Mentari Dua Jendela, Cerpen Cinta Remaja Sekolah

Cerpen cinta remaja sekolah berjudul “Mentari Dua Jendela”, pasti bisa membuat rekan semua terhibur. Ini unik, tidak seperti cerita-cerita cinta lain yang sudah pernah dibagikan. Jangan sampai dilewatkan ya.

Cerpen Cinta Remaja Sekolah
Contoh Cerpen Cinta Remaja di Sekolah: Mentari Dua Jendela
Cerita cinta memang sangat menarik dan tidak boleh dilewatkan, apalagi di kalangan remaja. Tidak begitu berbeda, tidak aneh kalau masa demaja diisi dengan warna-warni kehidupan cinta. 

Memang begitu, sudah manusiawi kan. Kisah berikut ini mungkin saja bisa memberikan pelajaran berharga bagi rekan semua khususnya rekan remaja. Ada hikmah, ada pelajaran dan hiburannya. 

Judulnya memiliki makna yang tersembunyi dan sepertinya tidak memiliki arti yang sesungguhnya. 

Kalau boleh ditebak, “mentari” pada judul sepertinya melambangkan orang. Eits, jangan lupa cek juga yang sudah disiapkan berikut ini ya. Untuk tambahan referensi ya. 


Ha, jadi penasaran kan? Ya sudah, kenapa masih sana – sini, yuk kita nikmati saja cerpen remaja sekolah tersebut. Sekalian untuk tambahan referensi belajar di rumah. Siapa tahu ada yang sedang belajar menulis cerpen. 

Mentari Dua Jendela
Cerpen Cinta Remaja oleh Irma 

“Tring… tring… tring….” Bel sekolah berbunyi. Murid-murid yang sedang berada di halaman langsung berhamburan menuju kelas masing-masing. Manuel mengejar ketertinggalan, ia berlari kecil memasuki kelas dan segera menuju tempat duduknya. 

Sekejab, matanya melirik, ke kanan dan ke kiri, memastikan mentari dua pujaan hatinya sudah berada di kelas itu. 

“Oh, alangkah indahnya suasana kelas pagi ini. Mentari bersinar cerah…” ucapnya bergumam. 

“Bicara apa kamu Manuel… pagi – pagi sudah ngelantur!” ucap teman sebangkunya. 

“Oh, tidak…” jawabnya singkat. Manuel hanya tersenyum kecil sambil mulai mengeluarkan isi tasnya. 

Pelajaran di mulai. Manuel tampak fokus mendengarkan penjelasan guru mengenai materi kala itu. Setengah jam lebih, guru menyelesaikan penjelasannya. 

“Baiklah anak-anak, sekarang waktunya bapak membagi kelompok untuk tugas paper kalian.” Ucap sang guru. Murid-murid seketika itu langsung riuh. Suasana kelas yang tadinya tenang menjadi gaduh. 

Bapak guru kemudian membagi secara acak dan membuat beberapa kelompok. “Manuel, Laras, Lindi, kalian kelompok tiga…” ucap pak guru. 

Seperti disambar petir, hati Manuel berdetak lebih kencang. Sungguh kesempatan yang sangat menyenangkan sekaligus membuatnya ciut nyali. “Bagaimana mungkin… ah, bapak ini benar-benar membuat aku dilema…” Manuel sedikit gelisah. 

“Minggu depan tugas sudah harus selesai semua. Bapak tidak mau menerima alasan apapun”, tutup sang guru. 

Hari itu menjadi hari yang sangat bersejarah bagi Manuel. Untuk pertama kalinya, ia satu kelompok dengan dua teman yang sangat ia kagumi. 

Dasar perasaan remaja, Manuel tidak bisa menyembunyikan rasa gelisah dan cemas itu. Beberapa kali pertemuan dengan mereka, Manuel justru lebih banyak diam. Ia tidak bisa membagi perhatian. 

“Ah… sial” berkali-kali ia mengumpat dalam hati. Lidahnya benar-benar kelu. Setiap kali ditanya oleh mereka mengenai tugas yang sedang dikerjakan Manuel selalu saja grogi. “Anu… itu….” Begitulah jawaban kaku Manuel. 

“Menurut kamu bagaimana nih Manuel, bagus tidak?” Tanya Laras. “Iya nih, bagaimana?” timpal Lindi. 

“Ya… itu, anu sih… itu…” Manuel menjawab dengan terbata. “Ah… kamu ini. Tiap kali ditanya pasti seperti itu. Menyebalkan!” ucap Lindi. 

“Iya… tidak membantu sama sekali. Ini kan tugas kelompok. Kamu kan peringkat pertama di kelas, kok lemot gitu sih…” timpal Laras. 

“Sudah deh… yuk kita pulang saja Ras!” ajak Lindi kesal. 

Satu minggu berlalu dengan kesan yang kacau. Manuel benar-benar tidak berkutik diapit dua mentari itu. Mentari di dua sisi jendela kelasnya seperti akan membuat isi kepalanya keluar! 

---oOo--- 

Singkat saja sih, dalam satu dunia memang tidak mungkin terdapat dua mentari sekaligus. Benar tidak? Ternyata, memiliki dua pujaan hati lebih terasa menjadi bencana. Bahkan jika mereka sedekat kulit ari. 

Ya, apapun itu, kami sangat berharap cerpen kali ini bisa berkenan bagi rekan semua. Cerpen tentang seorang remaja yang suka dengan dua cewek sekaligus tersebut akan menjadi persembahan untuk akhir pekan ini. 

Sampai disini dulu, silahkan dilanjut ke beberapa karya lain yang sudah disiapkan dibagian akhir. Salah satu dari karya tersebut bisa menjadi tambahan referensi bagi rekan semua. Terima kasih! 

Rayuan Lirih Si Kutu Buku, Cerpen Remaja

Judulnya “Rayuan Lirih Si Kutu Buku”, salah satu cerpen remaja yang paling baru dan akan menjadi hiburan untuk rekan semua. Jangan salah, meski dengan tema cinta tapi yang ini unik dan tidak membosankan kok.

Cerpen Remaja
Contoh Cerpen Remaja: Rayuan Lirih si Kutu Buku
Meski dengan tema yang cukup popular namun kita berusaha menghadirkan dari sudut pandang yang berbeda. Contohnya bisa terlihat dalam judul. 

Tentu akan berbeda jika dikombinasikan dengan pendidikan. Jadi tambah penasaran ya. Tapi sebelum sampai ke sana rekan semua wajib melihat bebreapa cerpen lainnya di bawah ini. 


Benar sekali, kita akan merasakan sebuah kisah yang cukup menyentuh. Tentu kita tidak akan tahu kalau belum membacanya. Dari pada berlama-lama, lebih baik kita langsung ke karangan tersebut. 

Rayuan Lirih Si Kutu Buku
Cerpen Remaja oleh Irma 

Sepasang mata menyembut di balik Buku Paket Kimia yang terbuka di atas meja. Bola mata itu melingkar, menyinari seluruh ruang. 

Di kejauhan, duduk seorang gadis kurus berambut pirang di pojok ruang perpus, sibuk mengulak-alik sebuah catatan. Jemarinya lincah beralih dari lembar ke lembar. 

Tampak duduknya tegar, tak terganggu dengan lalu lalang pengunjung perpus. Menit berlalu, sepasang mata itu masih tetap mengintai dengan sabar bak sang raja hutan menyambut mangsa. 

Sugi dengan sabar memandangi gadis remaja itu. Satu tahun terakhir, ia selalu menyisihkan waktu memandangi wajah tirus itu, gadis remaja putri yang rajin dan tak seperti gadis kebanyakan. 

Mereka berdua saling kenal, benar itu sudah berjalan tahunan. Mereka juga sering tegur sapa tapi Sugi merasakan dingin jika berpikir mengenai perasaannya pada Suswa. 

“Hei… duluan ya Gi…” 
“Tumben udahan… masih lama kok masuknya…” 

“Iya… lagi males aja nih…” 
“Ya sudah. Silahkan…” 

Tegur sapa yang datar, tak berarti apa-apa namun perasaan Sugi selalu tak menentu jika berbincang dengan Suswa. 

“Oh Tuhan… kenapa aku tak bisa se-berani anak lain” Sugi seringkali mengutuk dirinya yang pengecut. Ia merasa sangat bodoh di depan Suswa. 

Sugi adalah siswa yang pandai, berprestasi. Meski tak punya nyali tapi ia punya cara tersendiri untuk mengisyaratkan cintanya pada Suswa. 

Sugi, adalah satu-satunya orang yang selalu bisa menemukan buku yang Suswa cari, bahkan ketika penjaga perpus kesulitan sekalipun. 

Bukan hanya itu, ia sering kali menyelipkan selembar kertas pada buku-buku yang mungkin akan dibaca oleh Suswa. 

Benar saja, tujuh dari sepuluh buku yang ia tebak dibaca oleh Suswa. Apa isi selembar kertas yang ia selipkan? 

“Hai… hari ini langit begitu cerah, se-cerah senyum manismu”, itulah salah satu kalimat yang ia tulis. Banyak lagi lainnya, tapi ia tak pernah berani menuliskan nama atau sejenisnya. 

Waktu terus berjalan. Bulan terus berganti. Sugi bosan terus bersembunyi dibalik ketakutan itu. “Sudah cukup rasanya aku seperti ini. Aku harus mengatakannya”, tekad Sugi bulat. Ia ingin segera mengatakan perasaannya pada Suswa. 

Siang yang terik, Sugi menghabiskan waktu istirahat di perpus. Saat itu ia sedikit gelisah. Suswa yang baisanya selalu ada di tempat itu tak kelihatan. Setengah waktu istirahat telah habis, ia mulai putus asa. 

“Wah… sudah dari tadi ya…” Suara Suswa mengagetkan Sugi yang setengah melamun. “Eh… iya. Kemana saja kamu, dari tadi aku menunggu kamu…” jawab Sugi spontan. 

“Apa… tumben. Menunggu aku, memangnya ada apa?” Tanya Suswa setengah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. 

“Eh… iya. Anu… anu… nanti pulang sekolah ada waktu tidak. Aku ingin mengajak kamu santai barang sejenak. Di kantin depan aja?” jawab Sugi. 

“Ha… nanti… sebenarnya aku nanti harus lekas pulang sih. Tapi lima atau sepuluh menit bisa..” jawab Suswa. 

“Boleh… tidak apa-apa. Ya sudah, nanti aku tunggu di depan ya…” ucap Sugi dengan tersenyum sumringah. “Iya… “ Suswa lantas menuju tempat duduk yang selalu ia tempati. 

Waktu yang ditunggu telah tiba. Sugi berjalan mondar-mandir gelisah menunggu Suswa. “Ah… kemana dia…” ucapnya gusar. 

“Hei… sudah lama?” 
“Enggak kok… baru saja… yuk kita pesen es saja…” 

Mereka berdua langsung menuju kantin. “Eh… kamu tumben benar sih. Ada apa?” tanya Suswa pada Sugi. “Anu… sebenarnya sudah lama sih aku ingin mengajak kamu. Tapi aku takut kamu tolak.” Jawab Sugi. 

“Memangnya kenapa….” tanya Suswa lagi. Belum sempat Sugi menjawab, si penjaga kantin datang membawa pesanan mereka. 

Suasana berubah canggung. Masing-masing hanya memandangi segelas es yang ada di depan mereka. Beberapa saat kemudian, Sugi hendak mengutarakan apa isi hatinya. 

“Sus… boleh ngomong enggak. Sebenarnya aku…” 
“Eh… jemputan aku sudah datang. Maaf ya Sugi, aku harus buru-buru pulang. Sampai lain waktu ya…” 

Suswa pun berlalu meninggalkan Sugi yang mematung. Ludah getir Sugi telan dalam-dalam. Untuk kesekian kalinya, ia tak berhasil menyatakan isi hatinya pada orang yang sudah lama ia sukai. 

---oOo--- 

Bagaimana, bagus tidak ceritanya? Penasaran, ending ceritanya memang dibuat menggantung seperti itu. Kira-kira si kutu buku bernama Sugi tersebut akhirnya berhasil tidak ya? 

Akan lebih seru jika ia menghadapi ribuan rintangan lagi. Sepertinya sih, kalau dilihat dari suasanya alurnya, Suswa juga suka sama dia. Tapi ya mungkin perjalanan cinta mereka memang harus seperti itu. 

Ah, sudahlah, kita tinggalkan saja cerpen pendidikan di atas. Masih ada cerpen lain yang juga bisa kita baca. Masih banyak, tinggal dipilih saja mana yang paling menarik. 

Silahkan dilanjutkan ya. Sampai bertemu besok. Jangan lupa untuk terus menjadikan contohcerita.com sebagai situs rujukan untuk kisah-kisah menarik yang ingin rekan baca. Salam hangat dari kami! 

Prahara Pertemanan di Ujung Semester, Cerpen Pendidikan

“Prahara Pertemanan di Ujung Semester”, adalah contoh cerpen pendidikan yang merupakan hasil belajar kita dalam membuat karangan fiksi. Masih banyak kekurangan disana sini namun setidaknya bisa membuka niat kita untuk belajar menulis.

Cerpen Pendidikan
Cerita Cerpen Pendidikan: Prahara di ujung Semester
Yang paling sulit dalam menulis, apapun tulisannya, adalah memulai. Seringkali kita ragu atau bahkan takut jika hasilnya tidak sesuai atau buruk. Akhirnya kita tidak pernah berani untuk mencoba. 

Membaca bisa menjadi salah satu alternative untuk memupuk keberanian kita dalam menuangkan ide di dalam tulisan. Lewat membaca kita bisa belajar bagaimana memulai sebuah karangan. 

1) Cerpen pendidikan lucu
2) Cerpen pendidikan moral
3) Cerita tentang pendidikan
4) Download cerpen pendidikan
5) Cerpen pendidikan karakter remaja
6) Cerpen tentang pendidikan karakter
7) Cerpen pendidikan moral di sekolah
8) Cerpen pendidikan dan unsur intrinsiknya

Dengan membaca kita juga akan menambah kekayaan bahasa baik itu berupa pilihan diksi, susunan dan permainan kata. Jadi, tidak salah dong kita banyak membaca. Yuk kita baca langsung cerpen tersebut! 

Prahara Pertemanan di Ujung Semester
Cerpen Pendidikan oleh Irma 

“Ah… sebenarnya aku tidak suka ada ujian –ujian di sekolah. Enak belajar saja dan ulangan biasa. Seperti ini bikin grogi saja!” Sigi berjalan sambil ngedumel tak karuan. 

Di sisinya ada kedua sahabatnya, Lidi dan Cega yang tampak tenang. Mereka hening sejenak, beberapa langkah kemudian Lidi menyahut, “Sudahlah Gi, santai saja. Dunia tidak akan kiamat kok, bahkan meski kita gagal sekalipun.” 

Belum sempat Cega menimpali atau Sigi menjawab tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka. 

“Woi… tunggu! Seragam kita sama, kalian murid Prima ya? Kenalkan, aku Galang, murid pindahan dari Wonosobo”, ucap pemuda tadi sok akrab. 

Tanpa menunggu tanggapan dari mereka, pemuda tadi langsung berjalan beriringan mengikuti ketiga remaja putri tersebut. 

Sigi yang berada tepat disamping pemuda itu langsung melirik ke arahnya. “Hem…”, ucapnya lirih. “Eh… kalian tingkat berapa, aku tingkat satu?” Tanya Galang sambil menoleh ke arah Sigi. 

Sigi masih terdiam. Ia kemudian melirik ke arah dua temannya yang juga sama-sama membisu. 

Tak seperti remaja lain, Sigi, Lidi dan Cega memang sedikit menjaga jarak dengan cowok. Mereka berkomitmen untuk fokus belajar dan tidak ingin diganggu perasaan – perasaan yang tak jelas. 

“Sebentar lagi kelas di mulai. Ayo buruan!”, Cega mempercepat langkah. Lidi tak mau ketinggalan, ia pun ikut mengekor di belakang Cega di ikuti oleh Sigi. 

Sesampainya di kelas, ternyata eh ternyata, cowok yang sok dekat tersebut satu kelas dengan mereka. Tak ada pilihan, mereka pun tak bisa menolak untuk kelas dengan teman baru tersebut. 

Bulan berlalu, pesona Galang akhirnya meruntuhkan ego dan komitmen mereka. Satu persatu dari mereka mulai tergoda, menikmati kebersamaan dengan Galang yang ternyata cowok yang sangat asyik. 

Apalagi, Galang termasuk salah satu cowok yang memiliki tampang cukup rupawan. Teman lain di kelas juga menjadi banyak yang cari perhatian di depan Galang. 

Kedekatan mereka semakin jauh. Pelan, Sigi mulai memendam rasa aneh pada si Galang. Bukan Cuma Sigi, Lidi dan Cega ternyata juga memiliki ketertarikan khusus pada Galang. 

“Eh… di mana Galang?” 
“Ha… nanyain Galang terus kau Gi…?” 

“Ya memang kenapa. Enggak boleh?” 
“Ih… kok malah nyolot sih…” 
“Ya lagian, cuma ditanya begitu saja …” 

“He…! Kalian ini kenapa sih. Baru datang sudah kayak anjing dan kucing. Galang tadi pamit pulang duluan, aku dan dia tadi habis makan bakso bareng di kantin…” 

“Apa… makan bareng. Parah kamu Ga!” 
“Parah apanya sih kamu ini Gi!” 

Tak bisa dipungkiri, di ujung semester itu saat mereka seharusnya lebih fokus belajar, tercium aroma persaingan tak sedap. 

Di hati mereka masing-masing mulai tumbuh perasaan iri dan tidak suka jika salah satunya lebih dekat dengan Galang. 

Suasana persahabatan itu semakin panas. Lidi mencoba untuk tetap waras dan terus menekan sekuat mungkin rasa aneh di dadanya. Dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia sadar bahwa apa yang terjadi pasti akan menghancurkan persahabatan mereka. 

“Hei… sudah lama ya kita enggak ngumpul bareng. Gimana kalau nanti sore santai di rumahku?”, ucap Lidi 

“Ada yang enggak bisa lah. Kan sudah sibuk dan ada janji dengan cowok…” jawab Sigi 
“Eh… maksud kamu apa sih Gi, kamu nyindir aku?”, ucap Cega 

“Enggak nyindir sih, untuk yang ngerasa aja!” jawab Sigi 
“Hei… kalian ini sudah enggak beres ya. Sudahlah, enggak penting!” teriak Lidi 

Puncak keretakan terjadi dua minggu sebelum ujian semester. Cega ketahuan sedang duduk mesra bersama Galang di sebuah cafĂ©. 

Sigi yang sudah sangat memendam rasa dengan Galang tak bisa mengendalikan emosi lagi. Sigi yang sebenarnya dalam hatinya juga sakit tak bisa lagi berbuat apa-apa. Akhirnya, akhir semester hanya berisi nyanyian kebencian dalam hati. 

---oOo--- 

Menghadapi akhir semester, baik itu akan melaksanakan ujian semester maupun ujian akhir tentu harus ekstra hati-hati. Kita harus pandai-pandai menjaga emosi dan motivasi agar semua berjalan lancar. 

Apapun itu, baik kecil maupun besar, tidak boleh ada satu kejadian pun yang bisa mengganggu dan menyurutkan konsentrasi kita dalam belajar. Nanti menyesal. 

Kejadian dalam cerpen tentang pendidikan atau cerpen sekolah di atas tentu bisa menjadi pelajaran bagi rekan pelajar semua. Jangan sampai hal seperti itu terjadi. Jangan sampai menyesal. 

Mudah-mudahan kita bisa menarik kesimpulan dan mengambil hikmah atas apa yang baru saja kita baca. Semoga, karangan sederhana di atas bisa berkenan di hati rekan semua. Salam sukses dari kami! 

Bulan Bulat Tak Terbelah, Cerita Cinta Remaja

“Bulan Bulat Tak Terbelah”, merupakan salah satu cerita cinta remaja yang akan menyegarkan ingatan kita semua pada masa lalu yang rasanya nano-nano. Bagian dari hidup yang tak terpisahkan, masa lalu memang harus disikapi dengan baik.

Cerita Cinta Remaja
Cerita Cinta Remaja: Bulan Bulat Tak Terbelah
Cerita kita kali ini sebenarnya bisa masuk dalam kategori cerpen remaja atau juga cerpen tentang pendidikan. Meski begitu, susunan gaya penceritaannya lebih dekat ke sebuah karangan pribadi yang berbentuk curhat. 

Tidak seperti karya cerpen yang penuh keindahan dalam hal bahasa, karangan berikut sepertinya lebih menitikberatkan pada cerita yang diangkat. 

1) Cerita cinta remaja smp
2) Cerita cinta remaja romantis
3) Cerita cinta remaja masa kini
4) Cerita cinta romantis dan mesra
5) Cerita cinta yang negatif
6) Cerita cinta remaja sma
7) Cerita cinta terlarang
8) Cerita cinta pertama

Menarik, yang seperti ini sepertinya belum pernah kita hadirkan sebelumnya. Ingin tahu seperti apa, mari langsung saja kita nikmati kisah cerita berjudul “bulan bulat tak terbelah” di bawah ini. Silahkan! 

Bulan Bulat Tak Terbelah
Cerita Cinta Remaja oleh Irma 

Bagai “yin” dan “yang”, persahabatan dan cinta saling menaut, mengikat tak terberai. Pengalaman cinta yang terjebak dalam sebuah ikatan persahabatan seperti tak akan pernah letih menghantuiku. 

Tujuh tahun silam, aku adalah seorang remaja yang baru mengenal indahnya hidup. Remaja beruntung, atau mungkin yang bernasib sial karena telah mengenal cinta sejak duduk dibangku smp. 

Sebuah keindahan yang tak bisa dilukiskan dengan milyaran kata sekalipun. Indah, tapi nyatanya juga menakitkan. 

Betapa tidak, perasaan cinta tumbuh di waktu dan tempat yang tak subur, bahkan gersang. 

Tujuh tahun silam, aku adalah remaja yang periang. Aku selalu dikelilingi banyak teman. Maklum, di sekolah aku termasuk yang cukup pandai. Belum lagi tampangku yang mirip artis. 

Kala itu, aku memiliki tiga orang sahabat dekat, sangat dekat. Mirna dan Dwifi adalah sahabat yang selalu bersamaku, dalam banyak kesempatan. 

Hari-hari kami lalui dengan bahagia dan cerita. Bertiga kami menantang aral. Bertiga, kami selalu menundukkan masalah. Kami selalu berpacu dalam prestasi, berebut peringkat di kelas. 

Kami selalu akur, tak pernah ada perselisihan. Kalaupun ada, kami selalu bisa mencairkannya. 

Indah, sangat indah persahabatan itu. Tapi nasib berkata lain. Aral mulai menghadang dan menguji kebersamaan kami. 

Suatu hari, di awal semester, kami kedatangan seorang murid pindahan dari sekolah lain. Malangnya, murid tersebut masuk di kelas kami dan menjadi mentari kedua yang menghancurkan kebersamaan kita semua. 

Namanya Dika, itu nama panggilan. Anaknya tampan, sopan dan sangat manis. Dalam sebulan ia sudah mampu menggegerkan seisi kelas. 

Kalau awalnya kami selalu berpacu menuju prestasi ketika dia datang semua berubah. Semua murid cewek kini berlomba menarik dan mencuri perhatian sang Dika yang sok ganteng itu. 

Aku yang pertama sadar benar bahwa keberadaan Dika akan menghancurkan kami. Tapi, aku jugalah yang menyulut api di persahabatan itu. 

“Jangan sampai salah satu dari kita suka dengan Dika, pasti hancur persahabatan kita”, aku masih ingat benar mengatakan hal itu pada Mirna dan Dwifi. 

Waktu berlalu, kami masih mampu menahan dan membentengi diri dari virus cinta yang Dika tebarkan. Sampai akhir, pelan, sangat pelan Dika masuk di lingkaran persahabatan kami. 

Aku sangat keras menolak keberadaan Dika di persahabatan kami. Aku tak berdaya. Dika pandai mencari celah. Saat Dwifi mengundang teman sekelas di acara ulang tahunnya, saat itulah Dika menebarkan benih cinta. 

Aku semakin tak berdaya. Semakin keras aku menolak keberadaannya, semakin kuat ia menerobosnya. Semakin kuat aku membencinya, semakin menarik tingkah dan lakunya. 

Singkat cerita, aku menyerah kalah. Di sebuah malam yang sunyi bertabur rintik hujan dengan gagah aku mengakui bahwa aku suka padanya. 

Itulah momen dimana kehidupanku, persahabatanku dan sekolahku mulai kacau. Mencintai Dika adalah hal terindah dalam hidupku tapi mengenal Dika adalah bencana untuk masa depanku. 

Kini, setelah tujuh tahun berlalu, bayang persahabatan yang kuhancurkan masih ku kenang. Bayang kebersamaan dan perpisahanku dengannya masih nyata di depan mata. Meski aku sudah tak sendiri lagi. 

---oOo--- 

Unik memang kalau melihat pada judulnya. Tapi ternyata isi ceritanya mengangkat hal atau kejadian yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. 

Kejadian seperti itu sepertinya banyak terjadi di kehidupan nyata bukan? Ya, sebuah pengalaman yang tak kan mungkin mudah untuk luntur. Sebuah pengalaman yang membekas di hati dan akan selalu menghiasi ingatan. 

Jangan kecewa, untuk yang lain yang kurang berkenan dengan kisah di atas sudah dipilihkan juga beberapa kisah yang mirip. Sebagai ganti kekecewaan maka telah disiapkan untuk rekan semua judul cerpen menarik yang bisa dipilih. 

Karangan Cerita Pendek, Ide Judul dan Contoh Lengkap

“Karangan Cerita Pendek”, rekan berada di situs yang tepat. Rekan semua akan mendapatkan banyak sekali ide judul dan juga contoh lengkap untuk membantu rekan semua dalam belajar mengarang.

Ide Judul dan Contoh Lengkap
Contoh Ide dan Judul Karangan Cerita Pendek
Tidak usah banyak bingung. Tidak perlu takut memulai, kalau hanya beberapa bentuk sederhana rekan semua bisa mendapatkan banyak referensi di sini. 

Tidak usah ragu, banyak sekali yang bisa dinikmati baik dari segi tema tertentu maupun tema khusus mengenai pendidikan. Yang berhubungan dengan cerita – cerita remaja menarik juga banyak kok. 

1) Contoh karangan narasi panjang
2) Contoh karangan tentang liburan ke pantai
3) Contoh karangan liburan sekolah di rumah
4) Contoh karangan liburan bersama keluarga
5) Contoh karangan singkat tentang liburan
6) Contoh kumpulan karangan bebas
7) Contoh karangan bebas singkat
8) Karangan pendek

Membuat karangan tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Meski begitu, karangan juga tidak mustahil untuk dibuat bahkan oleh pelajar smp sekalipun. 

Yang terpenting adalah kita mau berusaha. Masalah hasil tidak perlu kita khawatirkan. Anggap saja hasilnya tidak penting karena yang terpenting bagi pelajar adalah menjalani proses belajar dengan baik. 

Pada saatnya nanti semua yang dipelajari akan terbentuk menjadi sebuah pengetahuan yang bermanfaat, yang melekat dalam diri kita. 

Ingin pintar membuat karangan, mulailah dengan membaca. Menulis akan lebih sulit jika tidak dibarengi dengan membaca. Membaca akan memberikan gambaran secara lebih rinci mengenai sebuah karangan. 

1) Ide judul karangan cerpen untuk belajar 
Mau yang seperti apa? Kalau hanya sekedar judul sih sebenarnya banyak yang bisa kita temukan. Kalau susah dalam menentukan judul, ada cara sederhana untuk mengatasi masalah tersebut. 

Pertama, yang perlu rekan lakukan adalah mempersempit pembahasan yang akan diceritakan. Caranya adalah dengan menentukan tema cerita terlebih dahulu. 

Nah, karena rekan masih sekolah maka tema yang paling mudah adalah yang berhubungan dengan pendidikan. Sekarang, sebutkan satu tema yang spesifik tentang pendidikan yang rekan sukai. 

Tentang pelajaran di kelas, boleh juga tuh. Misalnya saja kita akan mengangkat mengenai salah satu pelajaran yang dipelajari di sekolah. Pilih pelajaran yang paling tidak disukai, atau yang paling disukai juga bisa. 

Nah, setelah menentukan tema kita tentukan juga fokus peristiwa atau hal yang akan diangkat. Dengan begitu inti atau isi ceritanya tidak akan terlalu luas dan memudahkan kita membuatnya. 

Mungkin bisa sangat sulit kalau tidak ada contoh judul yang bisa dipelajari. Untuk rekan semua berikut beberapa ide judul yang bisa rekan pertimbangkan lebih jauh. Silahkan dipelajari. 

a) Penantian Awal Tahun Ajaran Baru 
b) Rindu, Digugu dan Ditiru 
c) Prestasi dan Badai Rindu 
d) Harapan di Tumpukan Kertas 

agak aneh-aneh sih tapi kan cukup membuat kita semangat dalam membuatnya. Judul pertama bisa diambil untuk mengangkat tema tentang persiapan seorang murid sekolah dalam menghadapi tahun ajaran baru. 

Yang kedua mengangkat cerita antara kehidupan pribadi seoran remaja dan kehidupannya di sekolah. Antara cita-cita dan cinta, pasti seru kan. 

Kalau judul yang ketiga ini juga tidak jauh berbeda dengan yang kedua. “Prestasi dan badai rindu” tentang cinta dan belajar. Seru deh kalau bisa diangkat dalam sebuah karangan cerpen. 

Yang terakhir sedikit membosankan mungkin, yaitu tentang kisah motivasi yang diperlukan dalam menggapai cita-cita belajar. Nah, sekarang giliran rekan semua mencari ide sendiri ya. 

2) Contoh karangan cerita pendek 
Wah, bingung juga sih kalau berbicara mengenai contoh. Yang di atas kan sudah diberikan beberapa ide untuk judulnya sedangkan sekarang kita perlu contoh karangannya. 

Untuk contoh karangannya kita akan menghadirkan beberapa contohnya untuk rekan semua. Nah, silahkan dipilih saja mana yang akan dibaca. Kalau mau baca contohnya tinggal diklik saja tautan pada judul karangannya ya. 


Itu tadi ada beberapa referensi yang bisa dipelajari. Rekan semua yang sudah membaca judul-judul tersebut silahkan baca saja yang diinginkan. 

Nanti kalau masih kurang silahkan lihat juga referensi karangan cerita pendek lain dibagian bawah. Untuk kali ini itu saja dulu, silahkan dilanjutkan sampai selesai. 

Jangan lupa, jika rekan suka dengan karangan yang ada, rekan semua bisa membagikan kisah atau karangan tersebut dengan teman lain. Itu saja, salam prestasi! 
Back To Top