Contoh Puisi Cinta Romantis Terbaru

Sudah membaca puisi cinta romantis, kita akan segera membacanya di sini. Tujuan utama dari situ ini adalah memberikan referensi bacaan untuk berbagai macam karya sastra, maka dari itu kali ini kita akan beralih ke beberapa karya puisi yang banyak di cari dan dibutuhkan pembaca.


Kebetulan saja, karya puisi yang akan kita nikmati berikut ini merupakan beberapa puisi dengan tema yang cukup istimewa dan menarik yaitu masalah cinta.

Dari sekian banyak tema yang ada, puisi cinta memang merupakan salah satu tema puisi yang paling tidak membosankan baik bagi pembaca umum maupun bagi kita yang hobi puisi.

Puisi yang menggambarkan kisah asmara antara sepasang kekasih memang menjadi sebuah hiburan yang tidak bisa kita lewatkan begitu saja.

Selain itu puisi ini paling populer loh, coba ingat ketika kita sedang jatuh cinta, dikhianati, putus cinta dan sedang tidak enak hati maka biasanya kita kan sering corat-coret membuat puisi bukan?

Nah, untuk contoh puisi cinta romantis kali ini saya akan membagikan empat puisi langsung untuk kita baca.

Puisi tersebut semuanya tentang cinta dan ceritanya cukup menarik, romantis. Pokoknya wajib deh yang sedang mencari karya sastra terbaru untuk membaca puisi tersebut. Empat puisi tersebut merupakan karya dari satu orang penulis. Penasaran bukan, mari kita baca saja puisi tersebut di bawah ini!

Kau dan Jati Diri
Oleh Gunarto

Aku adalah korban dari kecantikanmu
Ya …mungkin itu yang kurasa saat ini.
Matamu seperti rembulan dimalam hari
Sifatmu seperti permata dari diriku

Aku tak mengerti apa yang sedang ku alami
Aku lelah memikirkan dirimu yang tak punya hati
Hari ini seperti saat saat aku tak punya hati

Setiap malam aku selalu berbagi
Setiap malam aku mencari
Setiap malam aku tak punya hati
Sekali lagi aku tak tau diri

Mengapa engkau tak tau diri
Memangnya engkau siapa hadir dalam setiap mimpi
Memangnya engkau siapa mengekang jati diri
Itulah engkau tak tau diri

Ya memang engkau tak tau diri
Dirimu adalah pelupa
Dirimu itu bijaksana
Mamang itulah engkau tak tau diri
Sekali lagi itulah engkau tak tau diri

Puisi Cinta Kau dan Jati Dirimu di atas merupakan salah satu puisi singkat yang terdiri dari 5 bait puisi. Masing-masing bait terdiri dari ada yang tiga baris, empat baris dan juga ada yang 5 larik. Tema puisi tersebut tentang cinta.


Tenda Birumu
Oleh Gunarto

Berteduh aku saat mega bersamamu.
Kebersamaan ini membuat ku lupa sejenak meninggalkan kalbu
Teringat semua hal indah bersamamu saat payung itu mengantarmu
Hati ini tak mengapa kau nikahi
Hati ini tak mengapa kau dustai.

Kasih. . . .
Aku bukanlah sahabatmu.
Aku bukanlah priyai yang teguh menghampiri rakyat yang teguh hati.

Kasih. . .
Kala itu aku puas denganmu.
Tak ku sangka hatimu berlabuh kepadaku dibawah mega itu.

Kasih….
Ingatkah engkau saat dulu aku menyentuh awan kelabu disore itu
Ingatkah engkau aku menghampirimu dibawah mega itu.

Kasih. . .
Inilah aku sekarang.
Dan sudah ku bilang aku bukan lah priyai sepertinya.

Kasih…
Noda biru bersambut langit langit biru telah merestuimu
Dan aku sadar akan keadaanku dan siapa aku.

Kasih. . .
Semoga engkau bahagia bersamanya.
Hanya sedikit saja aku mengingatmu sejenak tadi didalam hati.
Tag: Puisi Cinta, Puisi 7 Bait


Segitiga Cinta
Oleh Gunarto

Bagiku mencintaimu itu sangat mudah
Bagiku mengagumimu itu sangat indah
Mungkin rasa itu yang menggebu ku saat ini
Ya. . . .rasa ini memang masih milikmu

Tak  ada sedikitpun hati ini meninggalkanmu
Hanya air mata keindahaan kala itu
Aku tak mengapa sedetik kau cintai
Hanya bayangmu disetiap waktuku
Tapi… itu dulu

Aku kira engkau memberiku air
Saat dahagaku mulai mengering
Aku kira engkau keteduhan
Saat teduhku mulai memanas
Aku kira engkau sumber harapan
Saat kesengsaraan menemaniku
Tapi . . .itu dulu

Bagiku kau terindah
Saat aku memaknaimu dari keingkaran dan kepergianmu
Tapi itu dulu
Sudahlah kasih itulah sifatmu
Mencari pelabuhan terakhir hidupmu
Dari kelapanganmu dan cintamu untuk ku
Terima kasih.
Tag: Puisi Cinta, Puisi 4 Bait
                                     

Aku Tak Bahagia
Oleh Gunarto

Aku tak bahagia
Melihat kau bahagia
Ku tak bahagia
Melihat kau bahagia

Harusnya kau tak bahagia
Aku tak bahagia
Harusnya kau tak bahagia
Karna aku tak bahagia

Harusnya aku yang kau cinta
Aku tak bahagia
Harusnya aku yang kau cinta
Aku tak bahagia

Aku tak bahagia
Harusnya kau mencintaku
Aku tak bahagia

Harusnya kau mencintaku
Tag: Puisi Cinta, Puisi 4 Bait

Bagaimana, cukup menarik juga bukan puisi-puisi di atas? Ya, bisa kita gunakan untuk hiburan dan dapat kita baca di waktu santai.

Biasanya, saya membaca puisi romantis yang menarik untuk sekedar menghibur hati yang lara, mendapatkan inspirasi sampai dengan untuk memompa motivasi yang sudah mulai hilang. Mudah-mudahan beberapa karya di atas bisa berkenan di hati pembaca semua.

Dongeng Bahasa Inggris Rubah dan Gagak

Dongeng Bahasa Inggris tentang Rubah dan Gagak – masih ada tenang saja, disini akan ada banyak cerita-cerita dongeng menarik yang akan di bahas. Kali ini masih melanjutkan seri sebelumnya yaitu khusus dongeng berbahasa Inggris ya. 

Hari ini kita akan membaca cerita tentang apa ya? Tepat, cerita kali ini adalah tentang seekor rubah dan gagak, jadi masih masuk ke dalam cerita binatang. 

Tapi ceritanya dalam bahasa Inggris ya, jadi jangan keliru karena pembahasan kita memang sedang fokus untuk cerita-cerita yang sekaligus bisa untuk belajar bahasa asing. Jadi selain mendapatkan cerita yang menarik juga bisa belajar.

Memang ada banyak dongeng binatang yang tentang rubah dan juga gagak. Tapi kalau belum dibaca maka pasti belum tahu apakah ceritanya sama atau tidak dengan cerita yang pernah kita baca sebelumnya. 

Yang pasti, dongeng ini juga akan dimuat dalam dua versi atau lebih tepatnya akan disertai terjemahan.

Selain itu nanti juga akan dijelaskan mengenai isi cerita sekaligus pesan moral yang bisa ditangkap dalam dongeng tersebut. Dan yang penting ceritanya menarik dan bisa sangat menghibur untuk adik-adik semua. 

A. Dongeng dalam Bahasa Inggris

Kalau dalam bahasa Inggris, dongeng ini judulnya “The Fox and The Crow”. Dongeng yang akan kita nikmati kali ini termasuk versi yang singkat dan bukan yang full story. Namun begitu ceritanya tetap menarik dan pesan moral di dalamnya pun tidak hilang. 

Bisa dikatakan cerita berikut versi ringkasnya. Bagi yang sudah siap dan memang sedang mencari cerita-cerita dongeng menarik bisa langsung membaca dongeng tersebut. 

Bagus kok, tidak membosankan juga, lagian bisa untuk belajar sekalian jadi tidak sia-sia. Yang terpenting, bahasa yang digunakan tidaklah rumit dan sangat sederhana sekali.

Bagi adik-adik atau rekan yang mencari dongeng berbahasa Inggris seperti ini bisa menjadikan dongeng ini sebagai tambahan. 

Selain dongeng ini masih ada banyak juga dongeng lain yang bisa dibaca. Tapi sebelum melihat dongeng lainnya silahkan baca dulu dongeng rubah berikut selengkapnya.


Eits, jangan pusing dulu, tenang. Kalau rekan semua kurang begitu paham dengan ceritanya karena dongeng di atas menggunakan bahasa Inggris maka rekan semua bisa memahami bagaimana ceritanya dengan membaca terjemahan dari dongeng tersebut. Mau, kalau mau silahkan lanjut ke bagian kedua di bawah ini.

B. Terjemahan Dongeng Rubah dan Gagak

Coba, kalau yang sudah baca dongeng di atas, bagaimana ceritanya? Ups, mau baca terjemahan dongeng ini juga toh, tenang sudah disiapkan kok untuk rekan pembaca semua. Berikut sudah disiapkan juga arti atau terjemahan untuk dongeng yang sudah dibaca di atas. 

Tapi, mohon maaf ya karena terjemahan atau arti yang ada di bawah ini masih jauh dari sempurna dan sangat acak-acakan. 

Namun begitu terjemahan berikut bisa dijadikan bahan tambahan untuk mengetahui lebih dalam mengenai jalan cerita dari dongeng di atas. 

Bagaimana, mau membaca terjemahannya sekaligus? Kalau mau membacanya langsung, silahkan baca terjemahan yang sudah disiapkan di bawah ini, semoga saja tidak membuat rekan semua tambah bingung.


Sedikit mengulas cerita yang diberikan, dongeng tentang rubah dan burung gagak ini merupakan dongeng yang cukup bagus. dalam dongeng ini diceritakan ada seorang rubah yang pandai dan suka berbohong. 

Suatu ketika sang rubah ini melihat ada seekor burung gagak yang bertengger di atas pohon dengan membaca sepotong makanan.

Melihat sang gagak yang membawa makanan tadi, sang rubah pun dengan licik menggunakan akalnya untuk merebut makanan tadi dari paruh sang gagak. 

Dia pun memuji-muji sang gagak dan mengatakan bahwa gagak adalah ratu burung. Ia pun meminta agar gagak tadi bisa menyanyikan sebuah lagu untuknya.

Burung gagak yang sudah termakan bujuk rayu tadi langsung setuju dan hendak menyanyi untuk sang rubah. 

Apa daya, ketika sang gagak mulai membuka paruhnya untuk bernyanyi, makanan yang ada di mulutnya pun seketika itu terjatuh. Rubah yang sudah siap dibawahnya pun langsung mengambil makanan tadi.

Sebagai imbalan atas makanan yang dijatuhkan sang gagak, rubah kemudian memberikan nasehat kepada sang burung gagak tadi agar dikemudian hari ia tidak percaya dengan pembohong, “Do not trust liars.”, ucap sang rubah tadi.

Cerita Sukses Pedagang Toko Kelontongan

Cerita Sukses Pedagang Toko Kelontongan - Namanya adalah Ratmi dia adalah teman sekolah ku waktu SMA. Ratmi termasuk anak yang rajin dan pintar. Banyak guru yang suka padanya karena kepandaiannya. Selain itu Ratmi juga orangnya mudah bergaul suka menabung dan tidak sombong. 



Dia tidak memilih – milih dalam berteman, siapapun orangnya mau kaya atau miskin, baik atau pun nakal semua menjadi temannya.

Ratmi tidaklah cantik, tapi  hanya hitam manis, semanis madu. Tubuhnya langsing agak tinggi. Rambutnya ikal hitam kecoklatan, mukanya agak lonjong, alisnya hitam tebal.

Ada sedikit titik hitam di samping bibirnya, saat tersenyum gigi gingsulnya memperjelas bahwa Ratmi memang manis. Setidaknya itulah jika aku membayangkan Ratmi.

Saat berangkat dan pulang sekolah, Ratmi selalu jalan kaki. Pernah beberapa kali aku mengajaknya untuk pulang bersama. Aku menghentikan motor “ciitttt” bunyi rem motor, “ayo pulang sama aku” ajakku.

Sambil menundukan muka dia menjawab “ enggak lah, aku jalan kaki saja”. Aku tidak tahu apa alasannya kenapa setiap aku ajak pulang bersama Ratmi selalu menolak.

Suatu hari aku mengikuti Ratmi pulang, diam – diam aku mengikutinya dari belakang. Aku mencoba melangkah pelan – pelan agar tidak diketahui oleh Ratmi. Sudah berjalan kurang lebih tiga kilometer, aku belum melihat tanda – tanda Ratmi akan masuk kedalam salah satu rumah yang ada di depan ku.

Di bawah sinar matahari yang terik sempat terpikir dibenakku “Ratmi ko kuat ya, setiap hari seperti ini, belum lagi kalau hujan”.

Tapi aku terus mengikutinya,walaupun  keringat bercucuran, kaki mulai terasa pegal dan nafas yang mulai terengah – engah. Ini semua aku lakukan untuk menjawab pertanyaanku selama ini “kenapa Ratmi selalu menolak saat aku ajak pulang bersama”.

Dari kejauhan aku melihat Ratmi berbelok menuju salah satu rumah diujung jalan, rumahnya sudah terlalu tua untuk berlindung, hanya berdindingkan gedek  yang sudah berlubang – lubang dengan ukuran yang tidak terlalu besar yaitu 6 x 4 meter.

Terlihat seorang ibu yang sudah tua berdiri didepan pintu, memakai baju yang sudah lusuh. Dengan kulitnya yang sudah mulai keriput. Lalu aku berhenti bersembunyi dibalik pohon besar untuk melihat Ratmi yang berjalan kearah ibu tua itu. Ratmi mencium tangan ibu tua itu, aku bertanya – tanya “apakah itu ibunya Ratmi?”.

Keesokan harinya, disekolah saat jam istirahat aku menemui Ratmi untuk membicarakan kejadian kemaren yang aku lihat.

“sebelumnya aku mau minta maaf” kataku, “tentang apa” jawab Ratmi dengan wajah agak kebingungan. “maaf, kemarin aku mengikuti kamu pulang secara diam – diam, aku melihat kamu mencium tangan ibu tua, apakah dia ibumu?” tanyaku.

Sambil menundukan kepala, dengan nada pelan Ratmi menjawab “iya, dia ibuku”. Lalu aku bertanya “apakah ini alasanmu, selalu menolak saat aku mengajakmu untuk pulang bersama”.

Dengan mata yang sedikit memerah dan terlihat setitik air dimatanya dia menjawab “iya benar, dia ibuku, aku malu dengan teman – teman, aku tidak ingin mereka tahu semua itu”.

Aku mencoba menenangkan dirinya dengan memeluk dan mengusap air mata yang membasahi pipinya. Aku mencoba memberikan nasehat kepada Ratmi. “sudah, sudah kamu tidak usah malu, Ratmi yang aku kenal bukanlah Ratmi yang seperti ini, Ratmi yang aku kenal orangnya ceria, murah senyum tegar dalam menghadapi masalah”.

Semenjak kejadian itu Ratmi mulai terbuka dan mau menerima ajakanku untuk mengantarnya pulang. Wajahnya tidak lagi ditundukkan saat aku mengajak untuk pulang bersama. Dari situlah kami mulai akrab.

Tapi tidak terasa hari kelulusan telah tiba. Hari yang sangat mendebarkan membuat semua jantung siswa berdegub kencang. Aku dan Ratmi terus berdoa sambil menunggu guru menempel daftar kelulusan di mading.

Setelah daftar kelulusan ditempel, semua siswa langsung menyerbu mading. Mereka mulai mencari namanya, ada yang berteriak “hore, horee aku lulus” ada yang sujud sukur.

Aku dan Ratmi terus mencari, sambil menunjuk kearah mading, mengurutkan satu demi satu nama yang ada. Tiba – tiba tangannya Ratmi berhenti, aku pun ikut berhenti, lalu aku baca.

Ternyata itu Ratmi dia lulus dengan nilai yang hampir sempurna. Ratmi berkata “alhmdulillah” , setelah itu, tidak jauh dibawah namanya Ratmi, aku menemukan namaku.

Lima tahun kemudian, setelah menyelesaikan study S1, aku berkunjung ke rumah Ratmi, aku bingung mencari, ditempat dulu rumahnya Ratmi sekarang berdiri bangunan kokoh berisi barang – barang dagangan seperti sembako, barang – barang pecah belah dan yang lainnya.

Aku mencoba masuk kedalam, aku kaget bukan main. Ternyata Ratmi sekarang menjadi orang sukses, dia menjadi distributor barang – barang sumbako dan yang lainnya.

Ternyata selama lima tahun ini dia merintis usaha kelontongan. Karena berkat kerajinan, keuletan dan keramahannya dia berhasil mengembangkan usahanya dan menjadi distributor utuk memenuhi kebutuhan toko – toko yang ada didaerahnya.

---oOo---

Kesempurnaan Cinta yang Kau Berikan

Cerpen tentang cinta yang sempurna berikut ini akan menjadi salah satu hiburan yang cukup menarik. Ada kisah menarik yang diberikan dalam cerpen ini. Ringan, pendek dan mudah diikuti. Ada yang ingin membaca cerpen tarbaru seperti ini?


Untuk bahan bacaan santai di waktu senggang, cerpen remaja ini bisa menjadi salah satu alternatif pilihan. Apa yang diangkat didalamnya pun cukup unik dan baru. Berbeda dengan yang lain. 

Kami berharap karya sederhana ini bisa menjadi tambahan referensi untuk rekan semua yang suka dengan kisah cinta menarik penuh makna. Satu dari sekian banyak kisah yang bisa menghibur kita.

Mungkin tidak sempurna, mungkin kurang sesuai keinginan. Tapi setidaknya karya ini bisa jadi tambahan. Dan, contoh untuk rekan semua yang sedang belajar menulis karangan fiksi seperti cerpen dan lain sebagainya. Yuk langung dibaca saja.

Kesempurnaan Cinta yang Kau Berikan
Cerpen Cinta Sempurna

Berdiri ku di sini, melawan panasnya sang matahari begitu kejam membakar. Kau datang dengan wajah memelas dan mata yang berkaca-kaca. Kau tidak enak hati telah membuatku lama menunggu. Tetapi aku pun tersenyum dan tidaklah memperlihatkan muka kemarahan.

Aku cukup bahagia, bisa melihatmu datang di tempat ini. Aku sudah mempunyai pikiran kau tidak akan datang di tempat ini. Hampir saja aku putus asa dan menyerah untuk menunggumu di sini. Tetapi dengan jiwa besarmu kau datang dengan tawa dan keceriaan yang sudah lama tidak aku lihat.

Kau mendekatiku dan berdiri di depanku, lalu kau memasukan tanganmu ke tas yang kau bawa dan mengambil sepucuk kain kecil segi empat. Dengan perhatian cinta yang mendalam kau mengelap kening ini hingga hilang kringat yang menempel. “Apa kabar..?”, ungkapku kepadamu begitu bahagia melihat kau telah datang kembali.

“Aku baik-baik saja”, ungkapnya dan terus mengelap keningku hingga bersih.
“Panas nih, berteduh yuk”, ungkapku kepadanya.

Dia tersenyum dan langsung berjalan hendak berteduh di gedung kosong yag jaraknya 300 meter dari tempat kami berdiri. Tempat ini adalah tempat yang jauh dari pemukiman dan jauh dari perdesaan. Sejak pertengkaranku dengannya dahulu, hubungan kami terpisah akibat kesalah pahaman.

Kini aku telah sadar bahwa wanita yang sedang bersamaku saat ini adalah wanita yang tulus mencintaiku. Untuk itulah aku berdiri di sini, karena ingin meminta maaf darinya dan berharap dia datang menemuiku di tempat ini. Aku sangat bersyukur dia masih mau menemuiku di sini dan hubunganku bisa di perbaiki.

Dengan perlahan aku dan dia berjalan di tengah panasnya matahari yang menyengat. Tak lama kemudian aku pun sampai di gedung tua tersebut. Kami pun duduk di teras gedung tersebut. Dengan ekspresi sedikit kesalnya dia berkata,”Kenapa kamu tidak ke rumah saja si”, ungkap kekasihku.

“Kamu ingat tidak, tempat ini adalah tempat berteduhku dahulu waktu aku kehujanan. Di sini juga aku melihat kau dengan ayahmu, yang juga sedang berteduh lalu aku berkenalan dengan ayahmu dan kemudian denganmu. Karena ini tempat pertama kali kita bertemu maka aku pun mengajakmu untuk datang di tempat ini lagi”, ungkapku.

“Iya si, tapikan ini jauh dari permukiman”, ungkap kekasihku.
“Tapi aku senang sekali kau datang menghampiriku di sini”, dengan mengusap rambutnya.
“Aku juga senang akhrinya kamu sadar”, ungkapnya dengan tersenyum.
“Sekarang kita pulang yuk, hari sudah hampir sore”, ungkapku.
“Ayok”.

Kami berdiri dan bergegas menghampiri kendaraan kami yang memang sudah terparkir di depan gedung ini. Kami pun duduk dan kemudian mulai menghidupkan seepeda motor kami. Setelah nyala dengan perlahan kami berjalan menuju arah pulang.

Kami berjalan beriringan dan sangat pelan melewati jalan yang sepi ini. Setelah setengah jam kami berjalan akhirnya kami pun sampai di jalan raya. Kami menengok ke kanan dan ke kiri dan kemudian menyeberang dengan sangat hati-hati. Sementara itu aku terus di belakang kekasihku dan selalu mengawalnya dari belakang.

Bahagia sekali hati ini bisa mendapatkan maaf dari orang yang aku sayangi. Dengan selalu tersenyum aku memandanginya dari belakang. Ini semua tidak aku sadari dan seolah mimpi bisa naik motor beriringan dengan kekasihku. Aku akan terus mengawalnya hingga sesampainya dia di rumah.

Cukup jauh memang jarak rumah kekasihku dari tempat tersebut. Perlu memakan waktu selama dua jam unntuk bisa sampai di rumah. Dengan sabar aku terus mengawalnya dan menjaga jarak dengannya.

Agar aku dan dia tidak terpisah dan tidak juga bertabrakan. Untuk itu seni dalam memainkan gas juga haru diterapkan. Kapan aku harus menambah gas dan kapan kapan aku harus mengurangi gas.

Setelah 2 jam sampailah aku di rumah kekasihku. kami pun menghentikan laju motor kami dan menyandarkannya dengan kaki kami. “Mau mampir tidak..?”, ungkap kekasihku dengan senyumnya. “Aku langsung sajalah, hari sudah semakin sore”, ungkapku.

Aku pun menghidupkan motorku lagi, aku melihatnya sambil tersenyum dan berkata,”Aku pulang ya”. Sementara itu diapun tersenyum dan berkata,”Iya hati-hati ya”. Aku terus berjalan menuju pulang dengan santai.

Di perjalanan aku tidak habis pikir memikirkan kekasihku. Aku begitu riangnya menunggangi motor ini dan melintasi jalan sambil memikirkan kekasihku. Aku tidak peduli orang lain yang melihatku saat ini. Biarkan dia mengatakan aku gila karena tersenyum sendiri, tetapi yang pasti aku sangat bahagia dengan hal ini.

Kini aku akan mempertahankannya dengan selalu mencintainya. Aku juga tidak akan menyakitinya dan akan selalu percaya dengannya. Aku akan membuka lembaran baru cinta yang baru saja aku sambung setelah sebelumnya putus akibat salah paham. Di hubungan yang baru aku sambung ini semoga tidak ada kesalah pahaman yang membuat hubngan kami pecah lagi.

Aku ingin hubungan yang baru aku sambung ini bisa tahan sampai kami nikah nanti dan sampai kami mati. Sehingga aku bisa terus memberikan cintaku kepaanya. Aku juga bisa selalu merasakan cinta yang tulus darinya. Dan kami akan menjadi pasangan yang akan terus saling mencintai sampai mati.

Jalan sudah semakin dekat, tidak terasa jalan yang jauh menjadi sangat dekat di tempuh. Ini semua karena aku memikirkan kekasihku sembari berjalan. Hingga aku pun tidak sadar bahwa jalan yang jauh ini terasa lebih dekat. Aku terus menambah gas motorku agar cepat sampai.

Sesampainya aku di depan rumah aku memarkirkan motorku di teras. Aku turun dan kemudian melepas helemku. Aku masuk ke rumah dan masuk ke kamar untuk meletakan tas. Aku juga mengganti bajuku yang kotor ini karena terkena keringat usai melawan matahari. Setelah itu aku pergi mandi untuk mengembalikan semangatku lagi.

Usai mandi aku memakai pakaianku dan kemudian duduk di ruangan televisi. Aku duduk bersama ayah dan ibuku dan sambil menonton serial kesukaaan kami.

“Tadi siang kamu kemana Hendra..?”, ungkap ibuku ditengah keasyikanku sedang menonton televisi. “Aku menemui Vira ma”, ungkapku tanpa berkedip melihat tayangan televisi tersebut. “Sudah selesai masalah kalian berdua..?”, ungkap mamaku. “Iya sudah kok ma”, tanpa melihat mamaku sedikitpun.

Ibu berhenti bertanya dan ikut menonton dengan serius tayangan televisi. Sementara itu ayahku sudah tertidur pulas di bangku tempat kami duduk. Mungkin dia kecapekaan karena seharian kerja. Aku pun membiarkannya tidur dan melanjutkan menonton televisi.

Menoton menjadi lebih nikmat karena suasana hati yang sedang ceria. Kebahagiaan ini tentu belum aku rasakan kemarin ketika aku belum mendapat maaf dari kekasihku. Aku terus merasa bersalah ketika mengetahui bahwa kekasihku tidaklah bersalah. Bahakan makan saja aku tidak selera.

Adanya hari ini adalah sebagai pengobat semua keterpurukanku hingga suasana kembali baik lagi seperti semula. Aku sangat bersyukur dengan tuhan yang telah memberikan jalan untukku bisa kembali dengannya lagi.

--- oOo ---

Cerpen tentang Kekasih, Hingga Akhir Waktu Kan Setia

Cerpen tentang kekasih yang setia ini khusus untuk memberikan semangat bagi yang sedang punya pasangan. Kebahagiaan tidak akan mungkin diraih dengan ketidakjujuran. Sebaliknya, kesetiaan akan memberikan ruang penuh bagi cinta berkembang. 

cerpen kekasih setia

Setialah pada pasangan karena kesetiaan itu akan kembali pada kita sendiri. Kesetiaan adalah kebaikan yang kita tanam untuk kita petik hasilnya dikemudian hari. 

Cerpen cinta kali ini diharapkan bisa menjadi teman santai di kala senggang. Mudah-mudahan kisah yang diangkat bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita. Semoga bisa menjadi bahan belajar kita dalam menulis cerpen. 

Hingga Akhir Waktu
Cerpen Kekasih Setia

Gemuruh suara kendaraan yang begitu menusuk kuping dan pikiran. Debu dan asap berterbangan mengenai muka hingga terlihat kusam. Jalan begitu lambat karena begitu banyaknya pengendara yang melintas. Sabar menjadi penyelesaian masalah yang kini sedang aku alami.

Kau terus dengan sabar menunggu kendaraan yang ada di depan kita berjalan. Satu meter berjalan dengan pelan dan berhenti lagi. Begitu terus berulang-ulang hingga membuatku bosan. 

Sedikit demi sedikit akhirnya kami bisa sampai rumah meski sangat memakan waktu dan tenaga kami. Aku dan kekasihku duduk di halaman depan rumahku sambil melepas penat dan lelah sehabis mengendara.

Aku melihat mukamu begitu deras mengalir air keringat. Dengan begitu lembutnya aku mengelap keringat yang menyucur deras di dalam keningmu. 

Sesosok tawa kecil keluar dari mukamu menghargai perhatianku. Aku berdiri dan berjalan ke rumah untuk membuatkan minuman dingin pengobat rasa panas di teggorokan.

Aku hendak membuat minuman dingin dengan begitu hati-hati dan berharap kekasihku menyukainya. Sementara itu aku mulai memotong buah satu-persatu dan kemudian memasukannya ke mesin blender. 

Pisau menghancurkan buah hingga terlihat buih di dalam wadah belender. Aku memencet tombol berhenti dan kemudian mengmbilnya dan menuangkan di gelas.

Kini 2 minuman dingin pengobat rasa haus siap untuk di sajikan. Aku membawa minuman dingin ke keluar. Dengan begitu hati-hati aku membawa minuman tersebut. Aku keluar dari pintu dan berjalan lagi menuju tempat kekasihku. “Minuman datang”, ungkapku sambil terus berjalan  mendekat kekasihku.

Dengan tersenyum kekasihku berdiri dan berkata,”Wah tau saja si sayang, aku lagi haus”. “Iya dong, gak nyesel tentunya kamu jadiin aku pacar”, ungkapku sambil menurunkan minuman ke tanah. 

Dengan satu tangan terbuka aku berkata,”Silahkan diminum jusnya”. Kekasihku meminum jus yang sudah aku buat dengan begitu cepatnya.

Aku mengambil minuman yang sudah aku buat, dan kumasukan ke dalam mulutku. “Berr..”, begitu segar ketika cairan masuk ke dalam tenggorokan. Sementara itu kekasihku sudah menghabiskan minuman yang susdah aku buat.

“Ini bocor apa yank..?”, ungkapku begitu terheran-heran karena minumannya sudah habis dengan begitu cepatnya. “Enggak kok, aku haus”, dengan tersenyum.

Aku tertawa hingga tak terkendali dan tak kuasa untuk berhenti. Kekasihku hanya tersenyum dan memandangi aku yang sedang tersenyum. 

Wajahku berubah menjadi merah ketika dia memandangku. Dengan tersenyum dan mengacungkan jari telunjuknya dia berkata,”Itu kenapa mukanya merah lebam haha”. Aku hanya tertawa dan berusaha menyembunyikan kegrogianku.

Kami duduk santai lagi sambil menikmati semilir angin yang menghembus di bawah terik matahari. Suasana begitu nyaman lagi tenang dan sejuk luar dan dalam. 

Sejuk di luar ketika angin menghembus membuat kulitku begitu segar. Sejuk di dalam ketika aku melihat kekasihku tersenyum denganku.

Matahari sudah mulai ke barat dan panas sudah tidak terlalu menyengat. Angin semakin kencang meniup kami, hingga aku harus berulang kali merapihkan rambutku yang berantakan terkena angin. Sementara kekasihku tetap tersenyum melihatku dengan gaya coolnya.

“Apa lihat-lihat”, ungkapku melihat kekasihku yang sedang tersenyum
“Enggak”, berdiri dan berlari mengejarku.

Tanganku mendorong ke atas dan membuat berdiri tubuhku. Aku berlari karena di kejar oleh kekasihku. Aku terpleset dan kakiku tergilir kemudian tubuhku terpental menyentuh tanah. Sambil terus memegang kakiku aku merintih kesakitan,”Aduh...! kakiku tolong”.

Sementara itu kekasihku langsung menghampiriku dan berkata,”Aduh ini akibatnya ngeledek si”. kekasihku melepas sepatu yang terpasang di kakiku. 

Dia mengurut kakiku dengan begitu lembutnya. Setelah di urut dia menarik kakiku dan membuatku berteriak,”Aduh..! pelan-pelan”. Kekasihku melepaskan kakiku dari tangannya dan berkata,”Sudah sembuh”. Dengan perlahan aku menggerakan kakiku, ajaib kakiku sudah sembuh dan tidak sakit lagi.

Aku berjalan ke bawah pohon lagi dengan dipapah oleh kekasihku. “Makasih ya”, ungkapku kepadanya. “Iya, jangan terlalu banyak bergerak dulu, biar cepat sembuh”, ungkap kekasihku sambil melihatku.

“Aku pulang dulu ya sudah sore”, ungkap kekasihku.
“Terus aku jalan masuk ke rumah gimana..?”, ungkapku.

Dia memapahku lagi dan masuk ke rumah. Aku duduk di bangku ruangan tamu dengan sedikit merasakan nyilu. Kekasihku berdiri di depanku dan berkata,”Aku pulang ya, cepet sembuh ya”.
Dengan tersenyum aku berkata,’Iya, hati-hati ya”.

Kekasihku berjalan  keluar pintu menuju ke halaman. Terlihat dan kaca jendela kekasihku sedang memakai helm dan naik motor dari jendela. 

Dia menghidupkan motor dan berjalan keluar gerbang. Sementara kau tetap duduk manis di kursi ini. Tidak banyak yang bisa aku lakukan karena kakiku belum bisa terlalu banyak bergerak.

Aku begitu bahagia berkat urutan dari kekasihku aku tidak menderita berkepanjangan. Meskipun aku juga tidak boleh bergerak terlalu banyak setelah di urut. Setidaknya kakiku bisa sembuh lebih cepat dan uratku bisa berfungsi sebagaimana semestinya.

Hari sudah sore dan begitu gelap, berbeda dengan siang hari yang begitu panas. Cuaca begitu mendung dan terlihat awan hitam yang menutup cerahnya langit. Angin terus bertiup menerpa semua yang ada di depannya.

Tidak lama kemudian hujan turun dengan begitu derasnya. Badai mengeluarkan suara yang begitu keras di sertai sebuah cahaya yang sekejab hilang. Sementara aku terkaget dengan suara petir yang keluar. Dengan begitu lambatnya aku berjalan menuju arah kamar karena badai semakin besar.

Aku mematikan ponselku dan mematikan televisi yang hidup. Aku duduk di kamar dengan tenangnya. Setelah itu aku pergi ke kamar mandi dan mandi. 

Suasana begitu dingin di iringi dengan hujan yang begitu deras di luar. Usai mandi aku keluar dan memakai bajuku. Aku duduk di kasur dan membungkusnya dengan selimut yang tebal.

Tubuh ini begitu dingin dan membuat bulu kuduk berdiri. Aku mengambil buku dan membacanya sebagai penghilang rasa sepi. 

Sedikit lebih nyaman membaca buku di tengah petir yang begitu keras malang melintang. Tetapi aku tidak memperdulikannya aku terus terfokus kepada bacaanku.

Malam datang hujan belum juga reda. Petir sudah bersembunyi di gelapnya malam dan yang ada hanya suara rombongan tetesan hujan dari langit. 

Aku belum juga selesai menikmati dan menyimak subtansi sebuah buku bacaan. Dingin malam semakin menusuk kulit.

Aku berjalan ke dapur dengan penuh kedinginan untuk membuat minuman. Dengan telaten aku mengambil gelas dan dengan jalan yang sangat perlahan. 

Aku memasukan gula dan teh lalu aku siram dengan air panas. Aku membawanya kembali ke kamar untuk aku meinum dengan menikmati isi dari buku yang aku baca.

Sementara itu aku ingat dengan kekasihku, sedang apa ya dia sekarang ungkap dalam hati kecil. Aku begitu nyaman dekat di sampingnya dan gundah ketika sedang seperti ini. Aku ingin selalu dekat dengan kekasihku.

--- oOo ---
Back To Top