belum tahu aku di mana letaknya dan kapan datangnya.

Kesepianku tidak serta merta bisa dengan mulus menghantarkanku ke dalam lembah mimpi yang indah.

Karena di dalam kesepianku terdapat hati yang benar tersiksa, hingga menimbulkan jeritan hati yang lebih keras berisiknya dari pada suara kereta lewat. 

Ya aku begitu tersiksa dengan bisingnya suara hatiku sendiri hingga sudah sepertiga malam menjelang pagi aku juga belum bisa tidur.

Aku terbangun dari posisi terbaring dan lekas ku beranjak ke kamar mandi, di situlah ku basuh mukaku untuk meredam jeritan hati yang begitu bising itu. 

Ya hanya mukaku yang terasa segar, sedang hatiku masih terus menangis. Sungguh tidak masuk akal hanya memimpikan seorang kekasih aku lantas lemah seperti seekor singa tanpa taring dan kuku.

Aku mengambil wudhu, segera ku sujudkan kepalaku ke lantai mengucap nama sang pencipta untuk mendaptakan ketenangan hati dan jiwa.

Sedikit bisa mengobati hatiku yang menjerit, di situlah hingga kemudian tidur bisa ku mulai hingga pagi menjelang aku belum juga terbangun. 

Mungkin karena menuruti hati yang menjerit hingga larut malam membuatku lelah sampai aku bangun kesiangan.

Beruntung aku mempunyai seorang karyawan yang bekerja dengan dedikasi tinggi, sehingga tanpa akupun mereka sudah mengetahui pekerjaannya masing-masing. (Arif Purwanto)

Contoh Cerita Cerpen tentang Kisah Kematian Seorang Wartawan

Ada lagi, contoh cerita cerpen tentang kematian seorang wartawan bagus juga loh. Cerpen singkat berikut ini adalah khusus untuk pengunjung setia situs ini. Sesekali, setelah sekian lama berkutat dengan karya - karya sederhana yang singkat kali ini kita ambil cerpen tentang wartawan.

Cerpen tentang Kisah Kematian Seorang Wartawan

Ceritanya tentu saja sangat baru dan belum pernah dibagikan sebelumnya. Berbeda dengan karya-karya sebelumnya, kali ini kita akan membaca kisah yang sedikit lebih panjang.

Kisah ini kalau ditulis dalam ketikan komputer sekitar satu atau dua halaman. Jumlah katanya sekitar 1000 kata, jadi masih bisa dikatakan singkat.

Rekan pembaca yang hobi dengan kisah cerpen tentu tidak boleh melewatkannya. Kenapa harus tema seperti ini? Tidak ada alasan khusus.

Yang pasti diambilnya kisah ini bertujuan untuk menambah koleksi, agar yang sudah ada bisa tambah lengkap. Yang kali ini murni untuk bahan hiburan rekan saja.

Tidak akan dibahas lebih jauh. Jika rekan ingin tahu kelebihan, kelemahan atau pun analisis cerpen bisa memberikannya sendiri. Seperti apa ceritanya, silahkan nikmati berikut.

Kematian Seorang Wartawan
Cerpen oleh Arif

Siang tampak lengang tanpa suara apapun yang bisa didengar hanya angin yang terus meniup dan mengiringi langkah kecilku menuju rumah mamang di Pandeglang Banten. Jalannya memang sangat jelek tidak bagus. 

Aku harus berhati-hati ketika melangkah bila salah dalam melangkah saja maka nyawa menjadi taruhannya.

Aku berjalan terus melewati turunan yang lebar jalannya setengah meter, ini adalah jalan satu-satunya untuk bisa sampai ke tempat mamang. 

Miris sekali memang Pandeglang sangat dekat dengan ibukota Jakarta tetapi malam jalannya sangat jelek seperti ini. 

Setelah berhasil menuruni jalan menurun kini aku harus menaiki jalan yang menanjak kurang lebih seratus meter, setelah itu barulah aku bisa sampai di tempat mamang. Di sini memang masih sangat pelosok. 

Jaringan hape tidak ada, tetapi lampu listrik sudah ada di sini, sehingga malamku tidak perlu khawatir akan ku lalui secara gelap.

Aku mengetuk pintu mamang, sembari berucap,"Asslamualaikum" berdiri tepat di depan pintu yangg terbuat dari kayu tanpa motif ukiran terkenal. 

Rumah mamangku memang sangat sederhana hanya memakai dua jendela di depan yang dilengkapi kaca berbentuk persegi panjang yang terbagi menjadi empat.

 Sedang teras hanya ada dua kursi dan meja yang terbuat dari tanaman merambat yang banyak orang bilang adalah njalin. 

"Waaaikum salam" suara mamang mendengar suara salamku dan mengetahui kedatanganku. 
"Eh Agung, bagaimana kabarnya" ucap mamang begitu riang menyambutku, akupun membalas kebahagiaan nya dengan senyum yang lebar. 

"Aku baik mamang mamang teh bagaimana", tuturku lebih lanjut. 
"Mamang baik, ayo atu masuk ke dalam", ucap mamang mengajakku masuk ke dalam. 

Aku di antarkan ke kamar yang jaraknya tidak terlalu jauh dari ruang tamu, dan bagiku sangat dekat. Hingga memudahkanku untuk pergi ke kamar dan ruang tamu secara mudah. 

Aku ke sini niat hati ingin berlibur hendak menikmati desa yang sunyi dengan udara yang belum terkontaminasi ini. 

Aktivitas kuliah membuatku strees, trlebih skripsi yang sudah selesai ku garap yang membutuhkan banyak tenaga. Kini menunggu sidang aku harus merefres otaku agar aku bisa mengikuti sidang skripsi dengan baik. 

"Ya sudah ini kamarmu ya Gung, beristirahatlah mamang tinggal, kalau butuh apa-apa panggil mamang aja di belakang" ucap mamang dan kemudian pergi dari kamarku. 

Aku mengeluarkan pakaianku, seluruh pakaianku ku masukan ke dalam lemari, sedangkan di sana buku-buku bacaanku juga tidak lupa aku bawa sebagai teman dikala sepi melanda. 

Di sini di tempat mamang tentulah aku bisa banyak membaca buku, karena di sini tempat yang sangat tenang dan menenangkan sehingga tidak sulit membangun konsentrasi untuk membaca buku. 

Berbeda halnya bila rumah yang berdiri tepat di samping jalan raya, seperti rumahku di kota, suasananya begitu ramai, berisik, dan selalu membuat panik. 

Terlebih ketika pagi datang ketika mimpi dalam tidurku belum kulewati hingga akhir baru sampai kepada bagian setengah episode, sudah ada suara kontener yang membunyikan tlakson yang menggangguku hingga aku terbangun. 

Itulah yang aku rasakan ketika aku di rumah, tetapi di sini lain, ibu dan ayahku begitu betah hidup di pinggir jalan yang begitu crewet itu. 

Ya mungkin karena hanya di sanalah tempat mencari rejeki bagi kedua orang tuaku. Ibu dan ayahku adalah buruh pabrik, sedari kecil aku lebih banyak menghabiskan waktuku dengan pengasuhku, sedang ayah dan ibuku selalu sibuk dengan pekerjaannya. 

Hari sudah sore, sedang di sana mamang baru pulang dari mandi. Akupun hendak mandi untuk membersihkan badanku dari kringat yang kemudian telah mengering. 

Letak sumber airnya berada di belakang rumah, di sini lain seperti halnya di rumahku, karena di sini mendapatkan air dengan cara menimba dengan menggunakan katrol yang diberi ember.

Ya itung-itung ini adalah olah raga untuku, untuk mengencangkan urat-uratku sehingga terasa lebih bugar. 

Setelah mengisi bak air sebanyak lima ember aku mulai mandi, dan setelah itu mengambil wudhu dan sholat. Di sinilah ku temukan ketenangan yang tiada pernah aku merasakan damai dan damai. 

Di sana aku tidak memikirkan dosen-dosenku yang selalu menegurku karena tidak segera menyelesaikan skripsi, serta tidak ada pula lalu lalang kendaraan yang crewet. 

Usai melakukan kewajiban aku duduk di depan rumah, hingga nampak tetangga sebelah dari mamang yang datang ke rumah."Mamangnya ada den" ucap orang tersebut. 

"Ada pak, silahkan masuk biar saya panggilkan si mamang" ucapku dan kemudian masuk rumah. Belum sempat ku panggil si mamang sudah keluar dari kamarnnya. 

"Eh kang Asep, bagaimana kabarnya..?" ucap mamang begitu bahagia menemui temannya, sedang aku kembali duduk di teras depan.

Sedang mamang dan tamunya berada di ruangan tamu. Duduk sendiri membuatku begitu bosan, hingga ku memutuskan untuk pergi berjalan-jalan sebentar. 

Aku berjalan di jalan yang tidak ada rumah satupun dan tubuh subur ilalang di kanan dan kiriku. Ilalang ini setinggi leherku, hampir sama mempunyai tinggi melebihi aku.

Di sini sangat sepi tidak ada rumah satupun, hingga tetapi di sini sangat menenangkan angin menghembus sangat tenang dan sedikit kicau burung yang berterbangan. 

Aku melangkahkan kakiku, tetapi ada sesosok mata yang mengintai di bagian samping kiriku. Aku berhenti sejenak mata pengintai itu juga berhenti sejenak tidak menampakan pergerakannya.

Aku berjalan lagi mata itu juga berjalan lagi, aku berkata,"Siapa di sana..!, keluar dari ilalang". 

Tetap tidak ada jawaban, hingga sampai akhirnya aku mendengar suara seorang perempuan yang sedang mewancara, suara itu terasa di balik ilalang tersebut. 

Aku begitu penasaran di tengah tumbuhan ilalang yang begitu rumpun terdapat wartawan yang sedang mencari berita. Perlahan bulu kuduku mulai berdiri, sedikit gemetar tubuhku tetapi akupun cari aman aku berlari dengan begitu cepat menuju pulang. 

"Mamang, Mang" panggilku setelah tepat di depan rumah mamang, sementara itu tamu mamang sudah pergi. 

"Ada apa Gung" ucap mamang begitu khawatir melihatku begitu ketakutan. 
"Ada suara wartawan mang di dalam rerungkutan ilalang" ucapku kepada mamang.

"Mengapa kau ke situ..? itu memang tempat mengerikan, dulu ada seorang wartawan, gadis cantik mati di situ dan sampai sekarang jasadnya belum diketemukan" ucap mamang. 

Aku dan mamang duduk di bangku teras depan rumah, sementara itu untuk menenangkan fikiranku aku meminum air putih yang ku tuang di dalam gelas. 

"Kenapa wartawan itu bisa mati mang" ungkapku bertanya kepada mamang. 
"Gadis cantik itu mati karena dibunuh setelah sebelumnya diperkosa secara keji, aneh memang meski pelakunya sudah diketemukan tetapi jasadnya sampai sekarang belum diketemukan" sambung mamang. 

"Mengerikan sekali, pantas saja aku mendengar suara tidak masuk akal di tengah-tengah tumbuhan ilalang" ucapku. 

"Lain kali bila ingin berjalan-jalan ajaklah mamang, bila mamang tidak ada pekerjaan mamang pasti mau" ucap mamang. "Iya mang". (Arif Purwanto)

---Tamat---

Ya, paling tidak dengan contoh cerita cerpen tentang kisah kematian seorang wartawan di atas kita mendapatkan lebih banyak referensi untuk dibaca.

Siapa tahu saja ada hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik. Yang namanya pekerjaan, apapun itu memang memiliki resiko. Kadang suka dan kadang duka, tidak perlu dirisaukan. Jalani saja dengan baik.

Contoh Cerita Binatang tentang Badak dalam Bahasa Inggris

Never Make Fun of A Rhino, adalah sebuah contoh cerita binatang tentang badak dalam bahasa Inggris yang menghadirkan cerita yang cukup unik dan menarik. Kisah yang diangkat yaitu cerita hewan yang juga mengispirasi. 


Cerita binatang ini adalah satu kisah yang bisa menjadi sebuah hiburan untuk anda semua sekaligus memberikan sebuah pelajaran tentang sebuah arti kehidupan.

Dari judulnya, Never Make Fun of A Rhino sendiri dalam bahasa Indonesia mempunyai sebuah arti, ”jangan pernah bersenang-senang dengan badak”. 

Kisah ceritanya menggambarkan sebuah cerita badak yang pada saat itu mempunyai sebuah perilaku yang tidak disangka-sangka oleh rekan-rekannya.

Hal tersebut bisa dilihat dan bisa disaksikan dari sebuah cerita ini, yang mana memang benar adanya apa yang dilakukan badak tersebut memang tidak biasa. Penasaran dengan tingkah laku badak yang tidak biasa?

Mari kita lanjutkan terus membaca sampai selesai dengan demikian bisa mengetahui tentang isi yang terkandung dalam cerita ini. Sebelum lebih jauh, mari kita pelajari beberapa istilah baru yang ada dalam cerita tersebut.

Moody = mudah murung
Easily = dengan mudah
Unaware =  tak sadar
Territory = wilayah kekuasaan
Withdrew = masuk dalam
Discernible = dapat dilihat
Annoyed = terganggu
Fooling = mengelabui, membodohi
Banging = memukul
Blows = pukulan
Whacked = memukul keras
Amusing = yang menghibur
Spectacle = tontonan
Furious = marah, geram
Breath = nafas
Nodded = mengangguk
Retreated = mundur
Skittles = gelanggang
Casualty = korban
Amuse = membuat tertawa

Selain untuk belajar, cerita ini juga memberikan hal yang positif karena bisa memberikan pelajaran hidup. Hikmah dan pesan moral tentu bisa digali lebih jauh.

Teks cerita ini begitu baik digunakan untuk anda yang hendak atau justru sedang melakukan proses belajar bahasa Inggris. Sekarang mari kita baca dulu kisah tersebut.

cerita tentang badak dalam bahasa inggris
Cerita tentang Badak dalam Bahasa Inggris Never Make Fun of a Rhino

Cerita ini sendiri adalah sebuah cerita yang menceritakan tentang badak badak yang dikenal sebagai hewan yang pemarah. 

Setiap ada hewan yang lain yang hendak mendekati shelnya atau justru masuk ke dalam shelnya maka dia akan marah besar dan kemudian mengusirnya jauh-jauh.

Hingga pada suatu ketika ada sebuah kura-kura yang hendak masuk ke wilayah badak, dengan muka yang begitu menyeramkan sang badak langsung menghampiri kura-kura tersebut. 

Sang badak dengan kemarahannya yang meluap-luap tersebut menyuruh kura-kura tersebut untuk pergi.  

Hingga apa yang dikatakan oleh sang badak tidak mengundang reaksi apa dari pada kura-kura, hal tersebut memancing kemarahan dari pada badak. 

Sang badak hingga akhirnya menabrak-nabrak selnya namun tidak jua membuat sang kura-kura memberikan reaksi akan pergi dari daerah kekuasaan sang badak.

Hingga akhirnya sang badak dengan segenap kemampuannya mengeluarkan tenaganya lebih besar lagi. Namun tetap saja sang kura-kura tidak memperdulikannya. 

Di sisi lain ada binatang lain yang juga melihat petikaian mereka, hewan justru menanggapinya dengan tertawa keras hingga terdengar oleh sang kura-kura dan badak.

Setelah badak sadar bahwa ada sang monyet dan beberapa hewan lagi yang juga tertawa, sang badak dan sang kura-kura justru ikut tertawa dengan mereka. 

Sang badak awalnya marah karena tanpa dia sadari ada sang monyet dan beberapa hewan lain yang sedang tertawa melihat dirinya, namun lama-kelamaan sang badakpun ikut tertawa bersama dengan mereka.

Kini sang monyet dan beberapa hewan lainpun sadar bahwa sang badak yang terkenal galak bisa terhibur hanya karena tawa dari sang monyet dan beberapa hewan lain. 

Namun hal tersebut tentulah harus menempatkan waktu yang tepat untuk bisa membuat badak benar-benar tertawa. Kini terjawab sudah tentang apa yang menjadi masalah antara sang badak dan hewan yang lain.

***

Ada sebuah hikmah yang bisa kita ambil dari sebuah cerita binatang badak dalam bahasa Inggris yang terkandung di atas. Yang mana kita bisa memetik sebuah sifat yang dimiliki badak yang terkenal akan kegalakannya. 

Sang badak memang benar galak, tetapi dia juga tetap bisa tertawa bila memang ada sebuah momen untuk bisa tertawa.

Dengan demikian bisa kita pahami bahwa pergunakanlah waktu dengan sangat bijak agar tidak waktu yang terbuang sia-sia. 

Dari cerita tersebut sudah tampak jelas semua diindikasikan dari pada waktu. Dan sebagai manusia juga kita harus sadar bahwa kita harus bisa menyesuaikan dengan keadaan sekitar.
Back To Top