Cerpen 5 Orang Singkat, Hukum Karma

Cerpen 5 Orang Singkat, Hukum Karma - Memang, ada saja tema cerpen terbaru yang banyak di cari, salah satunya yang yang akan kita baca kali ini. Sebuah cerita pendek singkat yang akan mengetengahkan masalah remaja dengan keangkuhan dan kesombongan. 

Cerpen 5 Orang Singkat

Cerpen singkat terbaru kali ini berjudul "karma", sebuah cerita yang mengisahkan balasan untuk orang yang telah melakukan keburukan. Apakah tema cerita seperti ini cuku menarik?

Tentu saja, sesuatu yang belum pernah di baca sebelumnya akan menarik, apalagi kisahnya merupakan kisah seputar remaja yang selalu di penuhi haru biru persahabatan. 

Ada kecemburuan, ada iri ada dengki, ada cinta yang membahana, itulah seputar kehidupan remaja yang penuh warna. Ada pengkhianatan, ada kesombongan, keangkuhan dan menganggap dirinya paling wah. 

Apakah Cerpen 5 Orang Singkat berjudul Hukum Karma tersebut benar-benar menggambarkan kisah tersebut? Kalau kita lihat dari judulnya, tentu saja ada lima orang tokoh yang dikisahkan dalam cerita ini. 

Jika dilihat dari tema, sangat mungkin kisahnya seputar sahabat, mungkin saja satu sahabat menganggap rendah sahabat yang lain, berperilaku buruk sehingga terjadilah yang sering di sebut hukum karma. 

Untuk tahu yang sebenarnya tidak ada jalan lain selain membaca cerpen ini langsung, mari kita baca bersama.

Hukum Karma
Cerpen 5 Orang Singkat

Aguste dan Renatei merupakan sahabat baik. Mereka telah bersahabat sejak kecil, tapi suatu hari ketika keluarga Renatei jatuh miskin, Aguste pun tak ingin lagi bersahabat dengan Renatei. 

Suatu siang ketika Renatei, Aguste, Inoel, Yuni dan Hadisan sedang berada di kelas untuk bersih-bersih sebelum pulang sekolah, Renatei dengan berat hati mengatakan kepada Aguste untuk membantunya. 

Karena menurutnya Aguste lah yang bisa menolongnya dan Aguste merupakan sahabatnya, malah yang terjadi adalah Aguste balik menghina Renatei.

“Aguste, bisakah kau menolong ku sedikit saja?”, ucap Renatei
“Apa? Menolongmu? Kau pikir kau itu siapa yang harus aku tolong?” jawab Aguste dengan nada yang sedikit ketus.

“Kenapa dengan mu Aguste? Bukankah kita sahabat? Masa kau sudah lupa dengan itu?”, Renatei kembali mencoba membujuk sahabatnya tersebut. Namun sepertinya sang sahabat benar-benar telah berubah. Ia bahkan dengan terang-terangan mengatakan sesuatu yang sangat melukai. 

“Sahabat? Maaf ya aku tidak punya sahabat seperti mu yang miskin. Aku hanya mau bersahabat dengan orang yang kaya.”, ucap Aguste dengan kasar

Pada saat yang genting tersebut teman lain mencoba melerai sebuah pertengkaran yang mungkin saja akan terjadi di antara mereka. “Kenapa dengan kalian berdua? Sepertinya sedang bermasalah gitu??” ucap Inoel. 

Renatei mencoba menengkan suasana dengan mengatakan bahwa mereka baik-baik saja dan tidak ada masalah apapun yang perlu di ributkan. “Tidak ada apa-apa kok. Kita berdua baik-baik saja. Ya kan Aguste?”, lanjut Renatei.

“Baik-baik saja? Gini ya Noel, tadi si miskin ini meminta bantuan ke aku. Tapi sayangnya aku tak ingin membantu orang seperti dia. Mana dia ngaku-ngaku sahabat aku lagi? Ogah deh.” Ucap Aguste dengan lebih tak sopan. 

Mendengar apa yang telah di katakan olah sahabatnya tersebut, tak pelak dan tak perlu waktu yang lama, Renatei pun pergi karena mendengar perkataan Aguste seperti itu.

“Jangan begitu Aguste. Bukannya kau dan Renatei memang bersahabat dari kecil? Masa karna sekarang Renatei dan keluarganya jatuh miskin, kau tidak mau lagi bersahabat dengannya. Bukannya saat-saat seperti ini kau bisa tunjukan ke dia, kalau kau memang sahabatnya. Bukan malah meninggalkannya.”, Inoel mencoba memberikan nasehat kepada temannya itu. 

Ia tidak ingin sama sekali persahabatan mereka semua hancur gara-gara ulah yang tidak benar tersebut. Bukan hanya Inoel yang menasehati Aguste, Hadisan juga membenarkan apa yang telah dikatakan oleh Inoel. “Betul itu kata Noel. Seharusnya kau sekarang menyuport dia, bukan menghina dia seperti itu. Kasian kan dia.” Lanjut Hadisan.

Seperti tidak ada reaksi apapu, Aguste masih tetap diam mendapati nasehat dari kedua rekannya tadi. Ini jelas sekali membuat Yuni lebih geram dari Biasanya. Ia yang biasanya pendiam pun ikut berbicara di tengah kejadian tersebut. “Betul itu. Sahabat seperti apa kau ini?”, bentak Yuni.

Bukannya sadar, Aguste malah melakukan hal yang sama terhadap mereka. Entah apa sebenarnya yang sedang ada dalam pikirannya saat itu. Dengan begitu kasarnya ia membantah semua nasehat yang secara tulus telah diberikan. 

Malang, Aguste seperti sedang di kuasai roh jahat. “Kalian pikir siapa kalian yang berani-berani menasehatiku? Sok baik! Terserah aku dong mau berbuat apa. Urus saja diri kalian masing-masing.” 

Hadisan mencoba mengingatkan apa yang sebenarnya mereka katakan. “Kita bukannya bermaksud menasehati kamu atau sok baik. Tapi kita tidak mau persahabatan kita dan Renatei berakhir seperti ini.” Ucapnya dengan nada sedikit lembut. Bukannya mereda, Aguste tetap berkelakuan bak sedang di rasuki setan. Aguste pun langsung pulang meninggalkan mereka semua. 

“Setan apa yang merasuki anak itu? Bisa-bisanya dia berbuat begitu kepada Renatei. Bukankah selama ini dia yang selalu saja membela-bela Renatei ketika ada masalah?” ucap Yuni ketika sahabatnya tersebut telah menjauh pergi. 

“Ya itu hanya dia yang tahu. Tapi satu hal yang akhirnya kita tahu, Aguste hanya mau berteman dengan orang yang Kaya.” Inoel pun ikut menimpali perkataan temannya tadi. Ya, bukan hanya merka yang heran, Hadisan pun merasakan hal yang aneh dengan tingkah dan kelakuan temannya tersebut. Yuni, Hadisan dan Inoel akhirnya beranjak. 

Keesokan harinya Mereka kembali masuk kesekolah seperti biasa, tetapi tidak dengan Renatei. Hal ini pun terjadi selama 2 minggu berturut-turut. Pada akhirnya ketika mereka berempat sedang dalam perjalanan kesekolah, dengan tidak sengaja mereka bertemu dengan Renatei di pinggir jalan yang sedang mencari barang bekas.

“Hey bukannya itu Renatei?” ucap Inoel kepada rekannya. 
“Ia benar itu Renatei. Sedang ngapain dia? Bukannya masuk sekolah malah keliuran seperti itu.” Jawab Hadisan singkat. Percakapan mereka pun berlanjut, bagaimana tidak, ini adalah sesuatu yang sangat menarik perhatian mereka.

“Ia benar. (Inoel pun langsung menarik Aguste yang jalan di belakangnya dan sedang asyik dengan Iphone-nya) Liat itu? Apa yang sahabatmu lakukan?” ucap Inoel.

Aguste menjawab dengan nada yang sangat menyakitkan, menyindir, mengolok seperti tak pernah mengenalnya sebelumnya. “Haha… Pasti sedang mengais-ngais sampah. Namanya juga orang miskin” ucapnya keras.

Yuni : Apaan sih. Ayo kita samperin saja dia.
Inoel : Renatei, apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kau tidak masuk 2 minggu ini?
Renatei : (dengan Kaget) aku? Ya seperti yang kalian liat.
Aguste : aku bilang juga apa. Pasti dia sedang mengais-ngais sampah. Seperti tidak tahu saja kalian pekerjaan orang miskin.

Hadisan : sudahlah Aguste, begitu-begitu Renatei itu sahabatmu.
Inoel : Apa-apaan sih. Kenapa kau tidak masuk sekolah lagi Renatei?

Renatei : Begini, orang tua ku tidak punya uang untuk membiayai aku dan adikku untuk sekolah. Sedangkan adikku masih mau sekolah, jadi aku mengalah saja untuk adikku. Biar adikku yang sekolah dan aku membantu orang tua ku untuk menyambung hidup.
Yuni : Mulia betul hati mu sobat.

Aguste : haha. Mulia apanya? Dia cuma mau cari muka tahu? kalian ini gampang sekali dibodohi sama dia.

Renatei : Tega sekali kau berkata begitu pada ku. Aku memang sekarang sudah miskin, tapi aku masih punya perasaan. Kalau kamu tidak mau bersahabat lagi dengan ku ya sudah itu tidak jadi masalah buat ku, tapi jangan kau hina aku dengan kata-katamu itu. Satu lagi, aku tidak pernah menyesal pernah berkenalan dengan mu. Tapi itu merupakan pembelajaran bagi ku. Terima kasih 

Aguste. (Renatei pun lari secepat mungkin meninggalkan mereka berempat dengan perasaan yang bercampur aduk)

Inoel : sudah puas kau menyakiti dia? ingat Aguste, suatu hari nanti kau juga akan merasa apa yang Renatei rasakan sekarang.

Yuni dan Hadisan : Betul itu.
Aguste : haha. Itu tidak mungkin. Keluarga ku tidak mungkin jatuh miskin seperti dia. Toh keluargaku memiliki banyak usaha yang menghasilkan banyak uang. Dan tidak akan habis untuk 5 generasi. Haha...sambil tertawa Aguste pun jalan meninggalkan mereka bertiga

Yuni : Sombong sekali itu anak. Semoga hidupnya baik-baik saja.
Inoel : ya semoga saja. Memang terkadang kita harus menyadari bahwa ada orang tertentu yang bisa tinggal dihati kita, namun tidak dalam kehidupan kita 

"Ya betul itu. Dan semoga suatu hari nanti kita bisa bertemu lagi dengan Renatei." jawab Hadisan. Mereka bertiga akhirnya melanjutkan perjalanan ke sekolah.

Hari itu merupakan hari terakhir mereka bertemu Renatei. Dan ketika semuanya telah terjadi, Aguste pun merasakan apa yang dulu Renatei rasakan. Keluarganya bangkrut karena ditipu oleh orang lain. Tapi sayangnya Aguste tidak terima dengan hidupnya yang miskin, dan ia beranggapan bahwa semua ini salah Renatei.

---Sekian---

Setelah cerpen 5 orang tentang hukum karma ini mungkin akan ada beberapa cerita pendek seperti ini lagi. Mungkin pada beberapa hari atau minggu ke depan akan ada cerpen 4 orang, cerpen 6 orang dan beberapa cerpen berdasarkan jumlah tokohnya. 

Bagaimana, menarik bukan kisah dalam cerpen di atas? Jangan sampai lupa membaca yang lainnya di bagian bawah! Khusus untuk rekan semua sudah disiapkan banyak karya asliyang bisa dijadikan bahan referensi belajar tambahan. 

Cerpen Horor, Menari Bersama Bintang

Contoh cerpen horor judul "Menari Bersama Bintang". Cerita pendek yang satu ini merupakan cerpen horor yang masuk dalam kategori cerpen singkat. Ceritanya mengisahkan pengalaman seseorang dalam melihat penampakan mengerikan.

Cerpen Horor, Menari Bersama Bintang

Cerita tersebut bagus dan menghibur dan tentunya menegangkan sekali. Bagi yang hobi dengan cerita horor bisa membaca cerpen berjudul "Menari Bersama Bintang" tersebut di website ini. Mau?

Kisah dalam cerpen singkat terbaru ini bercerita tentang pengalaman pahit seseorang gadis remaja yang melihat hantu - penampakan kepala yang beberapa kali muncul mengganggu dirinya.

Pertama kali muncul penampakan itu tidak begitu menakutkan bahkan sedikit unik karena terdengar juga suara nyanyian dari penampakan tersebut.

Namun selanjutnya..... Pokoknya mengerikan, agar tahu bagaimana kisah selengkapnya dari cerpen horor tersebut mari kita baca langsung ceritanya di bawah ini.

Menari Bersama Bintang
Oleh: Contohcerita.com

Malam sepi, sendiri paling enak duduk di balkon atas rumah, menikmati pemandangan langit yang bertabur kerlip. Itu adalah kebiasaan sejak kecil yang selalu saja membuat aku terkena marah ayah. Wajar memang, aku adalah seorang gadis - meski sedikit tomboi.

Malam itu aku juga berniat mengasingkan diri dari segala alat elektronik, macam televisi dan sebagainya.

Aku lantas naik ke balkon dengan membawa semua peralatan tempur, di tempat yang tidak terlalu luas itu aku selalu bisa merasa tenang dan damai apalagi di temani dengan berbagai cerpen kesukaan.

Biasanya aku senang menghabiskan waktu dengan membaca novel atau cerpen, sesekali aku juga bernyanyi di iringi suara gitar yang aku petik sendiri. Berada di ketinggian dan memandang lepas ke depan benar-benar menghibur.

Dari atas sini kita bisa melihat banyak hal khususnya yang ada di seberang jalan depan rumah. Pernah suatu kali aku tertegun sampai hampir jatuh ketika menyaksikan drama romantis yang sangat mendebarkan.

Saat itu waktu masih sore, aku baru beberapa menit berada di sana. Tiba-tiba aku melihat dua orang keluar dari taksi - satu pria satu wanita. Bukan penampilan mereka yang menyita perhatian namun teriakan salah satu dari mereka.

"Cukup....cukup sampai disini saja hubungan kita, aku sudah muak denganmu...!"
"Kamu tidak bisa seenak hati seperti itu!! Aku memang mencintaimu tapi aku tidak mau diperlakukan seperti budak, apalagi sapi perah!!!"

Suara pertengkaran mereka samar-samar terdengar di telingaku, memang, meski sedikit jauh aku bisa menangkap apa yang mereka ributkan. Mereka adalah sepasang kekasih yang sedang bertengkar entah karena apa, aku juga kurang tahu.

Mataku dan telingaku masih saja tertuju pada mereka berdua yang belum beranjak tepat di mana mereka baru turun dari taksi yang mereka tumpangi tadi. Kendaraan sudah mulai sepi, aku mulai lebih jelas mendengar berbagai kalimat-kalimat yang keluar dari mulut mereka.

"Mereka seperti anjing dan kucing", gumamku dalam hati. Tak berapa lama dari itu akhirnya mereka pun berlalu, satu pergi ke arah kanan dan satunya ke arah berlawanan.

Aku tertawa sendiri jika ingat kejadian tersebut, ada rasa kasihan tapi ada rasa geli yang sangat. Kejadian itu adalah salah satu kejadian yang lumayan melekat di pikiran ku.

Setelah kejadian itu, saat baru sampai di balkon rumah pandanganku selalu menyapu halaman depan rumah bahkan sampai ke ujung jalan, berharap ada lagi satu kejadian yang bisa menemani ku malam itu.

Selain menantikan berbagai adegan di depan jalan aku juga sangat menikmati gemerlap langit yang penuh bintang.

Bahkan terkadang aku membayangkan betapa senangnya jika aku bisa menyaksikan pemandangan seperti ini di seluruh hidupku. Bintang yang berkedip bisa memberikan harapan, ketenangan dan rasa puas diri, itu yang aku rasakan, tidak di besar-besarkan.

Saat kamu merasa sendirian
Lihat ke atas penuh bintang bertaburan
Saat kamu merasa kesepian
Raihlah satu bintang kau akan bahagia...

Menarilah menari bersama bintang
Di angkasa diantara ribuan
Gemerlap cahaya akan kau temukan
Salah satu bintang yang paling terang

Hari itu aku sedang tidak enak hati, ada sedikit peristiwa yang membuatku murung dan bersedih. Aku pun lantas langsung menuju singgasana ku tersebut. Saat itu aku tidak membawa apa-apa selain rasa kecewa dan galau yang membuncah.

Pulang sekolah tadi aku melihat Dandi, teman dekatku berboncengan mesra dengan Lita, itu yang membuat hatiku tiba-tiba gusar, ingin marah dan gundah. Mungkin aku cemburu atau apalah...yang jelas aku benar-benar sedang tidak enak hati sekarang ini.

Hatiku benar-benar gelisah sehingga tak ku sadari ada teriakan-teriakan kecil dari seberang jalan. Rupanya, di seberang jalan sedang ada beberapa anak perempuan yang bermain di pinggir jalan.

Sepertinya mereka baru dari berbelanja, masing-masing tangan mereka membawa bungkusan plastik besar berlogo swalayan terkenal.

"Aku iri dengan mereka yang bisa keluar rumah sesuka hati, andai saja..." gumamku dalam hati. Lihatlah betapa bahagianya mereka, bercanda tawa dengan teman-temannya... Tak terasa air mataku meleleh....

"Braaak......." tiba-tiba terdengar suara mobil berdecit yang diikuti suara teriakan.
"Alamaak......" aku pun sangat terkejut, sepontan tanganku pun menutup mulutku yang langsung menganga.

Naas, salah satu anak yang bermain di tepi jalan tadi tertabrak mobil, tak lama suasana pun gaduh. Aku tak mampu berbuat apa-apa selain mengunci mulutku rapat-rapat, kakiku gemetar, "aku menjadi saksi atas kejadian tragis itu"

Keesokan harinya terdengar kabar bahwa anak tersebut telah meninggal dengan keadaan yang cukup mengenaskan. Lehernya patah, kakinya dan tangannya terpisah. Karena peristiwa itu hampir satu minggu aku tidak duduk di atas balkon lagi. Bukan karena takut namun karena sedikit ngeri jika harus menyaksikan kejadian serupa lagi.

Tapi kejadian itu tak mampu lama berbekas di pikiranku, aku pun kembali naik ke atas balkon kesayanganku tersebut.

Entah, kali ini aku tidak merasa tenang, baru kali ini aku tidak merasa nyaman dan senang berada di balkon. Aku hanya tertunduk dan memegangi dagu meski saat itu bintang sedang sangat gemintang. Tak terasa pikiranku pun melayang jauh, terbang entah kemana...

Menarilah menari bersama bintang
Di angkasa diantara ribuan
Gemerlap cahaya akan kau temukan
Salah satu bintang yang paling terang
Lirik by: Anisa Rahma

Tiba-tiba aku terperanjat, aku seperti mendengar suara nyanyian dari kejauhan. Ku cari sumber suara itu, tak ada. "Semua penjuru telah ku lihat tapi dari mana asal suara nyanyian itu?"

Satu-satunya arah yang belum ku lihat adalah langit yang biru, aku langsung menengadahkan muka ku dan langsung duduk tersimpuh. Betapa tidak, aku melihat kepala-kepala remaja yang melayang-layang di angkasa.

Mataku terpejam, aku tak mampu bersuara sama sekali karena sayup masih terdengar nyanyian itu. "Ah, aku pasti salah lihat", langsung ku buka mataku...

"Setan.....!" Bayangan kepala itu adalah milik gadis-gadis yang waktu itu temannya kecelakaan. Aku masih ingat salah satu wajahnya, ya wajah gadis yang tertabrak kemarin, ia tersenyum padaku.

Tak kuasa menahan rasa takut aku pun langsung berlari turun, meski penampakan wajah tersebut tidak menakutkan namun peristiwa seperti itu jelas tidak normal. Pasti ada yang salah, entah penglihatanku atau imajinasiku.

Keesokan harinya aku tidak berani beranjak ke balkon, dengan terpaksa aku melihat tv di ruang tengah.

"Tumben nonton tv..." sapa ayahku yang baru pulang kerja.
"Iya yah, lagi males, eh yah, memang di dunia ini benar ada hantu ya?" tanyaku pada ayah

"Kalau setan ada, tapi hantu tidak ada..." jawab ayah sambil berlalu
"Apa maksudnya", pikirku dalam hati.

Aku kembali teringat pada kejadian di balkon tersebut, entah mengapa timbul rasa penasaran dan ingin tahu apakah bayangan-bayangan kepala tanpa badan tersebut masih ada ada. Aku nekat naik ke balkon meski sedikit ragu.

Ku lihat sekeliling, sepi, maklum ini baru habis magrib, aku langsung duduk diperaduanku sambil membuka buku kesayanganku.

"Ternyata tidak ada lagi", gumamku sambil mencari-cari batas buku yang ku baca.
"Hi....kamu mencariku ya?, ayo sini, kita menari bersama bintang...."

Kaget, aku langsung berdiri karena mendengar ada suara gadis yang menyapaku. Tak ada siapapun.
"Aku disini, ditempat kemarin..." suara itu datang lagi.
Aku langsung melihat ke langit dan ternyata........

Penampakan kepala itu berdarah-darah.... seperti kepala yang pecah dan darahnya mengucur...
Aku langsung berteriak,....lari ke dalam....

Sontak seisi rumah pun berlarian menghampiriku dan menanyakan apa yang terjadi.
"Ada hantu"... jawabku singkat dan langsung lari menuju kamar bunda. Tak ada yang menyusul, hanya bunda yang kemudian menghampiriku dan tidur memelukku dengan mesra.

Itu adalah pengalaman mengerikan dalam hidupku, setelah saat itu, balkon menjadi tempat yang paling menakutkan bagiku. Aku meminta orang tuaku membongkar balkon tersebut agar aku tak lagi ingin ke sana.

Setelah balkon di bongkar, aku tak pernah lagi melihat indahnya bintang. Sejak saat itu tak ada lagi yang mengajakku menari bersama bintang. Aku bersyukur, waktu itu aku tidak menuruti ajakan itu, kalau tidak aku pasti sudah mati terjatuh dari balkon.

---Tamat---

Itulah satu kisah yang akan menghibur kita hari ini. Jangan lupa, baca juga beberapa cerita pendek berikutnya yang sudah disiapkan. Masih ada beberapa judul lagi selain Cerpen Horor, Menari Bersama Bintang di atas yang layak untuk kita nikmati. Kalau masih kurang bisa juga mencari tema-tema cerpen lain di bagian halaman depan.

Contoh Puisi Cinta Romantis Terbaru

Sudah membaca puisi cinta romantis, kita akan segera membacanya di sini. Tujuan utama dari situ ini adalah memberikan referensi bacaan untuk berbagai macam karya sastra, maka dari itu kali ini kita akan beralih ke beberapa karya puisi yang banyak di cari dan dibutuhkan pembaca.


Kebetulan saja, karya puisi yang akan kita nikmati berikut ini merupakan beberapa puisi dengan tema yang cukup istimewa dan menarik yaitu masalah cinta.

Dari sekian banyak tema yang ada, puisi cinta memang merupakan salah satu tema puisi yang paling tidak membosankan baik bagi pembaca umum maupun bagi kita yang hobi puisi.

Puisi yang menggambarkan kisah asmara antara sepasang kekasih memang menjadi sebuah hiburan yang tidak bisa kita lewatkan begitu saja.

Selain itu puisi ini paling populer loh, coba ingat ketika kita sedang jatuh cinta, dikhianati, putus cinta dan sedang tidak enak hati maka biasanya kita kan sering corat-coret membuat puisi bukan?

Nah, untuk contoh puisi cinta romantis kali ini saya akan membagikan empat puisi langsung untuk kita baca.

Puisi tersebut semuanya tentang cinta dan ceritanya cukup menarik, romantis. Pokoknya wajib deh yang sedang mencari karya sastra terbaru untuk membaca puisi tersebut. Empat puisi tersebut merupakan karya dari satu orang penulis. Penasaran bukan, mari kita baca saja puisi tersebut di bawah ini!

Kau dan Jati Diri
Oleh Gunarto

Aku adalah korban dari kecantikanmu
Ya …mungkin itu yang kurasa saat ini.
Matamu seperti rembulan dimalam hari
Sifatmu seperti permata dari diriku

Aku tak mengerti apa yang sedang ku alami
Aku lelah memikirkan dirimu yang tak punya hati
Hari ini seperti saat saat aku tak punya hati

Setiap malam aku selalu berbagi
Setiap malam aku mencari
Setiap malam aku tak punya hati
Sekali lagi aku tak tau diri

Mengapa engkau tak tau diri
Memangnya engkau siapa hadir dalam setiap mimpi
Memangnya engkau siapa mengekang jati diri
Itulah engkau tak tau diri

Ya memang engkau tak tau diri
Dirimu adalah pelupa
Dirimu itu bijaksana
Mamang itulah engkau tak tau diri
Sekali lagi itulah engkau tak tau diri

Puisi Cinta Kau dan Jati Dirimu di atas merupakan salah satu puisi singkat yang terdiri dari 5 bait puisi. Masing-masing bait terdiri dari ada yang tiga baris, empat baris dan juga ada yang 5 larik. Tema puisi tersebut tentang cinta.


Tenda Birumu
Oleh Gunarto

Berteduh aku saat mega bersamamu.
Kebersamaan ini membuat ku lupa sejenak meninggalkan kalbu
Teringat semua hal indah bersamamu saat payung itu mengantarmu
Hati ini tak mengapa kau nikahi
Hati ini tak mengapa kau dustai.

Kasih. . . .
Aku bukanlah sahabatmu.
Aku bukanlah priyai yang teguh menghampiri rakyat yang teguh hati.

Kasih. . .
Kala itu aku puas denganmu.
Tak ku sangka hatimu berlabuh kepadaku dibawah mega itu.

Kasih….
Ingatkah engkau saat dulu aku menyentuh awan kelabu disore itu
Ingatkah engkau aku menghampirimu dibawah mega itu.

Kasih. . .
Inilah aku sekarang.
Dan sudah ku bilang aku bukan lah priyai sepertinya.

Kasih…
Noda biru bersambut langit langit biru telah merestuimu
Dan aku sadar akan keadaanku dan siapa aku.

Kasih. . .
Semoga engkau bahagia bersamanya.
Hanya sedikit saja aku mengingatmu sejenak tadi didalam hati.
Tag: Puisi Cinta, Puisi 7 Bait


Segitiga Cinta
Oleh Gunarto

Bagiku mencintaimu itu sangat mudah
Bagiku mengagumimu itu sangat indah
Mungkin rasa itu yang menggebu ku saat ini
Ya. . . .rasa ini memang masih milikmu

Tak  ada sedikitpun hati ini meninggalkanmu
Hanya air mata keindahaan kala itu
Aku tak mengapa sedetik kau cintai
Hanya bayangmu disetiap waktuku
Tapi… itu dulu

Aku kira engkau memberiku air
Saat dahagaku mulai mengering
Aku kira engkau keteduhan
Saat teduhku mulai memanas
Aku kira engkau sumber harapan
Saat kesengsaraan menemaniku
Tapi . . .itu dulu

Bagiku kau terindah
Saat aku memaknaimu dari keingkaran dan kepergianmu
Tapi itu dulu
Sudahlah kasih itulah sifatmu
Mencari pelabuhan terakhir hidupmu
Dari kelapanganmu dan cintamu untuk ku
Terima kasih.
Tag: Puisi Cinta, Puisi 4 Bait
                                     

Aku Tak Bahagia
Oleh Gunarto

Aku tak bahagia
Melihat kau bahagia
Ku tak bahagia
Melihat kau bahagia

Harusnya kau tak bahagia
Aku tak bahagia
Harusnya kau tak bahagia
Karna aku tak bahagia

Harusnya aku yang kau cinta
Aku tak bahagia
Harusnya aku yang kau cinta
Aku tak bahagia

Aku tak bahagia
Harusnya kau mencintaku
Aku tak bahagia

Harusnya kau mencintaku
Tag: Puisi Cinta, Puisi 4 Bait

Bagaimana, cukup menarik juga bukan puisi-puisi di atas? Ya, bisa kita gunakan untuk hiburan dan dapat kita baca di waktu santai.

Biasanya, saya membaca puisi romantis yang menarik untuk sekedar menghibur hati yang lara, mendapatkan inspirasi sampai dengan untuk memompa motivasi yang sudah mulai hilang. Mudah-mudahan beberapa karya di atas bisa berkenan di hati pembaca semua.

Dongeng Bahasa Inggris Rubah dan Gagak

Dongeng Bahasa Inggris tentang Rubah dan Gagak – masih ada tenang saja, disini akan ada banyak cerita-cerita dongeng menarik yang akan di bahas. Kali ini masih melanjutkan seri sebelumnya yaitu khusus dongeng berbahasa Inggris ya. 

Hari ini kita akan membaca cerita tentang apa ya? Tepat, cerita kali ini adalah tentang seekor rubah dan gagak, jadi masih masuk ke dalam cerita binatang. 

Tapi ceritanya dalam bahasa Inggris ya, jadi jangan keliru karena pembahasan kita memang sedang fokus untuk cerita-cerita yang sekaligus bisa untuk belajar bahasa asing. Jadi selain mendapatkan cerita yang menarik juga bisa belajar.

Memang ada banyak dongeng binatang yang tentang rubah dan juga gagak. Tapi kalau belum dibaca maka pasti belum tahu apakah ceritanya sama atau tidak dengan cerita yang pernah kita baca sebelumnya. 

Yang pasti, dongeng ini juga akan dimuat dalam dua versi atau lebih tepatnya akan disertai terjemahan.

Selain itu nanti juga akan dijelaskan mengenai isi cerita sekaligus pesan moral yang bisa ditangkap dalam dongeng tersebut. Dan yang penting ceritanya menarik dan bisa sangat menghibur untuk adik-adik semua. 

A. Dongeng dalam Bahasa Inggris

Kalau dalam bahasa Inggris, dongeng ini judulnya “The Fox and The Crow”. Dongeng yang akan kita nikmati kali ini termasuk versi yang singkat dan bukan yang full story. Namun begitu ceritanya tetap menarik dan pesan moral di dalamnya pun tidak hilang. 

Bisa dikatakan cerita berikut versi ringkasnya. Bagi yang sudah siap dan memang sedang mencari cerita-cerita dongeng menarik bisa langsung membaca dongeng tersebut. 

Bagus kok, tidak membosankan juga, lagian bisa untuk belajar sekalian jadi tidak sia-sia. Yang terpenting, bahasa yang digunakan tidaklah rumit dan sangat sederhana sekali.

Bagi adik-adik atau rekan yang mencari dongeng berbahasa Inggris seperti ini bisa menjadikan dongeng ini sebagai tambahan. 

Selain dongeng ini masih ada banyak juga dongeng lain yang bisa dibaca. Tapi sebelum melihat dongeng lainnya silahkan baca dulu dongeng rubah berikut selengkapnya.


Eits, jangan pusing dulu, tenang. Kalau rekan semua kurang begitu paham dengan ceritanya karena dongeng di atas menggunakan bahasa Inggris maka rekan semua bisa memahami bagaimana ceritanya dengan membaca terjemahan dari dongeng tersebut. Mau, kalau mau silahkan lanjut ke bagian kedua di bawah ini.

B. Terjemahan Dongeng Rubah dan Gagak

Coba, kalau yang sudah baca dongeng di atas, bagaimana ceritanya? Ups, mau baca terjemahan dongeng ini juga toh, tenang sudah disiapkan kok untuk rekan pembaca semua. Berikut sudah disiapkan juga arti atau terjemahan untuk dongeng yang sudah dibaca di atas. 

Tapi, mohon maaf ya karena terjemahan atau arti yang ada di bawah ini masih jauh dari sempurna dan sangat acak-acakan. 

Namun begitu terjemahan berikut bisa dijadikan bahan tambahan untuk mengetahui lebih dalam mengenai jalan cerita dari dongeng di atas. 

Bagaimana, mau membaca terjemahannya sekaligus? Kalau mau membacanya langsung, silahkan baca terjemahan yang sudah disiapkan di bawah ini, semoga saja tidak membuat rekan semua tambah bingung.


Sedikit mengulas cerita yang diberikan, dongeng tentang rubah dan burung gagak ini merupakan dongeng yang cukup bagus. dalam dongeng ini diceritakan ada seorang rubah yang pandai dan suka berbohong. 

Suatu ketika sang rubah ini melihat ada seekor burung gagak yang bertengger di atas pohon dengan membaca sepotong makanan.

Melihat sang gagak yang membawa makanan tadi, sang rubah pun dengan licik menggunakan akalnya untuk merebut makanan tadi dari paruh sang gagak. 

Dia pun memuji-muji sang gagak dan mengatakan bahwa gagak adalah ratu burung. Ia pun meminta agar gagak tadi bisa menyanyikan sebuah lagu untuknya.

Burung gagak yang sudah termakan bujuk rayu tadi langsung setuju dan hendak menyanyi untuk sang rubah. 

Apa daya, ketika sang gagak mulai membuka paruhnya untuk bernyanyi, makanan yang ada di mulutnya pun seketika itu terjatuh. Rubah yang sudah siap dibawahnya pun langsung mengambil makanan tadi.

Sebagai imbalan atas makanan yang dijatuhkan sang gagak, rubah kemudian memberikan nasehat kepada sang burung gagak tadi agar dikemudian hari ia tidak percaya dengan pembohong, “Do not trust liars.”, ucap sang rubah tadi.

Cerita Sukses Pedagang Toko Kelontongan

Cerita Sukses Pedagang Toko Kelontongan - Namanya adalah Ratmi dia adalah teman sekolah ku waktu SMA. Ratmi termasuk anak yang rajin dan pintar. Banyak guru yang suka padanya karena kepandaiannya. Selain itu Ratmi juga orangnya mudah bergaul suka menabung dan tidak sombong. 


Dia tidak memilih – milih dalam berteman, siapapun orangnya mau kaya atau miskin, baik atau pun nakal semua menjadi temannya.

Ratmi tidaklah cantik, tapi hanya hitam manis, semanis madu. Tubuhnya langsing agak tinggi. Rambutnya ikal hitam kecoklatan, mukanya agak lonjong, alisnya hitam tebal. 

Ada sedikit titik hitam di samping bibirnya, saat tersenyum gigi gingsulnya memperjelas bahwa Ratmi memang manis. Setidaknya itulah jika aku membayangkan Ratmi.

Saat berangkat dan pulang sekolah, Ratmi selalu jalan kaki. Pernah beberapa kali aku mengajaknya untuk pulang bersama. Aku menghentikan motor “ciitttt” bunyi rem motor, “ayo pulang sama aku” ajakku. 

Sambil menundukan muka dia menjawab “ enggak lah, aku jalan kaki saja”. Aku tidak tahu apa alasannya kenapa setiap aku ajak pulang bersama Ratmi selalu menolak.

Suatu hari aku mengikuti Ratmi pulang, diam – diam aku mengikutinya dari belakang. Aku mencoba melangkah pelan – pelan agar tidak diketahui oleh Ratmi. Sudah berjalan kurang lebih tiga kilometer, aku belum melihat tanda – tanda Ratmi akan masuk kedalam salah satu rumah yang ada di depan ku.

Di bawah sinar matahari yang terik sempat terpikir dibenakku “Ratmi ko kuat ya, setiap hari seperti ini, belum lagi kalau hujan”. 

Tapi aku terus mengikutinya,walaupun keringat bercucuran, kaki mulai terasa pegal dan nafas yang mulai terengah – engah. Ini semua aku lakukan untuk menjawab pertanyaanku selama ini “kenapa Ratmi selalu menolak saat aku ajak pulang bersama”.

Dari kejauhan aku melihat Ratmi berbelok menuju salah satu rumah diujung jalan, rumahnya sudah terlalu tua untuk berlindung, hanya berdindingkan gedek yang sudah berlubang – lubang dengan ukuran yang tidak terlalu besar yaitu 6 x 4 meter.

Terlihat seorang ibu yang sudah tua berdiri didepan pintu, memakai baju yang sudah lusuh. Dengan kulitnya yang sudah mulai keriput. 

Lalu aku berhenti bersembunyi dibalik pohon besar untuk melihat Ratmi yang berjalan kearah ibu tua itu. Ratmi mencium tangan ibu tua itu, aku bertanya – tanya “apakah itu ibunya Ratmi?”. 

Keesokan harinya, disekolah saat jam istirahat aku menemui Ratmi untuk membicarakan kejadian kemaren yang aku lihat. 

“sebelumnya aku mau minta maaf” kataku, “tentang apa” jawab Ratmi dengan wajah agak kebingungan. “maaf, kemarin aku mengikuti kamu pulang secara diam – diam, aku melihat kamu mencium tangan ibu tua, apakah dia ibumu?” tanyaku. 

Sambil menundukan kepala, dengan nada pelan Ratmi menjawab “iya, dia ibuku”. Lalu aku bertanya "apakah ini alasanmu, selalu menolak saat aku mengajakmu untuk pulang bersama”. 

Dengan mata yang sedikit memerah dan terlihat setitik air dimatanya dia menjawab “iya benar, dia ibuku, aku malu dengan teman – teman, aku tidak ingin mereka tahu semua itu”.

Aku mencoba menenangkan dirinya dengan memeluk dan mengusap air mata yang membasahi pipinya. Aku mencoba memberikan nasehat kepada Ratmi. “sudah, sudah kamu tidak usah malu, Ratmi yang aku kenal bukanlah Ratmi yang seperti ini, Ratmi yang aku kenal orangnya ceria, murah senyum tegar dalam menghadapi masalah”.

Semenjak kejadian itu Ratmi mulai terbuka dan mau menerima ajakanku untuk mengantarnya pulang. Wajahnya tidak lagi ditundukkan saat aku mengajak untuk pulang bersama. Dari situlah kami mulai akrab.

Tapi tidak terasa hari kelulusan telah tiba. Hari yang sangat mendebarkan membuat semua jantung siswa berdegub kencang. Aku dan Ratmi terus berdoa sambil menunggu guru menempel daftar kelulusan di mading. 

Setelah daftar kelulusan ditempel, semua siswa langsung menyerbu mading. Mereka mulai mencari namanya, ada yang berteriak “hore, horee aku lulus” ada yang sujud sukur.

Aku dan Ratmi terus mencari, sambil menunjuk kearah mading, mengurutkan satu demi satu nama yang ada. Tiba – tiba tangannya Ratmi berhenti, aku pun ikut berhenti, lalu aku baca. 

Ternyata itu Ratmi dia lulus dengan nilai yang hampir sempurna. Ratmi berkata “alhmdulillah” , setelah itu, tidak jauh dibawah namanya Ratmi, aku menemukan namaku.

Lima tahun kemudian, setelah menyelesaikan study S1, aku berkunjung ke rumah Ratmi, aku bingung mencari, ditempat dulu rumahnya Ratmi sekarang berdiri bangunan kokoh berisi barang – barang dagangan seperti sembako, barang – barang pecah belah dan yang lainnya. 

Aku mencoba masuk kedalam, aku kaget bukan main. Ternyata Ratmi sekarang menjadi orang sukses, dia menjadi distributor barang – barang sumbako dan yang lainnya.

Ternyata selama lima tahun ini dia merintis usaha kelontongan. Karena berkat kerajinan, keuletan dan keramahannya dia berhasil mengembangkan usahanya dan menjadi distributor utuk memenuhi kebutuhan toko – toko yang ada didaerahnya.

---oOo---
Back To Top