Cerpen 6 Paragraf, Rencana Bolos Jam Pelajaran

Contohcerita.com - Cerpen berikut panjangnya 6 paragraf, jadi sangat singkat untuk dibaca di waktu santai. Meski begitu, ceritanya cukup menarik dan menghibur khususnya untuk rekan-rekan pelajar. Inti ceritanya yaitu tentang tiga orang pelajar yang ingin menghindari hukuman karena tidak mengerjakan tugas. Mereka ingin bolos, akhirnya gagal. Jangan ditiru ya, silahkan baca ceritanya berikut.

cerpen bolos pelajaran 6 paragraf
Cerpen 6 Paragraf Berjudul Rencana Bolos Jam Pelajaran
Waktu istirahat. Suarana begitu riuh. Semua kantin sekolah penuh sesak dengan anak-anak yang sedang sarapan. Istirahat pertama menjadi waktu yang paling sibuk di sekolah. Banyak anak yang belum sempat sarapan hingga kantin sangat ramai. Narto, Hendar dan Rahmat duduk di pojok kantin dengan raut muka tegang.

“Ndar, tugas kamu sudah selesai belum?”, tanya Narto. “Ah sial, belum. Kamu sudah belum. Habis istirahat pelajaran pak Madi ya. Waduh gimana ini?”, jawab Hendar dengan panik. Ia kemudian menoleh pada Rahmat, “kamu udah kan Mat, sini pinjam tugas kamu”, Tanya Hendar. “Boro-boro, tugasnya aja aku enggak tahu…?” jawab Rahmat.

Sejenak mereka bertiga beradu pandang. Tak ada satupun dari mereka yang sudah mengerjakan tugas. Padahal, pak Madi adalah guru yang killer, galak dan suka menghukum. Mereka pun menelan ludah getir membayangkan hukuman yang akan mereka dapat.

“Bolos aja yuk, mumpung masih istirahat…”, tiba-tiba Narto berkata setengah berteriak. “Hust… jangan keras-keras”, jawab Hendar. “Iya nih, gimana. Kalau masuk kita pasti di hukum. Tahu sendiri pak Madi seperti apa?”, timpal Rahmat. Sekali lagi, mereka beradu pandang. Kali ini lewat tatapan mata, mereka masing-masing setuju untuk bolos jam pelajaran pak Madi.

“Cabut…”, ucap Hendar. Tanpa dikomando, mereka bertiga langsung menuju ke gerbang depan. Belum sampai di gerbang, mereka bertiga berhenti. “Tas, bagaimana tas kita?”, tanya Rahmat. “Ah, sudah. Biarkan saja, nanti kita masuk lagi. Lebih baik cepat keluar, keburu gerbang ditutup!, jawab Hendar. Mereka pun langsung menuju ke gerbang. Sampai disana mereka kaget. Gerbang tertutup rapat. Tak ada satpam, hanya guru piket.

“Ah, sial…” ucap Narto, “bagaimana ini?” lanjutnya. “Kita lompat pagar aja, lewat belakang yang sepi…”, ucap Rahmat. Mereka langsung menuju pagar belakang gedung C. Belum sampai disana, mereka berpapasan dengan bapak kepala sekolah, “eh, sudah mau masuk, mau kemana kalian…?”, tanya bapak kepala sekolah. “Anu… anu pak, mau mengambil sesuatu ketinggalan di belakang”, jawab Narto terbata. “Iya pak…” ucap Rahmat menimpali. “Sudah, sudah, nanti aja. Pelajaran sudah akan dimulai…”, ucap kepala sekolah. “Tapi pak…”, jawab Narto lagi. “Enggak usah tapi-tapian, masuk sana ke kelas…”, bentak kepala sekolah. Bapak kepala sekolah tahu bahwa mereka bertiga pasti akan bolos. Akhirnya, dengan sangat terpaksa mereka harus masuk kelas. Rencana bolos gagal mereka laksanakan.

--- Tamat ---

Cerpen 8 Paragraf, Menanti Pagi Menjelang

Contohcerita.com - Cerpen pendek 8 paragraf berjudul “menanti pagi menjelang” ini merupakan karya sederhana yang khusus dibuat untuk bahan belajar bagi rekan semua. Cerpen ini masih jauh dari sempurna karena dibuat dengan kemampuan yang ala kadarnya. Meski begitu, harapan kami cerita yang diangkat cukup menarik, silahkan disimak.

contoh cerpen 8 paragraf
Cerpen 8 Paragraf Menanti Pagi Menjelang
Tepat pukul tiga sore, aku sampai di rumah sahabatku Adrian. Sebuah perjalanan panjang melelahkan, mengawali libur panjang semester dua ini. Setelah seminggu berjuang menghadapi ujian semester, aku memutuskan untuk singgah barang semalam di rumah sahabatku.

“Nggi, jadi main ke rumah enggak?” tanya Adrian. “Jadi, tapi enggak bisa lama Ian, soalnya aku harus pulang kampung”, jawabku singkat. Hari terakhir semester Adrian tetap pulang lebih dulu karena aku masih ada beberapa urusan yang belum selesai. Setelah menyelesaikan urusan, aku segera bergegas menuju rumah Adrian.

Tidak jauh, tapi aku harus dua kali ganti angkutan kota untuk sampai ke rumah Adrian. Di gang sempit itu aku turun, Adrian sudah menungguku dengan sepeda motor legenda kesayangannya. “Kirain enggak sampek sini, kirain nyasar…”, ucap Adrian ketika melihat aku turun dari angkot. “Enggak nyasar sih, cuma tadi sudah turun di empat perempatan sebelumnya, he … he…”, jawabku.

Beberapa menit kemudian aku sampai di rumah Adrian. Disana, aku disambut dengan hangat oleh keluarganya. Ada orang tua dan kedua adik Adrian, satu masih SMP dan satu sudah SMA. Aku pun segera santai di teras rumah ditemani secangkir teh dan cemilan. Mulailah kami memenuhi pembicaraan, seperti biasanya, berdebat tentang apa saja seperti anak-anak muda lain yang masih sangat idealis.

Sedang asyik berbincang, tiba-tiba aku mendengar suara bergemuruh, bagai guntur. Aku mencoba tak menghiraukan suara keras tersebut tetapi selama dua jam di depan rumah aku mendengar dua kali suara tersebut. Aku pun terusik. “Ian, suara apa sih itu tadi?”, tanyaku dengan rasa penasaran. “Oh itu, itu suara kereta. Beberapa meter dari rumahku ini kan da rel kereta api”, jawab Adrian sambil mengunyah kacang goreng.

“Mapas… kereta?, bakal panjang deh ni malam”, ucapku lagi. “Ya, yang belum pernah ke sini pasti akan kaget dan bising. Mudah-mudahan nanti malam kamu bisa tidur…”, ucap Adrian lagi. “Enggak bisa tidur juga enggak apa-apa Ian, lagi pula aku main ke sini kan bukan untuk tidur”, ucapku sembari tersenyum tipis.

Obrolan pun terus mengalir tak henti-hentinya sampai magrib menjelang dan ibu Adrian menyuruh kami mandi. Kami benar-benar seperti dua sahabat yang sudah terpisah sangat lama. Tak ada satu momen pun yang terlewat tanpa perdebatan dan gelak tawa. Bahkan di meja makan, adik – adik Adrian dan orang tuanya pun sangat heran melihat kedekatan dan keakraban kami.

Kami ngobrol sampai larut, jam tiga pagi sampai akhirnya Adrian jatuh tertidur. Tinggal aku yang matanya masih lebar dengan pikiran menerawang jauh. Melihat sahabatku yang sudah terlelap, aku pun mencoba menyusulnya. Tak bisa. Suara kereta lewat dan suara tikus yang berkejaran membuat aku selalu terjaga. Aku tidak bisa tidur, sampai pagi. Terpaksa aku hanya memejamkan mata sambil berguling ke sana ke mari.

--- Tamat ---

Presiden Pastikan Tidak Ada Reshuffle Kabinet

Masalah reshuffle susunan kabinet menteri memang semakin menghangat ketika presiden Jokowi menyampaikan pidatonya pada kongres ekonomi umat 2017.

Presiden Jokowi/ilustrasi

Dalam sambutannya nampak sekali Jokowi menyinggung menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional, Sofyan Djalil.

Dari sindirannya tersebut Jokowi sedikit memberikan ancaman apabila target yang sudah ditetapkannya tentang sertifikat tanah tidak dipenuhi maka tentu saja bisa digeser, dicopot, atau pun diganti.

Hal tersebut selanjutnya menjadi reaksi yang sangat keras dari kalangan media dan langsung mencari tahu tentang kelanjutan ucapan dalam sambutan yang disampaikan oleh Jokowi.

Seperti dilansir suara.com, ketika ditemui setelah meletakkan batu pertama pembangunan pondok nusantara Al-Hikammusalafiyah, mengatakan tidak ada reshuffle, karena sampai saat ini kinerja menteri masih baik dan tidak ada masalah.

Dengan demikian tidak ada lagi yang menjadi permasalahan, dan untuk ke depannya presiden juga akan pastikan tidak ada reshuffle.

Sedangkan untuk target sertifikat tanah tahun ini presiden Jokowi dodo menargetkan distribusi sertifikat kepada menteri ATR/BPN Sof yan Djalil pada tahun ini sekitar 5 juta hektare, dan 7 juta hektare untuk tahun depan, serta 9 juta herktare untuk tahun 2019.

Target ini adalah semata-mata ditujukan oleh presiden Jokowi kepada menterinya agar bisa bekerja secara maksimal. 

Sedangkan bila target tersebut tidak bisa dicapai dengan baik hingga tiba waktunya evaluasi maka urusannya sudah lain, bisa digeser, diganti, atau pun dicopot. (Arif Purwanto)

Kemungkinan Bisa Saja Terjadi Perpecahan Bila Ahok Bebas

Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia mengatakan tuntutan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum belumlah dilakukan secara serius.

Ilustrasi

Dalam hal ini Din mengkritik bahwa tuntutan yang dilimpahkan ke Ahok sebagai pelaku kasus penistaan agama masih belum bisa memuaskan para masa aksi.

Jaksa Penuntut Umum sendiri telah menuntut Ahok dengan pasal 156a, tetapi karena tidak ada niatan untuk menistakan agama yang disampaikan ke dalam nota pembelaan Ahok, akhirnya Jaksa penuntut umum mengambil alternatif mengenakan Ahok dengan pasal 156 dengan hukuman satu tahun penjara.

Adapun tanggapan lain mengatakan ada yang melindungi ahok, dalam sidang ini sehingga Ahok bisa terbebas dari tuntutan yang diajukan kepadanya.

Sedangkan menurut Din Syamsudin sendiri bila memang Ahok dibebaskan maka perpecahan akan kembali terjadi. Demonstrasi besar-besaran yang akan membuat perpecahan dimana-mana akan terulang kembali.

Pihak MUI, NU, dan Muhammadiyah, menurut Din Syamsudin tidak bisa mencegah dan tidak bisa menghalangi.

Dan bahkan kepolisian sekaligus akan sangat kewalahan menghadapi kemungkinan demonstrasi yang akan terjadi. (Arif Purwanto)

Modus Baru, Sabu Diselundupkan ke Dalam Sandal

Penyidik dari Direktorat Reserse Polda Metro Jaya belum telah mendapati sebuah paket yang berisi sandal. Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata di balik sendal di dalam paket yang dikirim dari Guangzhou, Tiongkok, berisi sabu.

Ilustrasi Paket

Namun pihak penyidik terus melakukan penyidikan dan menelusuri alamat tujuan yang tertera dalam paket tersebut.

Alamat yang dimaksud sendiri adalah alamat Jalan Cengkir Raya CL Nomor 8 kamar C, RT 12, RW 7, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pada Jumat (21/4), pihak kepolisian mengikuti mobil dan hingga akhirnya berhenti di alamat yang dimaksud yang merupakan tempat indekos.

Indekos tersebut disewa oleh seorang perempuan bernama Yani, yang sekaligus penerima paket yang berisi sabu tersebut.

Setelah polisi melakukan penggerebekan, Yani mengatakan bahwa dirinya hanya disuruh oleh suaminya yang berinisial DHO, warga negara asal nigeria.

Dan Yani sendiri menujukan tempat DHO di Apartemen Gading Nias Residence Tower Dahlia lantai 25 unit NM. Namun, ketika pihak kepolisian mendatangi apartemen tersangka DHO tidak berada di lokasi.

Setelah pihak kepolisian berhasil bertemu dengan tersangka polisi langsung menembak mati karena berusaha melawan ketika ditangkap.

DHO tewas ketika hendak dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak bisa diselamatkan lagi akibat peluru yang bersarang di tubuhnya.

Sedang Yani ditangkap dan dikenakan Pasal 113 ayat (2) subsider Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman pidana mati. (Arif Purwanto)

Menaker Hanif Dhakiri Enggan Tanggapi Isu Reshuffle

Isu tentang adanya reshuffle menjadi sangat menguat ketika presiden Jokowi menyampaikan pidatonya dalam acara kongres ekonomi umat.

Ilustrasi

Seperti dilansir suara.com, dalam sambutan pada (22/4/17), Jokowi mengatakan kepada jajaran kabinetnya bagi yang tidak bisa memenuhi target yang sudah ditetapkannya akan diganti, atau pun dicopot.

Hal tersebut diungkapkan Jokowi secara terang-terangan di depan jajaran kabinetnya, untuk memberikan dorongan dan juga semangat kepada para menteri.

Dalam acara kongres ekonomi umat Jokowi juga menyampaikan sebuah program untuk pemerataan ekonomi Indonesia.

Diantaranya adalah retrisbusi lahan dan juga reformasi agraria, yang berhubungan dengan menteri agraria dan tata ruang/ badan pertahanan nasional (BPN), Sofyan Djalil.

Sedangkan adanya isu tentang Reshuffle, menteri ketenagakerjaan Hanif Dhakiri enggan memberikan sebuah komentar.

Menurutnya isu tentang akan adanya perombakan jajaran menteri jilid 3 itu adalah hak dan wewenang dari presiden.

Untuk itulah Hanif mengatakan agar langsung menanyakan kepada presiden langsung untuk jawaban benar atau tidaknya adanya perombakan jajaran kabinet menteri jilid 3. (Arif Purwanto)

Menang Pilgub Jakarta, Gerindra Punya Harapan Besar untuk Memenangkan Pemilu 2019

Kemenangan pasangan Anies - Sandi pada pilgub pada 2017 memberikan harapan besar untuk Gerindra memenangkan pemilu 2019. Hal tersebut disampaikan oleh Enggawira, fungsioner partai Gerindra. 

Ilustrasi

Yang mana menurutnya ibarat pemain bola sudah dekat dengan mulut gawang dan tinggal menendang secara akurat maka kemenangan akan segera didapatkan.

Lebih lanjut lagi Enggawira menuturkan kemenangan Anies-Sandi memberikan sebuah kepercayaan untuk masyarakat terhadap partai Gerindra.

Sehingga citra baik partai Gerindra ada di dalam hati masyarakat yang nantinya akan mempermudah langkah partai belambang burung garuda tersebut.

Optimisme dalam memenangkan partai Gerinda dalam pemilu 2019 juga sekaligus menjadi daya sprit yang positive sehingga memberikan semangat kepada para kader gerindra.

Tetapi di sisi lain masyarakat juga banyak yang telah kecewa dengan para pejabat negara yang banyak tersangkut kasus.

Sehingga mengurangi simpatik dari masyarakat kepad para pejabat negara. Namun hal ini menjadi perhatian serius bagi Geindra untuk bisa mendapatkan perhatian masyarakat.

Enggawira juga mengatakan bila sebelumnya Grindra hanya mendapat 73 kursi di DPR RI, maka pada pridode selanjutnya Gerindra optimis bisa mendapatkan 150 kursi.

Semua itu tentulah berasal dari besarnya jumlah simpati masyarakat terhadap partai berlambang garuda tersebut. (Arif Purwanto)

Nasdem Usung Ridwan Kamil - Agung Suryamal di Pilgub Jabar?

Pesta demokrasi akan di mulai lagi, bila dalam sebelumnya pilgub DKI yang cukup menarik banyak sekali perhatian kini bergantian dengan pilgub Jawa Barat. Salah satu nama yang akan mengikuti laga dalam pilkada Jawa Barat adalah Ridwan Kamil, yang diusung oleh partai Nasdem yang rencananya akan disandingkan dengan Agung Suryamal.


Menurut Anggota Mahkamah Partai Nasdem, I Gusti Kompyang (IGK), mengatakan bahwa antara Kang Emil dan juga Agung adalah pasangan yang begitu mempunyai karisma.

Karena memang kang Emil sendiri adalah sosok pemimpin yang sudah cukup dikenal di Jawa Barat khususnya di Bandung, sedangkan Agung Suryamal adalah pengusaha sukses.

Berdasarkan riwayat pilgub DKI pengusaha mempunyai magnet yang begitu lekat untuk menarik dukungan masyarakat dan terbukti pasangan Anies-sandi yang menang.

Dan kini pihak partai Nasdem hanya bisa menanti apakah kebutuhan masyarakat Jawa Barat juga sama dengan apa yang masyarakat Jakarta butuhkan.

Bila memang sama tentulah Nasdem bisa sangat optimis bahwa pasangan calon yang mereka usung dalam pilgub Jawa Barat bisa menang.

Lebih lanjut lagi bahwa pengusaha menjadi magnet yang begitu baik untuk menarik simpati masyarakat karena pemimpin yang seorang pengusaha tentulah bisa membuka lapangan pekerjaan.

Sehingga karena hal tersebutlah masyarakat yang umumnya adalah kelas menengah ke bawah lebih memprioritaskan seorang pemimpin yang seorang pengusaha yang tujuannya adalah untuk menjamin kehidupan mereka. (Arif Purwanto)

Polri Meminta Agar Masyarakat Tidak Perdebatkan Masalah Perbedaan Lagi

Acara Isra Mi'raj di polda DIY, telah dihadiri oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jendral Tito Karnavian. Dalam acara tersebut Tito Karnavian juga menyampaikan sebuah sambutan yang intinya mengajak kepada semua lapisan masyarakat.

Ilustrasi Perbedaan

Menurutnya di era globalisasi pada jaman yang yang modern ini sudah bukan waktunya lagi membicarakan perbedaan lagi.

Karena memang ada yang lebih penting dari pada hanya memperdebatkan masalah perbedaan yang terjadi di Indonesia.

Masyarakat harusnya bisa bersatu dan menghargai perbedaan serta bersatu dalam rangka berlomba-lomba memajukan Indonesia dalam bidang ekonomi dan juga teknologi.

Karena memang negara-negara di barat saat ini sudah tidak perduli lagi dengan perbedaan, dan lebih memilih untuk fokus memajukan negara.

Hal tersebutlah yang semestinya menjadi percontohan masyarakat yang menjadi maksud dalam sambutan Tito Karnavian.

Tito karnavian juga mengajak masyarakat agar pasca pilgub ini digunakan untuk hal yang lebih positif dan juga menghapuskan adanya perdebatan yang berkaitan dengan unsur suku, agama, ras, dan atar golongan (SARA).

Lebih lanjut lagi Tito juga meminta agar pada pesta demokrasi ke depannya masyarakat bisa lebih menghargai toleransi dan juga Bhineka Tunggal Ika, yang merupakan semboyan negara.

Menurut Tito juga sebenarnya negara Indonesia mempunyai potensi menjadi negara Super Power, seperti Amerika Serikat, Rusia, dan China, berdasarkan melimpahkan jumlah SDA yang Indonesia miliki.

Untuk itulah Tito mengingatkan masyarakat untuk tidak terlalu sibuk memikirkan perbedaan tetapi sibuklah dalam memikirkan negara agar lebih maju lagi. (Arif Purwanto)

Cerpen 9 Tokoh, Perjalanan Mencari Cinta Sejati

Cerpen 9 Tokoh, Perjalanan Mencari Cinta Sejati - Awan menggantung di teras rumah. Udiyo masih duduk termenenung dengan keringat bercucuran. Sepasang sepatu tergeletak di depan pintu. Tas masih tergeletak di kursi. Ia baru saja pulang sekolah.

cerpen 9 tokoh tentang cinta sejati
Perjalanan Mencari Cinta Sejati/contohcerita.com
“Tak perlu kau perlakukan aku seperti itu”, perkataan Sainah masih terngiang di telinga Udiyo. Ada kegelisahan yang tampak jelas di matanya. Ia seperti ragu dengan apa arti ucapan Sainah tadi.

Ia bahkan kembali ingat dengan nasehat dari sahabatnya, Maryon. “Sebaiknya jangan kau ganggu Sainah Yo, kasihan dia”, ucap Maryon suatu ketika pada Udiyo.
“Ganggu bagaimana, memang kenapa sih?”, Tanya Udiyo saat itu dengan sangat penasaran.

Sahabatnya itu tak lebih jauh menjelaskan perkataannya. Ia hanya berlalu sambil menepuk punggung Udiyo. “Apakah mungkin…”, Udiyo terlarut dalam lamunannya.

Sudah hampir satu jam, Udiyo tak juga beranjak dari teras rumah. Sangat berbeda dari biasanya. Sepulang sekolah, biasanya ia sudah sangat lapar dan langsung menuju meja makan. Tanpa melepas sepatu atau baju sekolahnya.

Masih asyik dengan lamunan, tiba-tiba Udiyo dikagetkan dengan suara beberapa temannya. “Ya ampun Yo, kok kamu masih pakai baju sekolah?”, ucap Nurya.

“Iya, ada apa lah anak ini, jangan – jangan Diyo dari tadi belum masuk rumah. Tuh sepatunya saja masih berserakan begitu”, timpal Ratm.

Udiyo hanya terdiam melihat teman-temannya datang. Ia tampak sama sekali tidak bersemangat dengan kehadiran mereka. “Ada apa sih sob, lagi ada masalah?”, tanya Ifin kemudian.

“Iya nih, eh kalian tahu enggak sih ada apa dengan Sainah?”, Tanya Udiyo kemudian
“Ha…. Ada apa dengan Sainah… Memang ada apa sih?”, Ratm balik bertanya
“Iya, memang ada apa antara kalian Yo, genting benar sepertinya?”, Tanya Ikrar

Udiyo mulai bernyanyi. Tak ingat perutnya yang kosong. Ia mulai menceritakan berbagai kejanggalan sikap Sainah pada dirinya. Mulai dari tatapan matanya yang tak lagi lembut, senyumannya yang terasa pahit dan ucapannya yang membingungkan.

“Nah lo… jangan – jangan…”, ucap Maryon tiba-tiba memotong pembicaraan. “Jangan-jangan apa sih?”, ucap Udiyo sedikit kesal.

Ifin yang melihat sahabatnya terlihat begitu tegang dan serius pun mulai angkat bicara. “Yo, beberapa hari yang lalu aku pernah dengar dari beberapa teman kalau Sainah di tembak oleh Yore. Tapi aku enggak tahu, mungkin mereka sudah jadian kali”, ucap Ifin.

“Ha… jadian?”, tanya Udiyo. Mendengar kata jadian, hati Udiyo tiba-tiba berdetak kencang. Darahnya berdesir. “Sudahlah Yo, jangan terlalu dipikirkan. Dia mah orangnya memang gitu…” ucap Ratm mencoba menghibur Udiyo.

Melihat reaksi wajah sahabatnya yang tak enak, Ifin dan Maryon pun segera mengalihkan pembicaraan. Mereka kemudian bertanya mengenai persiapan senin depan menghadapi ujian renang di sekolah.

Tanpa disadari, suasana pun kembali berubah menjadi riang. Sejenak, Udiyo tampak melupakan apa yang sedang mengganggu hatinya.

Malam menjelang. Teman-teman Udiyo pun pulang. Udiyo kemudian duduk dimeja belajar dengan angan yang melayang. Ia gelisah. Bahkan sesekali terlihat rasa kecewa di matanya. Suara jangkrik terdengar semakin kencang. Malam semakin larut. Perlahan, Udiyo pun terlena dalam kantuk.

Keesokan harinya, Udiyo bertekat untuk menghilangkan gundah di hatinya. Sepulang sekolah, ia menemui Sainah. Sainah sedang duduk di kantin. Udiyo pun segera menghampirinya.

Belum sempat ia sampai di meja kantin itu, langkahnya terhenti ketika Yore menghampiri Sainah dan duduk disampingnya.

Sekuat tenaga Udiyo menahan kaki untuk tidak melanjutkan langkah. Ia tahu benar bahwa suasana akan menjadi tidak menentu jika ia berada disana. Ia pun segera beringsut pergi dengan perasaan hancur.

Tiga hari berlalu, suasana sekolah tampak riuh seperti biasa. Saat itu jam istirahat. Anak-anak berhamburan di halaman sekolah, di kantin dan di taman depan.

Setelah menyantap makan siang, Yore dan Ariy bersantai di taman depan. “Yore, bagaimana dengan Sainah…?”, tanya Ariy

“Ya, begitulah. Setelah sempat menutup diri, ia akhirnya bisa membuka diri. Aku sekarang lega”, ucap Yore
“Baguslah kalau begitu, aku ikut senang…” ucap Ariy

Sedang asyik Yore dan Ariy berbincang, datang Udiyo menghampiri mereka. Sejenak, Udiyo menatap tajam Yore. Sekilas ada api yang membara tampak di matanya yang bening.

“Aku ada perlu sedikit sama kamu, bisa bicara sebentar…”, ucap Udiyo tegas. “Oh, iya. Ada perlu ama…” sahut Yore.

Sebelum berkata lebih jauh, Udiyo menatap kea rah Ariy. “Oh, ya sudah, aku ke kelas duluan saja ya…” ucap Ariy meninggalkan mereka.

“Aku dengar kamu dekat dengan Sainah, benar begitu?”
“Ya, lumayan. Ada apa memang?”
“Em, benar kalian sudah jadian?”
“A…apa, jadian?”

Udiyo menatap tajam kea rah Yore. Ia seolah mengisyaratkan bahwa jika ingin selamat maka Yore harus berkata jujur.
“Ada apa memang, itu kan bukan urusan kamu?”
“Jawab saja kalau urusannya tidak ingin panjang”
“Ya, beberapa hari lalu kami jadian…”

Petir menyambar dengan begitu keras di dada Udiyo. Hampir, ia hampir saja tak kuasa menahan emosi yang meletup di dada. Kedua tangannya menggenggam erat.

“Woi, Yo, udah masuk…” suara Ratm terdengar dari kejauhan. Seolah tersadar dari pingsar, Udiyo pun langsung beringsut, pergi meninggalkan Yore yang masih bingung dengan apa yang terjadi.


Seiring Udiyo berlalu, mendung menggantung di langit sekolah. Petir menyambar beberapa kali. Suara gemuruh memekakkan telinga. Seketika itu pula hujan deras mengguyur bumi, membasahi hati Udiyo yang terbakar.

--- Tamat---
Back To Top